Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Kegalauan Deli


__ADS_3

Deli yang melihat Vina dari tadi hanya menangis saja dan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dirinya menjadi sedikit panik dengan keadaan itu.


"Bunda, bunda kenapa?"


"Bunda jangan bikin panik Deli, Bunda. Bunda kenapa? Jawab pertanyaan dari Deli Bunda"


Deli mulai panik melihat Bunda kuenya sama sekali tidak memberikan respon apapun kepada dia saat Deli bertanya keadaan Bunda kuenya itu.


Vina masih terus memeluk Deli. Dia sama sekali tidak melepaskan pelukannya dari anak tirinya tersebut.


"Bunda jangan kayak gini Bun. Ada apa Bunda? Atau Deli harus nelpon Ayah supaya Bunda nggak kayak gini lagi?" kata Deli yang sudah kehabisan akal dengan tingkah Bundanya itu.


Vina yang tersadar karena Deli mengatakan kata ayah langsung melepaskan pelukannya dan menatap ke arah calon anaknya itu.


"Jangan katakan sama ayah" ujar Vina sambil melirik ke arah Deli.


"Bunda kenapa?"


Deli mengulang pertanyaan yang sama kepada Vina.


"Bunda mendengar semua yang kamu katakan tadi di depan cermin sayang. Bunda yakinkan sama kamu kalau Bunda nggak akan membuat kamu bersedih sayang"


Vina akhirnya mengatakan apa yang didengarnya saat Deli berbicara di depan cermin saat dia memakai gaun yang dipilihkan oleh Vina untuk dipakainya hari ini.


"Sayang, Bunda janji Bunda akan selalu memerhatikan dan peduli sama kamu sayang. Kamu nggak boleh meragukan hal itu sayang. Bagaimanapun juga kamu adalah sosok yang paling berarti bagi Ayah dan juga Bunda"


Vina mengatakan semua itu kepada Deli sambil bercucuran air mata. Vina benar benar tidak menyangka kalau Deli akan bisa mengatakan hal sesedih itu saat ini.

__ADS_1


"Saat Bunda sudah menikah dengan Ayah, Bunda nggak akan membiarkan kamu mengurus hidup kamu sendirian atau membiarkan kamu diurus oleh orang lain. Bunda akan langsung turun tangan untuk mengurus kamu sayang" Lanjut Vina mengatakan dan menjawab semua permintaan yang dikatakan oleh Deli tadi di depan cermin.


"Bunda berjanji kepada kamu, bahwasanya kebahagiaan kamu adalah hal utama yang akan kami berdua lakukan. Bunda nggak akan membiarkan kesedihan datang menghampiri kamu sayang."


"Bagi Bunda dan Ayah kebahagiaan kamu adalah prioritas kami. Setelah itu barulah hal hal yang lainnya" kata Vina meyakinkan anaknya itu kalau Deli tidak sendiri lagi di dunia sekarang.


"Kamu tahu sayang? Selama ini kamu nggak pernah sendirian. kamu selalu dijaga oleh Kakek dan Nenek. Kamu selalu dijaga oleh Ayah dan juga kedua oom ganteng kamu itu. Om Ivan dan Om Iwan."


"Kamu seharusnya bangga memiliki mereka semua. Mereka itu rela mati demi kamu sayang. Jadi, walaupun Bunda kamu seperti itu tetapi kamu punya keluarga hebat yang lainnya. Mereka adalah orang orang yang akan selalu berada di depan untuk melindungi kamu sayang"


"Kamu jangan pernah ragukan mereka. Cinta pertama mereka adalah kamu. Baru yang lainnya"


Vina memberikan pengertian kepada Deli bagaimana setiap orang menyayangi putri kecil itu dengan sepenuh hati dan siap berkorban untuk kebahagiaan yang diinginkan oleh Deli.


"Tapi Bunda, Deli juga ingin kasih sayang dari seorang Bunda yang selama ini nggak Deli dapatkan" kata Deli mengatakan apa yang sudah ditahannya selama ini kepada Vina.


"Deli mau ngomong sekarang kepada Bunda. Karena Bunda udah anggap Deli seperti putri Bunda"


Delapan mengatakan semuanya kepada Vina bagaimana perasaannya serta harapannya kepada Vina supaya Vina bisa mengabulkan harapannya itu.


harapan seorang putri kecil yang dari lahir tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu yang seharusnya di dapatkan nya untuk bekal Deli dewasa.Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Deli. Deli tidak pernah merasakan usapan lembut dari wajud wanita yang dikatakan dan dianugrahkan dengan sebutan Bunda untuk bisa mendidik dan menyayangi dengan tulus buah hatinya.


Maya yang ternyata menguping pembicaraan antara ibu dan anak itu, langsung saja membuka pintu kamar Vina.


Vina dan Deli yang mendengar pintu kamar mereka terbuka dari luar langsung melihat ke arah pintu kamar tersebut. Vina dan Deli penasaran melihat siapa yang akan masuk, dan sama sekali tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.


Ternyata yang masuk adalah Maya. Vina dan Deli langsung merubah raut wajahnya yang tadinya kesal karena pintu terbuka tanpa meminta izin dulu, menjadi raut wajah biasa saja saat bertemu dengan Maya.

__ADS_1


Maya berlari memeluk Deli. Hal itu membuat Vina dan Deli menjadi kaget dengan hal apa yang dilakukan oleh Maya kepada Deli.


"sayang, kamu tidak sendirian sayang. Ada Mami Maya yang juga akan selalu ada untuk kamu saat Bunda atau siapapun saja tidak bisa menemani kamu sayang" kata Maya yang ternyata sangat sedih mendengar apa yang dikatakan oleh Deli dan Vina saat mereka berdua menumpahkan unek unek dan pemikiran yang bergelayutan di kepala mereka saat ini.


"kamu tahu sayang, kamu di atas dunia ini menjadi seorang anak dan seorang cucu yang paling berbahagia."


Maya memberikan suntikan semangat kepada Deli yang tadi sempat down karena mengingat perlakuan ibu kandungnya yang sama sekali tidak memandang Deli sebagai anak kandungnya yang lahir dari rahimnya sendiri bukan lahir dari rahim orang lain.


"Kenapa bisa begitu Mami?" kata Deli penasaran dengan ucapan yang diberikan oleh Maya kepada dirinya.


"bukannya kalau tidak punya Bunda itu yang sedih ya Mami?" Deli melanjutkan pertanyaannya yang membuat Maya menatap ke arah Vina.


Vina tersenyum dengan pertanyaan yang diberikan dan diajuka oelh Deli kepada Maya.


"Sayang, siapa bilang orang nggak punya Bunda itu orang yang nggak bahagia? Mereka salah sayang" lanjut Maya menjelaskan kepada Deli berapa beruntung nya Deli dibandingkan anak anak yang sekarang seusia dengan Deli.


"kamu tahu nggak sayang. kamu itu dikelilingi oleh orang orang baik yang rela berbuat apapun untuk kamu"


"Seperti yang dikatakan Bunda tadi. kami semua siap mati untuk kamu. jadi kamu jangan pernah bersedih lagi."


"Punya nggak punya Bunda, kamu akan tetap menjadi tuan putri terbaik yang kami punya" kata Maya melanjutkan memberi motivasi kepada Deli.


"jadi Mami Maya sayang banget sama Deli?" tanya Deli sambil menatap mata Maya yang berwarna hitam gelap itu


"Ya mami Maya sangat sayang dan begitu peduli dengan anak cantik Vina ini."


"Tapi sudah tante katakan sama kamu sayang. Tante siap mati untuk kamu. Tante akan berada di garis terdepan untuk melakukan apa yang kamu minta dan menghadapi orang orang yang berbuat jahat sama kamu" kata Maya melanjutkan memberikan pengertian kepada Deli

__ADS_1


Deli menyimak semua yang dikatakan oleh Mami Maya itu. Deli sama sekali tidak melawan dengan apa yang dikatakan oleh Maya. Semua yang dikatakan oleh Mami Maya adalah kebenaran dan sudah bisa dibuktikan.


__ADS_2