Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Kantor Frans #


__ADS_3

Paman dan Danu sama sekali tidak memikirkan kalau Deli bisa digunakan oleh Ranti untuk menggagalkan gugatan perceraian yang diajukan oleh Danu kepada Ranti. Mereka berdua tidak sampai pemikirannya ke arah sana. Mereka hanya fokus dengan kasus perselingkuhan Ranti sehingga mengabaikan keselamatan Deli.


"Danu, lebih baik sekarang Deli kamu pindahkan ke tempat yang aman. Tempat yang tidak diketahui oleh Ranti. Gue takutnya nanti Ranti menyekap Deli dan menggunakan Deli sebagai ancaman kepada kamu untuk menggagalkan gugatan perceraian yang telah kamu kirimkan ke pengadilan agama" ujar Frans mengusulkan kepada Danu untuk memindahkan Deli dari rumah orang tuanya ke tempat yang lebih aman.


"Benar apa yang dikatakan oleh Frans Danu. Kita harus memindahkan Deli ke tempat yang lebih aman. Kita tidak tahu rencana Ranti ke depannya. Paman juga cemas dengan keselamatan Deli" ujar Paman yang setuju dengan pendapat Frans.


Paman tidak mau cucunya itu mengalami kejadian tragis kerena proses perceraian kedua orang tuanya. Sudah cukup penderitaan Deli selama ini. Paman tidak ingin Deli mendapatkan pengalaman pahit lainnya yang diculik oleh ibu kandung sendiri.


"Tapi Paman kemana kita akan mengungsikan Deli? Kita tidak punya tempat lagi Paman" ujar Danu yang tidak tau kemana mereka akan memindahkan Deli supaya tidak diketahui oleh Ranti.


"Gimana kalau ke tempat Vina?" tanya Paman dengan spontan menyebutkan nama Vina.


"Siapa Vina?" tanya Frans yang tidak pernah mengenal ada nama Vina dalam lingkungan keluarga Sanjaya.


Paman melihat ke arah Danu. Paman tidak sadar telah menyebutkan nama itu. Sehingga membuat Frans menjadi penasaran dengan nama yang disebutkan oleh Paman barusan.


"Jelaskan Danu" ujar Paman meminta Danu untuk mengatakan kepada Frans siapa Vina sebenarnya.


Danu mengangguk. Dia memang akan menjelaskan kepada Frans siapa Vina yang disebutkan oleh Paman tadi.


"Vina adalah karyawan dan staff di perusahaan gue. Kebetulan dia berada di bagian yang sama dengan gue." ujar Danu mulai mengatakan siapa Vina kepada Frans.


"Vina satu satunya arsitek perempuan di perusahaan gue" ujar Danu melanjutkan mengatakan kepada Frans siapa Vina.


"Nah, gue kan bermasalah dengan Ranti sudah sangat lama. Ntah kenapa gue memiliki perasaan kepada Vina. Akhirnya gue dengan dia menjalin hubungan. Vina luar biasa baik den perhatiannya sama gue. Jauh berbeda dengan sikap Ranti selama ini ke gue" lanjut Danu.


"Terus apa Vina tau kalau loe sudah punya istri dan anak?" tanya Frans penasaran dengan cerita Danu. Frans berharap Vina tida tahu kalau Danu sudah memiliki keluarga, kalau sebaliknya makan proses perceraian ini akan menjadi rumit.


"Tidak. Dia sama sekali tidak mengetahuinya." jawab Danu dengan jujur kepada Frans.


Frans menjadi lega mendengar jawaban dari Danu. Sekarang hanya langkah langkah konkret dan juga saksi saksi yang diperlukan oleh Frans untuk memperkuat posisi gugatan perceraian yang diminta oleh Danu.


"Vina bisa tahu kalau gue sudah menikah dan punya anak, saat Ranti datang ke kontrakan dirinya dan mengata ngatai Vina sebagai seorang pelakor. Vina sangat kaget saat itu. Dia sama sekali tidak mengetahui apapun" lanjut Danu bercerita sambil berusaha mengingat kejadian yang membuat Vina harus di rawat selama seminggu di rumah sakit.

__ADS_1


"Sampai pada akhirnya Ranti mengatakan nama aku. Dia mengatakan kalau aku adalah suaminya. Ranti juga mengatakan kalau Vina sudah merusak kebahagiaan keluarga kecil kami yang harmonis itu" ujar Danu selanjutnya. Danu terlihat sangat sedih saat menceritakan hal itu kepada Frans. Danu seperti membuka luka lama kembali. Luka yang sudah lumayan kering akhirnya basah kembali.


"Akhirnya Vina yang tidak kuat menerima perkataan Ranti memilih untuk pergi dari negara ini. Vina pergi dalam keadaan marah. " kata Danu sambil berusaha menenangkan perasaannya.


"Terus apa sekarang loe masih berhubungan dengan dia. Kalau mendengar apa yang dikatakan oleh Paman tadi, gue yakin loe mash berhubungan dengan Vina" ujar Frans yang bisa menebak hubungan yang terjadi antara Vina dan Danu masih terjalin.


"Yup, hubungan ini baru terjalin kembali. Setelah Vina mendengarkan semua penyebab kenapa aku tidak mengatakan kalau aku sudah menikah" ujar Danu.


"terus gimana reaksi Vina?" tanya Frans penasaran dengan reaksi Vina saat mendengar alasan yang diberikan oleh Danu.


"Vina memberikan gue kesempatan kedua. Dia juga meminta gue untuk menyelesaikan terlebih dahulu hubungan gue dengan Ranti" jawab Danu.


"Jadi, karena Vina kamu mau menggugat cerai Ranti?" tanya Frans kembali.


Frans dapat melihat kebahagiaan Danu saat bersama Vina.


"Terus kenapa Deli harus ditempatkan di rumah Vina. Apa Deli udah kenal dekat dengan Vina?" tanya Frans makin penasaran dengan Vina.


"Udah Frans. Malahan Deli memanggil Vina dengan sebutan bunda kue" ujar Danu mengatakan kepada Frans dengan nada bangganya.


"Karena Vina pintar bikin kue" jawab Danu.


"Vina sangat sayang dengan Deli. Tiap hari mereka selalu melakukan video call. Vina lah yang menidurkan Deli sekarang, sambil membacakan kisah kisah dongeng" ujar Danu.


"satu hal yang selama ini tidak didapatkan Deli dari ibu kandungnya. Deli membutuhkan itu Frans. Dari dulu Deli hanya dibesarkan oleh kasih sayang bibik dan juga neneknya. Sedangkan kasih sayang dari seorang ibu sama sekali tida didapatkan oleh Deli" lanjut Danu.


"akhirnya kasih sayang itu didapatkan juga oleh Deli dari seorang Vina " kata Danu.


Frans terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Danu. Masalah perceraian ini akan rumit kalau Ranti membawa bawa nama Vina nanti di dalam sidang perceraian.


"Danu, apa ada seseorang yang bisa dijadikan sebagai saksi untuk hubungan elo dengan Vina terjadi karena Ranti sudah berselingkuh terlebih dahulu? Dan juga meyakinkan hakim kalau Vina sama sekali tidak mengetahui kalau loe udah punya istri dan anak?" tanya Frans yang harus menyiapkan amunisinya sebelum Ranti memakai Vina sebagai serangan balik kepada Danu di persidangan nanti.


"Ada Frans. Ivan memiliki rekaman jauh sebelum Vina gue kenal dengan Vina dan jauh juga sebelum Vina masuk ke perusahaan gue" ujar Danu yang ingat Ivan memiliki semua rekaman itu.

__ADS_1


"Terus kalau untuk saksi apakah Vina tidak mengetahui kalau gue udah berkeluarga juga ada, yaitu Maya sahabat Vina sendiri" ujar Danu mengutarakan semua saksi saksi dan bukti bukti yang ada kepada Frans.


"Oke Danu. Kalau begitu gue harap semua saksi saksi itu termasuk dengan Vina dan Deli berada di persidangan. Gue berharap banget mereka semua bisa hadir. Supaya kasus perceraian loe cepat diputuskan oleh hakim" ujar Frans kepada Danu dan Paman.


"Kalau Ivan, Iwan dan Maya serta Deli gue yakinka mereka bisa menghadiri persidangan Frans. Vina yang gue ragukan" ujar Danu kepada Frans.


"kenapa?" tanya Frans penasaran.


"Dia trauma melihat Ranti" jawab Danu sambil menundukkan kepalanya.


Danu merasa sangat bersalah kepada Vina. Karena dialah Vina menjadi memiliki rasa trauma dalam hidupnya.


"kok bisa?" tanya Frans yang tidak mengerti dengan jawaban yang diberikan oleh Danu.


"Karena Ranti berkali kali melabrak Vina di tengah orang ramai" ujar Danu memberitahukan kepada Frans.


Frans menganalisa semua informasi yang diberikan oleh Danu kepada dirinya. Sekarang dia harus berpikir lebih keras lagi untuk proses perceraian antara Frans dan Danu.


"Frans gue siap menghadirkan saksi saksi yang banyak untuk sidang cerai ini" ujar Danu.


"gue udah nggak sanggup hidup dengan dia Frans. Terlepas dengan ada atau tidaknya Vina dalam hidup gue sekarang ini" lanjut Danu kepada Frans sahabatnya itu.


"Danu, gue janji sama loe. Gue akan mengerahkan semua kemampuan gue untuk membuat loe berpisah dengan Ranti" ujar Frans menepuk pundak Danu.


"gue nggak akan membiarkan sahabat gue tidak bahagia dengan pernikahannya" lanjut Frans


"Sekarang yang harus loe pikirkan. Selamatkan Deli sebelum Ranti menjemput Deli dengan paksa ke rumah bokap dan nyokap. Kalau saran gue lebih baik sekarang saja" ujar Frans meminta Danu untuk gerak cepat memindahkan Deli ke tempat yang lebih aman.


"Oke sip. Gue dan Paman akan pergi ke kampung sekarang juga. Tapi apa boleh gue titip mobil gue di sini?" tanya Danu yang ingat dia dan Paman datang ke sini dengan membawa mobil mereka masing masing.


"aman kalau masalah mobil. Kebetulan tadi gue juga nggak bawa mobil. Jadi mobil loe bisa gue pakai dulu" ujar Frans yang tadi pagi diantar oleh istrinya ke kantor.


"Sip. Kalau gitu gue dengan Paman berangkat dulu" ujar Danu.

__ADS_1


Paman dan Danu kemudian meninggalkan ruangan kerja Frans. Mereka akan menuju rumah Ayah Danu. Mereka akan memindahkan Deli ke tempat yang lebih aman.


__ADS_2