Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Kota P


__ADS_3

Sesampainya di kamar hotel, Vina memposting beberapa fhotonyo dengan Sari saat mereka melakukan pencarian terhadap Maya di kabupaten Pes. Provinsi SB Pulau S. Vina sengaja menandai nama Maya di postingan tersebut. Vina bahkan memberi caption fhoto yang dia posting dengan tulisan, mencari seseorang yang sedang healing dan ikut ikutan healing.


Sari yang juga sedang memegang ponsel miliknya, langsung melihat notifikasi dari fhoto yang di upload oleh Sari sebentar ini.


"Loe upload fhoto Vin?" tanya Sari sambil melihat fhoto yang diupload Vina di media sosialnya.


"Yup, sengaja gue lakuin biar Maya melihat postingan gue." ujar Vina yang tau sifat gila sosial media dari sahabatnya yang satu itu.


"Tapi captionnya yang tidak nahan ini Vin." ujar Sari yang menahan tawanya membaca caption yang diberikan Vina pada foto yang diunggahnya.


"Biarin aja Sar. Sebelum ini gue memang sangat sedih dan marah sama Ivan karena Maya pergi karena dia tidak balas pesan chat dari Maya. Tapi setelah gue balik balik ke belakang, memang kesalahan pertama datang dari Maya, sudah jelas Ivan marah saat mendengar kita akan naik bus malam, eee Maya malah membiarkan Ivan pergi" ujar Vina yang sudah kembali bisa berpikiran normal.


"Sekarang saat Ivan yang marah dan karena alasan yang seharusnya di terima Maya, eee malahan Maya kabur dan tidak mengaktifkan ponsel miliknya. Permasalahan Maya dengan Ivan tidak separah masalah gue dengan Danu." lanjut Vina.


Sari hanya mendengarkan saja apa yang dikatakan oleh Vina. Sari sama sekali tidak ada membantah atau menjeda selagi Vina meluapkan segala rasa yang sedang ditanggungnya sekarang ini.


"Seandainya kita bertemu kembali dengan tu anak, gue akan ngomong serius dengan dia." ujar Vina dengan tatapan mata yang penuh keyakinan.


Vina teringat kalau hanya berupa postingan saja, maka Vina tidak akan mengetahui apakah Maya melihat fhoto yang diuploadnya atau tida. Jadi, Vina mengambil sebuah fhoto dan menjadikannya sebagai sebuah story di semua media sosialnya.


"Loe jadikan story?" tanya Sari.


"Yup. Loe jadikan aja, terus tandai kita semua yang pergi." ujar Vina yang memang sudah menandai semua orang yang pergi dan juga Maya yang tidak ikut dengan mengatakan minus Maya.


Sari melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Vina. Sari malahan menjadikan foto dirinya dengan Juan sebagai latar belakang story.

__ADS_1


Vina dan Sari menunggu sesaat, mereka berdua tidak merasakan kantuk karena sudah lama tertidur saat dari Baga Homestay menuju laight house cafe tempat mereka makan malam, setelah itu dari laight house cafe menuju kota P, mereka kembali tertidur, makanya sekarang rasa kantuk tidak mendatangi mereka.


Sari melihat siapa saja yang telah melihat story yang dia buat. Karena pertemanan Sari yang sudah menjapai batas, makanya Sari membutuhkan waktu yang agak lama untuk melihat siapa saja yang telah melihat storynya itu.


"Lama kali Sar." ujar Vina melihat Sari menatap layar ponselnya.


"Banyak Vin, udah lima ratusan lebih, makanya harus di baca satu satu. Coba tengok punya loe, mana tau udah ada Maya melihat storynya." ujar Sari yang masih terus menatap dan membaca satu persatu nama nama temannya yang telah melihat storynya tadi.


"Ketemu Vin." ujar Sari sambil memperlihatkan nama Maya yang memang telah melihat story dari Sari.


"Chat lewat pesan sosial media loe" ujar Vina dengan semangat memerintahkan Sari untuk mengirim pesan chat kepada Maya.


'Maya, loe dimana?' bunyi pesan chat yang dikirim oleh Sari kepada Maya.


Tetapi pesan yang dikirim oleh Sari tidak berupa centang yang latar bulatnya berwarna ke Maya, hanya centang dan latar bulatnya masih transparan.


"Punya loe ada di lihat oleh Maya?" tanya Sari kepada Vina.


Vina menggeleng, Maya memang sama sekali tidak melihat story yang dikirim oleh Vina ke semua sosial media milik Vina.


"Dari tiga sosial media yang gue upload, tidak satupun dia melihat story yang gue bagikan ataupun postingan yang gue kirim." ujar Vina.


Vina dan Sari kemudian terlentang di atas ranjang, mereka menjadikan tangan menjadi bantalan kepala, mereka berdua menatap jauh menembus begitu banyak lantai lantai dari HS Hotel.


"Ini bener bener luar biasa." ujar Sari.

__ADS_1


"Apanya yang luar biasa Sar?" tanya Vina yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Sari.


"Ya luar biasa, liburan yang sangat luar biasa. Besok saat kita kembali ke perusahaan maka kita akan kerja lembur bagai kuda. Non stop dan nggak akan bisa pulang cepat lagi." ujar Sari yang sudah bisa membayangkan beberapa banyaknya dokumen yang harus dibaca dirinya dan juga Vina.


"Bagaimana kalau salah satu dari kita pulang terlebih dahulu kenegara U?" ujar Vina memberikan solusi yang menurutnya itu yang terbaik.


"Nggak usah aja. Kita berdua akan menyelesaikan semua pekerjaan. Kita berdua kan yang sama sama mengambil kesepakatan untuk liburan. Jadi, kita berdua juga yang akan menanggung resiko dari lamanya liburan yang kita ambil." ujar Sari lagi sambil tersenyum meyakinkan Vina.


"Oke" jawab Vina singkat.


"Tidur lagi Vin, gue udah ngantuk, besok kita harus ke kota B kembali mencari Maya, syukur syukur kalau Maya nginap di Hotel HS, jadi gampang cari atau di hotel besar lainnya. Kalau dia tidur di hotel kecil, maka akan luar biasa susah mencari Maya. Seperti mencari jarum ditumpukan jerami." ujar Sari sambil mulai memajamkan matanya dan memiringkan badannya ke sebelah kiri.


"Loe duluan aja, gue masih belum mengantuk." kata Vina.


Sari sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Vina, Sari sudah langsung tertidur saat dia selesai mengatakan kalimat terakhir yang diucapkannya. Vina kemudian mengambil ponsel miliknya. Dia harus mengirimkan pesan chat kepada Maya.


"Loe kayak gini terus akan menghancurkan gue Maya." ujar Vina dengan nada pelan.


Vina mencari di pesan sosial medianya nama Maya.


'Maya, loe pengen menghancurkan karier pekerjaan gue di negara U dengan pergi seperti ini, kalau memang iya selamat loe berhasil' pesan chat pertama yang dikirim oleh Vina kepada Maya.


'Sekarang terserah loe May. Gue marah sama loe tidak akan pernah bisa, karena Gue sudah berjanji kepada kedua almarhum orang tua loe untuk mejaga loe selamanya. Jadi, kalau loe masih anggap gue saudara loe, bisa tidak untuk loe pulang dan temui gue baik baik' bunyi pesan chat berikutnya.


'Gue hanya minta loe berbesar hati untuk menemui kami besok di kota B. Kalau tidak maka loe akan bersiap siap mendengar gue mundur dari perusahaan CT Grub.' pesan chat ketiga yang dikirim oleh Vina

__ADS_1


'Mau loe baca atau tidak pesan chat gue, yang penting gue udah ngomong ke elo May. Sekarang semua ditangan loe' pesan terakhir chat yang dikirim oleh Vina


Setelah puas mengirimkan semua apa yang dirasakan oleh dirinya kepada Maya. Vina kemudian memilih untuk beristirahat mengikuti Sari yang sudah berada di alam mimpinya saat ini.


__ADS_2