
Papi, Paman, dokter dan juga suster sudah memakai pakaian steril mereka. Mereka berempat kemudian masuk ke dalam ruang rawat Danu. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap Danu. Sedangkan Papi dan Paman hanya akan melihat Danu saja. Bagi mereka berdua, sudah diperbolehkan melihat Danu dari jarak dekat saja sudah sangat senang. Mereka tidak akan memaksakan yang lainnya untuk diperbolehkan sekarang ini.
"Tuan, apakah Tuan mau memegang tangan Danu?" tanya dokter yang sangat mengetahui apa yang ada dalam pikiran Papi dan Paman.
Papi dan Paman saling pandang pandangan, mereka tidak menyangka dokter akan mengatakan hal itu kepada mereka berdua. Mereka berdua kembali melihat ke arah dokter.
"Apakah itu serius dokter kami boleh memegang dan menyentuh Danu?" tanya Paman yang akhirnya kembali menanyakan keseriusan dokter saat mengatakan hal itu kepada mereka berdua.
"Saya serius Tuan. Silahkan pegang, tapi jangan dibagian kepalanya" ujar dokter menjawab keraguan dari Papi dan Paman atas izin yang diberikan oleh dokter.
Papi dan Paman kemudian berjalan mendekat kearah Danu. Luka luka di wajah Danu tidaklah ada. Sedangkan yang ada luka hanya dibagian tangan dan kaki Danu. Tetapi luka yang membuat danu seperti ini adalah luka di kepala danu. Luka yang mengakibatkan Danu harus terkapar tidak berdaya seperti ini. Kini hilanglah Danu yang selalu ceria dan bisa membuat Papi dan Maminya tertawa saat Danu sudah mulai menunjukkan aksi aksinya yang tidak terduga itu.
Papi memegang dan mengusap tangan kanan Danu. Sedangkan Paman mengusap tangan kiri Danu. Kedua pria itu tidak sanggup berkata apa apa saat diperbolehkan menyentuh Danu. Papi dan Paman hanya bisa menahan tangisnya melihat kondisi anak mereka dari dekat. Kondisi yang sangat mengenaskan.
"Sayang cepat sembuh ya" ujar Papi yang akhirnya bisa juga mengeluarkan suaranya.
"kami menunggu keberadaan kamu lagi di tengah tengah kehidupan kami. Papi, Mami, Paman da juga sepupu kamu merindui kamu" lanjut Papi sambil mengusap air matanya yang sempat jatuh mebasahi pipi Papi.
"Cepat sembuh keponakan keren Paman. Kamu nggak kangen untuk main dengan Ivan dan Sari. Mereka sudah mengunggu di masnion untuk bermain dengan Abang Danu mereka" ujar Paman sambil mengusap air matanya yang lolos di sudut mata.
"berjuang terus ya nak. Kami juga berjuang di sini. Jangan menyerah, teruslah berusaha seperti Papi kamu yang juga berusaha. Paman yakin, Danu pasti kuat sayang" ujar Paman memberikan kata kata motivasi kepada Danu untuk kuat dalam menghadapi penyakitnya kali ini.
Papi dan Paman kemudian kembali mengusap usap tangan Danu yang sakit itu. Ingin rasanya mereka yang menggantikan keadaan Danu yang mengenaskan seperti saat ini. Paman dan Papi bersedia walau harus kehilangan nyawa mereka, mereka rela melakukan hal itu, asalkan Danu bisa kembali sembuh dan tidak seperti saat ini.
"Tuan sudah waktunya kita untuk keluar dari ruangan ini." ujar dokter mengajak Papi dan Paman untuk keluar dari dalam ruangan ICU.
Papi dan Paman melepaskan dengan enggan tangan mereka dari tangan Danu. Mereka masih tidak rela meninggalkan Danu sendirian di dalam ruangan itu. Tetapi mereka berdua harus mengalah, karena itu untuk kebaikan Danu juga.
Papi, Paman, Dokter dan suster kemudian keluar dari dalam ruangan Danu. Mereka sekarang berdiri di tempat keluarga menunggui pasien.
__ADS_1
"Tuan, besok kami akan kembali melakukan MRI terhadap kepala Danu. Kalau sendainya kondisi Danu siap untuk dilakukan tindakan operasi, maka kami akan melakukannya keesokan harinya" ujar dokter memberitahukan kepada Papi dan Paman apa yang akan mereka lakukan besok.
"Kenapa tidak besok aja langsung operasinya dokter?" tanya Paman kepada dokter yang memeriksa keadaan Danu tadi.
"Operasi itu akan memakan waktu yang lama Tuan. Sehingga kami akan memulainya dari pagi. Jadi, pasien dapat beristirahat saat malam harinya." ujar dokter memberikan alasannya kepada Papi dan Paman.
"Oh baiklah dokter. Kami mengerti" jawab Paman yang tidak lagi mendesak agar operasi dilakukan secepatnya.
Papi dan Paman tidak mau akibat mereka memaksa dokter untuk melakukan operasi secepatnya, maka operasi akan berakibat buruk kepada Danu. Paman dan Papi tidak mau itu terjadi.
Dokter dan suster kemudian berjalan meninggalkan ruangan Danu. Mereka akan membuat diagnosa terhadap perkembangan Danu malam ini. Besok mereka akan kembali melakukan MRI untuk modal awal melakukan operasi. Dokter ingin memastikan tidak ada lagi pendarahan di otak Danu.
Papi dan Paman kemudian kembali duduk di kursi masing masing. Diantara mereka berdua tidak ada yang mau tidur terlebih dahulu. Mereka sama sama tetap ingin tejaga dan terus melihat ke arah Danu yang seperti sedang tertidur itu.
"Kamu kalau ngantuk tidur saja Adik, Kakak masih belum mengantuk" ujar Papi meminta paman untuk tidur kalau sudah mengantuk.
"Aku juga belum mengantuk kakak" jawab Paman sambil berdiri dari duduknya untuk meregangkan badannya yang pegal pegal itu.
Pagi harinya dokter yang memeriksa Danu semalam datang lagi bersama perawat. Untung saja saat itu Papi dan Paman juga sudah bangun dari istirahat malam mereka yang kurang nyenyak itu.
"Pagi Tuan Tuan. Apa tidurnya nyenyak semalam?" tanya dokter kepada Papi dan Paman sambil tersenyum. Dokter sudah bisa menerka apa yang akan dijawab oleh kedua orang tua laki laki itu
"Lumayan dokter. Dokter bagaimana?" tanya balik Paman dengan ramah.
"Lumayan juga Tuan. Kami sebagai dokter sudah terbiasa seperti itu tidurnya" jawab dokter sambil tersenyum menjawab pertanyaan dari Paman.
"Kami masuk dulu Tuan, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap Danu kembali. Semoga saja Danu bisa dilakukan MRI hari ini" ujar dokter.
Dokter dan suster yang sudah memakai pakaian steril mereka, kemudian masuk ke dalam ruangan rawat Danu. Danu terlihat masih dalam posisi tertidur. Posisi yang sama semenjak Danu diantarkan ke dalam ruangan itu oleh dokter dan suster.
__ADS_1
Dokter kemudian melakukan pemeriksaan terhadap Danu. Dokter memeriksa bagian bagian vital Danu. Suster mencatat semua keterangan yang diberikan oleh dokter ke dalam lembar catatan rekam medis pasien.
"Siapkan MRI. Kita akan chek lewat MRI apakah masih ada masalah dengan bagian otak Danu atau tidak." ujar dokter memerintahkan suster untuk menghubungi bagian MRI.
"Tolong minta kepada bagian MRI untuk melakukan MRI pertama kali kepada Danu" ujar dokter meminta kepada suster supaya bisa mengkondisikan supaya Danu yang pertama kali di MRI oleh bagian itu.
"Siap dokter akan saya urus segera" ujar suster.
Dokter dan suster kembali ke tempat Papi dan Paman yang berada di ruang tunggu. Mereka akan menyampaikan apa hasil dari pemeriksaan terhadap kondisi Danu tadi. Kondisi yang membuat kedua orang tua Danu akan menjadi bahagia mendengarnya.
"Dokter bagaimana Danu?" tanya Papi kepada dokter yang baru keluar dari dalam ruang Danu dan telah selesai melakukan pemeriksaan kepada Danu.
"Untuk semua alat vital Danu sudah mengalami peningkatan Tuan. Saya berencana nanti akan melakukan tindakan MRI kepada Danu kembali untuk memastikan keadaan otaknya." ujar dokter menjawab pertanyaan dari Papi.
Dokter telah memberikan kabar bahagia untuk keluarga Danu. Kabar yang bisa membuat keluarga Danu menjadi tersenyum dan menjadi optimis untuk kesembuhan dari seorang Danu.
"Sesuai rencana, kalau pemeriksaan MRI nya bagus, maka kita akan melakukan operasi besok" jawab dokter selanjutnya menjelaskan rencana rencana yang akan dilakukan oleh Dokter ke depannya kepada Danu.
"Saya sudah menghubungi salah satu dokter terbaik dari negara A untuk membantu saya dalam mengoperasi Danu" lanjut sokter memberitahukan informasi kepada Papi dan Paman.
"Sekarang yang harus kita lakukan adalah berdoa kepada Tuhan semoga Danu diberi kesembuhan dan operasi yang akan kita lakukan berjalan dengan sukses" ujar dokter kepada Papi dan Paman selanjutnya.
"Saya permisi dulu Tuan" ujar dokter pamit kepada Papi dan Paman.
"terimakasih atas bantuan dan usaha dokter. Kami akan selalu berdoa untuk kesembuhan Danu" ujar Papi kepada dokter dengan wajah yang optimis mendengar apa yang dikatakan oleh dokter tadi.
Dokter kemudian berjalan meninggalkan ruangan ICU itu. Dokter akan melakukan visit terhadap pasiennya yang lain dengan ditemani oleh perawat yang lain.
Perawat yang mendampingi dokter tadi sedang pergi mengurus surat surat untuk melakukan MRI Danu.
__ADS_1
"Aku akan berjuang untuk kesembuhan anak itu" ujar dokter dalam hatinya.
"Tuhan bantu aku untuk menyembuhkan anak itu. Keluarganya begitu membutuhkan dia" lanjut dokter berdoa dalam hatinya, meminta kesembuhan untuk Danu.