Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Perkataan Ivan


__ADS_3

"Heran banget gue sama tu perempuan kok bisa bisanya melakukan hal itu kepada suami sendiri" lanjut Frans yang nggak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Ranti terhadap Danu.


Kelakuan seorang istri yang benar benar sudah kelewatan sekali. Apalagi dibagian Ranti membawa seorang pria masuk ke dalam kamar pribadinya dengan Frans. Di situ sudah sangat terlihat sekali kalau Ranti sudah tidak lagi menganggap Danu ada di dalam pernikahan mereka. Belum lagi yang Ranti dengan santainya membawa laki laki ke dalam rumah pribadinya setiap suaminya tidak ada atau bahkan saat Danu ada di rumah.


"Loe nggak tau aja, Tu perempuan menganggap kalau rumah itu adalah rumah dia, bukan rumah Danu" ujar Iwan menjawab apa yang dikatakan oleh Frans.


"Masak iya sebegitunya?" ujar Frans kaget dengan apa yang dikatakan oleh Iwan


"Mau gimana lagi, dia dari awal tidak ada niat untuk menikah dengan Danu, kita kan sama sama tahu gimana bisa Ranti menikah dengan Danu. Ya akhirnya seperti ini" ujar Iwan menjawab pertanyaan dari Fran.


"Bener juga Wan. Ini efek nikah di paksa. Sedangkan nggak di paksa aja ada juga kasus perselingkuhan terjadi. Apalagi di paksa, maka peluangnya akan lebih besar lagi kasus perselingkuhan itu terjadi" ujar Frans yang sangat pengalaman dalam menjadi pengacara kasus perceraian dengan masalah perselingkuhan.


"Kalau tidak suami yang selingkuh kalau tidak istri yang selingkuh, malahan bisa kedua duanya selingkuh. Permasalahan yang sudah sangat umum terjadi di dalam pernikahan, baik kalangan atas, selebritis bahkan kalangan biasa saja" lanjut Frans menjelaskan bagaimana permasalahan perceraian di dominasi oleh masalah perselingkuhan.


"Hay apa kalian berdua sudah puas membahas gue?" ujar Danu yang heran melihat Frans dan Iwan dengan gampangnya menceritakan permasalahan dirinya di depan dirinya sendiri.


"Haha haha haha, ada orang ternyata. Gue kira nggak ada elo Dan. Makanya kami dengan santainya ngomongin elo" ujar Iwan menjawab perkataan dari Danu yang mengajukan protes kepada Iwan dan Frans karena membicarakan dirinya di depan dirinya langsung.


"Ye ye ye ye" ujar Danu dengan nada kesalnya karena serasa dipermainkan oleh Frans dan Iwan.


"Sudahlah Bang, nggak usah pakai marah. Sekarang kita fokus lagi ke permasalahan elo. Apa yang harus kita lakukan lagi sekarang." ujar Ivan menengahi keributan yang akan terjadi sebentar lagi


Kali ini Ivan berpikiran sangat dewasa sekali, Ivan meminta Danu, Frans dan Iwan menghentikan keributan yang telah diperbuat oleh mereka bertiga. Keributan yang hanya membahas tentang kelakukan masa lalu Ranti.


"Tumben loe jadi penengah kami, ada apa?" ujar Iwan yang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Ivan sebentar ini.

__ADS_1


"Bang, ini masalah Bang Danu bukan masalah gampang" ujar Ivan yang mulai berbicara serius.


Frans yang tadi sudah santai karena semua bukti sudah lengkap, langsung duduk dengan menegakkan punggungnya. Dia tidak menyangka seorang Ivan yang lulusan arsitektur bisa mengatakan kalau permasalahan Danu bukanlah permasalahan yang gampang. Frans tertarik untuk mendengar analisis yang diberikan oleh Ivan tersebut.


"Kenapa loe bisa mengatakan hal seperti tadi?" ujar Frans yang penasaran dengan analisa yang diberikan oleh Ivan kepada mereka bertiga.


"Gimana nggak ribet Bang. Aku sangat yakin kalau Ranti yang sudah tahu kalau Bang Danu juga memiliki kekasih yaitu Vina, akan mencari bukti untuk membuat proses perceraian ini menjadi lambat." kata Ivan mulai mengemukakan apa yang dianalisisnya.


"Ranti tidak akan mau namanya tercoreng dengan semudah itu. Dia pasti akan mencari kesalahan Danu. Dia bukan wanita yang mau menerima kekalahan dengan gampang. Dia wanita ambisius. Gue sangat yakin kalau dia pasti juga sedang mengumpulkan bukti bukti perselingkuhan yang dilakukan oleh Bang Danu dengan Vina" lanjut Ivan memaparkan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.


"Kalian lihat sendiri kan, denger sendiri kan, bagaimana Ranti sewaktu di bandara ketemu dengan Vina?" ujar Ivan meminta Iwan dan Danu mengingat ingat bagaimana reaksi Ranti saat bertemu dengan Vina di bandara negara E sewaktu Vina mau berangkat ke negara I pergi liburan


"Loe deh Bang Iwan. Loe tahu kan bagaimana Maya dan Sari bercerita. Kalau Bang Danu tidak mengetahui cerita itu" lanjut Ivan berbicara dengan menggebu gebu. Ivan ingin membuka mata Danu dan Iwan serta Frans kalau yang mereka hadapi bukan wanita biasa yang akan menerima kekalahannya dengan santai dan pasrah. Hal itu menurut Ivan adalah hal yang salah.


"Ya, Ranti luar biasa memaki maki Vina. Ranti mengatakan kalau Vina adalah perebut suami orang." ujar Iwan mengatakan apa yang terjadi di bandara.


"Vina ya Vina, sebagaimana yang kita kenal pada saat itu." jawab Iwan dengan santai.


"Maksudnya bagaimana Wan?"


Frans yang memang belum mengetahui secara lebih rinci bagaimana sifat Vina merasa heran dengan jawaban yang diberikan oleh Iwan kepada Danu.


"Ya, pada saat itu Vina tidak mengetahui kalau pernikahan Danu dengan Ranti sudah bermasalah dari awal. Sehingga pada saat Ranti mengatakan kalau Vina adalah sumber masalah dalam keluarganya, maka pada saat itu Vina memiliki beban berat, sehingga pada saat kejadian dia diam saja tidak melawan sama sekali"


Iwan menerangkan kepada Frans, penyebab kenapa Vina bisa diam saja pada saat di maki maki oleh Danu. Frans yang mendengar apa yang dikatakan oleh Iwan langsung terdiam cukup lama. Danu yang melihat Frans terdiam cukup lama sesaat setelah mendengar apa yang diceritakan oleh Iwan kepada dia, membuat Danu sedikit cemas dengan reaksi yang diberikan oleh Frans.

__ADS_1


"Apa yang loe pikirkan Frans?" ujar Danu menyuarakan apa yang ada di dalam pikirannya pada saat ini.


"Apa ada kejadian lain dimana Ranti melabrak Vina dan di saksikan oleh beberapa orang yang bisa dijadikan saksi oleh Vina?" ujar Frans bertanya kepada Iwan dan Ivan tanpa memperdulikan pertanyaan dari Danu yang ditanyakan Danu sebentar ini kepada dirinya.


Iwan dan Ivan berusaha mengingat kejadian kejadian dimana Vina bertemu dengan Ranti. Mereka berdua berusaha berpikir keras akan hal itu. Danu yang sebenarnya ingin bertanya lagi, diminta diam oleh Frans dengan bahasa isyarat. Danu pun hanya bisa mengikuti apa yang diminta oleh Frans kepada dirinya. Dia tidak boleh memaksakan kehendaknya untuk meneruskan bertanya kepada Frans, apa maksud dari pertanyaan yang diajukan oleh Frans kepada Ivan dan Iwan.


"Ada Bang" jawab Ivan yang berhasil mengingat salah satu kejadian dimana Ranti melabrak Vina di tengah tengah keramaian.


Frans sangat tertarik mendengar jawaban yang diberikan oleh Ivan. Iwan memandang ke arah Ivan meminta Ivan menjawab kapan kejadian yang dikatakan oleh Ivan itu terjadi. Ivan mengangguk, dia akan menceritakan semuanya.


"Kejadian ini pasti diingat jelas oleh Bang Danu dan Bang Iwan." ujar Ivan mulai menceritakan kejadian yang diingatnya itu. Kejadian pertama dimana Vina mengetahui dengan pasti kalau Danu sudah memiliki istri syah dan kejadian pertama Vina di labrak oleh seorang Ranti di tengah keramaian yang berhasil membuat mental Vina menjadi jatuh sejatuh jatuhnya.


"Kejadian itu terjadi di mall, setelah Vina keluar rumah sakit. Saat itu kami semua kecuali Bang Danu yang telat datang berjalan jalan ke Mall, sebenarnya saat itu Vina sudah mendapatkan tawaran untuk pindah kerja ke negara U dari salah satu perusahaan ternama di sana. Nah rencananya Vina akan memberitahukan kepada Danu di mall itu, tetapi sayangnya hal itu tidak terlaksana." ujar Ivan mulai mengingatkan Iwan dan Danu tentang kejadian yang dimaksud oleh Ivan.


"Gue ingat itu" ujar Iwan langsung saat mendengar sepersekian cerita yang diceritakan oleh Ivan kepada Frans.


"Terus, apa ada saksi yang dari pihak Ranti, Van?" ujar Frans bertanya kepada Ivan.


"Ada bang, malahan saya menyimpan beberapa video yang sempat di posting oleh rekan rekan Ranti yang menyaksikan bagaimana Ranti melabrak Vina di restoran itu" ujar Ivan.


"Apa ada rekamannya juga?" ujar Frans yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Ivan kepada dirinya.


"Iya Bang ada videonya" ujar Ivan meyakinkan kembali Frans bahwasanya pada saat kejadian itu memang ada video yang tersebar di tengah tengah masyarakat.


"Gaswat" ujar Frans dengan nada lemah.

__ADS_1


"Sepertinya ini akan semakin rumit" lanjut Frans


Danu dan Iwan yang mendengar apa yang dikatakan oleh Frans hanya bisa kaget dan melongo saja. Sedangkan Ivan yang sudah bisa menggambar kalau permasalahan ini akan berjalan alot, tidak terkejut sama sekali. Hal ini semakin membuat Frans penasaran dengan siapa Ivan sebenarnya.


__ADS_2