Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Kerjaan Menumpuk #


__ADS_3

"Mending pindah ke tempat Vina aja, sekalian ngomong ke Vina kalau Juan akan ke sini bawa makan siang. Males gue kerja di sini sendirian. Makin gila gue nengok tumpukan dokumen yang harus gue selesaikan. Mana Juan datangnya lama lagi." kata Sari sambil berdiri dari kursi kerjanya dan membawa tiga map dokumen.


Tok tok tok. Sari mengetuk pintu ruangan Vina.


"Masuk" jawab Vina dari dalam ruangan, masih tetap serius membaca dokumen yang baru dari pagi selesai dibaca Vina sebanyak empat buah. Tetapi semua dibaca dengan sangat teliti.


Sari masuk ke dalam ruangan Vina. Dia melihat tumpukan dokumen yang dibaca Vina tidak sebanyak dirinya, tetapi jangan salah, walaupun sekarang tidak banyak, dokumen yang dibaca Sari sekarang akan berpindah ke ruangan Vina, saat selesai di baca oleh Sari.


"Mau ngajak makan siang Sar? Gimana kalau di pesan aja, tengok ne tumpukan dokumen, luar biasa dari pada hari biasanya" ujar Vina sambil menunjuk dokumen dokumen yang ada di atas mejanya itu.


"Nggak Vin. Juan akan kesini membawakan kita makan siang. Capek gue di ruangan, ada tiga tumpuk dokumen yang harus gue baca. Jadi, mending gue ke sini, bawa empat, nanti habis balik lagi, ambil lagi" ujar Sari menyebutkan berapa banyak dokumen yang ada di atas meja kerjanya sekarang ini.


Sari kemudian duduk di sofa ruangan Vina. Dia membuka satu botol air mineral dan meneguk nya setengah.


"Berapa banyak Sar? Tiga tumpuk? Loe serius atau bercanda Sar?" tanya Vina kepada Sari sambil menatap ke arah Sari.


"Serius. Itu baru selesai tiga ntah empat yang gue baca. Efek jalan jalan dua minggu, jadinya ya lembur." kata Sari sambil mulai serius kembali membaca dokumen yang sedang dibaca olehnya.


Vina, Sari dan Maya melanjutkan pekerjaan mereka yang sangat luar biasa banyaknya karena ditinggal liburan dua minggu. Maya memang telah selesai makan siang, sedangkan Vina dan Sari masih menunggu kedatangan Juan yang sedang terkena macet di jalan. Mereka berdua menunggu sambil tetap membaca dokumen dokumen yang ada di atas meja masing masing.


Tidak beberapa lama, Juan datang dengan membawa kotak makanan dari restoran ternama di ibu kota negara E.


Tok tok tok. Juan mengetuk pintu ruangan Vina. Sari yang berada paling dengat dengan pintu, langsung berjalan ke arah pintu ruangan dan membuka pintu itu.


"Sayang, aku tadi udah ke ruangan kamu, ternyata kamu nggak ada. Aku udah coba menghubungi kamu, tapi nggak ada jawaban sama sekali. Makanya aku langsung ke ruangan Vina" ujar Juan.


"Ponsel aku tinggal di dalam tas sayang, sini aku bawakan kotak bekalnya" ujar Sari sambil mengambil kotak makanan yang dibawa oleh Juan.


"Hem sepertinya wangi sayang" ujar Sari sambil membawa kotak makanan itu masuk ke dalam ruangan Vina.


Vina sudah pergi mengambil piring dan air minum untuk mereka bertiga. Sari membuka kotak makanan, saat kotak makanan itu di buka, menyeruak wangi dari aroma makanan yang membuat perut siapa saja menjadi lapar saat mencium aroma wangi dari makanan yang dibawa oleh Juan.


"Sayang, semua ini makanan favorit aku semuanya. Kamu bener bener lah sayang. Aku jadi nggak bisa berkata kata lagi" ujar Sari memandang kagum kepada Juan yang selalu mewujudkan apa keinginan Sari. Baik yang diminta oleh Sari atau yang berasal dari Juan sendiri.


Juan tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Sari. Dia memang selalu menomorsatukan Sari. Bagi Juan nggak ada yang lain yang harus diperjuangkan olehnya selain Sari yang dimilikinya sekarang.


"Udah ayuk makan keburu dingin sop jagung saat melihat kalian bertatap tatapan mesra kayak gitu" ujar Vina memecah pandangan pandangan penuh cinta antara Sari dan Juan.


"Sirik loe" ujar Sari sambil memukul lengan Vina.


"Nggak ada gue sirik, yang sirik itu perut gue siang ini, dia meronta mintak diisi" ujar Vina memegang perutnya yang sudah sangat lapar itu.


"Oke mari kita makan, gue juga lapar" ujar Sari.


Sari mengambilkan makanan untuk Juan. Setelah itu baru dia dan Vina mengisi piring mereka masing masing. Mereka bertiga makan dengan sangat lahap dan cepat. Masih banyak. Dokumen dokumen yang harus mereka kerjakan hari ini.


"Akhirnya sumatera tengah udah ke isi dengan sempurna. Saatnya untuk kembali berkutat dengan pekerjaan. " ujar Vina sambil bersandar ke sandaran sofa.

__ADS_1


"Kapan selesainya itu Vin" ujar Sari yang mengeluh karena banyaknya dokumen yang harus dibaca mereka hari ini.


"Sayang berapa dokumen yang harus siap untuk besok dan lusa?" tanya Juan yang berharap Sari mengatakan hanya beberapa dokumen saja.


"Semuanya sayang, belum lagi harus dibaca sama Vina" ujar Sari sambil menatap Vina.


Vina terdiam, dia benar benar tidak sanggup lagi membaca dokumen dokumen yang ada di ruangan Sari.


"Sar, gue mohon selesaikan sama elo yang itu ya. Yang urgent dan wajib gue baca baru serahkan ke gue. Nggak sanggup gue harus baca semua dokumen itu." ujar Vina yang sudah menyerah untuk membaca dokumen yang sebanyak itu.


"Oke, nanti gue pisah mana yang perlu loe baca kembali, mana yang bisa hanya selesai di gue aja." ujar Sari yang menyetujui permintaan Vina.


Sari juga melihat begitu banyak dokumen yang harus dibaca oleh Vina saat ini. Sari tidak ingin Vina menjadi lelah dan tidak fokus bekerja kalau harus membaca semua dokumen yang masuk.


"Gue balik ke ruangan dulu Vin" ujar Sari.


"Sip" ujar Vina.


Sari dan Juan kembali ke ruangan Sari. Mereka akan membaca dokumen dokumen yang ada di ruangan Sari. Vina membersihkan meja yang tadi mereka pakai untuk makan. Vina memasukkan semua kotak kotak ke dalam kardus makananmakanan. Setelah itu dia menghubungi office boy untuk meminta office boy membawa kotak itu ke belbelakanh.


Vina kemudian kembali bekerja membaca dokumen dokumen kerjasama yang masuk ke dalam perusahaan mereka. Vina membaca dengan sangat serius dokumen dokumen itu.


Sedangkan di ruangan sebelah terlihat Juan sudah duduk di sofa. Sedangkan Sari memindahkan letak dokumen dokumen itu ke atas meja yang ada di depan Juan.


"Sayang ini beneran harus di baca semuanya?" tanya Juan saat melihat tiga tumpuk dokumen yang harus dibaca.


"Iya sayang. Ini semua harus dibaca. Aku akan memisahkan yang harus dibaca Vina, dan hanya selesai di kita berdua aja" ujar Sari sambil memilah milah dokumen yang harus dibaca oleh Vina nantinya.


"Bisa keluar mata aku sayang" lanjut Juan sambil geleng geleng kepala.


"Nikmati aja sayang" ujar Sari sambil tersenyum melihat Juan yang sudah menyerah sebelum berperang.


Sari sudah memilah dokumen dokumen itu menjadi dua tumpukan. Satu tumpukan yang harus kembali dibaca oleh Vina, sedangkan yang satu tumpukan lagi bisa selesai di mereka berdua saja.


"Sayang serius kamu, yang harus selesai dengan kita berdua sebanyak ini?" tanya Juan kembali saat melihat banyaknya dokumen yang harus mereka baca.


"Sayang denger dulu pembagiannya, kamu percaya diri banget kalau hanya ini yang harus dibaca." ujar Sari sambil menatap Juan.


"Bagian yang ini ni, yang untuk Vina, aku yang baca. Sedangkan yang ini ni, yang harus selesai di aku, maka kamu yang akan baca" ujar Sari menunjukkan kepada Juan mana yang harus dibaca Juan dan yang harus dibaca dirinya sendiri.


"Jadi, aku yang harus baca dokumen yang untuk Vina. Sedangkan kamu membaca dokumen yang selesai di kamu aja?" tanya Juan meyakinkan dirinya kembali.


"Iya sayang, aku sangat yakin dengan kemampuan kamu, makanya aku memberikan yang selesai di aku ke kamu." ujar Sari sambil memejam mejamkan matanya.


"Yayayaya, kamu keren sayang, kamu ngasih kerjaan yang harus aku kerjakan dengan serius" ujar Juan sambil mengambil satu dokumen yang harus dibacanya.


Juan mulai membaca dokumen dokumen itu dengan serius. Sari juga melakukan hal yang sama, mereka sama sama membaca dokumen kerjasama itu dengan serius.

__ADS_1


Vina melihat jam dinding ruangan kantornya, ternyata jam dinding sudah menunjukkan pukul lima sore


"Wow sudah terlalu sore, Sari mau pulang atau tidak ya?" ujar Vina sambil membereskan dokumen dokumen yang belum sempat dibaca olehnya.


Vina membereskan meja kerjanya. Dia memasukkan dokumen yang belum sempat dibacanya itu ke dalam tas kerjanya. Dia akan membaca dokumen dokumen itu nanti di rumah saat beristirahat malam.


Setelah yakin semua dokumen yang akan dibaca telah masuk ke dalam tas, Vina berjalan keluar dari dalam ruangannya, dia akan menuju ruangan Sari.


Tok tok tok. Vina mengetuk pintu ruangan Sari. Juan yang berada di dekat pintu, membuka pintu ruangan.


"Masuk Vin" ujar Juan mempersilahkan Vina untuk masuk ke dalam ruangan Sari.


"Mana Sari, Juan?" tanya Vina yang tidak melihat Sari berada di ruangan.


"Sari sedang ke kamar mandi" jawab Juan sambil kembali duduk di sofa yang tadi didudukinya.


Vina juga duduk di sofa muat satu orang. Vina menunggu Sari keluar dari dalam kamar mandi.


"Apa yang kamu baca Juan?" tanya Vina saat melihat Juan membaca dokumen perusahaan.


"Biasa kayak nggak tau Sari aja. Dia berbagi tugas" ujar Juan masih serius membaca dokumen dokumen itu.


Sari kemudian keluar dari dalam kamar mandi. Dia melihat Vina sudah ada di ruangannya.


"Hay Vin" ujar Sari menyapa Vina. Sari kemudian duduk di sebelah Juan.


"Jam berapa mau pulang? " tanya Vina kepada Sari.


"Bentar lagi. Loe bareng kami kan pulang?" tanya Sari yang tau kalau Vina tidak dijemput oleh Pak Hans.


"Yup.Pak Hans sama Maya. Ayoklah pulang lagi. Gue pengen mandi" ujar Vina yang bener bener sudah gerah ingin membersihkan badannya.


"Sayang, yuk kita pulang, biar Vina bisa beristirahat" ujar Sari mengajak Juan untuk pulang.


"Ini kita bawa?" tanya Juan.


"Yup.Nanti kita bahas di rumah. Kasihan tuh tengok wakil direktur udah pengen loncat matanya" ujar Sari yang memang berniat untuk melanjutkan pekerjaannya di rumah.


"Oke, mari pulang" ujar Juan.


Mereka bertiga kemudian berjalan keluar kantor. Juan, Sari dan Vina masuk ke dalam mobil, Juan melajukan mobil menuju rumah Vina.


"Capek banget gue" ujar Vina sambil memijit kepalanya.


"Libur dua minggu kan enak Vin" kata Juan menggoda Vina.


"Enak, tapi siap itu nggak enak. Lembur gue" ujar Vina.

__ADS_1


"nikmati aja Vin" jawab Juan.


Sari sangat senang Vina dan Juan bisa akrab. Padahal selama ini Juan susah untuk akrab dengan teman teman Sari yang lainnya.


__ADS_2