Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
perjalanan menuju Mansion Ivan


__ADS_3

" Mami Oh mami"


Deli memanggil Maya yang sedang berkonsentrasi membawa mobil karena begitu banyaknya pengemudi yang memakai Jalan pada hari ini


" perasaan jadi lihat sekarang ramai sekali orang yang memakai jalan ya Mi"


Demi berkata kepada Maya saat Maya melihat ke arah dirinya dan kembali lagi fokus ke jalanan yang cukup padat tersebut.


"Ya sangat ramai sayang. Makanya Mami sangat serius saat mengemudikan mobil. Mami takut kita nabrak sayang" jawab Maya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Deli sambil melirik sekilas ke arah Deli.


"oke Mam kalau begitu, aku nggak akan bertanya lagi." kata Deli sambil tersenyum ke arah Maya yang memang sangat berkonsentrasi dalam mengemudikan mobil.


"Maafin Mami ya sayang. kamu menikmati pemandangan aja dulu ya. Kamu kan belum pernah ke rumah Om Ivan. Kamu akan menyaksikan pemandangan yang sangat wow sayang" kata Maya memberitahukan kepada Deli bagaimana indahnya pemandangan yang akan mereka nikmati nanti saat perjalanan sudah masuk ke desa.


"Deli nggak sabaran lagi Mami. Ayo cepat Mami biar Deli bisa cepat melihat keindahan alam itu" ujar Deli dengan bersemangat menjawab perkataan dari Maya tadi.


"Jangan ngebut ngebut sayang. Kamu mau kita pindah tidur?" ujar Maya sambil menatap anak perempuannya itu.


"Nggak. Ngerilah masak pindah tidur" ujar Deli yang menolak apa yang dikatakan oleh Maya sebentar ini kepada dirinya.


"Makanya nggak usah ngebut"


Maya menolak keinginan Deli untuk memacu lebih cepat mobil yang dikendarai oleh dirinya.


"oke Mami sip. Kita tidak akan mengebut. Sekarang yang penting menikmati pemandangan yang ada" ujar Deli yang setuju untuk tidak membawa mobil dalam kecepatan tinggi.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai oleh Mata melaju dalam kecepatan sedang. Sehingga Deli bisa menikmati pemandangan yang disajikan oleh alam.


"Sayang, kamu siap? kita akan masuk daerah pedesaan. sebentar lagi kita akan disuguhi keindahan alam yang tiada duanya." kata Maya memberitahukan kepada Deli apa yang akan mereka saksikan sebentar lagi.


"Wow aku akan menikmatinya Mami. Mami jangan bawa aku ngobrol ya. Aku nggak mau ngobrol dengan Mami dulu" kata Deli yang mengingatkan Maya untuk tidak mengajak dirinya mengobrol selama mereka melewati daerah tersebut.


"tenang aja sayang. Mami nggak akan mengajak kamu ngobrol kok. silahkan kamu menikmati pemandangan yang ada" kata Maya sambil melihat ke arah Deli yang sedang melihat fokus ke arah luar.


Deli menikmati pemandangan yang luar biasa indah itu. Pemandangan yang disajikan oleh alam kepada dirinya. Pemandangan yang nggak akan mungkin dilewati oleh siapapun yang datang ke tempat ini. Pemandangan yang sungguh luar biasa keren.


"Mami ini bener bener keren pemandangannya" ujar Deli saat mereka melewati kebun anggur yang sedang berbuah dan terlihat mengundang ingin di petik.


"Apa kita bisa singgah di kebun anggur itu Mi?" tanya Deli yang sudah tidak sabaran lagi ingin memetik buah anggur yang sedang berbuah lebat tersebut.


"Bisa sayang. Tapi tidak sekarang. Kita akan bawa Bunda dan Tante Sari ke sini untuk memetik buah anggur tersebut" jawab Maya yang sekarang sudah bisa mengobrol dengan Deli karena mereka sudah masuk ke jalan desa yang pengemudi tidak terlalu banyak dari pada saat mereka di jalanan kota tadi.


"Aku yakin kalau Bunda pasti tidak akan menolak keinginan aku ini" kata Deli yang sangat yakin kalau Bundanya pasti tidak akan menolak apa yang diinginkan oleh Deli.


Deli sangat mengerti bagaimana seorang Vina kepada dirinya. Vina tidak akan menolak apa yang diinginkan oleh Deli.


"Haha haha haha. Kamu sangat tahu bagaimana Bunda kamu ke kamu ya sayang" kata Maya sambil tersenyum kepada Deli saat mendengar bagaimana percaya dirinya Deli mengatakan hal itu kepada Maya.


"Taulah Mi. Bunda itu sangat sayang sama Deli" jawab Deli dengan nada bangga karena sudah berhasil memiliki seorang Bunda seperti teman temannya yang lain.


" Tentu iya sayang Bunda kamu sangat sayang sama kamu" kata Maya sambil memperkuat apa yang telah dikatakan oleh Deli sebentar ini kepada dirinya

__ADS_1


" Kenapa Mami bisa berkata seperti itu?" tanya Deli lebih lanjut Karena penasaran dengan kalimat persetujuan yang diberikan oleh Maya kepada dirinya


" kamu tidak melihat sayang, bagaimana terpuruknya Bunda kamu itu saat mengetahui kalau Ayah kamu masih terikat pernikahan dengan wanita tersebut"


Maya mulai menceritakan kepada Deli, tentang bagaimana keadaan Vina, saat Vina mengetahui tentang siapa dan bagaimana status Danu saat itu


" Deli memang tidak melihat secara langsung Bagaimana keadaan Bunda saat itu. tetapi Deli bisa merasakan Bagaimana kecewanya Bunda saat Bunda mengetahui status ayah" jawab Deli yang memang tentu saja merasakan apa yang dirasakan oleh Vina pada saat Vina tahu status dan pernikahan Danu saat itu


" sebenarnya pada saat itu Deli ingin bertemu dengan Bunda tetapi sayangnya kami semua tidak mengetahui keberadaan Bunda di mana" kata Deli melanjutkan cerita yang sedang dibaginya kepada Maya


" Sayang apa boleh Mami bertanya kepada kamu?" kata Maya sambil melihat ke arah Deli sesaat


" boleh Mami mau tanya apa" kata Deli sambil melihat ke arah Maya


" Apa benar kalau waktu Bunda Vina pergi dari negara kita, Ayah kamu sempat mencari Bunda Vina sampai-sampai meminta orang-orangnya untuk mencari Bunda Vina ke manapun"


Maya sengaja bertanya kepada Deli untuk mengorek kebenaran cerita yang diceritakan oleh Ivan kepada dirinya tentang bagaimana keadaan Danu saat ditinggal pergi oleh Vina Tanpa kabar berita atau pesan apapun


" benar itu mami. malahan Ayah sampai tidak ingat makan serta tidak masuk-masuk kantor selama lebih kurang 6 bulan."


Deli memberikan jawaban kepada Maya dengan jawaban yang sebenar-benarnya. sesuai dengan keadaan yang terjadi pada saat itu. kejadiannya Kalau boleh dari memilih untuk tidak terjadi dalam kehidupan ayahnya.


deli dengan mata kepalanya sendiri menyaksikan bagaimana hancurnya hati seorang laki-laki saat ditinggal pergi oleh kekasih hatinya. apalagi wanita itu sebaik Bunda Vina.


" sejujurnya ya Mami, Deli saat itu sangat kasihan melihat kondisi ayah yang seperti kehilangan kendali dan kehilangan arah saat mengetahui kalau Bunda Vina sudah pergi dari negara kita."

__ADS_1


" hal yang paling membuat Ayah Terpukul adalah, Ayah sama sekali tidak tahu ke negara mana akan mencari Bunda Vina untuk menjelaskan tentang keadaan pernikahan yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangga ayah dan wanita itu"


Maya yang mendengar kalau Deli memakai kata ganti wanita itu melihat dan bisa merasakan bagaimana sakit hatinya seorang anak kepada ibu kandungnya sendiri sampai-sampai sang anak tidak ingin memanggil ibu kandungnya itu dengan sapaan Bunda mama atau mami sekalipun. malahan Deli lebih memilih memakai kata ganti wanita itu untuk menunjukkan kalau yang dimaksud oleh Deli adalah Ranti ibu kandungnya sendiri


__ADS_2