
Danu sekarang sudah berada di dalam pesawat. Dia juga sudah mengirimkan fotonya yang berada di dalam pesawat kepada Vina dan Deli. Danu duduk di kelas bisnis, dia ingin merasakan kenyamanan saat melakukan perjalanan jauh itu. Danu tidak mau nanti saat sampai di bandara negara I tulangnya lolos semua gara gara dia duduk selama penerbangan tidak merasakan kenyamanan.
Vina yang melihat fhoto yang dikirimkan oleh Danu kepada dirinya, membuat dia tersenyum bahagia. Vina tidak menyangka kalau Danu akan langsung mengirimkan fhoto dirinya yang berada di dalam pesawat. Vina sangat tahu kalau Danu ingin membuat Vina tidak memikirkan dia dalam keadaan tidak baik baik saja. Makanya Danu sebisa mungkin akan terus memberikan kabar kepada Vina kalau dia dalam kondisi baik baik saja.
'Hati hati sayang. Saat turun pesawat kabari aku ya. Aku mencintaimu dan akan menunggu kamu di sini dengan penuh cinta' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Vina kepada Danu. Vina mengetik pesan chat tersebut sambil senyum senyum.
Deli, Mami, Papi dan Manager hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan Vina saat mengetik pesan chat yang akan dikirimkannya kepada Danu.
"Jadi orang pacaran itu seperti itu Nek, senyum senyum sendiri?" ujar Deli bertanya kepada Mami tentang gambaran orang yang sedang pacaran.
"Nenek nggak tau sayang. Nenek nggak pernah pacaran. Nenek menikah dengan Atuk karena dijodohkan" ujar Mani menjawab pertanyaan absrud yang diberikan oleh Deli kepada dirinya. Nenek tidak menyangka kalau Deli memperhatikan semua itu dengan sangat teliti sekali.
Danu membaca pesan chat balasan dari Vina. Danu tersenyum bahagia membaca balasan pesan chat itu. Vina menunjukkan secara nyata kalau dia sangat bahagia dengan hubungan yang terjalin antara dirinya dengan Danu.
'Aku pastikan akan menyelesaikan semua urusan dengan cepat. Kamu selalu doakan dan tunggu kedatangan aku ya'
Danu mengetik balasan pesan chat yang dikirim oleh Vina kepada dirinya sambil senyum senyum bahagia. Siapapun yang melihat gaya dan ekspresi Danu sekarang ini pasti sudah mengerti dan tahu kalau pria tersebut sedang dalam keadaan jatuh cinta banget.
'Aku berangkat dulu ya. Nanti saat transit akan aku hubungi lagi' pesan chat berikutnya dikirim oleh Danu kepada Vina. Danu memberitahukan kepada Vina kalau pesawatnya sebentar lagi akan lepas landas menuju negara I.
__ADS_1
Vina tidak lagi membalas pesan chat yang dikirim oleh Danu. Vina memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas tangan yang dibawanya kemaren ke kafe. Deli melihat ke arah Vina.
"Ayah akan lepas landas sayang. Bagaimana kalau kita ke kafe Bunda lagi?" ujar Vina berkata kepada Deli yang sekarang sedang duduk di atas pangkuannya.
wajah Deli terlihat sangat sedih. Vina bisa melihat hal itu dengan sangat jelas. Deli benar benar sedih hari ini. Dia semenjak Danu pergi tadi tidak ada berbicara sedikitpun. Dia benar benar diam. Kesedihannya sangat terlihat jelas dari raut wajah Deli.
"Sayang, jangan bersedih gitu. Deli mau Ayah kepikiran Deli terus, setelah itu Ayah tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya?" tanya Vina kepada Deli. Vina tidak mau calon anaknya itu bermuram seperti ini.
Deli mendengar apa yang dikatakan oleh Vina. Deli menggeleng dengan lemah menjawab pertanyaan dari Vina. Deli sebenarnya juga tidak mau bersedih seperti ini, tetapi mau bagaimana lagi, Deli tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ini adalah kali pertama dia berpisah jarak jauh dengan Danu. Kalau di negara I, berpisahpun mereka, mereka tetap bisa saling bertemu kalau ada yang kangen, karena jarak yang dekat. Sedangkan ini jarak mereka sangat jauh. Makanya Deli sangat bersedih.
"Sayang, denger Bunda ya. Deli kan tidam sendirian sayang, ada Nenek, Atuk, Bunda dan juga tante maya. Apa yang Deli sedihkan. Ayah kan janji untuk datang lagi. Sekarang kalau Deli mau menunjukkan rasa sayang Deli kepada Ayah, Deli harus tersenyum" ujar Vina berkata dengan sangat lembut kepada calon anak tirinya yang sedang sangat bersedih karena harus berpisah jarak yang jauh dengan ayahnya.
Deli menganggukkan kepalanya, dia berjanji tidak akan sedih lagi.
" Janganka satu, banyak pun boleh sayang. Apa yang kamu mau sayang?" tanya Vina kepada Deli.
Vina menatap ke arah calon anak angkatnya itu. Vina berusaha untuk mengerti dengan keadaan Deli saat ini. Makanya Vina tidak mau terlalu memaksa Deli untuk melakukan apa yang harus dilakukan oleh Deli yang menurut Vina sangat baik.
"Deli mau bunda peluk Deli selama perjalanan, terus Bunda tidur di mansion Nenek malam ini" ujar Deli mengatakan apa yang diinginkannya kepada Vina.
__ADS_1
Deli sama sekali tidak meminta hal yang aneh aneh kepada Vina. Deli hanya meminta Vina memeluk dirinya dan menginap malam ini di mansion mereka. Vina tersenyum mendengar permintaan dari anaknya itu.
"Baiklah sayang, permintaan Deli Bunda kabulkan. Bunda akan memeluk Deli sampai kafe dan juga akan menginap di mansion kamu sayang" ujar Vina yang tanpa pikir panjang langsung saja mengabulkan apa permintaan yang diajukan oleh Deli kepada dirinya.
Vina tidak menyangka Deli meminta hal sesimpel itu. Padahal tadi dalam bayangan Vina, Deli akan meminta hal hal yang aneh aneh, seperti masakin Deli tiap hari. Tidur berdua dengan Deli. Tetapi ternyata tidak hal itu yang diminta oleh Deli dari dirinya.
"Papi, Mami kita ke kafe Vina dulu ya Mi. Vina mau melihat apa karyawan Maya sudah mulai bekerja atau belum" ujar Vina meminta izin kepada Mami dan Papi untuk bisa ke kafe terlebih dahulu sebelum mereka pulang ke mansion.
"Oke sayang. Kita ke kafe kamu dulu. Kasih aja alamatnya kepada Papi" ujar Papi yang setuju untuk mengantarkan Vina ke kafe sebelum mereka menuju mansion.
Vina mengambulkan apa yang diinginkan oleh Deli. Vina sepanjang perjalanan menuju kafe terus memeluk Deli. Memiliki sudah beberapa kali meminta Deli untuk turun dari pangkuan Vina. Tetapi Vina tidak mengizinkan hal itu. Vina menjawab kalau Deli tidaklah berat, sehingga Vina masih mampu untuk memangku Deli.
"Vina, kalau Papi boleh tahu, kafe yang akan kita datangi ini milik siapa nak?" tanya Papi yang rasa ingin tahu nya sangat besar tentang siapa pemilik dari kafe yang akan mereka kunjungi itu.
"Ooo kafe itu join Vina dengan Maya serta satu lagi sahabat Vina, Papi. Namanya Sari." ujar Vina memberitahukan kepada Papi dengan siapa dirinya join untuk membangun kafe.
"Keren kamu sayang. Diusia segini kamu sudah punya usaha sendiri" ujar Papi memuji kehebatan Vina yang dalam usia semuda itu sudah mau membuka usaha sendiri tanpa bantuan dari uang orang tua.
"Mana ada keren Papi. Itu usaha bertiga, bukan usaha aku sendiri Papi. Kalau udah usaha aku sendiri baru bisa dikatakan keren" ujar Vina masih dengan rendah hatinya mengatakan hal seperti itu. Padahal kalau ditanya saham siapa paling besar di sana, maka jawabannya adalah saham Vina.
__ADS_1
Mobil terus melaju menuju kafe milik Vina. Deli sudah kembali ceria lagi sekarang. Deli sudah tidak mau lagi terus terusan sedih dan membuat Ayah juga menjadi sedih karena memikirkan dirinya.
Mami dan Vina melihat perubahan suasana hati Deli. Mereka sekarang sudah yakin kalau Deli sudah bisa menerima kalau ayahnya memang berjauhan untuk saat ini dengan dia. Tetapi itu semua juga untuk kebaikan Deli ke depannya.