
Vina yang baru selesai membersihkan badannya di kamar mandi kafe, dan juga telah memakai pakaiannya kembali menuju kafe. Kali ini dia tidak akan kembali mengolah menu yang dipesan oleh pengunjung kafe. Vina akan bekerja sebagai pelayan, Vina akan mengantarkan pesanan pesanan yang telah disiapkan untuk para pengunjung kafe.
Tring tring tring. Bunyi bel yang digoyang oleh salah satu koki yang telah selesai memasak pesanan pengunjung. Vina yang tinggal sendiri di tempat pelayan berjalan menuju meja tempat hasil pasangan pengunjung selesai dimasak oleh para koki.
"Meja berapa?" tanya Vina sambil mengangkat makanan yang sudah ada di atas baki itu.
"Meja nomor dua satu Nona" jawab Rina yang tadi mengolah masakan tersebut.
"Oh Oke sip" jawab Vina sambil mengangkat jempolnya kepada Rina.
Vina kemudian mengantarkan menu pesanan pengunjung sesuai dengan nomor meja yang dikatakan oleh Rina tadi.
Setelah selesai mengantarkan menu pengunjung tadi, Vina kemudian kembali ke tempat meletakkan baki.
"Mau, gue ke sana dulu ya" ujar Vina sambil berjalan menuju tempat yang ada dipojokan kafe. Dia akan duduk di sana sambil membawa segelas kopi dan sepiring kentang goreng dan nugget yang juga baru selesai di goreng oleh Rina.
Vina mengambil ponselnya yang dari tadi diam saja. Dia sangat kangen dengan Danu dan juga Deli.
"Video call dengan mereka kayaknya asik kali" ujar Vina sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana.
Vina mencari nomor Danu. Dia kemudian menghubungi nomor tersebut. Danu yang sedang dalam perjalanan menuju warung penjual nasi kapau favorit dirinya itu, Danu kemudian mengangkat panggilan video itu saat tahu siapa yang menghubunginya.
"Hay sayang, kamu masih di kafe Maya?" tanya Danu saat melihat Vina masih di tempat yang sama saat pagi tadi mereka melakukan video call.
"Iya sayang, masih di tempat yang sama" jawab Vina sambil menatap ke arah Danu.
"Aku kengen Deli. Kita sambung tiga aja yuk video call nya" ujar Vina yang memang sangat kangen dengan anak Danu yang sebentar lagi juga akan menjadi anak Vina itu.
"Sip.kamu telpon aja Deli ya. Aku sambil bawa mobil mau cari menu makan siang ini" ujar Danu yang tidak mungkin dirinya yang akan mencari nomor Deli. Danu sedang menyetir mobil menuju penjual nasi kapau.
Vina kemudian menambah panggilan dengan menghubungi nomor Deli. Deli yang sedang menonton nenek sedang memasak puding berteriak bahagia.
__ADS_1
"Nenek bunda kue video call" ujar Deli memberitahukan kepada Mami siapa yang menghubunginya saat ini.
"Angkat aja sayang. Nenek juga pengen denger suara Bunda kue Deli itu" ujar Mami yang penasaran dengan wajah Vina sebenarnya.
"Hallo Bunda kue" ujar Deli berteriak dengan kencangnya saat panggilan mereka tersambung
"Hay sayang. Sayang Bunda kue sedang ngapain siang siang begini?" tanya Vina kepada Deli yang terlihat sedang duduk di sebuah kursi.
"Nggak sedang ngapa ngapain Bunda. Cuma lagi nengok nenek masak puding" ujar Deli memberitahukan kegiatannya yang sedang melihat Mami memasak puding untuk dinikmati nanti malam.
"Deli sayang, nggak kangen sama ayah nak? Hanya kangen sama Bunda aja?" ujar Danu yang sama sekali tidak disapa oleh Deli.
"Eh ada Ayah. Deli kira Deli hanya sama Bunda aja Ayah. Ternyata juga ada Ayah. Jadi, kita bertiga ini video callnya?" tanya Deli yang karena fokus dengan Vina tidak menyadari kalau ada ayahnya dalam video call kali ini.
"Nenek sedang masak puding apa sayang?" tanya Danu yang paling suka dengan puding buatan Maminya itu.
"Kata Nenek tadi puding coklat sama mangga Ayah" jawab Deli yang sudah diberitahukan oleh Nenek mau membuat puding apa hari ini.
"Tenang Bunda, besok saat Bunda udah di sini. Nenek akan Deli paksa untuk bikin puding tiap hari untuk Bunda" ujar Deli sambil menatap neneknya.
"Tenang Vina. Saat Vina sampai di sini, Mami akan buatkan puding khusus yang paling enak untuk kamu." ujar Mami mengambil alih video call Deli.
"Mami, untuk anak Mami ini, apa tidak Mami kasih? Mami tega melihat aku nggak makan puding lezat itu?" Ujar Danu yang sudah bisa memastikan puding apa yang akan dibuat oleh Mami.
"Kamu udah bosan makannya Danu. Jadi, besok itu, Mami akan membuat khusus untuk Vina saja. Tidak untuk kamu" ujar Mami menjawab komplenant dari Danu.
"Yah Mami nggak asik. Masak aku nggak di kasih. Emang aku ini nggak anak Mami ya?" ujar Danu kepada Mami.
"Jadi, anak Mami cuma Vina sama Deli aja lagi. Oh malangnya nasib aku yang ditolak oleh orang tua sendiri" ujar Danu sambil menyabarkan dirinya sendiri.
"Haha haha, Ayah alay. Mana ada anak yang udah gede seperti Ayah bisa dibuang. Yang ada anak kecil Ayah yang dibuang sama orang tuanya." ujar Deli menjawab perkataan dari Danu.
__ADS_1
"Ayah ngadi ngadi ya Bunda." kali ini Deli meminta dukungan dari Vina.
"Bener sayang. Ayah kayaknya cari perhatian banget hari ini. Ntah apa yang dipikirkan oleh Ayah sekarang Bunda juga tidak tahu" ujar Vina sekaligus menyindir Danu yang Vina sangat yakin ada yang sedang dilakukan oleh Danu yang Vina sendiri tidak boleh mengetahui apa yang dilakukan oleh Danu sekarang ini.
"Biar ajalah Bunda, nggak usah Bunda pikirkan Terpenting Ayah itu udah nggak mikirin Ibu kunti itu aja lagi, udah itu Bunda. Kalau masih, hem Deli akan mengajukan surat pemberhentian jadi anak Danu Sanjaya Pratama" ujar Deli menyebutkan nama lengkap Danu.
Vina terdiam cukup lama mendengar nama lengkap Danu. Selama ini Vina hanya tau nama Danu hanya Danu S Pratama.
Danu yang melihat Vina terdiam saat mendengar nama tengahnya, langsung mengalihkan perhatian Vina. Danu tidak ingin Vina memikirkan namanya itu.
"Hay Bunda kemana termenung?" tanya Deli saat melihat Vina yang termenung setelah mendengar nama tengah Danu.
"Nggak ada apa apa sayang. Tadi kaki Bunda di gigit nyamuk, makanya Bunda termenung sayang" ujar Vina sambil menatap Deli dan memberikan Deli senyumannya. Tetapi senyuman Vina kali ini tidak menyentuh matanya. Danu melihat semua itu.
"Jadi, gimana dengan puding nenek apa udah bisa dimakan atau baru akan dimasak eh Nenek?" ujar Vina mengalihkan perhatian Danu yang terlihat jelas sedang mengamati apa yang dilakukan oleh Vina.
"Baru di buat Bunda, belum bisa di makan. Tadi kata Nenek, aku boleh makan puding itu setelah pulang mengaji" ujar Deli yang melihat jam mengajinya sudah hampir masuk.
"Bunda, Deli matiin dulu ya video call nya. Deli mau pergi mengaji dulu Bunda. Nanti Deli bisa diomeli nenek berjam jam kalau Deli nggak pergi mengaji" kata Deli yang memang akan dimarahi oleh Nenek kalau dia tidak pergi mengaji tepat waktu.
"Oke sayang. Kamu hati hati ya mengajinya. I love You sayang" uajr Vina menutup panggilan untuk Deli.
"i love you Bunda" jawab Deli.
Vina mematikan panggilannya dengan Deli. Vina kemudian menatap ke arah Danu. Kekasihnya yang sekarang sedang masuk ke dalam warung nasi kapau untuk membeli menu makan siang mereka semua.
"Sayang, aku beli nasi dulu ya" ujar Danu izin kepada Vina.
"Iya sayang. Aku matiin dulu ya video callnya" uajr Vina.
"sip" jawab Danu.
__ADS_1
Vina kemudian memutuskan panggilan video mereka. Vina kembali memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku celana. Dia akan kembali membantu para pelayan untuk mengantarkan pesanan dan mengangkat piring dan gelas yang kotor kotor.