
"Kita berangkat sekarang ke bandara Danu?" tanya Papi lepada Danu yang baru saja turun dari mengambil koper miliknya yang masih berada di kamar.
"Oke Pi. Kita langsung berangkat aja. Takutnya nanti ada kendala apa di jalan" ujar Danu yang setuju untuk mereka langsung berangkat menuju bandara.
Danu dan yang lainnya langsung melangkahkan kakinya berjalan keluar dari dalam mansion. Mereka akan berangkat sekarang menuju bandara.
Danu akan melakukan penerbangan pada pukul sepuluh. Sedangkan sekarang sudah pukul delapan. Danu dan Papi takut kalau ada sesuatu di jalan yang mengakibatkan mereka telat sampai di bandara. Danu tidak ingin mengundur kepulangannya kali ini. Dia harus cepat menyelesaikan semua urusannya dengan Ranti. Setelah itu Danu akan menentukan kembali jalan hidupnya dan jalan hidup Deli. Dia akan langsung melamar Vina dan menikahi Vina.
Seorang maid membantu Danu untuk memasukkan koper milik Danu ke dalam bagasi mobil. Semua anggota keluarga Sanjaya sudah berada di dalam mobil. Salah seorang manager yang menjadi orang kepercayaan Papi akan mengemudikan mobil menuju bandara. Papi duduk di sebelah manager itu. Sedangkan Mami dan Vina duduk di belakang sopir. Danu da Deli duduk di kursi bagian paling belakang.
"Sayang, selama Ayah pergi, kamu nggak boleh menyusahkan Nenek dan Bunda kue ya. Kamu harus jadi anak baik" ujar Danu memberikan pesan yang harus dikerjakan oleh Deli selama dia tidak berada di negara U.
Danu tidak ingin nanti saat Vina bekerja, Deli tiba tiba mengganggu dirinya. Makanya Danu memberikan pesan dengan nada ancaman kepada Deli. Danu tidak ingin Deli nanti mengganggu Vina saat bekerja di kantor maupun di kafe.
"Siap Ayah. Tapi Ayah harus janji untuk cepat menyelesaikan semua pekerjaan di negara I." ujar Deli meminta ayahnya untuk cepat menyelesaikan semua urusan di negara I.
Supaya Danu bisa kembali ke negara U dan bermain kembali dengan Deli dan Vina. Deli sangat senang saat mereka bermain bertiga. Apalagi saat mereka tertawa bersama, Deli bisa merasakan kasih sayang Ayah dan Bunda yang lengkap.
"Ayah janji Ayah akan cepat menyelesaikan urusan di sana. Tapi kamu nggak boleh jadi anak yang tidak menurut ya. Kalau saja Ayah dapat laporan kamu menjadi anak yang tidak menurut, maka Ayah batalkan untuk datang ke negara U" ujar Danu yang kembali meminta Deli untuk menjadi anak yang penurut walaupun dengan memakai sebuah ancamam Danu tidak akan pulang cepat ke negara U kalau Deli sedikit bandel dari pada biasanya
"Ayah tenang aja. Deli ini wanita pemegang janji seperti Bunda Kue" ujar Deli sambil mencolek Vina yang sedang mengobrol dengan Mami yang duduk di depan Deli dan Danu.
"Kenapa nama Bunda dibawa bawa Deli? Ada apa?" tanya Vina yang penasaran kenapa namanya dibawa bawa oleh Deli dan Danu saat berbincang bincang di belakang dirinya.
"Deli dia berjanji sama aku, kalau dia jahat, tidak menurut dan merepotkan kamu serta Mami dan Papi, maka dia rela aku nggak balik balik ke negara U" ujar Danu menceritakan kepada Vina apa pokok permasalahan yang sedang dibicarakan oleh Danu dengan Deli.
__ADS_1
"Wah ngeri banget ancaman dari Ayah. Kamu harus jadi anak yang penurut Deli. Bunda nggak mau pisah lama lama sama Ayah" ujar Vina yang ikut ikutan mengancam Deli untuk bisa menjadi anak baik supaya Danu cepat kembali ke negara U.
"Kalau Deli jahat, nakal, nggak menurut dengan Nenek dan Atuk, maka Bunda akan pergi untuk menemui Ayah ke negara I sendirian" ujar Vina melanjutkan ucapannya tadi kepada Deli.
Deli melihat kearah Vina dan Danu secara bergantian. Dalam pikirannya Deli berkata kalau kedua orang itu sangat kompak untuk mengancam mereka supaya menjadi anak yang sangat baik dan penurut.
"Bunda dan Ayah tenang aja. Deli akan menjadi anak yang penurut. Deli akan mau saat disuruh suruh nenek dan atuk tanpa menunda nunda untuk melakukan pekerjaan itu" lanjut Deli mengatakan apa yang akan dilakukannya supaya Danu cepat kembali ke negara U dan Vina yang tidak perlu pergi ke negara I karena ingin menemui Danu yang tidak akan kembali lagi ke negara U.
"Keren itu baru anak Bunda" ujar Vina memuji Deli calon anak perempuannya yang sangat mengerti dan paham bagaimana dan apa yang harus dilakukan oleh Deli selama Danu tidak ada di negara U.
Papi dan manager serta Mami yang mendengar dialog antara Danu, Vina dan Deli langsung tersenyum bahagia mendengar hal itu. Deli sangat sangat menuruti apa yang dikatakan dan diperintahkan oleh Danu dan Vina.
Mobil telah meninggalkan daerah pinggiran ibu kota. Sekarang mobil sudah mengarah ke ibu kota. Manager mengarahkan mobil menuju bandara. Mereka akan mengantarkan Danu untuk terbang ke negara I. Guna menyelesaikan semua urusan pernikahan dia dengan Ranti.
"Ayah" panggil Deli kepada Danu yang terlihat sedang melamun.
"Nggak ada sayang" ujar Danu berbohong menjawab ke Deli.
Danu memang ada yang dipikirkannya, tetapi dia tidak mungkin menceritakannya kepada Deli karena ada Vina di depan mereka. Bagaimanapun juga Danu ingin berita itu menjadi sebuah kejutan bagi Vina. Makanya Danu tidak bisa menceritakan hal yang sedang dipikirkannya itu sekarang kepada Deli.
Deli mengambil ponsel miliknya. Dia memberikan kode kepada Danu kalau mereka akan melanjutkan pembicaraan antara mereka berdua dengan memakai ponsel sebagai media percakapan mereka itu.
Deli terlihat mengetik sesuatu di layar onsel miliknya. Sedangkan Danu menunggu kiriman pesan chat yang sedang diketik oleh Danu.
'Jangan boong' bunyi pesan chat yang dikirim oleh Deli kepada Ayahnya itu.
__ADS_1
Danu membaca pesan chat tersebut sambil tersenyum kecil. Anaknya itu memang sangat tahu bagaimana kebiasaan Danu. Makanya, Danu sama sekali tidak bisa berbohong dan membohongi Deli.
'Nggak ada' bunyi balasan pesan chat yang dikirim oleh Danu kepada Deli.
Deli membaca pesan chat tersebut. Dia langsung cemberut saat membaca pesan yang dikirim oleh Danu yang isinya adalah sebuah kebohongan yang sedang ditutup tutupi oleh Danu kepada Deli.
'Bohong. Kalau masih tetap bohong aku nggak akan jadi anak yang baik mulai dari bandara' bunyi pesan chat berikutnya yang dikirimkan oleh Deli kepada Danu dengan diiringi sebuah ancaman yang pasti akan langsung dikerjakan oleh Deli.
Danu membaca pesan chat yang dikirim oleh Deli kepada dirinya itu. Sebuah pesan chat yang dibarengi dengan ancaman serius dari Deli.
'Kamu ngancem Ayah balik' ujar Danu mengirim pesan chat balasan kepada Deli yang tersenyum saat membaca pesan teks tersebut.
'Ya. Apa salahnya? Masalah buat Ayah? Kalau masalah makanya jangan boong' lanjut balasan pesan chat yang dikirim oleh Deli kepada Danu.
Danu langsung geleng geleng kepala saat membaca pesan chat itu. Deli benar benar melakukan pengancaman yang serius kepada dirinya. Danu tidak menyangka kalau anaknya akan sangat cepat belajar cara mengancam yang baik dari Danu.
'Baiklah Ayah akan jujur. Ayah takut kalau dia menolak menceraikan Ayah' ujar Danu yang pada akhirnya mengatakan kepada Deli apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.
'Ayah jangan takut. Berjuang dulu, semua bukti sudah kuat Ayah. Ayah jangan mencemaskan hal bodoh itu lagi. Itu hal yang tidak penting' bunyi balasan pesan chat yang dikirim oleh Deli kepada Danu.
Deli kemudian memasukkan ponselnya ke dalam tasnya kembali. Dia menatap ke arah Danu.
"Ayah pasti bisa" ujar Deli langsung memberikan dukungannya kepada Danu.
Kali ini Deli tidak lagi memakai ponsel sebagai media untuk memberikan dukungan kepada Danu. Tetapi Deli memutuskan untuk langsung mengatakan hal itu kepada Danu.
__ADS_1
"Makasi sayang. Ayah akan berusaha" ujar Danu sambil memeluk Deli.
Vina dan Mami yang tidak paham dengan apa yang terjadi di belakang hanya bisa geleng geleng kepala saja. Tadi mereka seperti anjing dengan kucing. Sekarang sudah seperti lem dengan prangko. Bener bener sudah dimengerti.