
"Angkat ajalah nak, mana tau penting" kata Ayah yang pura pura mengatakan kalau telpon itu sangat penting. Padahal Ayah sudah tidak sabaran lagi ingin berdiskusi dengan Frans tentang semuanya. Ivan yang melihat gaya Ayah yang seperti itu langsung memiliki ide jahil di dalam otak pintarnya itu.
"Ayah, Ivan mau angkat telpon dari Frans, tapi Ayah nggak boleh bersuara" ujar Ivan mengajukan syarat kepada Ayah. Syarat yang terdengar sangat aneh menurut Ayah. Tetapi Ayah bisa apa, Ayah sangat penasaran dengan telpon yang dilakukan oleh Frans kepada Ivan
"Oke Ayah nggak akan bersuara" kata Ayah yang setuju untuk tidak bersuara dan bisa mengakibatkan penyamaran Ivan terbongkar. Ayah tidak mau penyamaran Ivan haru sterbongkar pada saat ini, saat yang mereka yakini belumlah pas untuk mengungkap kebenaran siapa Frans sebenarnya.
"Sip kita sepakat untuk Ayah tidak mengeluarkan kata kata" kata Ivan yang langsung mengatakan kesimpulan dari apa yang dibicaran dan disepakatinya dengan Ayah.
“Ayah kalau bertanya bisa lewat catatan saja. Nanti akan Ivan tanyakan kepada Bang Frans" ujar Ivan memberikan peluang kepada Ayah untuk bertanya tentang sesuatu yang penting menurut Ayah yang harus ditanyakan kepada Frans.
Panggilan pertama Frans kepada Ivan tidak diangkat oleh Ivan karena pada saat itu Ivan masih harus berdikusi dengan Ayah tentang aturan aturan saat Ivan sedang berbicara dengan Frans. Ivan menunggu kembali panggilan kedua yang pasti akan dilakukan oleh Frans, karena Frans sudah sangat penasaran dengan apa yang didapatkan oleh Ivan tersebut.
Ponsel milik Ivan kembali berdering. Frans melakukan pemanggilan berikutnya ke nomor ponsel Ivan
"Semoga kali ini diangkat oleh Ivan" ujar Frans yang sangat berharap Ivan akan mengangkat panggilan telpon dari dirinya.
Ivan yang memang sudah berniat untuk mengangkat panggilan yang dilakukan oleh Frans, langsung saja mengangkat panggilan itu.
"Hallo Bang, ada apa ngubungi gue malam malam?" ujar Ivan bertanya saat dirinya baru mengangkat panggilan kedua yang dilakukan oleh Frans.
"Gue mau tanya Van, dari mana loe dapetin video rekaman itu?" ujar Frans bertanya kepada Ivan apakah itu video baru atau video lama.
"Itu video yang di ambil siang tadi Bang. Kebetulan saat aku masuk dan Bang Iwan, kami berdua melihat Ranti dengan pria itu." kata Ivan memulai cerita kenapa dirinya bisa mendapatkan video rekaman tersebut.
__ADS_1
"Bukannya itu restoran mahal ya Van?" kata Frans yang sangat mengenal restoran tempat mereka makan siang tadi
"Iya Bang. Itu adalah restoran mahal menurut kelasnya. Tapi intinya tidak di situ Bang" kata Ivan mengatakan kepada Frans kalau inti permasalahannya tidak di bagian tersebut.
"Terus bagaimana kamu mendapatkan rekaman video tersebut?" tanya Frans yang sangat penasaran dengan cara kerja Ivan sahabat Danu yang sangat cerdas itu.
Ivan kemudian menceritakan bagaimana dirinya bisa mendapatkan akses untuk merekam sepasang kekasih tersebut. Tetapi Ivan sama sekali tidak mengatakan nama Sari di sana. Ivan takut nanti Frans bercerita dengan Danu serta dengan rekannya yang lain, maka dia akan membawa bawa nama Sari. Ivan tidak mau Sari terbawa dalam kasus perceraian terlama sepanjang masa.
"Bagus. Abang paling senang saat bagian terakhir dari rekaman itu" ujar Frans memberitahukan kepada Ivan bagian mana yang paling favorit bagi Frans untuk saat ini.
"Bagian yang mana Bang? Jangan kamu bilang bagian hak asuh Deli" ujar Ivan yang sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan yang dilakukan oleh Frans.
"Kenapa kamu bisa menganggap itu adalah hal paling penting bagi gue?" ujar Frans yang bertanya kepada Ivan apa alasan yang mengatakan kalau Frans sangat berbahagia saat mendengar dan menyaksikan penayangan video bagian terakhir.
"Kali ini tebakan loe sangat salah Van. Bukan karena kasus hak asuh Deli, tetapi jatuh kepada pengacara yang mendampingi Ranti" kata Frans yang kali ini tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ivan kepada dirinya.
"Lalu karena apa Bang?"
Ivan kembali bertanya kepada Frans, tentang bagian mana yang membuat Frans menjadi sangat bahagia tersebut.
"Bagian yang menontonkan dan memperlihatkan wajah seorang pengacara dari Ranti" ujar Frans memberitahukan kepada Ivan pada bagian mana yang menjadi favorit bagi Frans dan sangat membuat Frans ingin tertawa ngakak.
"Kenapa dibagian itu Bang? Kenapa nggak dibagian hak asuh Deli?" ujar Ivan bertanya dengan nada heran kenapa Frans lebih senang dan menyukai bagian pengacara Ranti dari pada hak asuh Deli.
__ADS_1
"Masalah hak asuh akan langsung selesai saat kita menampilkan video ini" ujar Frans memberitahukan kepada Ivan bagaimana reaksi pihak pengadilan saat nanti memutuskan hak asuh atas Deli.
"Sedangkan kenapa gue tertawa saat melihat siapa yang berada di sebelah Ranti, adalah sebuah hal yang benar benar bisa membuat gue garuk garuk kepala tidak percaya dengan apa yang gue lihat itu" kata Frans yang terlalu banyak memakai kosakata tambahan.
"Maksud nya bagaimana ya Bang?" ujar Ivan yang tidak mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Frans kepada dirinya dan Ayah
Ivan melihat kepada Ayah, Ayah menggeleng tanda juga tidak mengetahui apa yang diceritakan oleh Frans sebentar ini kepada dirinya dan Ivan.
"Begini Ivan, cowok yang duduk dengan Ranti tadi adalah seorang pengacara." jawab Frans memberitahukan kepada Ivan dan juga Ayah siapa laki laki yang duduk dengan Ranti.
"Dia terbiasa membahas atau menjadi pengacara dalam kasusu perceraian" kata Frans melanjutkan memberikan informasi yang akan dituliskannya dalam laporan yang akan diberikan kepada pengadilan.
"Apakah dia sukses menjadi pengacara dalam kasus seperti kasus yang sedang kita carikan jalan keluarnya ini?" kata Ivan yang malas menggunakan kata perceraian.
"Asal berhadapan dengan Abang, dia akan kalah terus. Sehingga saat sekarang Abang akan kembali berhadapan dengan dirinya membuat Abang menjadi sangat yakin kalau Danu akan mudah menang" ujar Frans yang sudah bisa mengukur sampai mana kemampuan Anggara. Kalau kemampuan Ivan tidak perlu diragukan lagi, semuanya sudah bagus dan semua orang sudah mengetahuinya.
"Baiklah Bang berarti masalah Deli sudah aman. Bang Danu bisa memiliki Deli untuk selama lamanya, makasih atas bantuannya Bang" ujar Ivan
"Haha hahah, tidak ada kata terimakasih dalam persahabatan Van. Kata yang ada adalah saat kamu ada maka kami ada, saat kamu tidak ada maka kami juga akan tidak ada" ujar Frans memberikan sepatah kata yang kalau dipikirkan memiliki makna yang sangat tajam bagi kita pendidik.
"Baiklah Bang. Oh ya Bang berhubung sudah sangat larut malam, kita putuskan sambungan telponnya dulu yang Bang. Gue mau istirahat" ujar Ivan izin kepada Frans untuk memutuskan panggilan kepada pihak penyedia barang.
Frans memutuskan panggilan itu. Dia kemudian menuju kamar yang terletak di sebelah kamar Jeli, Frnas juga akan beristirahat, dia benar benar lelah dalam beberapa hari ini.
__ADS_1