Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Ranti Murka


__ADS_3

Setelah mengatakan hal yang membuat kedua resepsionist mau membantu dirinya. Iwan langsung saja mematikan sambungan video call itu. Dia tidak mau menjadi bahan olokan oleh kedua sahabatnya. Iwan sudah bisa membayangkan takdir apa yang akan menimpa dirinya saat dirinya masih tetap bertahan untuk melakukan panggilan video dengan dua sahabatnya tersebut.


"Bisa habis gue di olok olok mereka" ujar Iwan setelah meletakkan kembali ponsel miliknya di tempat yang seharusnya.


"Gue sudah bisa membayangkan , mereka berdua pasti sedang kesal karena gue mematikan panggilan secara sepihak" ujar Iwan sambil menghidupkan mobil miliknya yang baru di ganti tahun kemaren dengan mobil yang lebih keren.


Iwan kemudian melajukan mobil menuju rumah miliknya yang baru dibeli dua bulan yang lalu dari hasil kerja kerasnya selama ini menjadi seorang arsitek selama tahunan semenjak masih zaman mengenyam kuliah di universitas ternama di negara I yang berhasil mencetak para arsitek arsitek handal yang diakui oleh dunia.


Tiba tiba ponsel Iwan berdering. Dia melihat kalau Danu dan Ivan sedang melakukan panggilan video. Danu terlihat menambahkan Iwan untuk melakukan panggilan video bertiga.


"nah benerkan ya, mereka berdua penasaran dan ingin membully gue." kata Iwan saat melihat panggilan video itu.


"Mana mau gue angkat" lanjut Iwan sambil menahan tawanya melihat panggilan yang dilakukan tersebut.


Danu kembali melakukan panggilan video dengan Iwan. Tetapi Iwan kembali tidak mengangkat panggilan tersebut. Danu yang pada akhirnya bosan, akhirnya menyerah dengan apa yang dilakukan oleh Iwan. Iwan tetap dengan kekeh tidak akan mengangkat panggilan itu.


Ivan melajukan mobil dalam kecepatan sedang. Dia kali ini menikmati perjalanannya menuju rumah. Dia mengemudikan mobil sambil bersenandung kecil. Iwan melihat kalau jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Sudah waktu untuk istirahat bagi semua karyawan perusahaan.


"Gue lihat dia melalui cctv ah. Apa dia marah marah atau masih tetap tenang" ujar Iwan yang ingat kalau ponsel pintar miliknya itu tersambung langsung dengan cctv yang ada di ruangan kerja mereka.

__ADS_1


Suatu antisipasi yang dilakukan oleh Ivan untuk melihat kalau ada orang yang berniat merusak atau melakukan hal hal yang negatif di dalam ruangan kerja mereka. Makanya setiap ponsel orang orang yang berada di ruangan itu, memiliki akses untuk melihat cctv yang berada di dalam ruangan.


DALAM RUANGAN DANU


Ranti terlihat mondar mandir dalam ruangan kerja itu sendirian. Dia benar benar tidak mengetahui kalau dirinya sudah terkuci di dalam ruangan tanpa bisa dibuka dari dalam kalau tidak memakai kunci yang  hanya dimiliki oleh Danu, Iwan dan Ivan sebagai pemilik ruangan tersebut. Minimal pintu ruangan itu bisa terbuka kalau seseorang menekan tombol yang berada di bawah meja resepsionis yang hanya diketahui oleh resepsionis tombol yang mana untuk pintu yang mana.


"Gila tu orang benar benar nggak datang ke perusahaan" ujar Ranti yang sudah tidak terhitung berapa kalinya duduk di sofa setelah berjalan melihat melalui jendela ruangan atau melihat ke arah pintu masuk yang ternyata masih tertutup rapat dan sama sekali tidak ada tanda tanda orang mau membuka pintu dari luar.


Ranti kemudian mengeluarkan ponsel miliknya, dia menekan nomor yang sudah di hafal oleh dirinya, karena sudah ribuan kali menelpon nomor itu semenjak kasus peceraiannya naik ke persidangan sesuai dengan keinginan dari Danu. Siapa lagi kalau bukan pengacara yang sekarang juga menjadi selingkuhan Ranti. Pengacara kondang yang terkenal sangat doyan dengan para kaum wanita yang kesepian dan memilih untuk berurusan dengan dirinya.


"Sayang, kamu di mana?" tanya Ranti kepada pria yang sekarang menjadi kekasihnya itu.


"Sayang sebelum aku menjawab pertanyaan yang kamu ajukan, aku minta kamu untuk menutup dokumen yang kamu baca terlebih dahulu. Setelah itu, baru kamu berbicara dengan aku"


Ranti sengaja meminta kekasihnya itu untuk menutup dokumen yang sedang dibaca oleh dirinya. Ranti mau, kalau pusat pikiran dan fokus kekasihnya itu hanya kepada dirinya saja. Tidak terbagi dengan dokumen dokumen yang harus di baca oleh kekasihnya itu.


"Haha haha haha haha, kamu sangat hafal sedang ngapain aku sekarang ternyata sayang. Aku memang sedang membaca dokumen dokumen yang harus aku selesaikan dalam waktu cepat" jawab kekasih Ranti yang tertawa mendengar apa yang diminta oleh Ranti kepada dirinya.


Dia bangga kepada Ranti yang mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh dirinya pada saat ini. Pekerjaan yang setumpuk membuat dirinya harus melakukan semuanya dalam waktu yang bersamaan. Dalam arti kata dalam satu otak ada dua pekerjaan yang harus dilakukan oleh pengacara kondang itu. Satu menyimak apa yang akan dikatakan oleh kekasihnya, sedangkan yang satu lagi harus memahami dokumen yang sedang dibacanya itu. Kedua pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi untuk dilakukan secara bersamaan.

__ADS_1


"Sayang, ayolah tutup dulu dokumennya. Aku mau cerita sama kamu sayang" lanjut Ranti berusaha membujuk kekasihnya itu supaya mau menutup dokumen dokumen yang sedang dibacanya dengan teliti karena dokumen dokumen itu adalah dokumen dokumen pekerjaannya untuk menyelesaikan permasalahan para client seperti Ranti.


"Tapi sayang" ujar kekasih Ranti yang masih keberatan untuk menutup dokumen yang sedang dibaca oleh dirinya.


"kalau kamu nggak mau nutup. Maka jatah untuk nanti malam nggak akan dapat" ujar Ranti memberikan ancaman yang paling menakutkan kepada kekasihnya itu.


Ancaman itu merupakan ancaman yang paling ampuh yang bisa dilakukan oleh Ranti pada saat ini. Ranti sangat tahu bagaimana kebutuhan itu bagi pria yang sedang dikencaninya ini.


"Oke oke sayang, aku akan tutup semua dokumen ini" ujar kekasih Ranti yang tidak mau dirinya di rong rong terus oleh Ranti untuk menutup dokumen dokumen pekerjaannya itu.


"keren" ujar Ranti dengan nada bangga karena kekasihnya mau mengikuti apa yang dikatakan oleh dirinya sebentar ini.


Kekasih Ranti yang bernama Anggara itu menutup dokumen yang sedang dibacanya dengan berat hati. Tetapi demi dapat jatah untuk melam nanti, dia terpaksa harus melakukan hal itu, menuruti semua keinginan Ranti. Anggara tidak mau kasurnya dingin nanti malam, Anggara ingin kasurnya panas seperti malam malam sebelumnya.


"jadi, apa kamu sudah menutup semua dokumen itu sayang?" tanya Ranti kepada Anggara.


Ranti sebenarnya sudah mengetahui kalau Anggara sudah menutup semua dokumen yang ada di atas mejanya. Tetapi Ranti ingin Anggara mengatakan kepada dirinya secara langsung kalau Anggara memang sudah menutup semua dokumen dokumen tersebut.


"Sudah sayang. Aku sudah menuruti keinginan dirimu sayang. Aku tidak mau ranjang dingin nanti malam" kata Anggara dengan nada pasti menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ranti kepada dirinya.

__ADS_1


'Ini anak sudah mengetahui kelemahanku' ujar Anggara dalam hatinya


__ADS_2