
"Ada apa Van, kok kelihatan, sepertinya pembicaraan ini akan berjalan dengan serius sekali. Apa yang akan kamu bicarakan dengan Ayah" ucap Ayah sambil menatap ke arah Ivan.
Iwan ikut ikutan melihat ke arah Ivan saat Ayah menatap ke arah Ivan. Kelakuan latah dari seorang Iwan juga sudah kumat kembali. Iwan melakukan hal itu secara terus menerus sampai sampai membuat Ivan kadang jengkel sendiri dengan kelakuan Iwan yang satu itu.
"Memang benar serius Ayah, aku aja sampai nggak tau mau mulai dari mana. Ini permalsalahan nggak aku sangka bisa melebar kemana mana" ujar Ivan menjawab pertanyaan dari Ayah dengan gaya khasnya yang terkadang jatuhnya sedikit lebay dan membuat siapapun yang mendengar menjadi sedikit muak dan ingin muntah.
Ayah dan Iwan yang mendengar jawaban yang diberikan oleh Ivan, langsung menatap ke wajah Ivan dengan tatapan tajam.
Ayah dan Iwan sama sekali tidak mengerti kenapa Ivan bisa menjawab pertanyaan Ayah dengan jawaban seperti itu.
Ayah memandang ke arah Iwan meminta Iwan memberikan kode kepada Ayah. Tetapi Iwan memberikan celengan kepalanya kepada Ayah. Iwan memang tidak mengerti apa yang akan dibicarakan oleh Ivan kepada Ayah pada saat ini. Mereka berdua hanya bisa menunggu Ivan untuk mulai bertanya kepada Ayah.
"Ya udah Van tanya aja apa yang mau kamu tanya. Ayah pasti akan menjawab semua pertanyaan yang kamu ajukan." ucap Ayah yang juga penasaran dengan apa yang akan ditanyakan oleh Ivan kepada dirinya.
"Ayah pastikan, ayah akan menjawab pertanyaan yang memang ayah tahu jawabnnya dan ayah mengerti dengan apa yang akan kamu tanyakan" lanjut Ayah menerangkan kepada Ivan bagaimana cara Ayah akan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ivan kepada dirinya.
"Begini Ayah, Bang Iwan" ucap Ivan yang kemudian menceritakan cerita dan informasi yang diperoleh oleh dirinya dari Frans.
Ivan menceritakan semuanya kepada Ayah dan Iwan. Ivan sama sekali tidak ada menutup nutupi informasi apa yang diperoleh oleh dirinya dari Frans. Semua diceritakan dengan gamblang dan pas.
"Jadi, maksud kamu, kedua orang tua dari Anggara tidak akan setuju Anggara menikah dengan Ranti begitu?" ujar Ayah kembali bertanya dan menekankan informasi yang diperolehnya dari cerita yang diceritakan Ivan.
"Ya Ayah, kedua orang tua Anggara sekarang sedang mencari tahu siapa Ranti dan apa kebiasaan dari Ranti." jawab Ivan kembali menekankan informasi yang diperolehnya dari Frans.
"Jadi intinya keluarga Anggara atau keluarga Wijaya mencari tahu siapa Ranti sebenarnya?" ucap Iwan yang kali ini bertanya kepada Ivan.
"Ya gitulah intinya." jawab Ivan.
__ADS_1
"Terus yang mau kamu tanyakan kepada Ayah sekarang apa Van?" kata Ayah yang sampai sekarang memang belum mendengar pertanyaan yang aka diajukan oleh Ivan kepada dirinya.
Ayah berbicara ke Ivan sambil membetulkan posisi duduknya. Ayah ingin langsung melihat ke arah Ivan dan tidak terhalang dengan hal apapun.
"Jadi begini Ayah. Ayah kan sempat mengatakan kalau pernah kenal dengan Anggara itu. Apa Ayah tahu seperti apa keluarga Wijaya tersebut?"
Ivan yang sudah pusing mencari data dari keluarga Wijaya akhirnya menggunakan Ayahnya untuk mendapatkan informasi yang diinginkan oleh Ivan.
"Ayah memang sempat kenal dengan Anggara Van. Tetapi untuk dengan keluarga Wijaya maaf Ayah sama sekali tidak kenal." jawab Ayah sambil melihat ke arah Ivan.
"Yah" ujar Ivan yang kaget mendengar jawaban yang diberikan oleh Ayahnya kepada dirinya.
"Aku kira Ayah kenal dengan yang namanya keluarga Wijaya" kata Ivan yang harapannya langsung pupus karena dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban apa apa dari Ayah.
"Kenapa penting sekali Van?" kali ini Iwan yang bertanya kepada Ivan.
"Penting Bang. Kalau keluarga Wijaya sampai tahu latar belakang Ranti, maka bisa dipastikan mereka tidak akan mengizinkan anak satu satunya, pewaris tunggal Wijaya grub menikah dengan Ranti" kata Ivan menjelaskan kepada Iwan apa yang menjadi landasannya Ivan sangat ingin tahu tentang keluarga Wijaya.
Ayah dan Iwan menyimak apa yang dikatakan oleh Ivan itu. Mereka berdua sekarang menjadi sangat paham dengan maksud perkataan dari Ivan. Mereka memang tidak akan bisa duduk tenang kalau keluarga Wijaya mengetahui siapa Ranti sebenarnya.
"Benar apa yang dikatakan oleh Ivan itu Wan. Kalau keluarga Wijaya sampai tahu tentang Ranti. Gimana masa lalu Ranti, pasti mereka tidak akan mengizinkan Ranti untuk menikah dengan Anggara" kata Ayah yang sangat setuju dengan pendapat yang dikemukakan oleh Ivan kepada mereka berdua.
"Kamu bayangkan aja, mana mungkin keluarga Wijaya mau mempertaruhkan nama besar keluarganya dengan mengambil menantu dengan kaliber seperti Ranti ini" lanjut Ayah lagi sambil mengambil gelasnya yang sudah kosong.
"Bener Ayah, nah sekarang yang aku pikirkan efek dari rantai domino ini, Ranti pasti tidak akan mau bercerai dengan Danu lagi. Mana mau dia tidak punya suami." ujar Ivan membeberkan pendapat keduanya tentang efek dari keingintahuan keluarga Wijaya terhadap siapa Ranti.
"Bener juga kamu Van, mana mungkin Ranti mau bercerai dengan Danu." Iwan memberikan tanggapannya terhadap apa yang dikatakan oleh Ivan.
__ADS_1
"Tapi bisa jadi juga Ranti tetap mau bercerai. Ranti kan memang udah bosan dan muak dengan Danu" kata Ayah yang menyambar perkataan dari Ivan dan Iwan.
"Mana ada dia bosan Ayah"
Ivan sangat tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya itu. Ivan tetap yakin kalau Ranti pasti tidak akan mau bercerai dengan Danu kalau hubungannya dengan Anggara tidak terjalin.
"Kemari susah" jawab Ayah
Mereka kemudian sibuk dengan pemikirannya masing masing. Antara mereka bertiga sama sekali tidak ada saling mengobrol antara satu dengan yang lainnya.
"Hay kenapa diam aja?" ujar Ayah saat melihat Ivan dan Iwan terdiam lama.
"Masih mikirin hal yang sama Ayah. Kemana aku harus mencari informasi tentang keluarga Wijaya" ucap Ivan yang sampe sekarang tidak tahu harus mencari informasi kemana tentang keluarga Wijaya.
"Ayah tolonglah cari info tentang keluarga Wijaya" kata Ivan meminta Ayah untuk tetap mencarikan informasi tentang keluarga Wijaya.
"Oke sip nanti akan Ayah coba cari tahu lewat kawan Ayah ya" kata Ayah mengabulkan permintaan anak laki lakinya itu yang sangat peduli dengan saudaranya.
"makasi Ayah. aku nunggu info dari Ayah saja lagi ya. Aku nggak tau harus cari info dari mana lagi. Semua situasi udah aku obrak abrik tapi hasilnya tetap sama. Aku nggak bisa menemukan tentang keluarga Wijaya. Mereka benar benar menyembunyikan profil keluarga mereka" ujar Ivan menceritakan hasil dari usahanya untuk menemukan data tentang keluarga Wijaya.
"oke Ayah akan bantu sebisa ayah" jawab Ayah
"Kalau begitu aku masuk ke kamar dulu Ayah" ujar Ivan.
Ayah mengangguk setuju. Ivan dan Iwan kemudian masuk ke dalam kamar Ivan. Ivan akan kembali melanjutkan pencariannya.
Ivan akan menukar arah pencarian nya sekarang. Dia tidak akan fokus kepada keluarga Wijaya. Tetapi sebaliknya
__ADS_1