Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Danu Norak


__ADS_3

"Bunda, kenapa ini orang norak banget Bunda. Itu tidur bisa kayak gitu. Bener bener bikin malu aja Bunda. Deli nggak kenal dengan orang ini Bunda" ujar Deli berteriak kepada Vina saat melihat kelakuan Danu yang benar benar absurd tidak ada lawan dan tandingan itu.


"Ayah kamu sayang" balas Vina sambil tersenyum kepada Deli.


"Nggak Bunda." jawab Deli yang tidak mengakui kalau orang yang teriak teriak di mimpinya itu adalah Dahu Ayahnya.


"Itu lebih tepatnya adalah calon suami bunda" ujar Deli melanjutkan jawabannya kepada Vina.


"Hahahaha hahaha haha, kamu mulai tidak mengakui kalau itu adalah Ayah kamu sayang?" ujar Vina menggoda Deli yang tidak ingin mengakui kalau Danu adalah Ayahnya karena Danu mengigau dalam mimpinya dengan begitu noraknya dan benar benar bisa membuat malu siapa saja yang mendengar apa yang dikatakan oleh Danu dalam tidurnya itu.


Iwan yang mendengar Deli dan Vina sudah saling mengejek, mematikan paggilan video itu supaya tidak ketahuan oleh Danu. Iwan mematikan video call itu tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada Deli dan Vina yang sedang sibuk tertawa karena melihat kelakuan Danu yang bisa bisanya mengigau dengan begitu banyaknya seperti orang yang sedang berbincang bincang di dunia nyata. Suatu keanehan yang benar benar terjadi dalam mimpi Danu.


Deli akhirnya tertawa ngakak begitu juga dengan Vina setelah melihat kejadian yang benar benar mereka tidak bisa membayangkan kalau kejadian itu benar benar terjadi dan pelakunya adalah Danu orang yang sepsial dalam hati Vina dan Deli.


Kelakuan Vinda dan Deli yang tertawa sedemikiannya itu membuat Sari dan Maya menjadi heran dan penasaran dengan hal apa yang bisa membuat Vina dan Deli tertawa sampai sebegitunya.


"Mereka berdua kenapa May?" ujar Sari saat melihat Vina dan Deli yang tertawa sampai harus memegang perut mereka dan bahkan Vina harus menahan sesuatu yang sudah ingin keluar karena mereka tertawa sedemikiannya itu.


"Ntah, gue juga heran, kenapa dua orang itu bisa tertawa ngakak sampai sebegitunya" ujar Maya yang juga sama sama tidak tahu dan juga menatap heran kepada Vina dan Deli yang tertawa seperti itu.


Mereka berdua sudah terlalu lama dan bisa dikatakan tidak pernah melihat Vina maupun Deli tertawa yang seperti itu. Tertawa Vina dan Deli kali ini benar benar seperti seseorang yang sedang melihat sesuatu yang lucu dan bisa membuat siapa saja menjadi tertawa ngakak saat melihat apa yang mereka lihat.

__ADS_1


"Kita ke sana saja gimana?" ujar Sari mengajak Maya untuk menuju tempat Vina dan Deli yang masih tertawa itu.


"Mereka terlihat tidak akan berhenti tertawa" lanjut Sari saat melihat ke arah Vina dan Deli yang terlihat seperti tidak akan mau menghentikan tawa mereka berdua.


Sari dan Maya kemudian berjalan menuju Vina dan Deli yang hanya berjarak lima meter lebih dari tempat Maya dan Sari berada tadi. Mereka berdua sangat penasaran dengan apa yang terjadi yang mengakibatkan Vina dan Deli bisa menjadi tertawa terbahak bahak seperti itu.


"Loe berdua kenapa? Dari tadi gue perhatiin dengan Maya ketawa loe berdua luar biasa banget" ujar Sari bertanya kepada Vina dan Deli saat mereka berdua sudah berada di dekat Vina dan Deli yang sedang tertawa terbahak bahak itu.


"Emang ketawa kami berdua sampai ke sana?" ujar Vina bertanya kepada Sari dan Maya sambil melihat posisi awal Sari dan Maya berada tadi sebelum menyusul ke tempat dirinya dan Deli berada.


"Sampai lah, makanya kami sampai kaget mendengar tawa kalian berdua yang luar biasa banget itu" ujar Sari menjawab pertanyaan dari Vina.


Vina dan Deli sama sama tidak sadar kalau tawa mereka akan bisa terdengar oleh Sari dan Maya yang jarak berdiri dengan mereka lumayan jauh.


"Makanya saking penasarannya kami dengan apa yang menyebabkan kalian bisa tertawa seperti itu makanya kami berdua langsung menyusul kalian ke sini. Kami heran kok bisa kalian berdua tertawa sengakak itu sampai sampai membuat kami berdua menjadi penasaran dengan apa yang kalian tertawakan" ujar Maya menjelaskan kepada Vina dan Deli tujuan mereka berdua menyusul ke tempat Vina dan Deli berada.


"Emang apa yang kalian berdua tertawakan, sampai sampai kalian tertawa seperti ini" ujar Maya bertanya kepada Vina dan Deli yang sudah bisa mengendalikan diri mereka kembali.


Vina menatap ke arah Deli, Vina mengangkat sebelah alisnya untuk bertanya kepada Deli apakah mereka berdua akan menceritakan apa kejadian yang sebenarnya terjadi kepada Maya dan Sari atau mereka akan memberikan jawaban yang berupa jawaban bohong saja sehingga membuat Maya dan Sari tidak akan melanjutkan pertanyaannya lagi.


"Bunda ajalah yang jelasin, kalau Deli nanti yang cerita ke Mami dan Aunty maka bisa dipastikan Deli akan kembali tertawa ngakak" ujar Deli menjawab pertanyaan tersirat yang diberikan oleh Vina kepada dirinya.

__ADS_1


"Ya udah Bunda aja yang cerita" ujar Vina.


Vina kemudian menceritakan semua yang terjadi tadi kepada Maya dan Sari. Vina menceritakan apa penyebab yang membuat dirinya dan Deli menjadi tertawa terbahak bahak seperti tadi. Vina sama sekali tidak ada mengurangi atau menambah apapun dalam cerita yang dikatakannya kepada Maya dan Sari. Vina mengatakan semuanya kepada mereka berdua.


"haha haha haha" Maya dan Sari tertawa terbahak bahak saat mendengar cerita yang disampaikan oleh Vina kepada mereka berdua.


"Nah Mami dan Aunty saja yang nggak menyaksikan secara langsung ekspresi Ayah saat ngomong saja bisa tertawa seperti itu. Apalagi kalau menyaksikan, sudah bisa Deli pastikan kalau Mami dan Aunty akan ngompol karena tertawa melihat dan mendengar apa yang dilakukan oleh Ayah saat tidur" ujar Deli menanggapi reaksi yang ditunjukkan oleh Maya dan Sari pada saat mendengar cerita yang disampaikan oleh Vina kepada mereka berdua.


"Itu bener bener lah tu, kok bisa bisanya mimpi sampai kayak orang mengobrol, apa yang terjadi coba" ujar Maya yang nggak sampai pemikirannya ke sana.


Maya dan Sari bener bener heran dengan apa yang dilakukan oleh Danu. Danu terlihat bukan dalam keadaan tidur melainkan sedang terlihat seperti mengobrol dengan Vina saja, sehingga apapun yang diucapkan oleh Danu seperti dikatakan oleh Danu di dunia nyata saja.


"Kok nggak kamu rekam tadi Del?" ujar Sari bertanya kepada keponakannya itu.


"Nggak kepikiran sampe ke sana aunty. Tadi tu hanya berpikiran oh ya udah Ayah kayak gitu, makanya kami berdua langsung tertawa, mana ada sempat berpikiran untuk merekam segala. Sama sekali nggak ada Nty" ujar Deli yang memang sama sekali tidak teringat untuk merekam apa yang dilakukan oleh Danu.


"Sepertinya Danu kangen sama loe deh Vin" ujar Maya sambil memberikan senyumannya kepada sahabat terbaiknya itu.


"Maksud loe?" ujar Vina


Maya mengangguk, hanya Maya dan Vina sajalah yang mengetahui apa arti anggukan itu. Vina mengangguk setuju dengan apa yang dianggukkan oleh Maya. Sari dan Deli saling memandang, mereka berdua sama sama tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Maya dan Vina dengan bahasa isyarat yang hanya mereka berdua saja yang mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2