
Manager terus mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi menuju bandara. Kali ini mereka harus lewat jalan tol karena hari sudah mau pukul sembilan lewat. Sedangkan Danu harus melakukan check-in pada pukul setengah sepuluh pagi. Sehingga mau tak mau, mobil harus masuk jalan tol.
'Semoga nggak telat' ujar Danu dalam hatinya saat melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, udah saatnya untuk tidur.
"Kok lewat jalan tol Paman manager?" tanya Deli dari belakang saat melihat mobil sudah berada di jalan tol menuju bandara.
"Terpaksa Nona muda, kita harus cepat sampai karena sebentar lagi Ayah Nona muda harus melakukan check-in. Jadi, kita tidak boleh telat untuk sampai di bandara" jawab Manager menerangkan kepada Deli kenapa mereka harus masuk ke jalan tol dan tidak melewati jalan biasa saja menuju bandara.
"Oh baiklah, Deli kira tadi Paman manager ragu untuk lewat jalan biasa saja" kata Deli menanggapi jawaban yang diberikan oleh manager kenapa manager memilih untuk lewat jalan tol dari pada jalan biasa.
"Ooo. Oke, tapi nanti saat mau pulang kita lewat jalan biasa saja Paman manager. Deli tidak suka lewat jalan tol. Nggak ada yang bisa di lihat" ujar Deli menolak untuk lewat jalan tol kembali saat mereka pulang dari Bandara.
Apalagi Deli berkeinginan untuk singgah di kafe Bunda sebelum mereka kembali ke mansion. Deli berencana malam ini dia akan tidur di mansion terlebih dahulu, karena Deli kasihan dengan nenek dan atuk kalau dia langsung tidur di rumah bunda kue.
Tak berapa lama akhirnya Paman membelokkan mobil yang dikemudikannya untuk masuk ke dalam gerbang besar bandara internasional negara U. Deli melihat bandara yang begitu ramai, lebih ramai dari pada bandara di negara I. Padahal kedua bandara sama sama bandara dengan standar internasional melayani penerbangan ke berbagai negara. Tetapi karena negara U adalah negara maju, makanya penerbangan di bandara itu sangatlah banyak.
Mereka semua kemudian turun dari dalam mobil. Mereka akan mengantarkan Danu sampai depan terminal keberangkatan luar negeri. Danu berjalan bersisian dengan Vian. Danu terus menggenggam tangan Vian. Sedangkan Deli berjalan dengan Nenek dan Atuk nya. Deli memberikan kesempatan kepada Ayahnya untuk berjalan dengan bunda kue.
"Tolong jaga Deli ya sayang, kalau dia banyak cerita ingatin aja dengan ancaman yang aku berikan" ujar Danu saat mereka sudah berada di depan terminal keberangkatan luar negeri.
__ADS_1
"Sip, kamu percayakan saja Deli ke aku ya. Aku akan pastikan Deli akan aku jaga sedemikian rupa sampai kamu kembali ke kami lagi" jawab Vina sambil memeluk mesra Danu.
Vina sebenarnya sangat sedih karena harus berpisah cepat dengan Danu. Tetapi Vina harus mengerti kalau Danu ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan tidak bisa diundur undur.
Danu melepaskan pelukannya dari Vina. Dia berjalan menuju Deli anak satu satunya itu. Danu memeluk Deli dengan sangat kuat. Ini bukan perpisahan pertama antara Deli dengan Danu, tetapi ini adalah perpisahan terjauh yang pernah terjadi antara Deli dengan Danu.
"Ingat pesan ayah tadi ya sayang. Jangan banyak cerita dan harus menurut sama nenek dan atuk serta bunda kue" ujar Danu kembali mengulang pesannya kepada Deli.
"Iya Ayah, Deli akan ingat semua itu. Ayah tenang saja. Ayah jangan takut kalau Deli tidak akan mengingat semua itu. Deli yakinkan kepada ayah kalau Deli akan mengingat semua itu dengan pikiran dan daya ingat Deli sendiri." ujar Deli sambil tetap memeluk pria yang paling dicintainya di atas dunia itu.
Pria yang dari dulu menjadi Ayah sekaligus Bunda bagi Deli. Pria yang sama sekali tidak pernah mengatakan tidak kepada Deli. Pria yang akan selalu ada saat Deli mengatakan dia harus ada.
Danu berjalan menuju Mami dan Papi. Dia bersalaman dan berpamitan kepada kedua orang tuanya itu.
"Cepat selesaikan" hanya itu pesan yang diucapkan oleh Papi kepada Danu.
"Sip. Tolong bantu jaga dia gadis yang paling penting dalam hidup aku selain dari orang yang di sebelah Papi" ujar Danu meminta Papi untuk menjaga Vina dan Deli selama Danu tidak berada di dekat mereka berdua.
"Tenang saja. Papi akan menjaga mereka seperti kamu menjaga mereka berdua. Sekarang kamu hanya fokus kepada permasalahan itu saja. Nggak usah pikirkan Deli dan Vina. Mereka berdua biar Papi yang mengurus." ujar papi yang hanya menginginkan Danu berkonsentrasi kepada masalah perceraiannya, sedangkan untuk menjaga Vina dan Deli serahkan dan percayakan saja kepada Papi.
__ADS_1
Danu kemudian memeluk kembali Vina dan Deli bersamaan. Danu sebenarnya juga berat meninggalkan mereka berdua. Tetapi Danu harus bisa karena bagaimanapun juga permasalahan yang harus diselesaikan di negara I sangat penting untuk diselesaikan sekarang juga. Permasalahan yang di negara I kalau selesai akan membawa kebahagiaan bagi seorang gadis yang sekarang berada di negara U.
"Sayang sudah sana masuk lagi. Nanti kamu telat , ditinggal pesawat. Nah kamu sendiri mengatakan tidak mau ditinggal pesawat. Sekarang ayuk jalan, masuk sana. Kami akan berada di sini sampai pesawat kamu lepas landas" ujar Vina meyakinkan Danu kalau mereka semua akan tetap berada di bandara sampai pesawat yang ditumpangi Danu lepas landas dan meninggalkan negara U untuk menuju ke negara I.
Danu berjalan dengan sangat pelan sekali untuk masuk ke dalam bandara terminal keberangkatan luar negeri itu. Danu terlihat sangat enggan untuk pergi dari negara U.
"Ayah harus kuat. Ingat kami berdua di sini menunggu Ayah untuk pulang dengan kepala ringan dan tegak" teriak Deli saat melihat gaya jalan Danu seperti orang yang tidak ingin pergi meninggalkan keluarganya.
Danu mendengar teriakan dari putrinya itu. Teriakan yang menjadikan Danu kuat untuk melanjutkan langkah kakinya yang tadi sempat terasa berat.
"Gue harus bisa. Ini semua demi keluarga gue yang menunggu di negara U" ujar Danu memompa semangat untuk dirinya sendiri dan demi kepentingan keluarga besarnya.
Danu berbalik untuk melihat ke arah Deli. Danu tersenyum bahagia karena anak, calon istri dan kedua orang tuanya masih berdiri di sana.
"mereka saja menepati janjinya untuk pergi setelah pesawat yang aku tumpangi lepas landas. Aku tidak akan tega mengecewakan mereka. Aku harus bisa membahagiakan mereka sepenuhnya" ujar Danu yang kembali memberikan semangat kepada dirinya sendiri.
Danu benar benar membutuhkan dukungan dari semua orang untuk melakukan hal yang sebenarnya di benci oleh Tuhan tetapi hal itu bukan dosa besar.
Danu akhirnya sampai di ruang tunggu. Danu mengeluarkan ponsel miliknya, dia sudah mengganti salurannya dengan menghidupkan mode pesawat.
__ADS_1
Danu menunggu sekitar sepuluh menit. Setelah itu datang pramugari dari pesawat yang akan di tumpangi oleh Danu. Semua barang sudah di bawa dan di masukkan ke dalam pesawat. Sekarang yang akan dimasukkan ke dalam pesawat adalah orang orang yang akan pergi ke negara I.