
"Papi, kalau begitu Mami pulang dulu ya. Kasihan anak anak berdua ini kalau lama lama di rumah sakit. Nggak baik untuk mereka" ujar Mami meminta izin kepada Papi untuk pulang terlebih dahulu.
"Besok pagi kami bertiga ke sini lagi Pi" lanjut Mami sambil melihat ke arah Papi.
"Iya Mami, Papi setuju dengan Mami, sebaiknya Ivan dan Sari di bawa pulang saja. Besok saja kembali lagi ke sini. Sekalian bawa makanan besok ya mi" ujar Papi sambil melihat ke arah Mami.
"Siap Papi" ujar Mami.
"Sayang, nanti sampe rumah langsung mandi ya. Jangan main dulu. Pakaian langsung tarok di tempat kotor" ujar Ayah berpesan kepada Ivan dan Sari.
"Siap Ayah. Akan kami lakukan saat kami sampai di mansion" ujar Ivan menjawab pesan yang diberikan oleh Ayah mereka.
Mami, Ivan dan Sari kemudin berjalan keluar dari ruangan Danu. Mereka bertiga masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan libby rumah sakit.
"Pak sopir kita langsung ke mansion" ujar Mami memberitahukan kepada sopir tujuan mereka selanjutnya.
"Siap Nyonya besar" jawab sopir.
Sopir mengemudikan mobil menuju mansion utama.
"Mami, besok kita jam berapa ke rumah sakit lagi?" tanya Ivan yang sudah tidak sabaran lagi mau melihat Danu.
"Sama seperti tadi aja Van. Semoga besok abang kalian itu tidak sakit kepala lagi" ujar Mami kepada Ivan.
Sedangkan Sari sudah tertidur di atas mobil. Sari memang selalu tidur siang. Dimanapun dia berada kalau sudah jam tidur siangnya, tanpa dikomando Sari akan langsung tidur.
"Ivan, kamu tidak istirahat seperti Sari?" tanya Mami saat melihat Sari yang dari tadi diam ternyata sudah tidur indah di kursi sebelah Mami.
"Nggak Mi. Kalau Sari memang seperti itu. Kalau udah jam dia tidur siang. Dia akan langsung tidur. Tidak perduli mau dimana tempatnya. Yang jelas Sari akan tidur" ujar Ivan menjawab perkataan Mami yang meminta dia untuk beristirahat seperti Sari yang sudah tertidur itu.
"Ya sudah, nanti sampe mansion kamu harus istirahat. Nggak boleh main" ujar Mami kepada Ivan.
__ADS_1
"Siap Maki. Kalau udah sampe rumah aku akan tidur. Aku juga mengantuk" ujar Ivan yang sebenarnya mengantuk juga. Tetapi Ivan malas baru tertidur langsung dibangunkan karena sudah sampai di mansion. Jadi, Ivan memilih untuk mempertahankan matanya untuk tetap terbuka. Nanti setelah sampai di mansion dia akan langsung beristirahat.
...----------------...
Keesokan paginya. Mami sudah bangun terlebih dahulu dibandingkan orang lain yang ada di mansion tersebut. Mami berencana akan memasak nasi uduk kesukaan Danu. Mami berharap saat Danu melihat dan menciun aroma nasi uduk, dia bisa ingat siapa yang sering membuatkan untuk Danu saat di mansion.
Mami mengolah nasi uduk nya dengan sangat lihat. Mami sudah merancang waktu sedemikian rupa agar masakannya siap tepat waktu. Mami tidak ingin masakannya selesai saat merek akn berangkat ke rumah sakit.
Ivan yang terbangun kerena haus, melihat Mami suda berada di dapur mansion sedang sibuk
memasak.
"Hay sayang, kenapa pagi sekali bangun?" tanya Mami kepada Ivan yang terlihat berjalan ke dapur.
"Pengen ngambil minum Mami. Haus" ujar Ivan sambil berusaha mengambil gelas.
"Sini biar Mami ambilkan. Kamu duduk saja di kursi itu" ujar Mami sambil menunjuk kursi minimal.
"Sibuk kali Van. Ada apa?" tanya Mami melihat Ivan yang bermain ponselnya.
"nggak ada Mi. Cuma ngirim pesan ke guru aja kalau Ivan dan Sari nggak masuk sekolah hari ini karena mau ke rumah sakit lagi" ujar Ivan menjawab perkataan Mami yang menyatakan dirinya sibuk tersebut.
"Oooo. Ooooo. Mami kira kamu sibuk Van" ujar Mami sambil tersenyum meninggalkan Ivan.
"Sibuk dari mana Mi, dari hongkong" ujar Ivan kepada Mami sambil menahan tawanya.
Ivan sifatnya memang lebih dewasa dari pada Danu. Hal ini di sebabkan karena Ivan sudah ditinggalkan Mami nya semenjak kecil. Apalagi Ivan sudah punya adik yaitu Sari. Makanya Ivan harus menjadi dewasa sebelum umurnya karena Ivan harus bisa menjaga Sari.
"Mami sedang masak apa?" tanya Ivan yang melihat Mami sedang sibuk di dapur.
"Nasi uduk. Kamu pernah makan nasi uduk?" tanya Mami kepada Ivan yang terlihat termenung saat mendengar Mami mengucapkan nasi uduk.
__ADS_1
"Udah Mami, dulu banget. Saat Bunda masih ada. Semenjak Bunda nggak ada, maid di mansion hanya bisa masak makanan sini. Makanya aku sangat senang ke sini, karena kalau Mami yang masak sama seperti rasa masakan Bunda" ujar Ivan kepada Mami.
"Pantesan ya asal kalian berdua ke sini, kamu selalu makan paling banyak dibandingkan Sari" ujar Mami kepada Danu.
"Kalau Sari nggak pernah mencoba makanan seperti ini Mami. Sari terbiasa makanan yang dimasak oleh para maid di mansion" ujar Ivan sambil melihat Mami yang begitu lues di dapur.
Keluwesan Mami sama dengan Bunda sewaktu berada di dapur saat Bunda masih bersama dengan Ivan dan Ayah.
"Kamu kangen Bunda, Van?" tanya Mami kepada Ivan.
Mami melihat ke arah Ivan sekilas. Mami ingin memastikan bagaimana wajah Ivan sekarang.
"kangen Mi. Tapi Ivan selalu mendoakan Bunda agar tenang di sana" jawab Ivan sambil melihat ke atas.
Ivan seperti melihat Bunda nya yang tersenyum bahagia di sana.
"Makanya, kamu harus sering sering mendoakan Bunda. Doa dari seorang anak yang soleh akan membantu Bundanya." ujar Mami memberikan nasehat kepada Ivan.
Salah satu yang membuat Ivan betah di mansion ini adalah sifat dan sikap Mami yang sangat mirip dengan Bunda. Bunda akan selalu menyelipkan nasehat nasehatnya kepada Ivan saat mereka sedang mengobrol. Hal yang sama juga sering dilakukan oleh Mami.
"Van sana lihat Sari, udah bangun atau belum. Masakan Mami sebentar lagi siap. Kita sarapan dengan Ayah dan Papi saja di rumah sakit." ujar Mami kepada Ivan.
"kamu setuju nggak, kalau kita sarapan di rumah sakit saja?" tanya Mami yang juga ingin mendengar pendapat dari Ivan.
"setuju banget Mi. Memang sebaiknya kita sarapan di rumah sakit saja. Jadi, Papi dan Ayah ada temannya saat sarapan. Aku dan Sari juga kangen sarapan dengan Ayah dan Papi" jawab Ivan yang setuju dengan usulan Mami.
"Ya udah sekarang bangunkan Sari. Suruh dia bersiap siap. Kamu juga mandi sana lagi. Kamu juga harus bersiap siap. Mami hanya tinggal memasukkan semuanya ke dalam rantang. Setelah itu Mami akan bersiap siap juga" ujar Mami meminta Ivan untuk membangunkan Sari dan meminta Sari untuk bersiap siap.
"oke Mami. Ivan akan bangunkan Sari dan juga akan bersiap siap." jawab Ivan yang langsung berdiri dari duduknya.
Ivan kembali berjalan menuju kamar mereka. Dia akan membangunkan Sari dan meminta Sari untuk langsung bersiap siap. Mereka akan langsung berangkat ke rumah sakit saat sudah siap berkemas kemas.
__ADS_1