
Ivan mengetuk pintu mension tersebut. Mami yang sedang berada di dapur mendengar suara pintu yang diketuk oleh seseorang dari luar. Mami kemudian meminta seorang pelayan yang berada di dekat pintu utama mension untuk pergi membuka pintu tersebut terlebih dahulu.
Pintu utama mesion terbuka dengan lebar Ivan melihat seorang pelayan membukakan pintu tersebut untuk dirinya.
"Maaf tuan muda. Tuan mencari siapa?" tanya pelayanan kepada Ivan yang terlihat berdiri di depan pintu mension yang terbuka tersebut.
"Saya mencari Nona Sari. Apakah Nona Sari ada di dalam?" kata Ivan menyebutkan keperluannya datang ke mension besar tersebut.
"Nona Sari ada di dalam Tuan. Silakan masuk, saya akan panggilkan Nona Sari terlebih dahulu." kata pelayan menjawab apa yang dikatakan oleh Ivan tadi. Kalau Ivan datang untuk mencari Sari yang sekarang sedang beristirahat di kamarnya.
Ivan kemudian masuk ke dalam Mansion. Mami yang melihat ada seorang pria muda yang datang berjalan menemui Ivan. Betapa kagetnya Mami saat melihat siapa pria yang datang tersebut.
"Ivan!!!!!" ujar Mami kaget saat melihat pria yang datang tersebut adalah Ivan salah satu staf Danu di perusahaan.
"Selamat malam Mami" kata Ivan menyapa Mami yang datang dari arah dapur menemui dirinya yang sekarang sedang duduk di ruang tamu Mansion besar tersebut.
"Kamu kok bisa sampai di Mansion ini Van" ujar Mami yang kaget melihat Ivan yang bisa sampai ke Mansion mereka.
Sari yang berada di dalam kamar sedang berjalan turun menuju ruang tamu untuk menemui Ivan yang katanya sudah sampai di Mansion.
"Kakak" teriak Sari yang langsung berlari turun dari lantai dua mansion untuk menemui Ivan yang sedang duduk bersama dengan mami di ruang tamu mension tersebut.
"Jangan lari-lari Sari Nanti kamu jatuh" kata Ivan sambil berteriak melarang Sari untuk berlari turun menuju tempat dia sedang duduk.
Mami yang mendengar apa yang dikatakan oleh Ivan dan Sari memandang ke arah mereka berdua dengan tatapan Tolong jelaskan kepada Mami ada apa ini.
__ADS_1
Papi yang mendengar Sari berteriak memanggil kakak langsung keluar dari dalam kamarnya. Papi juga menuju kursi tamu tempat di mana Ivan Mami dan Sari duduk sekarang.
Papi menatap tidak percaya ke arah pria muda yang berdiri di depannya saat sekarang ini. Papi yakin kalau dia adalah Ivan anak dari adik kandungnya sendiri.
"Ivan itu kamu Nak" ujar Papi bertanya kepada Ivan sambil menatap ke wajah pria muda yang ada di depannya saat ini.
"Iya papi ini adalah Ivan, kakak Sari" kata Sari menjawab apa yang ditanyakan oleh papi kepada Ivan.
Mami yang mendengar apa yang dikatakan oleh Sari menatap heran ke wajah Ivan pria yang selama ini datang ke rumahnya bersama dengan anak kandungnya sendiri. Tetapi sayangnya, Mami tidak mengetahui kalau pria yang terus bersama anaknya itu adalah anak kecil yang sering digendong-gendongnya sewaktu Ivan masih bayi dulu.
"Jadi kamu Ivan, anak dari paman" tanya Mami yang sudah tidak bisa lagi mengatakan hal apa-apa karena Mami begitu bahagianya bisa bertemu dengan Sari dan Ivan kembali.
"Iya Mami aku adalah Ivan. Maafkan aku karena tidak berkata jujur kepada Mami dan Papi saat aku ke rumah waktu itu" kata Ivan meminta maaf kepada Papi dan Mami karena dia tidak jujur mengatakan siapa dirinya sebenarnya kepada Papi dan Mami.
Mami yang tidak menyangka kalau Ivan adalah anak dari adik iparnya itu langsung memeluk Ivan dengan sangat erat. Mami sangat bahagia pada hari ini dia menemukan Sari dan juga menemukan Ivan sekaligus.
Kebahagiaan yang sama sekali tidak bisa ditutupi oleh Mami dan Papi karena telah berhasil menemukan Ivan dan Sari sekaligus.
"Kamu belum makan malam kan Nak?" tanya Mami yang ingat kalau Ivan pasti belum makan malam, karena perjalanan dari ibukota ke mension saja memakan waktu lebih kurang dua jam perjalanan. Mami sangat yakin sekali kalau Ivan pasti belum makan malam.
"Belum mami perut Ivan lapar sekali sekarang" Jawab Ivan ya memang sama sekali belum sempat Makan malam setelah mengantarkan Maya ke rumah terlebih dahulu.
"Kamu mengobrol dulu dengan Papi dan Sari dulu ya. Mami akan buatkan makan malam spesial untuk kamu. Menu yang paling kamu sukai waktu kecil dulu" kata mami yang semangat untuk membuat makanan kesukaan Ivan. Mami kemudian menuju ke daerah kekuasaannya kembali yaitu dapur. Mami akan membuat menu makanan kesukaan Ivan.
Papi, Ivan dan Sari kemudian melanjutkan obrolan masa kecil mereka. Sari belum sama sekali membicarakan tentang perusahaan kepada Ivan.
__ADS_1
"Jadi, Kak Danu masih belum mengingat kejadian sebelum kecelakaan itu Pih" tanya Ivan yang kaget saat dia mendengar Papi mengatakan kalau Danu masih belum mengingat semua kejadian sebelum kecelakaan naas di pabrik anggur tersebut.
"Sama sekali belum nak. Tapi kami sekarang sudah pasrah aja lagi dengan apa yang akan terjadi. Kami tidak akan memaksa Danu untuk mengingat semua kejadian itu" kata papi yang sudah mengikhlaskan semua kejadian yang menimpa Danu.
"apa Papi sudah melakukan apa yang dikatakan oleh manajer itu dulu" tanya Ivan kepada Papi
Ivan ingat sebuah ide yang dikatakan oleh manajer kepada Mami. Waktu itu Manajer tersebut mengatakan hal itu di dekat Ivan dan Sari.
"sudah nak tapi sama sekali tidak ada angsurannya" ujar Papi menjawab pertanyaan dari Ivan.
" Mungkin Bang Danu memang ditakdirkan untuk tidak mengingat semua kejadian sebelum kecelakaan itu terjadi" ujar Ivan yang tidak ingin membuat Papi dan mami bersedih dengan apa yang ditanyakannya tentang keadaan Danu
" Iya nak makanya kami hanya diam saja lagi. Kami tidak ingin membuat Danu semakin tertekan dengan apa yang terjadi kepada dirinya. Rasanya sudah cukup penderitaan yang ditanggung oleh Danu" kata tapi dengan nada sedih menjawab pertanyaan dari Ivan.
" tidak satu-satu masalah yang harus dihadapi oleh Danu mulai dari Dia kehilangan ingatan. Kemudian rumah tangganya dengan Rantu yang tidak sesuai harapan. Terakhir Vina yang juga sempat kabur dan tidak menemui dirinya, serta tidak mengangkat panggilan dari dia. tapi akhirnya Danu bisa menemukan Vina kembali" kata papi mengatakan apa saja penderitaan yang sedang dialami oleh Danu
" Semoga dengan bertemunya, Danu dengan Vina kembali. Danu bisa mengambil kesempatan ini Pih. Aku tidak yakin kalau sempat Danu tidak mengambil kesempatan ini Vina akan tetap mau dengan dia" ujar Ivan mengatakan apa yang dapat ditarik Ivan dari semua kejadian antara Danu dan Vina.
"Papi juga mengharapkan hal itu Van. Papi berharap Danu menyelesaikan perceraiannya dengan Ranti dan menikahi Vina apalagi saat melihat Deli yang sangat akrab dengan Vina. Papi semakin yakin kalau Deli akan bahagia saat Danu menikah dengan Vina" ujar Papi sambil melihat ke arah Ivan dan Sari bergantian.
Mami ternyata telah selesai memasak semua menu kesukaan Ivan.
" pending dulu ya temu kangennya kita makan dulu" ujar Mami mengajak semua anggota keluarganya untuk makan malam bersama.
Deli yang sudah tertidur tidak dibangunkan oleh Mami. Mami membiarkan saja Deli untuk beristirahat setelah lelah melakukan kegiatan sepanjang hari.
__ADS_1