
"Bener apa yang dikatakan sama om Ivan. Kamu boleh mencubit pinggang Mami Maya, kalau Mami Maya nanti saat pulang bawa mobil dalam kecepatan tinggi" kata Sari yang turut mendukung jawaban yang diberikan oleh Ivan kepada Deli.
"Loh kamu nggak ikut ke bandara Sar?"
Maya langsung bertanya saat itu juga kepada Sari. Maya mengira kalau Sari akan ikut ke bandara mengantarkan kakaknya itu yang akan pulang ke negara I kembali.
"Nggak Maya. Gue ada meeting penting" jawab Sari sambil menggeleng lemah.
"Sebenarnya gue mau ikut. Tapi meeting ini juga penting untuk gue laksanakan. Makanya mau nggak mau gue harus pergi meeting dan tidak mengantarkan Bang Ivan ke bandara" jawab Sari yang diajak meeting oleh pamannya.
"Tapi tadi Bunda nggak ada bahas meeting. Tante Sari meeting sama siapa?"
Kali ini Deli bertanya sambil melihat ke arah Sari. Deli hanya mengetahui kalau Sari adalah teman satu kantor Vina.
"Kali ini tante Sari akan meeting dengan semua rekan rekan tante Sari di tempat kerja yang lain sayang"
Sari memberikan jawaban yang sejujurnya kepada Deli. Sari tidak mau Deli terus bertanya tanya bahkan bertanya langsung kepada Vina. Bisa bisa nanti Vina curiga kepada Sari.
"Oooo, jadi tante Sari ada perusahaan lain?" ujar Deli sambil mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang diceritakan oleh Maya.
"Ini anak memang cerewet. Mari kita berangkat ke bandara" ujar Ivan mengajak mereka semua untuk ke bandara.
"Om Ivan, bukannya pesawat jam dia. Kenapa pergi dari sekarang?"
Deli kembali mengajukan protesnya kepada Ivan dan yang lainnya. dia benar benar banyak bertanya karena rasa ingin tahu dan juga kenyamanan yang telah diperoleh oleh Deli di tengah tengah keluarga besarnya itu.
"Kita main ke mall yang ada di bandara dulu. Baru setelah itu Om Ivan akan terbang" kata Ivan memberikan jawabannya kepada Deli mengapa mereka harus pergi dari pagi menuju bandara.
"Asip"
__ADS_1
Mereka semua kemudian masuk ke dalam dua mobil dengan tujuan berbeda beda. Ivan, Maya dan Deli akan ke bandara. Sedangkan Sari akan menuju perusahaan Anggur milik orang tua Danu. Sari akan menjalankan kembali perusahaan itu.
NEGARA I
"Jadi gimana Frans? Apa yang harus kita lakukan? Ivan baru akan terbang hari ini dari negara U"
Danu memberitahukan kepada Frans kalau Ivan baru akan terbang hari ini dari negara U menuju negara I.
"Kita tunggu saja. Paling penting dia datang dan membawa semua bukti CCTV yang telah kalian dapatkan hari itu" kata Frans menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Danu kepada Frans.
"Frans, boleh gue bertanya sesuatu ke elo!" ujar Danu yang memang sudah lama ingin menanyakan tentang hal itu kepada Frans. Hal yang dirasa Danu sangat sensitif dan memang harus bisa di jelaskan oleh Frans kepada dirinya.
"boleh. loe mau tanya apa?"
Frans bertanya kepada Danu tentang apa yang akan ditanyakan oleh Danu kepada dirinya.
"Terus?" ujar Frans yang tidak kaget sama sekali saat mendengar apa yang dikatakan oleh Danu kepada dirinya pada saat ini.
"Kok terus?"
Danu ternganga mendengar dan melihat ekspresi yang diberikan oleh Frans atas cerita yang disampaikan oleh dirinya. Frans sama sekali tidak kaget saat mendengar cerita dari Danu.
"Kenapa kamu nggak kaget" ujar Danu bertanya kepada Frans kenapa Frans bisa tidak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Danu kepada dirinya.
"Kenapa harus kaget. Gue udah tau dari Iwan tentang Vina" jawab Frans sambil melihat ke arah Danu yang langsung ternganga saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Frans kepada dirinya.
"Sejak kapan?" tanya Dani kepada Frans.
"Sejak loe meminta gue jadi pengacara loe. Sejak itu gur cari tahu siapa yang salah antara loe dengan Ranti. Nah dari info yang gue dapet loe juga selingan dia juga ada selingan" kata Frans menjawab pertanyaan dari Danu.
__ADS_1
"Nah yang gue heranin kenapa bisa tu cewek suka sama elo ya?" lanjut Frans yang penasaran kenapa Vina sampai suka dengan Danu yang sudah punya suami itu.
"Dia nggak tau kalau gue udah punya istri saat itu. Makanya dia mau sama gue. Nah saat dia tau gue udah punya istri, dia langsung kabur dan tidak memberitahukan kepada gue dimana dia tinggal" jawab Danu menceritakan kisah tragis tentang bagaimana Vina pergi saat dirinya tidak mengetahui dimana keberadaan Vina lagi saat itu juga.
"Terus sejak kapan loe tau kalau dia di negara U?" tanya Frans yang penasaran bagaimana bisa Danu bertemu lagi dengan Maya.
"Jadi hari itu, gue sama Deli jalan jalan di negara U. Deli mengajak makan di kafe. Nah di kafe itulah bertemu dengan Vina" kata Danu mempersingkat cerita bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Vina sewaktu di negara U.
"Oh baiklah. Gue tahu yang mau loe tanyakan" ujar Frans sambil melihat ke arah Danu.
"Apa?" tanya Danu sambil melihat ke arah sahabatnya itu.
"Loe pasti mau nanyak ke gue, apa loe bisa disalahkan dalam persidangan karena juga selingkuh."
Frans mengatakan kepada Danu apa yang ada di dalam pikirannya saat itu.
Danu yang mendengar apa yang dikatakan oleh Bram memandang ke arah pengacara sekaligus sahabatnya tersebut sambil melongi tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Frans.
"Benerkan apa yang gue tebak. Nggak usah mengelak"
Frans dan Iwan sangat susah menahan senyumnya saat melihat bagaimana ekspresi Danu saat ini. Danu melongo seperti ikan kekurangan oksigen.
Danu mengangguk. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Frans bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
"Haha haha. Danu Danu. Gue dan Iwan ini sahabat loe. Jadi antara kami berdua udah biasa memberitahukan apa yang terjadi. Jadi nggak perlu disumpetin kayak gitu banget"
Frans benar benar puas mengerjai Danu saat itu. Frans sebenarnya sejak diberitahukan oleh Iwan tentang Danu yang juga menjalin hubungan dengan seorang wanita dan diketahui oleh Ranti, sudah menyusun rencana dengan sangat baik.
Frans sudah mempersiapkan bukti bukti untuk memperkuat tuduhan mereka kepada Rinjani. Frans tidak mau berperang tanpa amunisi yang jelas. Terlebih lagi sekarang lawan yang akan dihadapi oleh seorang Frans tak lain tak bukan adalah lawan yang sama dan sudah berkali kali dikalahkan oleh Frans di persidangan. Makanya Frans tidak mau kalah kali ini karena ada sedikit celah untuk bisa membuat Frans kalah. Makanya Frans ingin menutup celah tersebut.
__ADS_1