Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Sama Sama Memanfaatkan


__ADS_3

"Kamu benar benar mengetahui kelemahan aku sayang" ujar Anggara menyuarakan apa yang ada di dalam kepalanya kepada Ranti.


"Haha haha haha haha, sayang sayang, kita sama sama tahu kelemahan kita masing masing. Makanya kita cocok" jawab Ranti dengan nada manja yang sengaja di buat buat.


'Sampai masalah aku selesai. Setelah itu, maka maaf kamu akan aku depak dari hidup aku sayang' lanjut Ranti berkata dalam hatinya sambil menatap jauh ke depan.


Ranti sama sekali tidak serius dengan Anggara. Ranti sangat mengetahui sepak terjang Anggara selama ini. Ranti hanya memanfaatkan Anggara untuk menyelesaikan permasalahannya, bonusnya adalah Anggara cukup hangat pada malam hari.


'Ranti ranti, aku hanya mengharapkan kehangatan kamu pada malam hari, karena cara kamu bermain sungguh berbeda dari yang lain. Membuat aku tidak bisa lepas dari kamu' balas Anggara dalam pikirannya.


Kedua makhluk ciptaan tuhan itu tanpa mereka sadari sama sama saling dimanfaatkan satu dengan yang lainnya. Mereka beranggapan kalau mereka sedang memanfaatkan, padahal mereka juga sedang dimanfaatkan oleh orang itu. Suatu simbiosis mutualisme yang memang sedang berlaku dalam hubungan Ranti dan Anggara pengacara kondang yang sangat terkenal di kalangan orang berduit.


"Oh ya sayang, apa kamu sudah bertemu dengan dia?" ujar Anggara berkata sambil melihat ke luar dari jendela kaca besar yang ada di ruangan kerjanya itu.


Anggara memandang pemandangan kota yang tersaji di luar lewat kaca besar yang ada di ruangannya itu. Anggara menatap jauh ke depan.


'Saya mau menjadi pengacara Ranti, selain karena kehangatan juga ingin membalas kekalahan saya kepada Frans. Gengsi sebagai pengacara ternama di pertaruhkan di sini' ujar Anggara yang memang mempunyai maksud lain untuk mau menjadi pengacara Ranti.


Anggara mau menjadi pengacara bukan hanya karena Ranti saja, tetapi juga karena persaingan dengan Frans. Persaingan antar pengacara kondang yang saling mengalahkan di pengadilan.


"Sayang apa kamu masih di sana?"

__ADS_1


Ranti memanggil Anggara. Ranti dari tadi sudah bercerita panjang dan lebar. Tetapi tanggapan dari Anggara sama sekali tidak ada. Anggara seperti sibuk dengan dunianya sendiri. Hal inilah yang membuat Ranti memanggil Anggara untuk kembali ke dunia nyata dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ranti kepada dirinya.


"sayang, kamu masih di sana kan ya? Jangan buat aku berpikiran macam macam sayang" ujar Ranti kembali berusaha memanggil Anggara yang dari tadi hanya diam saja dan sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun atas apa yang dibicarakan oleh Ranti kepada Anggara.


Anggara yang dari tadi berada ntah dimana langsung kembali tersadar saat Ranti memanggil namanya untuk yang kedua kali. Anggara tidak mau Ranti menjadi marah dan akhirnya memilih untuk tidak pulang ke rumah Anggara melainkan ke tempat lain yang Anggara tidak bisa temukan. Anggara tidak mau hal itu terjadi. Cukup sudah selama beberapa bulan ini rumahnya kembali dingin. Semenjak kedatangan Ranti, rumah yang sudah lama dingin itu kembali panas seperti semula.


"ya sayang aku masih di sini. maafkan aku tadi diam saja, karena aku dari kamar mandi. nggak mungkin kan aku membawa ponsel ke kamar mansi" ujar anggara menjadikan ke kamar mandi sebagai alasan yang diberikan oleh dirinya kepada Ranti.


"ke kamar mandi?" ujar Ranti yang masih kurang percaya dengan apa yang dikatakan oleh anggara kepada dirinya.


Ranti sangat yakin kalau Anggara tadi sama sekali tidak ke kamar mandi melainkan sibuk dengan pemikirannya sendiri dan membuat dirinya sama sekali tidak memberikan respon atau tanggapan terhadap apa yang diceritakan oleh Ranti kepada Anggara.


"beneran sayang, apa kamu sedang berusaha meragukan kejujuran aku saat ini?" kali ini anggara membalikkan pertanyaannya kepada ranti.


Anggara memang sudah terbiasa memberikan jawaban berupa pertanyaan kepada seseorang yang bertanya kepada dirinya, apa lagi dengan pertanyaan yang sifatnya memojokkan Anggara.


"kamu memanglah ya sayang. aku bertanya kamu malahan balik bertanya lagi sama aku. kau sangat aneh sayang" jawab ranti yang kesal dengan apa yang dilakukan oleh Anggara kepada dirinya.


anggara memberikan jawaban dengan berupa memberikan pertanyaan yang baru lagi kepada Ranti. anggara tidak menjawab pertanyaan dengan memberikan jawaban. melainkan menjawab pertanyaan dengan memberikan pertanyaan yang baru.


"kamu benar benar pengacara sayang. jadi saat aku bertanya, kamu akan balik bertanya" lanjut Ranti meluapkan kekesalannya kepada Anggara yang notabene sengaja melakukan hal itu supaya Ranti tidak melanjutkan kembali pertanyaan yang tadi diajukan oleh Ranti kepada dirinya.

__ADS_1


"haha haha haha haha, maaf sayang, bukan begitu maksud aku sama kamu sayang. Aku tadi beneran dari kamar mandi, tapi kamu terlihat dan terdengar tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Sehingga aku memutuskan untuk memberikan pertanyaan berikutnya kepada dirimu"


Anggara memberikan penjelasan dari keragu raguan yang ditunjukkan oleh Ranti atas kebenaran apakah benar dirinya ke kamar mandi atau tidak.


"Oke sayang aku percaya kamu ke kamar mandi. Kalau kita teruskan bisa bisa satu bab hanya membahas tentang kasus kamar mandi saja nanti, kasihan pembaca yang membaca tentang permasalahan kamar mandi" ujar Ranti yang nggak mau melanjutkan pembahasan tentang kamar mandi yang sepertinya tidak akan ada habisnya itu kalau masih terus dilanjutkan antara dirinya dengan Anggara.


Anggara tersenyum, akhirnya Ranti menghentikan pembicaraan dengan tema kamar mandi itu. Anggara nggak tau lagi bagaimana caranya meyakinkan Ranti kalau dia memang benar dari kamar mandi tadi saat Ranti masih berbicara melalui sambungan telepon tersebut.


Ranti melakukan hal itu pun karena males mendengar ocehan nggak mutu Anggara yang mengatakan kalau dia ke kamar mandi. Ranti tahu kalau Anggara tadi sibuk dengan pemikirannya sendiri sehingga tidak mendengar apa yang dikatakan Ranti melalui sambungan telponnya itu.


"jadi sayang balik lagi ke permasalahan tadi, apakah kamu bertemu dengan Danu suami kamu yang bersalah dan melimpahkan kesalahannya kepada kamu?" ujar Anggara berusaha membesarkan hati Ranti dan menghibur Ranti supaya tidak marah lagi dengan dirinya dan membuat dia akan merugi malam ini nantinya.


"Tidak sayang, aku sama sekali tidak bertemu dengan dirinya sayang."


ranti mengatakan apa yang terjadi kepada Anggara dengan nada sedih dan kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Danu dan melakukan pembicaraan dengan Danu tentang permasalahan perceraian yang sedang mereka hadapi untuk saat ini.


"Loh kok kamu bisa tidak bertemu dengan dia sayang?"


Anggara memberikan tanggapan dengan nada kaget karena Ranti sama sekali tidak bertemu dengan Danu


"Bukannya sekarang masih jam kerja efektif ya sayang? Kenapa kamu bisa tidak bertemu dengan dirinya di perusahaan? Emang perusahannya libur?" lanjut Anggara memberikan pertanyaan yang bertubi tubi kepada Ranti.

__ADS_1


__ADS_2