
Danu masih saja tertidur dengan sangat lelap. Dia masih melanjutkan mimpi yang terasa seperti nyata itu, apalagi beberapa kali Danu terlihat seperti sedang bercerita di dalam mimpinya. Kelakuan yang membuat Iwan memilih untuk bangun dari tidur malamnya, saat mendengar Danu yang berisik dalam tidurnya itu.
Maya yang mendengar suara berisik dari luar kamar Vina berjalan dan membuka pintu ruangan. Dia melihat ketiga pria tersebut sedang asik bermain ponsel masing masing.
"Pasti chip lagi." ujar Maya sambil tersenyum melihat tiga makhluk tampan ciptaan tuhan itu.
Setelah memastikan siapa yang ribut di luar ruangan, Maya kembali masuk ke kamar Vina. Vina masih setia dengan tidurnya itu.
Danu yang merasa sudah terlalu lama tidak melihat wajah cantik Vina kembali masuk ke dalam kamar. Matanya masih di sambut dengan pemandangan Vina yang masih tertidur dengan nyaman. Danu melihat jam tangan mewahnya pilihan Vina saat mereka pergi ke mall awal jadian dulu. Ternyata jarum jam sudah berada di angka empat. berarti Vuna sudah tidur selama enam jam.
Danu berjalan mendekati Vina. Dia berusaha membangunkan Vina yang masih dalam keadaan tertidur.
"Vin vina. Sayang ayo bangun kamu udah tidur terlalu lama. Saatnya makan obat sayang." ucap Danu yang teringat Vina sama sekali belum meminum obatnya.
Vina menggeliat dengan manja. Saat melihat Danu di depan matanya, pria yang sangat dikangeninya saat ini, pria yang sangat dibutuhkannya. Vina mengakat kedua tangannya dan mengalungkan tangan itu di leher Danu. Dia membawa Danu ke dalam pelukannya. Dia begitu membutuhkan pelukan dari Danu. Pelukan hangat seorang kekasih yang bisa menjaga dirinya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Danu yang melihat Vina berubah menjadi manja. Tidak biasanya Vina seperti ini.
"Vina Vina bangun sayang bangun, saatnya minum obat" ujar Danu berkata.
Iwan yang saat itu menginap di rumah Danu karena ada pekerjaan yang harus di urus oleh dirinya dengan Danu, menggoyang goyang badan Danu dengan lumayan keras
"Dan, oooo Danu" ujar Iwan membangunkan Danu.
__ADS_1
Danu memanggil manggil nama Vina dalam mimpinya. Iwan yang tadi juga tertidur karena lelah bekerja, menjadi langsung bangun saat mendengar Danu berteriak teriak memanggil nama Vina.
"Ini anak sangking kangennya sampai harus manggil manggil nama Vina" ujar Iwan sambil geleng geleng kepala melihat betapa cintanya Danu kepada wanita yang bernama Vina itu. Tetapi hal itu sangat layak di dapatkan oleh Vina, karena Vina memberikan cinta yang sama kepada Danu. Cinta yang belum tentu bisa diberikan oleh orang lain kepada Danu.
Iwan mengambil ponselnya yang terletak di atas meja kerja. Dia memiliki ide cemerlang di otaknya yang memang harus dilakukannya sekarang. Ide yang sedikit gila tetapi bisa membuktikan betapa cintanya Danu kepada Vina. Cinta yang terkadang tidak bisa diungkapkan oleh kata kata saat sadar tetapi bisa dikatakan saat sedang bermimpi seperti sekarang ini.
"Semoga aja di sana masih siang atau ndak sore, atau paling tidak masih bisa di telpon" ujar Iwan yang memiliki ide untuk menelpon Vina dengan panggilan video.
Iwan mencari nomor Vina di kontak ponsel miliknya itu. Setelah menemukan nama Vina, Iwan langsung saja melakukan panggilan video dengan Vina.
NEGARA U
Vina yang sedang duduk duduk di kursi yang ada di kafe sambil memperhatikan Deli bermain ayunan merasakan kalau ponselnya bergetar di dalam saku celana. Vina mengeluarkan ponsel tersebut dari dalam saku celananya itu. Vina melihat nomor Iwan melakukan panggilan video dengan dirinya.
"Kok tumben bang Iwan? Ada apa ya? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Danu sehingga harus Bang Iwan yang harus menghubungi gue ya?" ujar Vina yang memiliki beberapa kemungkinan di kepalanya pada saat ini. Dia benar benar heran dan menaruh berbagai pertanyaan dalam hatinya tentang latar belakang atau penyebab Iwan menghubunginya bukan Danu atau Iwan seperti biasanya.
"Hay Vin, ada yang sedang kangen banget dengan kamu, sampai sampai dia mengigau memanggil nama kamu dalam mimpinya" ujar Iwan berbicara dengan suara pelan supaya tidak terdengar oleh Danu yang sedang tertidur lelap tersebut.
"Siapa Bang?" ujar Vina bertanya kepada Iwan.
Vina sebenarnya sudah mengetahui siapa yang dimaksud oleh Iwan, tetapi Vina pura pura tidak tahu saja, supaya Iwan menjawab dan memberitahukan sendiri kepada Vina siapa orang yang dimaksud oleh Iwan itu.
"Loe jangan pakai pura pura tidak tahu Vin" ujar Iwan sambil sedikit tersenyum kepada Vina.
__ADS_1
"Hahaha hahaha hahaha. Maaf Bang, kentara banget ya Bang?" ujar Vina tertawa terbahak bahak karena apa yang dilakukan oleh dirinya ternyata gagal. Pura pura bertanya karena tidak tahu itu ternyata sama sekali tidak berhasil. Iwan sudah tahu kalau Vina hanya pura pura tidak tahu saja.
"Kentara banget Vin, mana ada kamu nggak akan tahu siapa yang Abang katakan" ujar Iwan yang memang bukan tipe seperti Ivan. Iwan bener bener anak teknik yang main langsung to the point saja.
"Vin, Vina, kapan sehat Vin. Ayuk Vin minum obat" ujar Danu yang kembali mengigau dalam mimpinya.
Vina yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Danu dalam tidurnya langsung menutup mulutnya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Danu. Iwan yang melihat ekspresi Vina hanya bisa tertawa terbahak bahak tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Dia tidak mau Danu bangun dan melihat kalau Iwan sengaja melakukan panggilan video dengan Vina dan membuat Vina melihat dengan mata kepalanya sendiri Danu sedang mengigau memanggil namanya.
"Deli sini sayang, ada yang mau melihat wajah cantik kamu Nak" ujar Vina memanggil Deli yang sedang asik bermain ayunan di kafe.
"Siapa Bun?" ujar Deli menjawab sambil memberhentikan ayunannya.
Deli berjalan menuju Vina. Deli paling menurut dengan apa yang dikatakan oleh keluarganya termasuk dengan Vina. Deli sama sekali tidak akan membantah mereka semua, bagi Deli apapun yang dikatakan atau yang diperintahkan oleh mereka Deli akan langsung lakukan tanpa sedikitpun menolaknya.
"Ini, lihat sendiri saja" uajr Vina yang sudah tidak tahan ingin tertawa saat mendengar ngigau Danu yang luar biasa sekali itu.
Deli mengambil ponsel yang diberikan oleh Vina kepada dirinya. Dia melihat apa yang terjadi di dalam ponsel itu. Deli terdiam saat mendengar suara yang sangat di kenalnya dari dalam ponsel.
"Bunda, kenapa ini orang norak banget Bunda. Itu tidur bisa kayak gitu." ujar Deli berteriak kepada Vina
"Ayah kamu sayang" balas Vina
"Calon suami bunda" ujar Deli
__ADS_1
Iwan yang mendengar Deli dan Vina sudah saling mengejek, mematikan paggilan video itu supaya tidak ketahuan oleh Danu.
Deli akhirnya tertawa ngakak begitu juga dengan Vina. Kelakuan mereka berdua membuat Sari dan Maya menjadi heran.