Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Penyerahan Bukti Bukti


__ADS_3

Mereka bertiga akhirnya sudah sampai di bestman perusahaan tempat dimana mobil Danu dan mobil Iwan di parkir.


"Gue bawa mobil sendiri aja ya. Tapi nanti kita nggak ke sini lagi" ujar Iwan yang ingin mengindar dari obrolan tidak berfaedah antara dirinya dan juga kedua sahabatnya itu.


"Udah kita sama mobil loe, biar mobil gue yang ditinggal di sini" ujar Danu yang sudah mengetahui apa maksud Iwan yang menolak untuk pergi dalam satu mobil dengan mereka bertiga.


Iwan mendadak langsung sedikit kesal dalam hatinya. Dia tidak menyangka kalau Danu langsung menolak apa yang diinginkan oleh Iwan.


"Tapi ada syaratnya" ujar Iwan yang pada akhirnya mengatakan hal itu juga kepada Danu dan juga Ivan.


"udahlah Bang. Gue tau saratnya. Gue dan Bang Danu nggak akan ngegodain loe lagi" ujar Ivan yang sadar permasalahan dari seorang Iwan adalah karena dirinya dan Danu mengolok olok Iwan dari tadi.


"Sip. Awas aja sempat ngolokin gue, gue turunin di jalan" ujar Iwan yang merasa sedang di atas angin sekarang karena berhasil mengancam kedua sahabatnya itu dengan kata katanya.


"Nggak bakalan" jawab Ivan


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam mobil. Iwan kali ini langsung turun tangan untuk mengemudikan mobil menuju rumah makan tempat mereka janji temu dengan Fran guna membahas masalah pernikahan Danu dengan Ranti.


"Bang, gimana keadaan Deli di negara U?" ujar Ivan yang tiba tiba ingat dengan anak sepupunya itu.


"Tadi pagi saat sampai di perusahaan gue telpon dia sedang tidur kata Vina. katanya lagi siang dia dimarahi oleh Sebenarnya bukan dimarahi tetapi diberitahukan oleh Sari dan Maya serta Vina supaya Deli tidak lagi menjadi anak yang egois serta dituruti semua kehendaknya oleh siapapun"


" Maksudnya bagaimana ya Bang?"


" gue kok kurang paham ya dengan maksud perkataan lo sebentar ini"


Ivan tidak mengerti sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Danu kepada dirinya dan juga Iwan.


" Maksudnya seperti ini"


Danu memilih untuk menjelaskan kepada Ivan dan Iwan Apa maksud dari perkataannya sebentar ini tentang Deli yang diberitahu oleh Maya Sari dan Vina


" jadi dia kan ikut ngantar lo ke bandara tuh, terus Pagi harinya sebelum nganterin elo ke bandara, Vina berjanji kepada Deli, kalau dia akan berada di cafe sebelum Deli datang dari bandara" kata Danu menjelaskan kepada Iwan dan Ivan

__ADS_1


" maksudnya Deli marah gitu karena Vina tidak ada di cafe saat dirinya balik dari bandara?"


Ivan mencoba menyimpulkan perkataan yang diucapkan oleh Danu kepada dirinya dan Iwan


" kira-kira memang begitu. Dewi Mandala menjadi ngambek, kemudian menangis dipeluk oleh Maya, setelah itu kasir menelepon Vina, mengatakan bahwasanya Deli Sedang dalam keadaan menangis."


" Vina yang mendengar Deli dalam keadaan menangis, tanpa pikir panjang langsung saja berangkat menuju Cafe bersama dengan Sari"


" ternyata memang benar Deli sedang menangis di dalam pelukan Maya"


"Nah saat itulah Deli dinasehati oleh Sari"


"Akhirnya Deli bisa paham dengan apa yang dikatakan oleh Sari kepada dirinya. Sehingga pada akhirnya Deli bisa menerima semuanya"


Danu menceritakan kembali kepada Ivan dan Iwan bagaimana Deli bisa menerima semua kekurangannya yang dikatakan oleh Sari dan Maya.


"Apa dia marah dengan Sari dan Maya Bang?" tanya Ivan yang takut kalau reaksi yang diberikan oleh Deli adalah sebuah kemarahan.


"Untung saja tidak. Deli sama sekali tidak marah kepada mereka berdua. Malahan Deli sangat senang bisa dinasehati oleh Sari dan Maya."


Danu mengatakan hal itu dengan penuh kebanggaan kepada Iwan dan Ivan.


"Tau nggak kalian apa yang dikatakan oleh Deli kepada Vina?" ujar Danu dengan nada bangga terhadap anak kesayangannya itu.


"Apa?" ujar Iwan dan Ivan kompak dan sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Vina kepada Deli.


"Deli mengatakan dia akan berubah dan aka membuat bangga semua anggota keluarganya"


Danu mengatakan hal itu dengan sangat bangga sekali. Hal itu terdengar jelas dari nada bicara Danu.


"Keren kan anak gue" ujar Danu sambil menepuk dadanya yang memang sangat kagum dengan apa yang dilakukan oleh Deli.


"Keren banget anak gue itu" ujar Ivan yang keceplosan mengatakan kalau Deli adalah anaknya.

__ADS_1


"Anak loe gimana, dia anak gue" ujar Danu protes karena Deli dikatakan oleh Ivan adalah anak Ivan.


"Lah anak loe kan anak gue juga Bang. Anak Bang Iwan besok kalau ada akan jadi anak gue juga. Emang nggak boleh kalau gue anggap anak elo seperti anak gue? " tanya Ivan kepada Iwan sambil menatap ke arah Danu.


"Bolehlah. Malahan gue sangat senang kalau loe anggap anak gue kayak anak elo" kata Danu yang paham alasan Ivan menganggap Deli sebagai anaknya.


"Gue sangat yakin dia pasti akan sangat berubah setelah apa yang dikatakan oleh Maya dan Sari kepada dirinya" kata Iwan yang sangat yakin kalau Deli pasti akan sangat bisa berubah.


"Gue juga" kali ini Ivan yang meyakinkan dirinya dan juga kedua sahabatnya kalau Deli pasti akan melakukan semua nasehat yang diberikan oleh Sari dan Maya untuk kebaikan dirinya sendiri.


Tak terasa akibat obrolan yang terjadi antara mereka bertiga, mereka telah sampai di pintu gerbang masuk restoran tempat mereka akan makan siang sekaligus meeting dengan Frans.


Iwan mengemudikan mobilnya menuju pintu masuk restoran mewah tersebut.


"Wan loe milih restoran utama mereka? Bukan anak cabangnya?" ujar Danu kaget melihat pilihan restoran yang dilakukan oleh Iwan.


"Woy bos mana ada ruangan VVIP di restoran biasa. Ada ada aja loe" kata Iwan yang mendengar komplenan dari Danu atas pilihan restorannya itu.


"Tau tau memang nggak ada. Gue mah dari pada nggak ngomong aja" ujar Danu yang tahu kalau Iwan sedikit kesal dengan pertanyaan yang diajukan oleh dirinya.


Iwan memberhentikan mobilnya tepat di pintu masuk rumah makan mewah tersebut. Iwan dan kedua sahabatnya turun dari dalam mobil.


Iwan melemparkan kunci mobilnya ke vallet yang berdiri di depan pintu restoran. Vallet menangkap kunci mobil yang diberikan oleh Iwan kepada dirinya.


"Tarok di besmant" ujar Iwan memberikan perintahnya kepada Vallet untuk menarug mobilnya di besmant.


"selamat siang Tuan Danu Sanjaya, selamat datang di restoran kami" ujar Pelayan menyapa Danu dan kedua sahabatnya.


"selamat siang, apa rekan kami yang satu lagi sudah datang?" tanya Danu yang menanyakan apakah Frans sudah datang atau belum.


"Maaf sekali lagi Tuan Danu, teman Tuan Danu belum datang" jawab Pelayan.


"Oh baiklah" jawab Danu.

__ADS_1


"mari ikuti saya Tuan"


Pelayan meminta Danu dan kedua sahabatnya untuk mengikuti dirinya masuk ke dalam restoran. Pelayan akan mengantarkan Danu dan kedua sahabatnya masuk ke dalam ruangan VVIP yang telah di pesan oleh Iwan.


__ADS_2