
Akhirnya hari keberangkatan Vina, Maya dan Sari menuju negara I datang juga. Maya sudah bersiap siap dari semalam. Dia sangat senang bisa kembali ke negara I. Sedangkan hal sebaliknya berlaku kepada Vina. Vina terlihat enggan untuk kembali ke negara I. Tetapi di depan Maya, Vina tidak memperlihatkan keengganannya itu. Vina juga terlihat senang untuk bisa kembali ke negara I. Maya sebenarnya tau akan kondisi Vina , tetapi Maya tidak ingin bertanya lebih jauh. Maya membiarkan saja Vina dengan keadaannya itu.
"Sekali sekali berusaha untuk tidak peduli dengan orang lain itu lebih baik." ujar Maya menguat nguatkan hatinya.
Sebenarnya Maya ingin membatalkan saja kegiatan membeli furnitur di negara I, tetapi Maya tidak ingin mengubah konsep dan cita rasa dari masakannya. Makanya dia begitu inginnya pergi ke negara I.
Sari sudah sampai di depan rumah Vina, dia sudah membawa satu koper kecil pakaian miliknya.
"Kok kalian belum siap?" tanya Sari melihat Vina dan Maya masih memakai pakaian santai mereka.
"Udah siap ini mah. Mana mau kami pergi jauh jauh pakai dress kayak loe. Nggak enaklah duduknya." jawab Maya dengan santai sambil memakan roti bakar miliknya.
"Perasaan pakaian gue juga nggak ribet ribet amat." ujar Sari sambil melihat kepakaian yang dipakainya saat ini.
"Udahlah pakaian aja diributin. Pakaian itu dipakai ya senyaman tukang pakainya. Ada ada aja." ujar Vina sambil berdiri dari kursinya menuju kamar mengambil koper.
Sari menatap Maya. Maya tersenyum menjawab pertanyaan tersirat dari Sari itu.
"Jadi dia males pergi?" tanya Sari meyakinkan jawaban dari Maya.
"Ya gitu deh. Dia takut ketemu dengan Danu. Padahal sebenarnya asik juga itu, mereka ketemu tanpa sengaja." ujar Maya dengan semangat.
"Udah bahas nanti aja. Ambil sana koper mu. Nggak kangen pengen ketemu Bang Ivan?" ujar Sari menggoda Maya.
"Kangenlah. Tapi demi Vina gue juga sanggup nggak ketemu dia." ujar Maya dengan raut wajah sedih.
Maya kemudian pergi menuju kamarnya. Sari menatap punggung calon kakak iparnya yang super baik dan pintar itu.
"Tenang calon kakak ipar. Kamu pasti akan ketemu dengan dia." ujar Sari dengan penuh semangat dan tekad.
Sari memang belum memberitahukan kepada Ivan tentang rencana mereka ke negara I. Sari ingin ini menjadi kejutan untuk Abang dan Ayahnya itu. Sari juga sudah memiliki rencana untuk datang ke apartemen Ayahnya.
Vina dan Maya kembali dari kamar dengan bersamaan. Pak Hans langsung mengambil dua koper kecil itu dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
"Kami jalan dulu ya Bik. Tolong jaga rumah ya." ujar Vina menitipkan pesan kepada Bik Ima.
"Aman Nona. Nona bertiga hati hati ya." ujar Bik Ima.
"Nggak nitip oleh oleh Bik?" tanya Maya menggoda Bik Ima.
__ADS_1
"Nggak lah Non. Oleh oleh paling pentingnya Nona bertiga kembali dengan selamat." ujar Bik Ima.
Ketiga wanita itu kemudian naik ke atas mobil. Mereka akan diantar oleh Pak Hans menuju bandara. Pesawat pribadi milik GA Grub sudah menunggu di landasan pacu.
"Vina, kita mau istirahat dimana nanti?" tanya Sari saat diperjalanan menuju bandara.
"HS Hotel ajalah ya. Gimana May?" ujar Vina kepada Maya yang terlihat wajahnya benar benar berbinar, hal ini membuat Vina merasa bersalah karena sudah sempat merasa tidak senang untuk pergi ke Negara I.
"Setuju HS Hotel juga bagus." jawab Maya dari kursi sebelah Pak Hans.
Tak terasa mereka sudah sampai di bandara. Pak Hans mengantarkan ketiga wanita cantik ini sampai di depan pintu masuk bandara. Setelah menurunkan semua barang Pak Hans langsung pulang kembali menuju rumah utama. Sedangkan Vina dan kedua sahabatnya akan melakukan boordingpass terlebih dahulu.
Setelah melakukan semua administrasi penerbangan Vina dan kedua sahabatnya menuju pesawat milik perusahaan yang telah menunggu. Terlihat ditangga pesawat pilot Juan serta copilot dan dua orang pramugari telah berdiri di tangga pesawat.
"Pagi Nona Nona, kami siap mengantarkan Nona Nona menuju negara I." ujar Juan menyapa ketiga Nona besarnya itu.
"Terimakasih Juan. Antarkan kami selamat pulang dan pergi oke." ujar Vina sambil memberikan senyum ramahnya kepada semua kru pesawat yang akan mengantarkan dia ke negara I.
Mereka semua menaiki tangga pesawat setelah itu Juan dan beberapa krunya melakukan persiapan penerbangan. Vina dan yang lainnya sudah mengambil posisi tempat duduk masing masing.
"Selamat pagi penumpang pesawat CT Grub. Perkenankan kami memperkenalkan diri, Saya Juan sebagai pilot penerbangan hari ini. Sedangkan copilot saya adalah Andi. Dua pramugari Sinta dan Santi. Penerbangan akan kita lakukan selama lima belas jam, serta akan transit di negara UE selama satu jam untuk pengisian bahan bakar. Kepada penumpang, kami ucapkan selamat menikmati perjalanan." ujar Juan melalui microfonnya.
"Ya Tuhan jangan sampai aku bertemu dia." ujar Vina dalam hatinya. Vina berusaha terlihat tenang. Dia tidak ingin kembali membuat Maya merasa bersalah.
"May, kita sampai di negara I ke mall ya. Gue udah lama nggak ke mall." ujar Sari dengan semangat.
"Ogah ke mall. Gue mau ke pasar. Gue mau beli mangga banyak banyak. Di mall mehong, milihnya nggak asik. Jadi ke pasar. Makan bubur, lontong. Wah gue nggak sabar." ujar Maya sambil setengah bersorak karena keinginannya yang menggila itu.
"Emang di pasar ada bubur?" tanya Sari.
"Wah dasar anak gedongan, di pasar ada semua. Pokoknya kita ke pasar. Baru keliling cari furnitur. Dua hari mau pulang baru cari bumbu masakan yang bisa awet lama." ujar Maya dengan semua perencanaan di kepalanya itu.
"Oke sip. Gue penasaran juga apa bener menariknya pasar." ujar Sari yang memang selalu penasaran dengan keinginan keinginan Maya. Dia ingin saat Maya masuk ke dalam keluarganya, dia sudah biasa dengan calon kakak iparnya ini.
"Hahahahahaha. Satu hal yang pasti, pasar itu keren dan muantap." ujar Maya.
Sekitar dua jam lebih tiga wanita cantik itu bercerita tentang keindahan dan keasikan kehidupan di negara I, mereka bertiga memilih untuk beristirahat. Penerbangan yang lama membutuhkan kesehatan dan tenaga yang kuat dari orang yang menjalaninya. Apalagi dengan perbedaan waktu yang sangat terasa akan membuat mereka mengalami jetlag.
Pesawat terbang dengan aman dan tidak menghadapi kendala yang berarti. Enam jam melakukan penerbangan, ketiga Nona itu dibangunkan oleh para pramugari agar duduk sempurna dan memasang setbelt mereka. Sebentar lagi mereka akan mendarat di bandara negara UEA.
__ADS_1
"Ada apa sis?" tanya Sari kepada salah satu pramugari.
"Kita akan melakukan pendaratan Nona." ujar Pramugari memberitahukan kenapa mereka bertiga dibangunkan.
"Oh" jawab Sari.
Ketiganya kemudian duduk dengan benar dan memakai seltbelt mereka kembali. Mereka tidak ingin ada sesuatu yang terjadi saat pendaratan dilakukan oleh pilot. Pilot melakukan pendaratan dengan sangat mulus di landasan pacu.
"Nona silahkan untuk turun dari pesawat dan berjalan jalan di bandara, kita akan berhenti di sini selama satu setengah jam." ujar Juan memberitahukan berapa lama mereka akan melakukan pendaratan di bandara.
"Kok? Tapi tadi satu jam.?" ujar Maya yang heran waktu mereka transit bertambaj setengah jam.
"Iya Nona, kita akan mengisi bahan bakar." ujar Juan memberitahukan kenapa transit mereka bertambah setengah jam.
"Oh baiklah. Berarti kami bisa cari makanan terlebih dahulu." ujar Maya yang memang sangat tidak suka makanan di atas pesawat.
"Silahkan Nona. Nona nona bisa berkeliling di bandara." ujar Juan.
Vina, Maya dan Sari kemudian berjalan keluar dari tempat pesawat mengisi bahan bakar. Mereka bertiga akan berkeliling bandara sekaligus mencari makanan dan minuman. Mereka bertiga bener bener lapar, tadi di pesawat hanya makan roti bakar dan buah potong serta segelas air mineral.
"Kita kemana Sar?" tanya Maya yang tidak tau keadaan di bandara ini.
"Ke apa aja, ke restoran masakan Jepang yang ada di ujung." ujar Sari yang sudah sangat hafal seluk beluk bandara itu.
Mereka menuju restoran Jepang yang dikatakan oleh Sari. Sari memesan beberapa makanan yang sudah biasa dimakan oleh Vina dan Maya. Setelah memesan makanan tersebut Sari menuju tempat Vina dan Maya duduk. Mereka mengobrol ringan sambil menunggu pesanan datang.
Tak lama menunggu makanan yang dipesan oleh Sari tadi akhirnya datang juga. Mereka bertiga kemudian menyantap makanan tersebut dengan santainya. Waktu mereka cukup panjang.
"Wah ada mangsa yang bisa dibikin malu ini." ujar seorang wanita yang baru masuk ke dalam restoran.
Wanita itu berjalan dengan pongahnya menuju meja Vina dan kedua sahabatnya. Wanita tersebut tersenyum sinis melihat kearah Vina.
"Sepertinya dia sudah jadi simpanan sugar daddy. Lihat aja bajunya mewah banget dan dari desaigner ternama." ujar wanita itu dengan nada menghina.
Wanita tersebut sengaja menabrakan badannya ke arah badan Vina. Vina yang sedang ingin memesukkan sushi kedalam mulutnya langsung tersedak. Dia langsung melihat wanita tersebut. Vina sangat terkejut saat melihat siapa wanita yang sengaja menjatuhkan badannya ke arah Vina.
...****************...
Siapakah wanita tersebut???? apa yang akan terjadi di bandara
__ADS_1