Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Amnesia


__ADS_3

Pagi harinya, Mami, Ivan dan Sari yang sudah selesai sarapan masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka bertiga menuju rumah sakit. Ivan dan Sari akan melihat keadaan Danu yang sudah lebih dari seminggu tidak pulang ke mansion. Kedua kakak beradik ini sangat kangen dengan Danu. Mereka sangat penasaran ingin melihat wajah abang sepupunya itu.


Pak sopir mengemudikan mobil dalam kecepatan sedang, kendaraan pagi itu sangat ramai sekali di jalan menuju rumah sakit. Ivan yang duduk di depan sudah tidak sabar lagi ingin sampai di rumah sakit.


"Pak, apa nggak ada jalan tikus untuk ke rumah sakit ya?" tanya Ivan kepada sopir mobil mereka.


"Tidak ada Tuan Muda, satu satunya jalan ke rumah sakit ya jalan ini Tuan Muda" jawab Pak sopir sambil melihat ke arah Ivan.


"Yah aku kira ada Pak. Capek nengok jalan segini ramainya" ujar Ivan yang kesal dengan keramaian jalan.


"Sabar Ivan" ujar Mami dari bangku belakang menegur Ivan yang sama sekali tidak sabar untuk sampai cepat di rumah sakit.


Ivan kemudian kembali terdiam. Dia tidak mau membuat Mami semakin marah karena Ivan bertanya terus kepada sopir.


Mobil yang dikemudikan oleh sopir berbelok masuk ke parkiran rumah sakit. Sopir memarkir mobil tepat di sebelah mobil Paman yang masih kosong.


Mami, Ivan dan Sari kemudian turun dari salam mobil. Mereka bertiga menuju ruangan rawat Danu yang berada di ruang VVIP. Mami, Ivan dan Sari berjalan dengan sangat cepat. Mereka sudah tidak sabaran lagi ingin sampai di tempat Danu di rawat.


Papi dan Ayah yang sudah bangun menunggu kedatangan Mami, Ivan dan Sari yang menurut info diberikan oleh Ivan tadi, mereka sedang berjalan menuju ruang rawat Danu.


Mami membuka pintu kamar rawat Danu. Mami melihat Papi dan Ayah yang sudah duduk sambil menonton televisi. Sedangkan Danu masih tertidur. Kepala Danu sudah tidak diperban lagi Dokter semalam sudah melepaskan perban yang terpasang di kepala Danu. Bekas jahitan masih di tutup blperban kecil saja.


Ivan dan Sari duduk di sofa dekat Papi dan Ayah. Mereka berdua melihat ke arah Danu.


"Ayah, kenapa Bang Danu kepalanya botak?" tanya Sari saat melihat Danu yang tidak memiliki rambut seperti semula.


"Abang yang dioperasi kan kepalanya, makanya rambutnya harus di potong. Besok akan tumbuh seperti semula lagi kok sayang" ujar Ayah menjawab pertanyaan dari Sari.


"Oooo. Terus kapan Abang boleh pulang Ayah?" tanya Sari selanjutnya.


Sari sangat banyak bertanya kepada Ayah, hal berbeda terjadi kepada Ivan yang dari tadi hanya menatap saja ke arah Danu. Beribu pertanyaan ada di dalam otak Ivan. Tetapi, Ivan tidak tau harus mulai bertanya dari mana kepada Ayah, Papi dan Mami. Makanya akhirnya Ivan memilih untuk diam saja lagi.

__ADS_1


"Ayah tidak tau sayang. Kita tanya dokter aja nanti ya" ujar Ayah menjawab pertanyaan dari Sari.


"oke ayah" ujar Sari setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ayah kepada dirinya.


Mereka kemudian menunggu dokter yang akan datang visit sebentar lagi. Danu sudah bangun dari tidurnya.


"mami" panggil Danu.


Mami yang berada tidak jauh dari Danu berjalan mendekat.


"Apa sayang? Ada yang sakit?" tanya Mami kepada Danu.


"Kepala aku sakit Mami" ujar Danu memegang kepalanya yang terasa sangat sakit itu.


Papi kemudian memencet tombol darurat untuk meminta dokter cepat masuk ke dalam ruangannya.


Dokter yang baru mau akan pergi visit, saat melihat tombol darurat dari ruangan Danu aktif, langsung berlari dengan dokter menuju ruangan Danu. Suster membuka pintu ruangan Danu sengan cepat.


"Danu mengeluh kepalanya sakit dokter" ujar Mami kepada Dokter.


Dokter kemudian memeriksa keadaan Danu. Dia dengan sangat telaten memeriksa apa yang terjadi di kepala Danu. Dokter tidak mau ada sesuatu yang membuat Danu harus kembali ke meja operasi.


"suster siapkan ruangan MRI" ujar Dokter memerintahkan suster menuju ruangan MRI.


"kok!" tanya Ayah yang tidak paham kenapa Danu harus kembali ke ruangan itu lagi.


"Tidak apa apa Tuan. Kita hanya ingin memastikan kalau keadaan Danu baik baik saja. Tuan jangan cemaskan hal itu" ujar dokter kepada Papi dan Mami serta Paman yang langsung berdiri saat mendengar kalau Danu akan kembali di bawa masuk ke dalam ruangan MRI.


"Oh baiklah dokter kalau hanya pemeriksaan dan memastikan yang terjadi dengan otak Danu" ujar Papi memberikan izin kepada dokter.


Suster yang kembali dengan membawa brangkar dan membawa dua orang suster laki laki langsung memindahkan Dny ke atas brangkar. Mereka semua kemudian mendorong brangkar tersebut ke ruangan MRI yang sudah siap menerima Danu di sana.

__ADS_1


Danu kemudian kembali melakukan MRI untuk yang ketiga kalinya. Dokter benar benar ingin memastikan keadaan Danu benar benar sehat atau masih ada kendala lagi di kepala Danu.


Semua anggota keluarga menunggu hasil pemeriksaan Danu di depan ruangan MRI, mereka tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam ruangan. Mereka hanya bisa menunggu sampai di depan ruangan MRI saja.


"Ayah, apa yang terjadi dengan Bang Danu? Bukannya abang sudah operasi ya?" tanya Sari yang memang selalu bertanya kalau dia ada yang tidak dimengerti oleh dirinya.


"Dokter ingin memastikan apakah masih ada sesuatu di kepala Bang Danu sayang. Nanti kita akan mendengar penjelasan dari dokter. Kamu yang sabar menunggu ya" ujar Ayah yang akan selalu kepayahan dengan pertanyaan pertanyaan yang sering diberikan oleh Sari dengan pertanyaan yang tidak di duga Ayah sebelumnya.


Mereka semua menunggu dokter keluar dari dalam ruangan MRI. Biasanya setelah hasil MRI keluar maka semua anggota keluarga akan diminta untuk keruangan dokter. Dokter di sana akan menjelaskan hasil dari MRI tersebut.


Dokter kemudian ke luar dari dalam ruang MRI. Suster kembali mendorong Danu ke ruang rawatnya.


"mari ikut saya Tuan" ujar dokter meminta semua keluarga Sanjaya mengikutinya.


Dokter ternyata tidak masuk ke dalam rung kerjanya. Malahan langsung keruangan Danu. Dokter meletakkan hasil MRI ke tempat untuk membaca hasilnya itu.


"Berdasarkan hasil dari foto MRI ternyata di otak Danu sudah tidak ada pendarahan lagi. Rasa sakit itu disebabkan karena memory otak Danu berusaha mengingat apa yang terjadi sebelum kecelakaan." ujar dokter memberitahukan kepada keluarga Sanjaya apa yang terjadi dengan Danu tadi.


"hal itu akan sering terjadi. Apalagi kalau Danu berusaha keras untuk memngingat semua masa lalunya, sehingga rasa sakit itu akan sering datang seiring dengan kemauan Danu untuk mengingat setiap kejadian yang pernah terjadi.


"Kalau saya boleh tahu, dua anak itu siapa ya Tuan?" tanya dokter melihat kearah Ivan dan Sari.


"Mereka adalah sepupu Danu. Danu sering main dengan mereka" jawab Papi.


"apa tadi Danu mengenal mereka?" tanya dokter penasaran.


"Danu belum sempat melihat mereka dokter" jawab Papi.


"Hem. Baiklah. Lebih baik mereka berdua besok saja bertemu dengan Danu. Takutnya kalau sekarang Danu akan memaksakan peruntungannya dan membuat kepalanya menjadi sakit kembali" ujar dokter.


"Baiklah dokter. Kami akan mengikuti saran dokter" ujar Papi.

__ADS_1


Dokter dan suster kemudian keluar dari ruang rawat Danu. Mereka akan kembali keruangan mereka. Danu sudah diberi obat penahan sakit. Sekarang Danu sedang beristirahat.


__ADS_2