
"Ayah, apa masih jauh kafenya?" tanya Deli kepada Danu yang sekarang sedang mengemudikan mobil dan mengikuti arah yang diberikan oleh pemuda yang duduk duduk di depan ruko ruko tadi.
"Dekat lagi sayang. Setelah lampu merah itu, kita belok kiri, lurus aja. Nanti akan terlihat kafe yang di depannya banyak terparkir motor dan mobil, di situ kafenya" ujar Danu memberitahukan kepada Deli dimana posisi dari kafe yang akan mereka kunjungi itu.
"Oke sip. Deli kira masih jauh. Deli udah nggak sabar lagi mau mencoba makanan dan minuman di kafe tersebut" ujar Deli yang memang tidak sabaran lagi ingin melihat kafe yang sedang viral di negara itu.
Apalagi tadi Deli sempat membuka sosial media dan mencari tahu kafe yang sedang viral. Deli disuguhkan pemandangan kafe yang sangat keren dan cocok untuk kawula muda nongkrong.
"Ayah, bukannya itu kafenya?" ujar Deli menunjuk kafe yang ada di depan mereka.
Mobil mobil dan motor motor terlihat parkir di sana begitu banyak. Danu kemudian memberhentikan mobil miliknya tepat di belakang sebuah mobil hitam.
"Ayuk turun" ujar Danu mengajak Deli untuk turun dari dalam mobil.
"Ayuk Ayah. Deli penasaran dengan apa yang akan disajikan di kafe itu" ujar Deli kepada Danu.
Ayah dan anak itu kemudian bergandengan tangan menuju kafe yang berada dua toko lagi di depan posisi mereka sekarang.
"Ayah ramainya" ujar Deli melihat begitu ramainya kafe yang akan mereka kunjungi.
"Bener sayang. Ntah ada ntah ndak tempat kita duduk lagi di sana" ujar Danu yang pesimis saat melihat keadaan kafe yang sangat ramai pengunjung itu.
"Semoga adalah Ayah, kalau sampai nggak ada," ujar Deli yang sengaja menggantung ucapannya.
"Kalau sampai nggak apa?" tanya Danu kepada Deli.
"Kalau sampai nggak ada, Deli akan tungguin sampai ada Ayah. Deli akan tunggu sampai kita mendapatkan kursi untuk duduk. Kita kan nggak perlu pulang cepat juga" ujar Deli sambil menatap Ayahnya meminta dukungan kalau mereka berdua akan menunggu sampai mereka mendapatkan tempat duduk di kafe viral tersebut.
"Kita udah jauh jauh ke sini Ayah. Mana perut Deli juga sudah lapar lagi. Tambah juga dalam keadaan haus. Makanya Deli tetap akan tunggu sampai Deli mendapatkan tempat duduk" ujar Deli yang tekasnya sudah sangat bulat untuk menunggu sampai dia bisa duduk di kafe itu.
"Selamat datang Tuan. Silahkan masuk" sapa pelayan yang berdiri di depan pintu masuk kafe.
__ADS_1
"Apakah masih ada tempat yang kosong?" tanya Danu kepada pelayan.
"Mari ikut saya Tuan" ujar Pelayan meminta Danu dan Deli untuk mengikuti dirinya masuk ke dalam kafe.
Pelayan kemudian mengantarkan Danu ke tempat yang masih ada bangku kosong di sana. Pelayan mengantarkan Danu ke tempat yang biasa dipakai oleh Vina untuk menghubungi Danu sambil video call.
Danu saat melihat tempat itu tersenyum bahagia. Dia sangat tahu kalau itu adalah tempat Vina biasa melakukan video call dengan dirinya.
"Silahkan dilihat menunya Tuan, Nona" ujar Palayan memberikan menu yang dibawanya kemana mana.
Danu dan Deli membaca daftar menu tersebut. Mereka berdua kemudian memilih menu makan siang yang akan mereka nikmati.
"Dua nasi goreng seafood dan dua pijat kocok" ujar Danu menyebutkan pesanan untuk dirinya dan Deli.
"Tambah tiga piring kentang goreng" ujar Deli menambahkan pesanan untuk dirinya dan Danu.
Pelayan mencatat semua menu yang diinginkan oleh Danu dan Deli. Setelah mencatat semua pesanan, pelayan kemudian berjalan menuju dapur untuk memberikan pesanan tersebut kepada pelayan yang bertugas untuk mengolab masakan.
Deli tadi memang menyaksikan Danu yang senyum senyum sendiri saat mereka masuk ke dalam kafe dan pelayan mengantarkan mereka ke tempat duduk yang ini.
"Sayang, coba Deli perhatikan ini tempat menurut Deli familiar nggak dengan tempat yang sering kita lihat kalau kita video call" ujar Danu berusaha memancing ingatan Deli.
Deli memandang ke sekeliling. Dia memang merasakan pernah melihat tempat itu. Tetapi Deli masih ragu saat apa dia melihat tempat tersebut. Deli berusaha menarik ingatannya kembali.
"Ayah, Deli rasa kita memang pernah melakukan video call dengan orang yang posisi duduknya di tempat Deli duduk sekarang ini. Tetapi siapa ya Yah" ujar Deli yang memang belum bisa memutar memory otaknya dan menemukan siapa yang melakukan video call dengan dirinya di tempat itu.
"Ayolah sayang, emang berapa orang yang melakukan video call dengan kamu" ujar Danu yang sedikit kesal karena Deli pura pura banyak melakukan video call dengan orang lain.
"Hanya satu Ay" belum sempat Deli menyelesaikan kalimatnya, Deli langsung berdur dari kursinya dan berlari menuju tempat utama kafe itu berada.
Danu yang melihat Deli langsung berlari mengejar anaknya itu dari belakang. Danu tidak ingin Deli melakukan suatu hal yang aneh aneh dan membuat mereka berdua diusir dari kafe ini.
__ADS_1
Deli ternyata menuju kasir. Dia berdiri di depan kasir yang sedang menghitung pesanan pembelian secara online.
"Hay Nona kecil, ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan yang menjadi kasir itu.
"Hay juga Nona kasir yang cantik. Apakah bisa membantu saya?" tanya Deli balik kepada kasir.
Danu yang melihat Deli melakukan negosiasi dengan kasir, memilih berhenti di depan pintu dan melihat apa yang aka dilakukan oleh anak gadisnya itu.
"Apa yang bisa saya bantu Nona kecil? Kalau saya bisa pasti akan saya bantu" lanjut kasir menjawab permintaan dari Deli.
"apa kamu kehilangan orang tua kamu Nona kecil?" lanjut kasir bertanya kepada Deli yang terlihat kebingungan itu.
"Tentu tidak Nona kasir yang cantik. Tapi aku sedang mencari seseorang di kafe ini. Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan dia selain saat dia dan aku melakukan panggilan video" ujar Deli mulai menyampaikan tujuannya bertanya kepada kasir tersebut.
"Wow apakah dia karyawan di kafe ini?"ujar kasir tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Deli.
"Ya, dia memang karyawan di sini" ujar Deli menjawab pertanyaan dari kasir.
"Oh kalau begitu akan gampang sekali mencari dirinya. Kamu bisa ikut saya kalau begitu" ujar Kasir yang akan membantu Deli.
"Tapi aku harus serahkan dulu bagian kasir ini kepada teman aku. Kamu tunggu di sini sebentar Nona kecil" ujar kasir meminta Deli untuk menunggu dirinya sebentar.
"Oke Aku akan menunggu di sini Nona kasir yang baik hati dan sangat cantik sekali" ujar Deli memuji kasir dengan begitu banyaknya kata kata indah yang diberikan oleh Deli kepada dia.
Kasir kemudian melakukan pembicaraan dengan temannya itu. Setelah itu kasir kembali kepada Deli yang sedang duduk di sebuah kursi di dekat meja kasir.
"Oke mari kita cari dia. Karyawan di sini tidaklah banyak. Jadi akan gampang kita mencari dia" ujar kasir yang dengan semangat dan rela nya membantu Deli untuk mencari orang yang dikatakan oleh Deli tadi.
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kafe. Kasir dan Deli berjalan bergandengan tangan mencari orang yang dikatakan oleh Deli tadi.
Apakah Deli akan bertemu dengan Vina di sana?Bersambung kakak.
__ADS_1