Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Penyelesaian Masalah


__ADS_3

"Jangan menangis. Katakan apa yang mau kamu katakan kepada Bunda" ujar Vina yang sebenarnya tidak tega melihat Deli yang menangis seperti itu.


Ingin rasanya Vina menghapus air mata Deli. Tetapi kalau itu dilakukan oleh Vina maka sama saja dengan Vina mengajarkan Deli untuk kembali cengeng dan tidak mempertanggung jawabkan apa yang telah di perbuat oleh dirinya.


Hal itu juga akan membuat apa yang dilakukan oleh Sari menjadi sia sia belaka. Deli akan tetap menjadi anak yang egois. Anak yang segala keinginannya harus diikuti oleh Vina dan semua orang yang dirasa oleh Deli sangat sayang kepada dirinya. akhirnya tujuan dari Sari tidak akan sampai.


Deli mengusap air matanya, Deli berjuang supaya air matanya tidak menetes kembali. Dia harus bisa kuat dan tidak membuat Bunda, Mami dan juga Tantenya itu menjadi bersedih karena Deli tidak bisa menjadi anak yang kuat dalam menghadapi semua permasalahan yang ada.


'Aku harus bisa berhadapan dengan Bunda tanpa menangis. Masalah yang berat saja aku bisa, masak yang ini tidak. Apalagi aku yakin Bunda sangat mencintai dan menyayangi aku' kata Deli dalam hatinya memberikan semangat kepada dirinya sendiri untuk bisa sekuat batu karang dan pohon kelapa seperti yang dikatakan oleh Tante Sari sebelum ini.


'Aku harus bisa. Aku nggak boleh lemah. Aku harus bisa membanggakan semua orang' kata Deli memberikan semangat kepada dirinya untuk bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi ke depannya. Dia harus bisa melakukan hal itu dengan sebaik baiknya. Dia ingin membanggakan kedua orang tuanya juga keluarga besarnya yang lain.


"Bunda"


Deli kembali memanggil Vina. Deli berharap kali ini Vina mendengar panggilannya dan menjawab panggilan tersebut.


"Apa Deli?" ujar Vina sambil melihat ke arah Deli yang dari tadi sebenarnya sudah empat kali memanggil Vina.


"Bunda, Deli mau minta maaf kepada Bunda karena Deli sudah berbuat sesuatu yang membuat Bunda harus meninggalkan pekerjaan Bunda" kata Deli sambil melihat ke arah Bunda.


"Terus?" ujar Vina menanggapi perkataan dari Deli.


Deli menatap ke arah Vina. Deli tidak menyangka kalau Vina akan memberikan tanggapan dengan kata Terus saja. Deli mengira Vina akan menjawab dengan panjang lebar, ternyata tidak sama sekali.


"Apa Bunda mau memaafkan Deli?" tanya Deli sambil melihat ke arah Vina kembali.


"Emang Deli ada salah sama Bunda?" tanya Vina kepada anak angkatnya itu.

__ADS_1


" ada Bunda Dely banyak salah sama Bunda hari ini" kata Deli sambil menunduk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Vina.


"Emang salah apa kalau boleh Bunda tahu?" tanya Vina yang masih dengan suara tegasnya bertanya kepada Deli.


"Banyak Bunda" jawab Deli


"Bisa bantu Bunda untuk mengatakan apa saja kesalahan Deli hari ini?" Vina melanjutkan pertanyaan yang diberikannya kepada Deli


" yang paling penting adalah Deli telah memaksa Bunda untuk datang ke kafe Padahal bunda sedang banyak kerjaan" jawab Deli sambil menatap ke arah orang tuanya tersebut


" terus?" tanya hina kepada anaknya itu


" Deli pakai acara merajuk Kepada Bunda padahal bunda sedang banyak kerjaan di perusahaan sehingga tidak bisa menepati janji Bunda kepada Deli"


" Selanjutnya lagi Deli tidak bisa mengerti dengan keadaan pekerjaan Bunda yang sedang banyak"


Deli mengatakan semua kesalahan yang dirasakan oleh dirinya dan yang telah dilakukan oleh Dolly kepada Vena sebagai Bundanya saat ini


" terus dari sekian banyak kesalahan Deli yang telah deli perbuat kepada Bunda, apa yang akan dilakukan selanjutnya?" kata Vina bertanya kepada Dewi tentang apa yang akan dilakukan oleh Deli saat dirinya telah mengakui sekian banyak kesalahan yang telah diperbuat oleh Deli saat ini


" Deli mulai hari ini tidak akan memaksakan kehendak Deli kepada Bunda saat bunda sedang sibuk bekerja."


" Deli juga berjanji akan memahami kesibukan Bunda yang juga harus bekerja di perusahaan"


Deli mengatakan apa yang akan dilakukan oleh dirinya kedepannya. Deli tidak akan lagi mendesak apa yang diinginkan oleh dirinya Harus terlaksana atau dipenuhi oleh orang yang dituju oleh Deli.


" Jadi sekarang Deli maunya apa?" kata Vina sambil menatap ke arah anak gadisnya itu

__ADS_1


" sekarang Deli hanya mau Bunda memaafkan Deli dan juga memberi Deli kesempatan untuk berubah sesuai dengan apa yang harus Deli dilakukan sesungguhnya" ujar Deli yang sudah mendapatkan apa yang benar-benar diinginkan oleh dirinya dan juga apa yang diinginkan oleh semua orang yang menyayangi Deli


" anak bunda keren. Bunda sangat yakin Deli pasti bisa mewujudkan apa yang dipikirkan saat ini. Bunda dan yang lainnya pasti akan membantu Deli untuk mewujudkan supaya Deli terlahir menjadi anak yang tangguh dan bisa membawa nama baik keluarga" kata Vina sambil menatap ke arah anak perempuannya itu


" Jadi pada intinya Bunda memaafkan Deli begitu?" kata Deli dengan wajah sumringah karena Vina sudah mau berkata dengan baik kepada dirinya.


"Sayang, sekarang Bunda tanya sama kamu, apa ada orang tua yang nggak mau memaafkan anaknya?"


Vina balik bertanya kepada Deli. Vina ingin Deli berkata dan menjawab jujur pertanyaan yang diberikan oleh dirinya kepada Deli.


"Nggak Bunda. Mana ada orang tua yang ingin anaknya berdosa. Lagian setiap orang tua pasti sayang dengan anaknya. Bagaimanapun anaknya pasti orang tua tetap akan memaafkan anaknya." jawab Deli dengan tegas menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Vina kepada dirinya.


"yup benar. Setiap orang tua pasti akan memberikan maaf kepada anak anaknya. Bagaimanapun kesalahan yang dibuat oleh anak mereka, pintu maaf orang tua selalu terbuka" kata Vina memberikan wehangan dan nasehat kepada Deli tentang bagaimana sebenarnya menjadi seorang wanita.


"Makasi Bunda. Deli sangat senang mendengar jawaban yang Bunda berikan. Deli sangat bahagia Bunda mau memaafkan Deli" lanjut Deli menjelaskan kepada Vina bagaimana perasaannya saat ini disaat Vina memaafkan dirinya.


Vina mengangguk kepada Deli. Vina juga sangat senang saat membuat anaknya menjadi senang.


"Apa Deli boleh memeluk Bunda?" tanya Deli sambil menatap ke arah Vina


Vina merentangkan tangannya lebar lebar. Vina menerima dengan sangat luar biasa seorang Deli yang merupakan anak satu satunya.


Deli langsung berlari memeluk Bundanya itu. Pelukan yang sudah sangat lama dirindukan oleh Deli.


"Bunda, Deli janji akan jadi anak lebih baik lagi" kata Deli sambil sesegukan menangis di pelukan bundanya itu.


"Deli janji nggak akan jadi anak yang egois lagi" lanjut Deli menangis semakin menjadi jadi.

__ADS_1


"Iya sayang. Bunda ngerti dan paham. Bunda akan bantu Deli supaya jadi anak lebih baik lagi" mata Vina sambil mengusap usap punggung Deli yang menangis tersebut.


__ADS_2