Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Makan Siang #


__ADS_3

Maya yang baru saja sampai di lobby apartemen langsung menuju supermarket yang ada di sebelah apartemen itu. Maya berjalan kaki saja menuju supermarket yang berjarak sangat dekat dengan gedung apartement. Dia akan membeli beberapa kebutuhan untuk membuat makan siang spesial di apartemen Ivan. Maya sangat antusias sekali untuk memasak menu makan siang kali ini. Dia sudah lama tidak memasak makan siang untuk Ivan dan yang lainnya. Sehingga kesempatan ini dipergunakan dengan sangat baik oleh Maya untuk menyiapkan makanan kesukaan Ivan.


Maya membeli kangkung, telur puyuh, serta buah buahan. Maya juga mengambil bubuk puding. Dia berencana membuat puding mangga sebagai makanan penutup makan siang mereka. Setelah membeli yang dibutuhkan oleh Maya untuk memasak, Maya kemudian pulang kembali ke apartemen. Dia akan mulai memasak.


Maya membuka pintu apartemen. Dia berharap kedua sahabatnya itu sudah bangun dan sudah memakan sarapannya. Tetapi harapan tinggal harapan, Vina dan Sari masih saja tertidur seperti orang sudah meninggal.


Maya akhirnya memilih untuk membangunkan kedua wanita itu. Kedua wanita yang masih bergelung dalam selimut. Menikmati tidur pagi mereka.


"Vina, Sari gempa" teriak Maya membangunkan kedua wanita yang terlihat sedang tertidur enak itu.


Vina dan Sari yang sebenarnya udah bangun langsung duduk menatap Maya yang berbohong.


"Bohong loe" ujar Vina sambil ngelempar bantal ke wajah Maya.


"Terpaksa. Molor aja loe berdua. Itu sarapan udah dingin. Sana makan. Gue mau masak, karena Ivan dan yang lainnya akan makan siang di sini. Kalian bersih bersih sana bauk" ujar Maya berlalu menuju dapur.


Maya akan memasak ikan pesmol, Ayam bakar, cah kangkung, capcay dan puding mangga serta cake pisang, jangan lupa kerupuk udah kesukaan Ivan. Menu makan siang yang sangat lengkap akan disajikan oleh Maya.


Vina kemudian melihat jam dinding kamar yang telah menunjukkan pukul sepuluh pagi.


"Gilak lama banget gue tidur" ujar Vina saat memastikan jam berapa dia bangun.


" Hahahahaha, baru sadar dia kalau lama tidur" Ujar Sari.


Mereka berdua kemudian bangun dan membasuh wajahnya ke kamar mandi. Setelah itu mereka berdua menuju meja makan.


"Loe udah sarapan May?" tanya Vina yang melihat Maya sedang serius memasak di dapur.


"Udah. Loe berdua siap ini beresin rumah aja. Biar gue yang masak." kata Maya memberikan instruksi kepada Vina dan Sari.


"Sip" jawab Vina dan Sari kompak.


Mereka berdua kemudian sarapan dengan nasi goreng dan yang lainnya hasil dari olahan tangan Maya yang terkenal lezat memasak apapun.


Setelah mereka selesai sarapan, Vina dan Sari kemudian membersihkan rumah. Sari mendapat bagian membereskan kamar. Sedangkan Vina membereskan bagian ruang makan sampai depan pintu apartemen.


Mereka bertiga bekerja sama membersihkan apartemen Ivan yang setiap hari sebenarnya ada yang datang untuk membereskan apartemen itu.


Setelah Vina selesai membereskan bagian apartement yang merupakan jatah dia. Vina menuju dapur.


"Masak apa May?" tanya Vina yang sudah berada di dapur.

__ADS_1


Maua menyebutkan masakan apa yang akan di buatnya. Vina memikirkan ada yang kurang dalam menu makanan yang akan dibuat oleh Maya itu.


"May, kita bikin sambal dabu dabu gimana? Biar lengkap menunya" ujar Vina memberikan usulan untuk menambahkan sambal dabu dabu dalam masakan yang akan dibuat oleh Maya.


"Wah setuju Vin. Loe yang bikin ya" ujar Maya.


"Sip" jawab Vina.


Vina kemudian membuat sambal dabu dabu. Vina membuat dengan semangat olahan sambal dabu dabu favoritnya itu. Akhirnya setelah berkutat dengan sambal dabu dabu selama setengah jam. Sambal itu akhirnya selesai.


"Apa yang harus gue bantu lagi?" tanya Vina kepada Maya, sambil meletakan sambal dabu dabu di meja mini bar.


"Puding mangga. Puding mangga loe lebih lezat dari yang biasa gue bikin" ujar Maya sambil terus berkonsentrasi memasak olahan ikan pesmol yang sedang dibuatnya.


"Siap" ujar Vina yang memang sangat jago memasak puding mangga.


Vina mulai mengupas buah mangga. Dia akan menggunakan jus mangga asli untuk puding nya itu. Vina kembali mulai beraksi membuat olahan puding mangga.


Sari yang juga telah selesai membereskan kamar Ivan, menuju dapur. Dia akan membantu kedua sahabatnya itu, walaupun sebenarnya dia tidak bisa apa apa untuk urusan dapur. Minimal mengupas dia masih bisa dan menyelamatkan jarinya dari luka akibat pisau.


"Ada yang bisa gue bantu?" tanya Sari kepada Maya dan Vina.


Maya takut Sari lupa mengirim pesan kepada Juan untuk makan siang bersama mereka.


"Udah. Kata Juan oke." ujar Sari yang memang sudah menghubungi Juan tadi.


"Aku bantu apaan?" tanya Sari kembali saat melihat Vina dan Maya sudah sibuk di dapur.


Sari kurang ahli di bagian dapur perdapuran. Makanya dia lebih suka membuka buah atau yang lainnya.


"Buka dan potong buah aja Sar." ujar Maya memberikan Sari pekerjaan.


Sebenarnya Sari sudah bisa menebak apa yang akan disuruhkan kepadanya. Tetapi Sari masih juga ingin bertanya.


Sari kemudian mengambil buah yang baru saja di beli oleh Maya. Sari kemudian mengupas kulit buah dan memotongnya menjadi potongan yang bisa sekali makan saja. Sari menata setiap potongan buahnya agar tidak tercampur menjadi satu. Setelah selesai dengan potongan buah. Sari membereskan meja makan yang kecil itu.


"Kayaknya meja makan ini nggak muat untuk kita rame rame makan siang nanti." ujar Sari sambil menatap nanar meja makan bujangan itu.


"Makan di karpet aja Sar. Lebih seru" ujar Maya memberikan ide.


"Sip.Berarti lesehan ala ala kita gitukan ya?" uajr Sari menterjemahkan ide Maya.

__ADS_1


"Yup" jawab Maya.


Sari kemudian meminggirkan kursi dan meja milik Ivan. Setelah itu dia mulai menaruh piring dan gelas. Saat Sari sedang sibuk, bell apartemen Ivan berbunyi. Sari membukakan pintu apartemen. Ternyata Juan yang datang bersama Jeri.


"Sayang" ujar Sari mencium tangan Juan.


"Kamu dari Bandara?" tanya Sari saat melihat Juan sudah bersama Jeri.


"Iya sayang, tapi besok mau ke negara U. Jadi, pengurusan penerbangan harus aku lakukan. Nah saat kamu ngirim chat aku sedang sama Jeri. Makanya aku bawa sekalian aja Jeri ke sini" ujar Juan menceritakan dia dari mana barusan.


"Kamu sama Jeri duduk di balkon gih. Biar aku buatkan jus. " ujar Sari sambil melangkah ke arah dapur untuk mengambilkan jus buat Juan dan Jeri.


Juan dan Jeri menuju balkon. Mereka berdua akan duduk di sana, dan akan membahas tentang pesawat milik CT Grub.


"Hay Vin, May" Sapa Juan dan Jeri berbarengan.


"Hay. Makan siangnya belum jadi, tunggu di balkon aja." jawab Maya.


Sedangkan Vina sibuk dengan puding mangganya yang sudah set dan tinggal di tata aja.


Sari mengambilkan jus untuk Juan dan Jeri.


"Sari, potong aja kue yang tadi untuk pengganhal perut Juan dan Jeri. Kasihan mereka baru pulang dari Bandara." ujar Vina meminta Sari untuk memotong kue yang tadi dibuat olehnya.


"Boleh?" tanya Sari menatap Vina.


"Ya ampun Sari, emangnya itu kue buat apa cobak kalau nggak buat dimakan. Mau dijadikan jimat" ujar Vina yang sedikit tersenyum mendengar pertanyaan Sari.


Sari kemudian memotong cake pisang yang dibuat oleh Vina. Setelah itu Sari membawa ke balkon apartemen.


"Sayang, Jeri, minum dulu." ujar Sari mempersilahkan Juan dan Jeri untuk menikmati kue dan jus yang dibawanya dari dapur.


"Sayang aku lanjut kerja bentar ya" ujar Sari.


"Jangan capek capek" ujar Juan berpesan.


Sari tersenyum. Dia kemudian kembali masuk ke dalam apartement melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


Tepat pukul setengah dua belas, semua makanan sudah siap dibuat oleh Vina dan Maya. Sari sudah meletakkan semuanya di atas karpet.


Juan dan Jeri tetap mengobrol di balkon. Mereka akan menunggu kedatangan Ivan dan Iwan dari kantor. Tadi Ivan sudah memberi kabar ke Maya kalau mereka sudah jalan.

__ADS_1


__ADS_2