Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Keadaan Danu


__ADS_3

Papi dan Paman masih setia menunggu dokter untuk mengatakan apa yang terjadi terhadap Danu saat ini. Mereka berdua saling berpandangan menunggu dokter mau membuka mulutnya dan menceritakan apa yang akan dihadapi Danu setelah ini.


"Dokter" ujar Paman yang kali ini bersuara dan mengagetkan dokter yang ternyata larut dalam pemikirannya sendiri.


"Maafkan saya Tuan, saya cukup lama termenung tadi" ujar dokter yang menyadari kesalahannya kepada Papi dan Paman yang sudah membuat Papi dan Paman menunggu apa yang akan diceritakan oleh dokter.


"Tidak apa apa dokter kami maklum dengan keadaan yang dokter alami. Kami tidak akan memaksa dokter untuk mengatakan hal itu secepatnya" ujar Paman yang memang tidak akan bisa memaksa dokter untuk langsung mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.


"Terimakasih Tuan" jawab dokter sambil tersenyum kepada Papi dan Paman.


"Jadi begini Tuan. Menurut analisa sahabat saya yang akan membantu saya melakukan tindakan operasi kepada Tuan muda Danu, Bahwasanya Tuan muda Danu bisa saja mengalami amnesia." ujar dokter yang berhasil mengatakan apa yang ingin dikatakannya kepada Papi dan Paman.


"Maksud dokter?" tanya Papi yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh dokter kepada dirinya.


Dokter paham dengan kondisi Papi dan Paman yang terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh dokter tersebut. Dokter juga akan memberikan reaksi yang sama saat mendengar kemungkinan apa yang akan terjadi kepada Danu, kalau seandainya dokter berada di posisi Papi dan Paman.


"Maksuda saya, Tuan. Pasien akan mengalami lupa ingatan untuk kejadian sebelum kecelakaan itu menimpa dirinya" ujar dokter kepada Papi dan Paman.


Papi dan paman saling berpandangan, mereka tidak menyangka hal ini akan kembali terjadi kepada Danu.


"Apakah itu sudah seratus persen dokter? Atau masih ada kesempatan untuk anak saya sembuh dokter?" tanya Papi kepada dokter.


Papi berharap dokter menjawab hanya sepuluh persen saja kemungkinan itu akan terjadi, sedangkan sembilan puluh persen Danu akan kembali menjadi normal kembali ingatannya. Papi sangat berharap hal itu terjadi.

__ADS_1


Dokter tersenyum mendengar pertanyaan dari Papi. Dokter juga tahu apa yang ada dalam pikiran Papi saat ini, pengharapan pengharapan dari Papi dan Paman.


"Maaf Tuan, dari sekian banyak pasien yang mengalami kejadian seperti yang dialami oleh Danu, sembilan puluh persen lebih pasien mengalami amnesia. Melupakan kejadian yang terjadi sebelum kejadian menimpa diri mereka" ujar dokter menjawab pertanyaan dari Papi.


Papi dan Paman langsung terlihat menjadi lesu mendengar jawaban dari dokter tersebut. Mereka berdua seperti di timpa oleh batuan dengan berat bertonton di atas kepala mereka saat ini. Satu permasalahan belum kelar, sudah datang lagi permasalahan yang baru, dimana permasalahan itu lebih gawat lagi. Permasalahan yang membuat hati seorang ibu akan menjadi sangat hancur nantinya.


"Dokter apakah itu tidak bisa disembuhkan?" tanya Paman yang ingin memiliki peluang untuk menyembuhkan dan memulihkan kembali ingatan Danu suatu hari nanti.


"Bisa Tuan, sangat bisa sekali. Tidak tertutup peluang untuk bisa mengembalikan daya ingat Danu seperti semula. Tetapi itu membutuhkan waktu yang sangat lama Tuan. Serta membutuhkan perjuangan yang sangat ekstra dari Danu." ujar dokter memberitahukan kepada Papi dan Paman, kalau peluang Danu untuk sembuh masih terbuka lebar, tetapi membutuhkan banyak pengorbanan dari Danu dan keluarga besar.


"Tidak masalah dokter, kami akan terus bersama sama berjuang untuk kesembuhan Danu. Bagi kami apapun itu akan kami lakukan agar anak kami kembali sembuh dokter" ujar Papi diangguki oleh Paman.


Keluarga besar Sanjaya akan melakukan berbagai cara agar mereka bisa menyembuhkan keadaan Danu kembali.


"Terimakasih dokter, apapun itu kami akan tetap bersyukur untuk anak kami. Kami permisi kembali ke ruangan sebelah lagi dokter. Kami sudah terlalu lama meninggalkan Danu di kamarnya sendirian" ujar Papi meminta izin kepada dokter untuk kembali ke ruang rawat Danu yang berada tepat di sebelah ruangan dokter tersebut.


"Silahkan Tuan" ujar dokter mempersilahkan Papi dan Paman untuk kembali ke ruangan Danu.


Papi dan Paman berjalan menuju ruangan Danu kembali. Mereka berdua terlihat cukup lesu saat berjalan kembali ke sana. Ingin rasanya mereka berteriak dan mengungkapkan kekesalan mereka terhadap apa yang menimpa Danu saat sekarang ini.


"Adik apa yang akan terjadi kepada Danu setelah ini Adik. Kakak tidak bisa membayangkan Danu yang harus hidup dengan ketidak tahuannya dengan masa lalunya" ujar Papi berbicara kepada Paman saat mereka sedang menatap Danu yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Itulah Kakak, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada Danu saat dia tidak bisa mengingat semua kejadian yang telah terjadi kakak" kata Paman menjawab perkataan dari Papi tadi.

__ADS_1


"Bagaimana dengan pendidikannya. Itu yang paling aku khawatirkan adik. Tidak mungkin Danu tidak bersekolah," lanjut Papi mengutarakan kepanikannya.


"Belum lagi kakak ipar kamu, dia pasti akan sangat syok mendengar apa yang akan terjadi kepada Danu nanti." lanjut Papi kepada Paman dengan nada suara yang sangat seperti orang tertekan itu.


Paman menatap Danu yang sedang berada di balik kaca tebal itu. Paman juga tidak tahu bagaimana caranya megatakan kepada kakak iparnya itu kondisi Danu pasca operasi.


"Kakak, bagaimana kalau dokter saja yang kita minta untuk menjelaskan kondisi Danu kepada Kakak ipar. Semoga dengan dokter yang menerangkan kakak ipar menjadi sangat paham" ujar Paman memberikan idenya kepada Papi.


Papi menimbang nimbang apa yang dikatakan oleh Paman. Papi memikirkan ada baiknya juga ide yang disampaikan oleh Paman kepada dirinya.


"Baiklah adik, kakak akan meminta dokter saja yang menyampaikan kemunginan apa yang akan terjadi kepada Danu kedepannya" ujar Papi yang akhirnya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Paman tadi.


Mereka berdua kemudian duduk di kursi yang ada.


"Kakak kalau itu sampai terjadi, kita akan cari pengobatan lanjutan untuk Danu saat sudah diperbolehkan pulang ke mansion. Kita tidak akan mungkin membiarkan Danu larut dalam kehilangan masa lalunya" ujar Paman sambil menatap jauh ke depan.


"Aku akan bertanya kepada teman teman dimana pengobatan yang bagus untuk penderita amnesia. Semoga saja ada yang berjodoh dan bisa membuat Danu menjadi sembuh dari sakit itu" lanjut Paman.


"Kamu harus menemukannya Adik, kami sangat berharap kamu bisa menemukan solusinya" ujar Papi berkata kepada Paman.


"Siap kakak, akan aku usahakan" jawab Paman yang tidak mau mengecewakan keluarganya itu.


Mereka berdua kembali melanjutkan obrolan seputar masalah amnesia dengan bermodalkan mbah goooogle. Mereka mencari tahu seputar amnesia, dan cara cara pengobatannya.

__ADS_1


__ADS_2