
Pagi harinya Maya sudah bangun dari tidurnya yang sama sekali tidak nyenyak karena melihat fhoto yang diupload dan dijadikan story oleh Vina dan Sari di semua sosial media mereka berdua. Maya merasa kalau Vina dan Sari sama sekali tidak peduli kepada dirinya yang sudah pergi selama dua hari.
"Gue udah pergi dari mereka selama dua hari, berharap mereka mencari gue, eee ternyata sama sekali tidak. Mereka malahan pergi liburan ke tempat yang selama ini gue idam idamkan. Gue kira mereka akan mencari gue ke sana, tetapi ternyata tidak sama sekali. Mereka ternyata pergi liburan. Gue salah mengira ternyata." ujar Maya sambil berdiri dari atas ranjang.
Maya mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, Maya kemudian membersihkan dirinya, Maya menikmati guyuran air hangat yang menerpa tubuh cantiknya itu. Maya bersenandung kecil, setelah dirasa sudah cukup untuk merilekskan pikiran dan perasaannya, Maya keluar dari dalam kamar mandi.
Maya memakai pakaian santainya yaitu celana jins dan baju kaos, Maya memoles wajahnya sedikit saja. Setelah selesai dengan wajah dan pakaiannya, Maya membereskan semua barang barangnya, dia akan pindah hotel. Dia sengaja nginap di hotel sederhana ini karena berharap Vina dan yang lainnya susah menemukan dirinya, ini malahan mereka semua asik liburan.
Setelah selesai berkemas kemas, Maya menyeret koper kecil miliknya dan menenteng beberapa kantong asoy yang berisi cemilan dan soft dring favorit Maya. Maya melakukan chekout dan melakukan pembayaran sewa hotel. Setelah selesai semua prosedur untuk keluar dari hotel, Maya kemudian masuk ke dalam mobilnya, dia berencana untuk pergi sarapan makan soto dan sup yang sangat lezat di kota B.
Maya melajukan mobilnya menuju kawasan simpang jambu aia.
"Menurut orang hotel tadi dekat dekat sini dengan warungnya warna biru, yang mana ya" ujar Maya dengan pelan sambil melihat lihat warung yang berada di sepanjang jalan simpang jambu aia itu.
"Nah itu dia" ujar Maya saat melihat warung warna biru yang terlihat ramai para pengunjung.
Maya kemudian memarkir mobilnya di tempat parkir yang masih kosong. Setelah itu Maya masuk ke dalam warung yang terlihat sangat sederhana, tetapi jangan tanya pengunjungnya, luar biasa padatnya bahkan untuk antrian bungkus saja sampai mengular ke tempat parkir.
"Nasi sup satu Bang." ujar Maya kepada pelayan warung.
"Siap Kak." jawab Pelayan warung.
Pelayan kemudian mengambilkan semangkuk sup dan sepiring nasi putih dan juga teh goyang ( teh yang hanya sedikit memakai gula ) untuk Maya. Pelayan kemudian meletakkan pesanan Maya di atas meja.
Maya mulai menikmati sarapannya kali ini. Maya melihat jam di tangannya yang masih menunjukkan pukul sepuluh pagi.
Sedangkan di kota P, Vina dan yang lainnya sudah berada di restoran hotel yang terletak di lantai dua hotel yang baru buka tersebut di kota P. Hotel yang sangat di recomendedkan untuk tempat menginap baru di kota P. Suatu hotel yang luar biasa cantiknya, jangan tanya untuk fasilitas dan keramahan para karyawan, sesuatu yang luar biasa dan tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. Pokoknya hotel HS luar biasa bagus.
Mereka kemudian sarapan dengan terlihat sangat terburu buru, apalagi Vina, dari tadi sibuk melihat ponselnya terus. Sari sebenarnya sudah gatal untuk bertanya, tetapi dia mengurungkan niatnya karena takut Vina akan menjadi tidak mood untuk ke depan.
"Siap semua, bisa kita jalan?" tanya Ivan kepada sahabat - sahabatnya.
"Oke siap" jawab Juan.
Ivan kemudian melakukan chekout kamar terlebih dahulu. Setelah selesai semua administrasi kamar, Ivan kemudian kembali menuju sahabat sahabatnya yang menunggu di sofa lobby hotel.
"Ayuk jalan" ujar Ivan.
__ADS_1
Sopir telah menunggu di lobby hotel. Seorang bellboy membukakan pintu lobby untuk Ivan dan yang lainnya. Setelah itu seorang satpam yang berada di teras pintu lobby hotel, membukakan pintu mobil untuk mereka semua.
"Terimakasih Pak" ujar Ivan kepada Bapak yang membukakan pintu mobil.
"Sama sama Bang." jawab sang Bapak.
Mobil mulai bergerak meninggalkan kawasan hotel HS. Mobil menuju kota B yang kisaran perjalanan selama tiga jam perjalanan lagi. Sopir melajukan mobil dalam kecepatan di atas normal sedikit, kecepatan mobil rata rata enam puluh sampai delapan puluh kilo meter perjam.
Vina kembali melihat ponsel miliknya, dia membuka pesan chat yang dikirimkan kepada Maya selamam, tetapi hasilnya masih sama dengan saat dia melihat waktu mereka sarapan di restoran hotel.
"Ada apa Vin?" tanya Sari yang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Vina yang berkali kali melihat ponselnya.
"Gue semalam mengirim pesan chat kepada Maya saat loe udah tidur, pesan chat dari loe kan dibacanya tetapi tidak di jawab, pesan chat dari gue sama sekali tidak terkirim" ujar Vina menceritakan kepada Sari.
"Tengok" ujar Sari.
Vina memberikan ponsel miliknya kepada Sari. Sari melihat pesan chat tersebut. Ternyata memang benar pesan chat itu tidak terkirim ke Maya sama sekali.
"Kok bisa ya Vin?" ujar Sari tidak habis pikir dengan kelakuan Maya.
"Ntahlah Vin, gue juga jadi gagal paham dengan semua ini." ujar Sari tersenyum menatap Vina.
Mobil melaju menuju kota B. Ivan, Iwan dan Juan sudah langsung tertidur saat mobil baru meninggalkan pusat kota. Sedangkan Vina dan Sari sibuk dengan ponsel mereka masing masing.
"Vin tengok." ujar Sari memberikan ponsel miliknya kepada Vina.
Vina dan Sari melihat Maya memposting fhoto dirinya sedang berada di jam gadang pada malam hari. Serta fhoto dimana Maya sedang menikmati makan nasi kapau.
"Emang keterlaluan tu anak." ujar Vina yang sudah sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh Maya.
"Balas chat gue nggak bisa, tapi posting fhoto di media sosial bisa. Keterlaluan banget." ujar Vina mengomel.
"Sabar. Namanya healing ya memang sendirian, mana ada healing rame rame." ujar Sari berusaha bercanda dengan Vina.
Ivan yang terbangun dari tidurnya karena mendengar nada Vina yang agak tinggi menatap ke arah Vina dan Sari.
"Ada apa?" tanya Ivan penasaran.
__ADS_1
"Ini, Maya upload fhoto di sosial media, kalau dia berada di kota B dari kemaren." jawab Sari.
Sari memberikan ponsel miliknya kepada Ivan. Ivan melihat postingan Maya. Ivan hanya bisa geleng geleng kepala saja menyaksikan apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu.
" Bang kita putar balek aja gimana?" ujar Vina yang sudah malas melanjutkan mencari Maya.
"Ngapain Vin, kalau dia memang niat liburan dan sengaja melakukan memanas manasi kita, maka kita juga akan pergi liburan, gue belum pernah ke kota B." ujar Sari dengan semangat akan melanjutkan liburannya.
"Pekerjaan kita gimana Sar?" ujar Vina yang memikirkan pekerjaan di perusahaannya.
"Udah itu masalah gampang. Kalau ada yang urgent dan butuh kita, kita tinggal terbang kok." jawab Sari yang memang sudah tidak tahan lagi untuk liburan ke kota B.
"Bener itu Vin, sekali sekali kita ke sini, jadi ya lanjutin aja. Ketemu atau tidak dengan Maya, kita anggap aja bonus." ujar Ivan yang juga malas dengan tingkah kekanak kanakan Maya. Ivan tidak menyangka Maya akan bisa melakukan hal seburuk ini.
"Bang ada penjual durian, kita makan itu dulu yuk Bang." ujar Sari yang semangat saat melihat ada penjual durian di tepi jalan.
"Durian di sini enak enak Tuan." kata sopir yang mendengar keinginan Sari.
"Oke menepi aja" jawab Ivan.
Sopir mencari tempat yang teduh dan bagus. Bumi sedang dimandikan dengan sangat deras oleh air hujan. Sehingga kalau mereka berhenti di sembarang tempat, takutnya nanti makan durian bunus air hujan. Setelah berjalan sekitar dua kilo dari tempat Sari meminta untuk makan durian, barulah sopir menepikan mobilnya. Mereka semua kemudian turun dari dalam mobil.
Mereka duduk di atas kursi yang disediakan.
"Durian kak" ujar sopir yang ternyata sudah terbiasa belanja durian di sana.
"Seperti biasa bang?" tanya penjual durian.
"Yup. Ketan enam" ujar sopir.
Penjual durian membukakan tiga buah durian serta mengambilkan enam piring ketan. Mereka berenam makan dengan sangat lahap dan seakan akan berpacu siapa yang menghabiskan paling banyak durian. Durian yang tiga habis hanya dalam waktu setengah jam kurang. Penjual durian kembali membukakan tiga durian yang sama.
Setelah menikmati makan durian di siang hari, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke kota B.
Sampai di sebuah air terjun yang ternama itu. Sopir memberhentikan mobil kembali. Mereka semua berjalan menuju air terjun yang bernama air terjun lembah anai. Mereka berenam lalu berfhoto dengan latar belakang air terjun. Sopir mengambil banyak pose mereka berenam, setelah dirasa puas berada di sana, mereka kemudian kembali ke atas mobil.
Sopir kembali melajukan mobilnya menuju kota B. Kota yang akan menjadi tempat liburan selanjutnya bagi Vina dan yang lainnya. Tujuan mereka pertama mencari Maya sudah berubah menjadi acara liburan. Mereka muak dengan gaya Maya yang seperti anak kecil itu.
__ADS_1