Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Keputusan Danu


__ADS_3

Frans seperti melihat senar gitar yang mau putus dari wajah wajah ketiga sahabatnya yang sekarang jelas jelas terlihat panik tersebut. Wajah wajah yang terlihat sangat menyayangi Deli dengan sepenuh hati mereka. Frans yang melihat hal itu tidak tega untuk mengatakan kalau peluang mendapatkan Deli menjadi hak asuh di tangan Danu sudah habis.


"apa yang harus kami lakukan Frans?" tanya Danu.


"Gue akan melakukan semuanya Frans. Terpenting Deli di tangan gue" lanjut Danu yang sudah tidak sabaran lagi untuk mengetahui apa yang harus dilakukan oleh dirinya.


"Gampang, tapi ini memang di luar kemauan kita." ujar Frans berkata sambil menatap kearah ketiga sahabatnya itu bergantian.


"Apa Bang? Jangan bikin penasaran" ujar Ivan yang sudah tidak sabaran lagi ingin mengetahui rencana apa yang masih tersisa untuk menyelamatkan Deli dari tangan Ranti. Walaupun Deli ternyata bukan kopanakan sedarahnya, tetapi Ivan sudah menganggap kalau Deli adalah anak kandung dari Danu.


"Kita harus membawa balik Deli ke sini, dan meminta Deli untuk menjadi saksi di persidangan." ujar Frans memberitahukan jalan apa yang harus mereka tempuh kalau masih tetap memenangkan hak asuk Deli, saat Ranti mengetahui kalau Deli bukan anak kandung dari seorang Danu.


Danu, Iwan dan Ivan termenung saat mendengar apa yang dikatakan oleh Frans kepada mereka bertiga. Mereka tidak menyangka kalau Ivan akan mengatakan hal itu.


"Apa tidak ada cara lainnya lagi Bang?" tanya Ivan mewakili pertanyaan yang akan diajukan oleh Danu kepada Frans.


"Nggak ada Van. Itu adalah senjata terakhir kita." ujar Frans menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ivan kepada dirinya.


Danu yang mendengar jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Ivan kepada Frans, langsung saja menatap ke arah Frans.


"Apa tidak ada lagi cara selain membawa Deli ke persidangan?" tanya Danu yang tidak ingin Deli masuk ke dalam arena persidangan perceraian antara Papi dan Maminya itu.


"Tidak ada Danu." jawab Frans meyakinkan Danu kalau memang tidak ada cara yang lain lagi untuk bisa memenangkan persidangan kalau Ranti mendapatkan bukti tentang kalau Deli bukan anak kandung dari Danu, melainkan anak antara hubungan Ranti dengan pria yang lainnya.


"Gue sangat nggak mau membawa dia kepersidangan Frans" ujar Danu mengatakan apa yang dirasakan oleh dirinya.

__ADS_1


"Ya gue paham, tapi nggak ada jalan lain."


"Atau loe mau kehilangan Deli?" ujar Frans bertanya kepada Danu dengan pertanyaan yang pada dasarnya jawabannya sudah diketahui oleh Frans.


"Nggak" jawab Danu dengan nada pasti


"Gue nggak akan mau kehilangan dia. Bagi gue dia adalah kehidupan gue" lanjut Danu menjelaskan kepada Frans kalau dia sangat sangat tidak mau kehilangan anaknya itu.


"Nah karena itulah, kita akan menjadikan Deli sebagai saksi kalau itu dibutuhkan tetapi kalau tidak maka kita tidak perlu menghadirkan Deli" ujar Frans memberikan penjelasan lebih lanjut kepada Danu.


Ivan terlihat sedang berpikir keras. Ivan sebenarnya juga tidak mau menjadikan Deli menjadi saksi dan harus hadir di persidangan, itu akan memberikan dampak yang buruk bagi anak perempuan itu.


"Apa yang loe pikirin Van?" tanya Iwan kepada Ivan


Iwan dari tadi memperhatikan Ivan yang terlihat berpikir dengan keras tersebut,


"Boleh banget Van. Apa yang loe pikirin?" tanya Frans kepada Ivan.


Frans sangat tertarik dengan gaya bicara dan juga analisa analisa yang diberikan oleh Ivan kepada dirinya. Analisa analisa yang sama sekali tidak terpikirkan oleh Frans, kalau seorang arsitek seperti Ivan bisa memikirkan hal seperti itu.


"Bang, apa tidak bisa, panitia atau siapa kek dari pengadilan datang ke negara U untuk mewawancarai atau mencari informasi dari Deli?" ujar Ivan memberikan solusi kepada Frans.


"Bener juga itu Frans. Apa tidak bisa panitia atau hakim datang ke negara U untuk menayai Deli di sana tentang apa saja yang ingin diketahui oleh hakim?" kali ini Iwan menambangkan dan memperkuat apa yang dikatakan oleh Ivan kepada Frans.


"Atau bang pake media zooooom aja bagaimana?" lanjut Ivan memberikan alternatif lain kepada Frans.

__ADS_1


Frans mendengar semua alternatif yang diberikan oleh Ivan kepada dirinya. Frans memikirkan semua itu dengan saksama.


"Frans kenapa loe diam lagi? Apa tidak mungkin dua alternatif itu dilakukan?" ujar Iwan yang sudah tidak sabaran lagi mendegar jawaban yang akan diberikan oleh Frans kepada mereka semua.


"Mungkin saja, gue akan coba ajukan pendapat Ivan ke pengadilan. Mana tahu mereka akan setuju dengan apa yang gue usulkan itu" kata Frans menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Iwan.


"Kapan loe akan ke pengadilan?" ujar Iwan sambil melihat ke arah Frans.


"Besok pagi" jawab Frans dengan mantap mengatakan kapan dia akan ke pengadilan untuk menyerahkan semua bukti bukti dan juga berkonsultasi tentang saksi atas nama Deli yang masih berusia kecil dan tinggal di negara U.


"Oke, apa perlu loe gue temani?" ujar Iwan bertanya sesuatu yang tidak semestinya ditanyakan oleh seoran Iwan kepada Frans yang permainannya sudah di pengadilan setiap harinya.


"Haha haha haha, pertanyaan loe nggak ada lagi yang lebih bermutu Bang?" ujar Ivan yang langsung tertawa mendengar apa yang ditanyakan oleh Iwan kepada Frans.


"Nggak tau lagi apa yang mau gue tanyain" jawab Iwan sambil melihat ke arah Ivan.


Mereka kemudian terdiam sejenak. Mereka sama sekali tidak tahu akan membahas tentang masalah apa lagi. Mereka berempat hanya diam saja.


"Baiklah Frans, gue menyerahkan semua permasalahan perceraian gue ke elo. Gue juga menyerahkan masalah Deli ke elo. Apapun itu gue akan siap berjuang untuk anak gue" lanjut Danu berkata kepada Frans.


Danu menyerahkan semuanya kepada Frans. Bagi Danu sekarang apapun jalannya dia akan berjuang untuk mendapatkan hak asuh Deli.


"Sekalipun Deli harus masuk ke pengadilan untuk memberikan kesaksian?" ujar Frans bertanya kepada Danu.


"Ya sekalipun Deli harus ke pengadilan untuk memberikan kesaksian akan gue izinkan. Malahan gue sendiri yang akan menjemput Deli ke negara U untuk memberikan kesaksian atas semua kejadian yang menimpa dirinya dari kecil" kata Danu meyakinkan Frans kalau dia akan melakukan semua cara untuk bisa mendapatkan dan memenangkan hak asuh Deli.

__ADS_1


"Baiklah sudah diputuskan Deli akan menjadi saksi kunci dalam sidang perceraian Danu dengan Ranti" ujar Frans menyimpulkan isi pertemuan mereka siang sampai dengan sore hari ini.


"Mari kita pulang" ujar Ivan yang sangat bersyukur akhirnya Danu bersedia memberikan izin bagi Deli untuk masuk ke dalam persidangan kalau Deli diminta menjadi saksi dalam kasus perceraian kedua orang tuanya.


__ADS_2