
Deli yang ditemani oleh Nona kasir berjalan untuk mengelilingi kafe melihat setiap wajah karyawan yang bekerja di sana. Mereka berjalan ke setiap sudut kafe mencari karyawan wanita.
"Nona kecil, karyawan wanita di sini hanya ada berenam. Dua di kasir yang Nona kecil katakan tidak, dua menjadi pelayan yang sekarang akan kita cari dan dua lagi di dapur menjadi koki" ujar Nona kasir memberitahukan kepada Deli berapa orang karyawan wanita yang ada di kafe tersebut.
Mereka kemudian menemukan dua orang pelayan wanita yang sedang membersihkan meja yang ada di tepi kolam ikan koi. Deli dan Nona kasir berjalan ke arah kedua pelayan wanita itu.
"Nona kecil apakah orang yang kamu cari itu adalah kakak yang ini?" ujar Nona kasir bertanya kepada Deli saat mereka sudah berada di dekat dua karyawan tersebut.
"Bukan itu Nona" jawab Deli saat melihat bukan pelayan wanita itu, orang yang dicari oleh Deli di kafe tersebut.
"Terus apakah yang di sebelahnya?" tanya Nona kasir kembali bertanya kepada Deli.
"Bukan juga Nona kasir" jawab Deli sambil melihat ke arah karyawan wanita yang satunya lagi.
Deli terlihat sangat sedih. Harapannya bertemu dengan Bunda kue sirna sudah. Suda empat orang karyawan wanita di kafe ini yang ditemui dan bukan mereka orang yang dicari oleh Deli.
'Bunda kue, Deli mohon datanglah ke kafe ini' ujar Deli berdoa dalam hatinya.
Deli sangat ingin bertemu dengan bunda kuenya itu. Mereka sudah lama tidak melakukan panggilan video berdua. Terakhir dua minggu yang lalu. Setelah itu bunda kue sangat sibuk dengan urusan pekerjaan sehingga tidak sempat menghubungi Deli.
"Waduh kalau bukan yang itu juga, apa yang di dapur?" tanya kasir kepada Deli.
"Bisa jadi. Apa kita bisa ke dapur?" tanya Deli yang sangat berharap kalau Nona kasir mengatakan bisa.
"Tentu saja bisa, mari ikut saya kembali ke dalam" ujar Nona kasir mengajak Deli kembali ke dalam kafe.
Mereka berdua menuju dapur yang terletak di bagian dalam kafe. Mereka akan menuju area dapur dan melihat di sana apakah orang yang dicari oleh Deli berada di dapur. Karena hanya ada dua karyawan wanita lagi yang berada di bagian dapur. Sedangkan Nona Vina dan Nona Maya pasti Deli tidak akan kenal. Menurut perkiraan dari Nona kasir.
Saat mereka sampai di dapur. Nona kasir memanggil dua orang karyawan yang sedang memasak.
"apakah mereka?" tanya Nona kasir kepada Deli.
__ADS_1
Deli kembali menggeleng.
"Tidak mereka" ujar Deli dengan nada sedih.
"Apakah tidak ada karyawan wanita lainnya di kafe ini?" tanya Deli kepada Nona kasir itu.
Nona kasir memandang Deli dengan sangat lekat. Dia sangat merasa kasihan dengan Deli yang sangat ingin berjumpa dengan orang yang selalu melakukan video call dengan Deli.
"Sebenarnya ada dua orang lagi. Tetapi mereka bukan karyawan melainkan pemilik kafe ini." ujar Nona kasir memberitahukan kepada Deli.
"Benarkah siapa namanya?" tanya Deli dengan sangat bersemangat.
"Oh ya harusnya dari tadi saya bertanya kepada kamu siapa nama orang yang kamu cari itu. Bukannya kita malah keliling keliling nggak jelas seperti ini tadi" ujar Nona kasir yang menyadari keteledoran dirinya karena tidak bertanya kepada Deli siapa nama orang yang dicari oleh Deli di kafe itu.
"Maaf Nona kasir, Deli juga lupa tadi menyampaikan siapa nama orang yang Deli cari itu kepada Nona kasir. Harusnya dari tadi Deli sampaikan. Jadi Nona kasir tidak susah susah mencari ke setiap karyawan kafe yang perempuan" ujar Deli sambil menunduk tidak berani menatap Nona kasir itu.
"Hay tidak masalah itu. Saya sangat maklum. Saya tahu bagaimana perasaan kamu sekarang ini. Kamu pasti sangat ingin bertemu dengan seseorang yang sering melakukan video call dengan kamu itu." ujar Nona kasir sambil tersenyum ke arah Deli.
"Sekarang Nona kecil, siapa nama orang yang kamu cari itu?" tanya Nona kasir kepada Deli.
"Namanya" ujar Deli yang akan menyebutkan nama dari orang yang dia cari.
Tetapi Deli langsung terdiam saat Nona kasir menyebutkan nama orang yang dicari cari oleh Deli.
"Nona Vina, selamat datang, bagaimana dengan keadaan Nona Maya?" ujar Kasir menyapa Vina dengan sangat ramah.
Deli spontan berbalik dan melihat siapa yang berada di depannya saat ini. Vina juga sangat kaget melihat siapa yang ada di kafe nya itu.
"Deli, kamu ini sayang?" tanya Vina saat Deli langsung berhamburan memeluk Vina saat mereka bertemu di meja kasir.
"Bunda kue, Deli sangat kangen dengan Bunda kue. Bunda kue sudah lama sekali tidak menghubungi Deli. Apa salah Deli, Bunda kue" ujar Deli sambil menangis dalam pelukan Vina.
__ADS_1
Vina semakin erat memeluk Deli. Kasir dan karyawan yang melihat hal itu langsung terdiam, mereka sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini. Kenapa tiba tiba saja bos mereka memeluk anak kecil yang dari tadi sibuk mencari seseorang yang berada di dalam kafe tersebut.
"Sayang, maafin Bunda kue ya sayang. Bukan maksud Bunda kue untuk tidak menghubungi kamu sayang. Tetapi ada beberapa hal yang membuat Bunda kue tidak bisa menghubungi anak Bunda kue ini" ujar Vina memberikan pengertian kepada Deli sambil tetap masih memeluk Deli.
Vina kemudian menggendong Deli. Dia mendudukkan Deli di sebuah kursi yang berada di sisi kaca jendela besar kafe. Vina memutuskan mereka berdua akan duduk di sana dan berbagi cerita.
Vina memanggil seorang pelayan. Pelayan yang dipanggil oleh Vina datang menemui Vina.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya Pelayan kepada Vina.
"Tolong ambilkan saya cake, terus dua gelas jus jeruk" ujar Vina memesankan menu untuk dirinya dan juga Deli.
Vina dan Deli saling bertatapan wajah. Mereka baru kali ini saling bertemu sebenarnya. Biasanya mereka bertemu hanya melalui video call saja. Sedangkan sekarang mereka langsung bertatapan wajah.
"Kenapa sayang?" tanya Vina yang melihat Deli tidak berhenti menatap ke wajahnya.
"Bunda kue cantik banget aslinya." ujar Deli memuji kecantikan Vina dengan sangat tulus.
"Kamu juga cantik sayang" ujar Vina membalas memuji kecantikan Deli yang memang sangat cantik dan berwajah sedikit bule tersebut.
Pelayan kemudian datang membawa makanan dan juga minuman untuk mereka berdua.
"Makasi" ujar Vina dengan sangat ramah kepada pelayannya itu.
Walaupun Vina yang memiliki kafe ini, tetapi dia dan Maya serta Sari selalu ramah dengan semua karyawan mereka. Mereka bertiga tidak segan segan mengucapkan terimakasih apabila para karyawan telah selesai membantu mereka.
"Ayuk sayang dimakan. Nanti kita cerita lagi. Atau sambil makan juga boleh" ujar Vina mempersilahkan Deli untuk menikmati hidangan yang sudah disajikan oleh Pelayan.
Deli mengambil sepotong coklat. Dia kemudian teringat dengan seseorang.
'Ah nanti aja. Bunda pasti akan tanya aku ke sini dengan siapa. Baru katakan nanti' ujar Deli dalam hatinya.
__ADS_1