
Mereka akhirnya telah berada di dalam pesawat. Mereka duduk di kursi masing masing dan telah memakai sabuk pengaman. Mereka duduk dengan tenang. Suara Juan memberitahukan bagaimana cuaca selama mereka terbang sekitar satu jam penerbangan. Setelah Juan memberitahukan semua informasi, sekarang giliran Pramugari memberikan informasi keamanan standar penerbangan. Mereka semua menyimak apa yang disampaikan Pramugari. Setelah semua prosedut penerbangan telah dilakukan pesawat yang dikemudikan oleh Juan dan Jeri mulai lepas landas menuju ibu kota negara I.
Pesawat telah terbang dengan stabil. Juan dan Jeri sama sekali tidak meninggalkan ruangan cockpit seperti biasanya. Padahal pesawat baru milik CT Grub sudah dilengkapi dengan alat alat canggih untuk penerbangan.
Tepat pukul satu siang pesawat sudah mendarat mulus di bandara ibu kota. Para penumpang juga sudah meninggalkan pesawat. Mereka tinggal menunggu barang barang mereka yang akan diantarkan oleh pihak bandara.
"Kita nginap dimana?" tanya Vina kepada Sari.
"Kalian menginap di apartemen aku aja. Aku akan nginap di kontrakan Iwan." jawab Ivan yang mendengar pertanyaan dari Vina kepada Sari.
"Nggak usah ajalah Bang. Takut merepotkan. Kami menginap di hotel aja." ujar Vina yang sudah sangat segan dalam beberapa hari ini mereka sudah merepotkan Ivan berkali kali.
"Tidak masalah Vin, aman aja itu. Kalian menginap di situ saja. Ngapain juga nginap di hotel padahalkn hanya tinggal dua malam di sini." kata Ivan mempertahankan argumennya supaya Vina tetap menginap di apartemennya.
Sari dan Maya kompak menendang kaki Vina. Mereka menganggukkan kepalanya supaya Vina setuju untuk menginap di apartemen Ivan.
"Ya udah Bang. Kami nginap di apartemen abang saja. Makasi sebelumnya" ujar Vina yang terpaksa setuju dengan todongan kedua sahabatnya itu.
Juan dan Jeri serta dua orang Pramugari telah sampai di ruang tunggu kedatangan pengguna pesawat pribadi.
"Tuan dan Nona semua barang sudah ada di dalam mobil. Mari berangkat" ujar salah seorang pramugari.
Vina dan yang lainnya berdiri dari duduknya. Mereka menuju mobil yang akan mengantarkan Vina dan yang lain menuju apartemen Ivan. Sedangkan Jeri dan dua orang pramugari akan menginap di wisma perusahaan.
"Sayang, kami menginap di apartemen Ivan, kamu gimana?" tanya Sari kepada Juan.
"Sama abang aja Sar." ujar Iwan yang mengajak Juan untuk nginap bersama dirinya di rumah Iwan.
Mobil mengantarkan Vina dan yang lainnya ke apartemen Ivan terlebih dahulu. Vina, Sari dan Maya turun dari dalam mobil. Mereka menarik koper menuju apartemen Ivan yang berada di lantai paling atas bangunan sepuluh lantai itu.
Ivan membukakan pintu apartemen. Mereka kemudian masuk ke dalam apartemen yang sangat rapi itu. Sama sekali tidak terlihat seperti kamar laki laki. Apartemen Ivan sangat luar biasa wangi.
__ADS_1
"Ini beneran kamar Bang Ivan?" tanya Vina yang tidak percaya dengan keadaan dan kebersihan kamar apartemen yang dia lihat.
"Serius. Ini kamar aku. Mau kamar siapa lagi coba kan ya." ujar Ivan meyakinkan Vina dan yang lain kalau itu beneran kamar dia.
"Hahahahaha. Kami percaya Bang." jawab Vina.
"Aku tinggal dulu ya. Kalau ada apa apa telpon aja. Lemari pendingin kalau tidak salah masih penuh isinya" ujar Ivan yang sudah meminta pelayan kebersihan apartemennya untuk mengisi penuh almari pendingin dengan bahan masakan dan cemilan.
"Aku pamit ya. Nanti malam aku jemput" ujar Ivan kepada Maya.
Maya mengangguk. Dia sangat senang Ivan akan menjemputnya nanti malam. Mereka akan pergi jalan jalan ke luar.
"Pake motor ya" ujar Maya dengan semangat.
"Mau pake apa lagi sayangku. Aku baru mampu beli motor." ujar Ivan sambil menoel hidung Maya.
"Mana tau pinjem mobil Bang Iwan" jawab Maya yang memang lebih suka jalan jalan pake motor bareng Ivan.
Ivan kemudian kembali ke atas mobil. Mereka akan menuju rumah Iwan untuk mengantarkan Iwan dan Juan. Setelah itu baru mereka akan menuju aprtemen Ayah Ivan yang berada tidak jauh dari apartemen Ivan berada.
"Kamu kapan akan datang ke rumah Juan? " tanya Ivan kepada Juan yang duduk di belakangnya.
"Tergantung Sari, Van. Kalau dia minta hari ini, maka gue akan jemput dia nanti malam" ujar Juan yang sekarang sudah tidak ragu lagi untuk bertemu dengan Ayah Sari.
"Kalau boleh gue tau, kemaren kemaren kenapa loe ragu untuk bertemu dengan Ayah? " tanya Ivan
"Gue ragu hari itu karena gue belum yakin dengan pekerjaan yang gue pilih. Loe tau sendirikan bagaimana besarnya CT Grub itu. Sedangkan gue hanya orang biasa aja." ujar Juan menjawab pertanyaan Ivan.
"Hahahahaha. Kamu kira kami nggak tau Juan siapa keluarga kamu di negara itu. Kami tau Juan. Jadi, jangan merendah seperti itu." Ujar Ivan yang sudah mengetahui siapa keluarga Juan walaupun Juan tidak memakai nama keluarganya di belakang namanya.
"Tapi loe tenang aja. Sari tidak mengetahuinya. Tapi sebaiknya loe jujur ke dia" Ujar Ivan mengingatkan Juan untuk jujur kepada Sari siapa dia sebenarnya.
__ADS_1
"Oke sip. Gue akan jujur dengan dia saat akan pergi ke rumah Ayah. Gue juga akan jujur dengan Ayah siapa gue sebenarnya." ujar Juan yang membenarkan apa yang dikatakan oleh Ivan tadi.
Mobil telah sampai di depan rumah Iwan. Iwan dan Juan turun dari dalam mobil. Mobil kemudian melaju mengantarkan Ivan menuju apartemen Ayah. Dia akan tinggal di sana selama Vina dan yang lain tinggal di apartemennya.
Mobil telah sampai di apartemen Ayah. Ivan turun dan langsung menuju panthouse tempat Ayah tinggal. Ivan membuka pintu ruangan, Ayah sudah berada di rumah ternyata. Ayah terlihat sedang memasak begitu banyak masakan.
"Hah? ada acara apa Ayah? Kok masak banyak banget?" tanya Ivan saat melihat Ayah masak begitu banyak makanan.
"Tapi adik kamu dengan calonnya akan datang ke sini" ujar Ayah mengatakan kenapa Ayah memasak cukup banyak hari ini.
"Siapa yang ngasih tahu ke Ayah kalau Sari dan Juan akan datang?" tanya Ivan.
"Sari yang nelpon Ayah. Tadi siang saat kalian baru mendarat di ibu kota" ujar Ayah sambil terus melanjutkan kegiatan memasak.
Ivan terlihat akan mengambil pisau untuk membantu Ayah memasak.
"Kamu tukar pakaian dulu, nanti baru bantu Ayah. Masak masak pakai pakaian yang ntah dari mana. Jadi orang steril dikit gimana coba" ujar Ayah sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan Ivan yang kadang kadang bisa mendadak jadi jorok luar biasa.
Ivan berjalan ke dalam kamarnya. Dia akan menukar pakaian dan juga mencuci tangan. Ayah memang sangat luar biasa dalam menjaga kebersihan makanannya. Setelah selesai membersihkan dirinya, Ivan kemudian kembali ke dapur untuk membantu Ayah memasak menu makan malam mereka nanti.
"Apa yang bisa Aku bantu Ayah?" ujar Ivan dengan semangat.
"Kamu kupas buat. Kita akan buat setup buah kesukaan adik kamu itu" ujar Ayah.
"Sirup maplenya emang ada?" tanya Ivan yang tau kalau. setup buah Sari sangat suka memakai sirup maple.
"Ada.Udah Ayah beli" jawab Ayah.
Ayah dan Anak itu kemudian masak bersama sama. Mereka sangat senang memasak hari ini. Memasak yang menjadi landasan untuk mereka bisa bercengkrama berdua lebih akrab.
Tepat pukul setengah tujuh malam. Makanan sudah siap. Ivan sudah meletakan di atas meja makan yang berada di balkon rumah. Ayah sengaja ingin makan malam di balkon saja. Setelah selesai Ayah dan Ivan bergantian untuk membersihkan diri mereka. Mereka akan menunggu kedatangan Sari dan Juan ke rumah.
__ADS_1