Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Kotak Sarapan Tertukar


__ADS_3

✉️ Danu


Ternyata Iwan semalam datang ke kantor untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Tetapi dia batal masuk karena melihat kamu sedang memeluk aku.


✉️ Vina


Aduh mau di taruh dimana muka aku besok ini.


✉️ Danu


Udah santai aja. Lagian cuma Iwan dan Ifan yang tau. Mereka nggak akan ngomong macam macam sama yang lain.


✉️ Vina


Kalau mereka bully aku, aku ngumpet di belakang kamu ya? 😉😉😉😉


✉️ Danu


Kalau mereka bully kamu lagi. Aku akan langsung peluk kamu di depan mereka semua. 😎😎😎


✉️ Vina


Ye.


✉️ Danu


Tidur sana. Tapi besok mau bangun pukul empat, karena ada proyek. Jangan lupa besok bawakan nasi gorengnya ya.


✉️ Vina


Okeh sip. Kamu udah di dalam lagi.


✉️ Danu


Maksud kamu???


Danu menunggu pesannya di balas oleh Vina. Tapi setelah menunggu selama dua jam tidak ada juga balasan dari Vina. Danu kemudian tidur dengan tersenyum senang.


Tiba tiba saja lampu mendadak mati. Danu langsung bangun dan menyambar kunci mobilnya. Dia teringat Vina yang sangat takut dengan suasana gelap. Danu tidak ingin Vina teriak teriak sendirian. Danu langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah rumah Vina.


"Gue harus tanya sama Vina kenapa dia takut dengan suasana gelap. Trauma apa yang menghantuinya selama ini." ucap Danu.


Danu sampai di depan kontrakan Vina. Ternyata apa yang ditakutkan Danu tidak terjadi. Rumah Vina sudah pakai lampu emergency. Jadi kalau lampu mendadak mati maka rumah tersebut tetap akan terang benderang. Vina tidak memikirkan masalah pembayaran listrik. Bagi Vina yang terpenting trauma itu tidak kembali datang.


Danu yang melihat rumah Vina terang, langsung saja melajukan mobilnya kembali ke arah rumahnya. Danu sebenarnya masih sangat mengantuk, tetapi demi Vina rasa kantuk di tahan oleh Danu.

__ADS_1


...----------------...


Pagi harinya Vina sudah mulai membuat nasi goreng pesanan kantir lurah. Vina dan Maya sibuk membuat pesanan. Selain harus memasak nasi goreng, Vina dan Maya harus memasak goreng tempe mendoan, tahu isi dan bakwan. Vina dan Maya mulai mengerjakan pesanan dari pukul empat pagi. Mereka berdua berkutat dengan seriusnya di dapur. Akhirnya oada pukul enam pagi semua pesanan itu masak juga. Vina langsung saja mandi, dia meminta Maya untuk melanjutkan menggoreng beberapa gorengan yang belum selesai.


Vina selesai mandi langsung saja memasukkan saraoannya ke dalam empat buah tempat makan ditambah satu lagi tempat untuk gorengan.


"May, semua pesanan kamu yang ngantar ya. Hati hati., bonnya ada di kulkas May. Gue berangkat dulu" kata Vina dari meja makan.


"Hati hati Vin. Oh ya nanti aku mau ke pasar membeli kolang kaling, sebentar lagi orang kan akan puasa. Aku berencana kita bukak jual es campur, es buah dan yang lainnya. Bagaimana menurut mu?"


"Setuju may. Kamu langsung aja beli tepung, mentega dan gula ya. Takutnya nantinpas puasa harga pada naik. Uang untuk modal di tempat biasa ya."


"Siap bos." ucap Maya.


Vina kemudian berangkat ke kantornya. Dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Vina sampai bertepatan dengan Danu yang juga baru sampai.


"Hai Vin"


Hay. Tumben telat pak?"


"Ooo. Tadi isi bbm dulu. Kamu tumben telat?"


"Oh ada orang minta dibuatkan nasi goreng seafood pak" ucap Vina menyindir Danu.


"Tidak apa apa pak."


Mereka kemudian berjalan bersisian menuju ruangannya. Vina meletakkan bekal sarapan di atas meja makan. Dia sudah menyiapkan empat bekal dalam tempat masing masing.


Iwan yang melihat mereka datang mulai berulah.


"Berkat mati lampu ya sayang, berkat mati lampu"


"Bang, kalau ngejek gue lagi, sarapan abang gue kasih satpam" kata Vina dengan juteknya.


"Sorry Vin. Kebetulan banget gue sangat lapar." kata Iwan sambil memegang perutnya.


Ifan yang tipenya memang sebodok teing sudah terlebih dahulu mengambil satu kotak bekal dan membawanya ke tempat duduknya.


"Bang itu bukan punya loe. Balikin sini, yang ini baru ounya loe." Vina kemudian mengambil kotak makan yang di atas meja Ifan dan menggantinya dengan yang di bawanya.


"Oooo, gue tau Fan itu untuk siapa" kata Iwan yang langsung paham maksud Vina kotak bekal itu untuk siapa.


Danu yang mendengar ada sedikit keributan di luar ruangannya langsung saja menuju kesana.


"Ada apa ini?"

__ADS_1


"Ada yang berebut kotak bekal sarapan." ucap Iwan.


Danu melihat ke arah Vina.


"Ifan salah ngambil kotak bekal." ucap Vina.


Danu kemudian mengambil kotak bekal yang di pegang Vina. "Ini punya gue. Loe berdua ambil yang beda. Paham." ucap Danu, kemudian dia masuk ke dalam ruangannya sambil tersenyum.


"Oh jadi ada yang udah baikan. Baru tau gue"


"Nah loe baru taukan. Gue udah kiat siaran langsungnya" ucap Iwan sambil mengedipkan matanya ke Vina. Vina kemudian kembali duduk di mejanya. Dia menyantap bekal yang dibawanya.


Vina yang selesai makan langsung masuk keruangan Danu untuk mengambil kotak bekalnya.


"Aku mau ambil kotak bekal. Kamu mau dibuatkan kopi atau teh?" tanya Vina kepada Danu.


"Teh aja Vin. Tapi yang manis. Kalau nggak manis terpaksa kamu harus duduk di depan aku." ucap Danu mulai merayu Vina.


"Mau nya" ucap Vina sambil berjalan keluar dari ruangan Danu.


Vina kemudian menuju pantry, "Bang loe berdua mau gue buatkan minum atau ndak?" tanya Vina kepada dua makhluk yang sedang hobby membuly nya itu.


"Mau teh aja" ucap Iwan


"Capucino" kata Ifan


Vina kemudian membuatkan pesanan dari ketiga rekan kerjanya itu. Setelah Vina mengantarkan Vina kembali ke bangku tempat dia bekerja.


Mereka semua sibuk dengan pekerjaan masing masing. Vina sibuk dengan mendesain sebuah toko kue yang memang akan diwujudkannya sebentar lagi. Sedangkan Iwan dan Ifan mereka sedang berdiskusi tentang oembangunan sebuah villa di daerah Bali. Saat mereka sedang serius bekerja, tiba tiba Danu keluar sambil tergesa gesa dan terlihat sedang marah.


"Wan, Fan loe berdua ikut gue. Kita akan pergi meeting penting. Vin, kalau udah siap kerjanya kamu boleh pulang cepat. Pintu kunci saja titip kuncinya sama satpam." ucap Danu.


"Aoa ada sesuatu yabg terjadiya? Pak Danunmukanya seperti sedang menahan amarah. Atau aku salah lihat kali ya?" ucap Vina sendirian.


Iwan dan Ifan yang tau tidak ada meeting di luar langsung paham, ada sesuatu yang terjadi dengan Danu. Mereka bertiga kemudian turun dengan tergesa, semua orang yang melihat Danu dan kedua karyawannya pergi dengan tergesa tidak bisa menyapa mereka bertiga. Apalagi dengan muka Danu yang terlihat menahan amarah itu, semakin membuat orang berpikir seribu kali untuk menyapa Danu.


Mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil Danu. Danu kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumahnya.


...****************...


**Apa yang terjadi dengan Danu?


Jangan kemana mana ya kak, staycun aja di sini terus.


tekan gambar jempo, hati dan tinggalkan jejak kakak**

__ADS_1


__ADS_2