
"Sayang, apa hari ini kamu ada persidangan lagi?" tanya Ranti kepada Anggara kekasihnya itu yang merupakan salah seorang pengacara terkenal di negara ini.
"Kelihatannya ada pagi sayang, tapi mungkin akan selesai jam dua belas siang. Emang ada apa?" ujar Anggara menjawab sambil mengelus punggung Ranti yang tidak ditutupi oleh sehelai benang pun tersebut.
"Aku ingin membawa kau ke suatu tempat" ujar Ranti sambil membalas apa yang dilakukan oleh Anggara tersebut. Tetapi Ranti tidak memainkan kuku kukunya di punggung Anggara melainkan di perut rata Anggara.
"Emang mau kemana?" tanya Anggara yang penasaran dengan jawaban yang diberikan oleh Ranti sebentar ini.
"Adalah nanti saja kamu tahu ya. Terpenting sekarang kamu bisanya pergi jam berapa?"
Ranti kembali bertanya sambil mengangkat sedikit tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun itu yang sekarang sedang di atas Anggara. Mereka baru selesai membakar lemak di pagi hari sebelum melaksanakan aktifitas.
"Sekitar jam dua belas lah. Kamu tunggu aja aku di perusahaan. Nanti setelah aku selesai sidang aku akan datang menjemput kamu ke sana" ujar Anggara memberikan jawaban kepastian kapan dirinya akan pergi menjemput Ranti ke perusahaan milik Ranti.
"Oke. Aku akan tunggu kamu di perusahaan aja" jawab Ranti yang langsung setuju dengan ide yang diberikan oleh Anggara kepada dirinya.
"Jam berapa sayang sekarang?" tanya Anggara kepada Ranti.
Ranti meraih ponsel miliknya karena dia tidak bisa bebas bergerak, karena ada sesuatu yang mengganjal di sana.
"Jam setengah tujuh sayang, apa kita mandi sekarang?" lanjut Ranti bertanya kepada Anggara.
"Oke sip, mari kita mandi. Aku juga pengen mandi sekarang" kata Anggara yang menyetujui saran yang diajukan oleh Ranti kepada dirinya.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian bangun dari posisi berbaring tersebut. Mereka berdua kemudian berjalan sambil berpelukan ke kamar mandi yang ada di kamar tidur rumah Ranti. Semenjak Anggara dan Ranti memiliki hubungan, Anggara setiap malam selalu pulang ke rumah Ranti. Dia sudah sangat jarang pulang ke apartemennya sendiri.
Selesai membersihkan sisa sisa pertempuran semalam, Ranti dan Anggara memakai pakaian kerja mereka. Setelah itu mereka berdua menuju ruang makan sambil bergandengan tangan.
Anggara duduk di kursi yang memang sudah diperuntukkan untuk dirinya. Tepat di sebelah Anggara duduk Ranti yang sudah cantik dengan stelan kantornya berwarna cream.
Dua orang pelayan rumah Ranti sudah menyiapkan menu sarapan untuk Nyonya mereka dan juga kekasih dari Nyonya tersebut.
Kali ini Ranti dan juga Anggara menikmati nasi goreng lengkap dengan telur dadar serta potongan timun dan potongan tomat yang telah disiapkan oleh para pelayan sebagai menu sarapan pagi untuk Ranti dan juga Anggara.
" sayang kamu mau nasinya yang banyak atau bagaimana?" kata Ranti bertanya kepada Anggara sesaat sebelum Ranti mengambilkan nasi goreng ke dalam piring
" yang sedang aja sayang, aku terkadang kalau akan menghadapi persidangan makan hanya sekedarnya saja karena aku membutuhkan pikiran yang fokus dalam menghadapi persidangan itu" jawab Anggara sambil tersenyum kepada Ranty.
" kamu kok aneh sayang, di mana-mana orang itu perlu makan banyak supaya bisa fokus dalam bekerja nah sedangkan kamu semakin tidak fokus kalau banyak makan atau dalam bahasa lebih bagusnya dalam keadaan kenyang" kata Ranti sambil menatap heran ke arah Anggara karena Anggara memiliki perbedaan cara pandang dengan orang orang kebanyakan.
" Gimana lagi sayang. Kan kita nggak mesti sama dengan orang kebanyakan" jawab Anggara sambil memberikan senyuman terbaiknya kepada Ranti.
"oke oke kalau begitu. Aku nggak akan membantahnya lagi. Mana bisa menang aku lawan kamu sayang" jawab Ranti yang sangat yakin tidak akan bisa menang melawan Anggara dalam pembicaraan karena Anggara adalah seorang pengacara yang sangat handal dalam memainkan kata kata.
"Itu tau kamu sayang, kalau kamu nggak bakalan menang melawan aku" ujar Anggara dengan nada suara jamawa sekali.
"Sekali sekali kamu kasihlah aku kesempatan untuk menang sayang" kata Ranti yang meminta sekali sekali diberikan kesempatan
__ADS_1
" Sayang aku sering lo ngasih kamu kesempatan untuk menang" kata Anggara menjawab komplemen yang diajukan oleh Ranti kepada dirinya
" mana ada sayang aku nggak pernah menang lawan kamu kalau berbicara" kata Ranti menjawab perkataan yang diajukan oleh Anggara sebentar ini kepada dirinya yang mengatakan kalau Anggara sering mengalah kepada Ranti
" Ais kamu pura-pura lupa Sayang. tadi aja Aku mengalah kok sama kamu" jawab Anggara kepada Ranti tentang dirinya yang mengalah kepada Ranti
" Mana ada Sayang" ujar Ranti yang tetap dengan pendapatnya kalau Anggara tidak pernah mengalah kepada
" malam tadi sayang"
" berapa kali Coba Aku mengalah sama kamu"
kali ini Anggara mengatakan Kapan dirinya mengalah kepada Ranty. Ranty yang mendengar apa yang dikatakan oleh Anggara berusaha menahan tawanya supaya tidak meledak pada saat itu juga dan membuat dua orang pelayan yang berada di belakang mereka ikut-ikutan tertawa karena mentertawakan Ranti yang keselek makanannya sendiri
" kalau yang tadi malam itu kamu memang sering mengalah sayang sama aku. karena permainan aku sangat susah untuk kamu imbangi" kata Ranti menjawab contoh dari anggara yang mengalah kepada Ranti
" nah yang penting kan mengalah itu adalah salah satu dari peluang kami untuk menang melawan aku" jawab Anggara sambil tersenyum ke arah Ranti sehingga membuat Ranti sedikit kesal dengan apa yang dikatakan oleh Anggara sebentar ini
"Kalau itu kamu ndak perlu mengalah sayang, kamu memang udah bisa aku pastikan kalah" ujar Ranti yang mulai percaya diri dengan topik yang dirinya dan Anggara bahas pada saat ini.
"Ais percaya diri sekali kamu sayang. Nanti malam kamu akan melihat bagaimana aku yang sebenarnya. Jadi siap siap untuk nanti malam" ujar Anggara berkata sambil menyunggingkan senyuman mesumnya dan tatapan mesum yang diberikan oleh Anggara kepada Ranti.
Dua orang pelayan yang berada di belakang mereka berdua hanya bisa saling menatap dan menahan senyuman mereka saat mendengar pembicaraan yang sangat luar biasa intimnya yang sedang dibahas oleh Nyonya dan juga kekasih Nyonya nya itu.
__ADS_1
"oh oke sayang, mari kita lihat, apa kamu memang bisa mengalahkan aku di sana. Atau malahan kamu lagi yang kalah berkali kali oleh aku di sana" ujar Ranti yang dengan sangat senang hati menerima tawaran yang sangat menggiurka diberikan oleh Anggara kepada dirinya.