
Vina yang melihat Danu sudah berada kembali di dekat Papi dan Mami, langsung mengangkat baki yang diatasnya sudah ada empat cangkir teh dan juga empat piring cake coklat dan cake pandan yang dibawa oleh Vina dari cafe.
Vina berjalan dengan grogi menuju tempat Papi, Mami dan Danu berada. Vina membawa baki dengan sedikit gemetar karena dia tidak menyangka akan mendapatkan tatapan seperti tadi dari Mami dan Papi.
Vina manaruh makanan dan minuman itu di atas meja di depan Papi, Mami dan Danu. Setelah itu Vina kembali duduk di dekat Danu.
"Papi, Mami, kenalkan ini Vina, calon istri aku" ujar Danu memperkenalkan Vina kepada Papi dan Mami dengan mengatakan kalau Vina adalah calon istri dari Danu.
Vina menatap Danu dengan tatapan protes. Danu tersenyum ke arah Vina. Vina kemudian melihat ke arah Papi dan Mami, ternyata kedua orang tua Danu juga tersenyum kepada dirinya.
"Loh kok senyum?" tanya Vina kepada Papi dan Mami.
"Kami udah tau siapa kamu sayang. Kami sangat bahagia akhirnya Danu kembali bertemu dengan kamu. Kamu jangan kabur lagi dari dia ya" ujar Mami berkata kepada Vina.
Vina menatap ke arah Mami. Mani tersenyum dan mengangguk kepada Vina. Vina kemudian melihat ke arah Papi, Papi juga tersenyum kepada Vina.
"Bentar bentar, tadi saat aku masuk ke dalam mansion, Papi dan Mami seperti sangat marah sama aku. Eee eee eee sekarang kok bisa senyum manis gini ke aku?" tanya Vina kepada Papi dan Mami.
Vina menuntut penjelasan dari Papi dan Mami yang tadi membuat dirinya senam jantung dan grogi setengah mati. Sampai sampai saat buat teh tadi, Vina tanpa sadar memberi garam ke dalam salah satu cangkir. Tapi Vina sama sekali tidak sadar telah melakukan hal itu.
"Kami tadi menatap kamu dengan tatapan seperti itu karena, takut kalau Danu membawa wanita lain ke dalam mansion kami." ujar Papi yang kali ini menjawab pertanyaan dari Vina.
"Kami sudah sangat setuju kalau Danu berhubungan dengan kamu bukan dengan wanita lain" lanjut Papi menjawab kepada Vina.
Vina tersenyum bahagia kekhawatirannya tadi ternyata tidak beralasan sama sekali. Ternyata Vina benar benar sudah diterima di keluarga besar Danu.
"Jadi kamu di sini sudah berapa tahun nak?" tanya Mami sambil mencoba kue coklat yang dibawa oleh Vina dari cafe tadi.
__ADS_1
"Sudah masuk tiga ntah empat tahun Mami. Berapa pastinya aku lupa. Tapi udah lama jugalah" ujar Vina menjawab pertanyaan dari Mami.
"Wow, udah lama juga ternyata. Apa kamu nggak pernah mencari Vina selama itu Danu?" tanya Mami beralih kepada Danu yang terlihat sedang diam saja.
"Carilah mommy udah kemana mana aku cari. Tapi dia pinter banget menyembunyikan dirinya. Sehingga tidak bisa aku temukan" ujar Danu menjawab perkataan dari Mami nya.
"Haha haha haha. Jadi kamu kalah lawan wanita. Lemah" sambar Papi yang mendapatkan kesempatan untuk mencemeeh Danu.
"Gimana lagi Pi. Tapi untung aja ketemu tadi. Kalau nggak bisa gila aku pi" ujar Danu dan menatap mesra ke arah kekasihnya itu.
Danu kemudian menceritakan kepada Papi dan Mami bagaimana bisa dirinya menemukan keberadaan Vina di negara U.
Vina melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Vina melihat ke arah Danu.
"Apa?" tanya Danu yang lihat Vina juga melihat kepada dirinya.
"Udah setengah satu, tapi besok mau pergi ke bandara" ujar Vina memberitahukan kepada Danu jarum jam yang sudah menunjukkan pukul setengah satu pagi.
"Kalau Vina tidak keberatan, boleh aja. Kami mengizinkan" ujar Papi menjawab pertanyaan dari Danu.
"Boleh kok Papi, Mami. Malahan Vina senang ada teman. Jadi, Vina bisa main dengan Deli" ujar Vina memberitahukan kepada Papi dan Mami kalau dia sama sekali tidak keberatan kalau Deli bermain dan menginap di rumahnya.
"Makasi sayang. Semoga dengan adanya kamu di samping Deli, Deli bisa merasakan bagaimana sebenarnya kasih sayang seorang Ibu" ujar Mami sambil mengusap air matanya yang sempat jatuh itu.
"Mami, Papi. Vina janji, Vina akan menyayangi Deli. Vina tidak akan membuat Deli menjadi kecewa dua kali. Vina akan berusaha membuat Deli merasakan kasih sayang seorang Bunda" ujar Vina meyakinkan Papi dan Mami kalau dia akan membahagiakan kedua Deli.
"Terimakasih sayang. Kami sangat yakin kamu pasti akan memberikan kebahagiaan yang tidak pernah diterima Deli dari Bundanya itu" ujar Mami. Mami menggenggam tangan Vina. Mami sangat bersyukur Deli bisa mendapatkan kasih sayang seorang Bunda dari Vina.
__ADS_1
"Makasi juga atas kepercayaan Mami sama aku Mami" jawab Vina sambil melihat ke arah Mami dan Papi.
"Sudah, Mami dan Papi masih bisa lama ngobrol dengan Vina besok dan besok serta sampai besok besok dan besok lagi, sekarang mari kita tidur, aku uda beneran mengantuk. Besok harus berangkat pagi" ujar Danu memilih untuk pamit beristirahat kepada kedua orang tuanya itu.
"Yup, mati kita beristirahat, kami juga udah mengantuk berat" kata Papi menjawab perkataan dari Danu.
Mereka kemudian berdiri dari duduknya masing masing. Mereka menuju kamar masing masing. Vina diantarkan oleh Danu ke kamar khusus untuk dirinya.
"Sayang, kamu tidur di kamar ini ya" ujar Danu membukakan pintu kamar yang akan ditempati oleh Vina.
Vina masuk ke dalam kamar. Dia baru teringat kalau tidak membawa pakaian ke mansion ini.
"Sayang, aku nggak ada bawa pakaian. Gimana caranya ini sayang" ujar Vina yang baru saja ingat kalau dia tidak membawa pakaian apa apa dari rumahnya.
Danu tersenyum kepada Vina. Danu kemudian berjalan menuju ke kasur Vina. Danu mengambilkan Vina sebuah papaerbag yang sudah ada di atas kasur Vina.
"Pakai ini saja ya" ujar Danu memberikan kepada Vina sebuah kantong kertas.
Vina membuka isinya, betapa kaget Vina saat melihat isi dari kantong kertas itu. Sebuah papaerbag dengan isi pakaian lengkap untuk dipakai seorang wanita.
"Wow, kapan kamu siapin sayang?" tanya Vina kepada Danu.
Vina tidak bisa menebak kapan Danu menyiapkan semua pakaiannya itu.
"Tadilah, saat kamu dengan Deli sibuk bercerita saat kita nonton orang ngamen tadi. Aku minta salah satu maid di mansion untuk membelikan pakaian kamu" ujar Danu memberitahukan kepada Vina kapan dia meminta seseorang untuk membelikan pakaian untuk Vina.
"Ooo pantesan, aku sampai nggak tau kapan kamu menyiapkan semua ini" ujar Vina menjawab perkataan dari Danu.
__ADS_1
"Sekarang kamu bersih bersih, kemudian tidur. Besok akan aku bangunkan untuk sarapan" ujar Danu.
Vina mengangguk mendengar apa yang dikatakan oleh Danu. Setelah itu Danu keluar dari dalam kamar Vina, dia akan menuju kamarnya yang terletak persis di depan kamar Vina. Sedangkan Vina pergi membersihkan wajahnya. Setelah itu nanti dia akan beristirahat malam.