Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
PEMBICARAAN


__ADS_3

"Ogah gue mah. Banyak modalnya, nggak sanggup gue harus membiayai seorang wanita yang mau jadi cem ceman. Habis keuangan gue dibuatnya nanti. Hidup gue sudah cukup bahagia tanpa harus ada cem ceman yang lainnya. Kecuali kalau hidup gue nggak bahagia, itu bisa lain cerita dan lain pasalnya" ujar Danu menjawab dengan cepat pertanyaan yang diajukan oleh Frans kepada dirinya tentang apakah Danu mau memiliki seorang cem ceman untuk membuat hidupnya bahagia dan berarti.


"Ha gimana kalau loe aja yang jadi simpenan. Kan nggak pake modal. Malahan dimodalin sama tante tante loe. Kan keren tuh. Pas orang tanya Danu mana?" ujar Iwan yang mendapat dukungan dari pertanyaan yang diajukan Frans. Iwan langsung menyambar dan memberikan ide tersebut. Hal itu membuat Danu menganga dan langsung berwajah merah banget, karena kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Iwan kepada dirinya.


"Danu yang jadi simpenan tante tante gitu maksud loe, Wan?" ujar Frans menyabar dengan sangat cepat pertanyaan yang diberikan oleh Iwan kepada Danu.


Frans bisa melihat kalau ini adalah peluang yang sangat pas untuk bisa membully Danu sedikit sebelum mereka masuk membahas tentang perceraian Danu dan Ranti. Frans hari ini sama sekali sudah mengosongkan agenda pertemuanny dengan para kliennya yang lain. Dia memang fokus ingin bersama dengan kedua sahabatnya itu. Selain untuk bercerita dengan Danu masalah perceraian, sekaligus untuk mengobrol ringan dengan kedua sahabatnya itu. Frans merasa kalau dia sudah sangat lama tidak mengobrol dengan kedua sahabatnya itu. Saking lamanya Frans tidak ingat kapan terakhir kali mereka mengobrol ringan bertiga.


"haha haha haha. Keren tu Dan bunyiknya. Loe nggak perlu kerja keras lagi. Tinggal duduk, habis uang tinggal telpon." ujar Iwan menambahkan kepada Danu untuk meyakinkan Danu menjadi cem ceman tante tante girang.


"bayangin aja, loe tinggal duduk manis, uang datang kapanpun loe butuh. Kenikmatan yang lama lagi yang mau loe tolak Danu" lanjut Iwan sambil melihat dan menganggukk anggukkan kepalanya kepada Danu.


Iwan sengaja melakukan itu supaya Danu setuju dengan dirinya dan mau menjadi simpanan tante tante kesepian tersebut. Suatu pekerjaan yang tidak membutuhkan pikiran (hanya menurut Iwan dalam novel, aslinya nggak tau juga ya).

__ADS_1


"Bener apa yang dikatakan sama Iwan itu Danu. Luar biasa enak itu Dan. Kenikmatan dunia loe dapat, kenikmatan yang satu itu loe juga dapat. Istilahnya ne, tinggal ngangkang apapun dapat. Loe cuma perlu berkeringat sekali seklai. Kalau sekarang loe udah berkeringat berpikir lagi. Iya kalau tu proyek loe menangin kalau nggak. Itu mah kerja pas tante datang aja. Tante nggak ada, loe bisa jadi diri loe sendiri lagi." ujar Frans menambahkan pernyataan yang diberikan oleh Iwan kepada Danu. Frans juga sangat senang Iwan membuka diskusi tentang hal itu, Ntah ide dari mana datang ke Iwan, sehingga membuat Iwan harus mengatakan hal seperti itu kepada Danu.


Danu memandang kepada kedua sahabatnya itu. Ntah setan apa yang nyangkut di otak dan mulut kedua sahabatnya, sehingga tega meminta dan menyuruh Danu melakukan hal itu. Hal yang sama seklai nggak pernah terpikirkan oleh Danu sebelumnya. Ntah kepada Iwan sableng itu, bisa kepikiran sampe ke sana. Iwan dan Frans memang ajaib.


"Ogah gue ogah. Masak iya gue kalian suruh jadi cem ceman. Yang iya iya ajalah. Mending gue kerja pontang panting cari duit, dari pada harus ngangkang kayak gitu. Gila bener ya loe berdua. Tega sama kawan sendiri" kata Danu dengan nada sewot kepada kedua sahabatnya yang sudah dengan sengaja menggoda Danu untuk mau menjadi cem ceman dari para tante tante kesepian di luar sana yang memang sangat suka mencari berondong laki laki untuk menemani mereka. Para tante tante itu, akan rela mengeluarkan uang banyak untuk memenuhi dan menghidupi cem cemannya tersebut.


"Ogah gue. Gue hanya mau Vina doang. Nggak ada yang lain. Gue cuma cinta dia. Biarlah gue harus kerja banting tulang asalkan dengan dia. Dari pada tinggal ngangkang hidup gue nggak tenang dan aman. Gila aja gue mau kayak gitu" ujar Danu menjawab sambil menatap ke arah kedua sahabatnya itu.


Bulu kuduk Danu langsung meremang saat mendengar alasan yang diberikan oleh kedua sahabatnya yang sedikit di rasa kurang memiliki otak oleh Danu.


"Hahaha hahaha, kami kira loe mau. Itung itung balas dendam ke istri loe yang kurang kerjaan itu" ujar Frans mengulang alasannya kenapa dia dan Iwan serentak menggoda Danu untuk menjadi cem ceman alias simpanan para tante tante kesepian yang jelas jelas akan mau mengabulkan segala permintaan dari brondong mereka.


"Ogah gue ogah. Udahlah bahas yang lainnya aja. Males gue. Ini cerita udah kemana mana aja. Gara gara Iwan ini mah" ujar Danu sambil menatap ke arah salah satu sahabatnya yang memulai ide membicarakan hal yang nggak mutu tersebut.

__ADS_1


"Elo juga, udah jelas Iwan kayak gitu malah ikut ikutan ngomong dengan tema yang sama ke gue" jawab Danu sambil menatap ke arah Frans.


"Haha haha haha, kapan lagi kan ya, gue bisa manas manasin elo. Palagi berdua dengan Iwan. Jarang jarangnya kami dapat moment langka itu" kata Frans yang memang sengaja ikut nimbrung dan menambah nambah ucapan yang dikatakan oleh Iwan kepada Danu.


"Danu, Danu. Ingat ndak dulu waktu loe pertama kali mau dinikahkan dengan Ranti." ujar Iwan bertanya kepada Danu


"Emang kenapa?" tanya Danu yang sebenarnya ingat tetapi dia ingin memastikan kepada Iwan kalau yang dikatakannya itu adalah benar.


"Loe ngomong gini ke kami berdua. Tengok gue, dinikahkan sama anak direktur, anak satu satunya, mana cantik lagi. Bener bener gue dapat istri yang sempurna" ujar Iwan yang terus mengingat apa yang dikatakan oleh Danu kepada dirinya dan Frans saat mereka sedang makan siang bersama.


"Bener itu, memang sangat persis itu yang loe katakan ke kami berdua saat kita sedang makan siang di kafe mall A di pusat kota. Gue sangat ingat apa yang loe omongin ke kami berdua. Sampai sampai loe ngomongin kami berdua nggak laku laku. Padahal gue udah laku pas saat itu. Ntah Iwan, nggak tau gue, ntah laku ntah ndak dia saat itu. Sampe sekarang aja belum laku" ujar Frans mengatakan hal yang tanpa dia sadari sekarang dia sudah akan mulai membully Danu.


"Loe sebenarnya di pihak mana Frans? Gue atau Danu?" ujar Iwan bertanya memastikan Frans berada di pihak siapa pada saat ini.

__ADS_1


"Nggak di siapa siapa. Dimana bola bagus, gue pasti ke sana. Beda kalau loe client gue, maka gue pasti di pihak elo" jawab Frans dengan santainya.


"Dasar loe" jawab Iwan yang sekarang sepertinya bola akan berbalik ke arah dirinya, kalau dia tidak bisa membalikkan bola ke jalur semestinya. Iwan tidak mau jadi bahan bullyan Danu dan Frans yang terkenal sangat luar biasa kalau sudah membully.


__ADS_2