Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Pembicaraan dia negara


__ADS_3

"Maksud Abang laki laki yang duduk dengan Ranti?" ujar Ivan bertanya kembali kepada Frans untuk meyakinkan dirinya dan juga Ayah kalau yang dimaksud oleh Frans memang adalah laki laki yang duduk di sebelah Ranti.


"Ya benar dia adalah pengacara yang juga banyak menangani beberapa kasus. Namanya adalah Anggara tapi abang lupa nama keluarganya" ujar Frans


"Terus apa ada kemungkinan kita kalah dan perceraian tidak terjadi Bang?" ujar Ivan bertanya selanjutnya kepada Frans tentang kans untuk perceraian itu.


"Nggak. Peluang menang terbuka lebar. Seperti yang kita dengar sendiri kalau mereka adalah sepasang kekasih. Jadi amat bisa dipastikan kalau mereka itu akan mewujudkan perceraian antara Danu dan Ranti" ujar Frans menjawab keraguan dari Ivan untuk peluang perceraian sahabatnya itu.


"Malahan kans untuk peluang hal asuh Deli dimenangkan oleh Danu akan semakin besar dengan bukti rekaman ini" lanjut Frans menerangkan kepada Ivan.


"Jadi, sekali lagi terimakasih karena sudah mendapatkan video ini. Dengan video ini kita akan bisa langsung memenangkan hal asuh Deli. Kita tidak perlu membawa Deli masuk ke dalam pengadilan" ujar Frans menerangkan lebih lanjut kepada Ivan.


"Sama sama Bang. Maafkan saya karena sudah merepotkan abang dengan semua pertanyaan yang saya ajukan" ujar Ivan yang segan kepada Frans karena dari tadi Ivan selalu bertanya kepada Frans.


"Tidak apa apa Van. Kepedulian sahabat memang lah sangat tinggi demi sahabatnya. Malahan terkadang melebihi dari kepedulian keluarganya" ujar Frans.


"Benar Bang" jawab Ivan.


Telepon kemudian diputuskan oleh Frans. Ayah menatap ke arah Ivan.


"Sekarang aman" ujar Ayah yang sekarang sudah sangat yakin kalau perceraian antara Danu dengan Ranti tidak akan memakan waktu yang lama.


"Semoga aja semua berjalan dengan seperti yang kita harapkan ayah. Sehingga apapun itu semuanya yang terbaik untuk Bang Danu dan juga Deli" kata Ivan.


"Oke sudah malam mari kita beristirahat. Besok akan menguras tenaga dan pikiran lagi" ujar Ayah yang sebenarnya dari tadi sudah pengen beristirahat akibat penerbangan jauh yang harus dilakukan Ayah pulang balik. Tetapi karena video yang diputar oleh Frans membuat Ayah menjadi membatalkan niatnya untuk beristirahat.


****************************************


NEGERA U

__ADS_1


"Nenek malam ini Deli bobok di rumah Aunty Sari ya?" ujar Deli sambil bergelayut manja di lengan neneknya itu.


"Yah sayang, kemaren udah tiga malam kamu nginap di rumah Bunda, masak sekarang di rumah aunty Sari lagi."


"Kamu udah nggak sayang sama Nenek lagi Nak?" ujar Mami sambil menatap sendu ke arah Deli.


Mami benar benar kangen sekali dengan cucunya itu sudah beberapa hari ini Mami sama sekali tidak berinteraksi dengan cucunya tersebut. Jangankan untuk berinteraksi menanyakan kabar dan keadaan, bertemu saja mereka tidak.


"Tapi nenek" ujar Sari yang sudah terlihat bersedih.


"Deli, bagaimana kalau kita menginap di sini saja. Aunty juga kangen dengan masakan Nenek. Bagaimana?"


Kali ini Sari yang mengerti dengan kerinduan Nenek terhadap cucu yang sudah lama tidak bertemu itu dimengerti oleh Sari.


"Apa aunty beneran mau nginap di sini?" tanya Deli lebih lanjut.


"Maulah sayang. Rumah nenek kan juga rumah aunty. Lagian tempat kerja aunty dekat dari sini." kata Sari meyakinkan Deli untuk mau menginap di rumah neneknya itu.


"Lagian sebenarnya Deli juga kangen sekali dengan nenek dan atuk" ujar Deli tersenyum untuk mengakui apa yang dirasakan oleh dirinya saat ini.


"Oooo. Jadi kangen juga sebenarnya tetapi nggak mau ngaku gitu?" ujar Nenek dan Sari menggoda Deli yang baru saja mengutarakan kepada mereka berdua kalau Deli juga sangat kangen dengan Nenek dan Atuk nya.


"Hehe hehe hehe. Kangen lah masak ndak. Kan Deli udah lama nggak ketemu langsung sama Nenek dan Atuk" ujar Deli menjawab olokan yang diberikan oleh Nenek dan Sari.


"Nenek dan Atuk kira karena kamu udah ada Bunda dan Aunty serta Mami baru udah lupa saja sama nenek dan atuk" ujar Papi yang kali ini ikut bersuara dan memberikan sebuah olok olokkan juga kepada Deli.


"Tentu tidak nenek, atuk. Bagi Deli nenek dan atuk adalah yang pertama."


"Tapi menjelang Ayah dan Bunda menikah" ujar Deli yang dengan sengaja menjeda kalimatnya supaya nenek dan atuk merasa bahagia saat mendengar apa yang dikatakan oleh Deli.

__ADS_1


"Hem ne anak udah mulai lagi" ujar Nenek.


Mereka berempat kemudian melanjutkan obrolan. Obrolan itu didominasi oleh Deli. Deli menceritakan semuanya kepada Atuk dan Neneknya itu. Deli menceritakan tentang kegiatannya selama tidak bersama dengan nenek dan atuk nya itu.


"Wow kegiatan kamu padat sekali sayang" ujar Nenek menatap ke arah Deli dengan tatapan bahagia karena Deli sudah bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang sebenarnya.


"Banget nenek. Makanya aku bener bener lelah sekarang nenek. Rasanya pengen sekali di pijat oleh Atuk" ujar Deli yang sebenarnya maksudnya adalah meminta atuk untuk memberikan pijakan di pundaknya yang sudah lumayan capek capek itu.


"Ye pake pengantar pula, langsung ajalah ngomong. Atuk tolong urut Deli, kenapa harus pake pengantar" ujar Atuk sambil tersenyum dan berpindah ke dekat Deli


"Itu namanya managemen bisnis atuk. Kita nggak boleh memperlihatkan kepada orang kalau kita butuh" ujar Deli yang ntah dari mana bisa menghasilkan kata kata tersebut.


Papi dan Mami serta Sari heran mendengar jawaban yang diberikan oleh Deli kepada mereka bertiga. Deli tidak menyangka kalau itu jawaban yang akan diberikan oleh Deli.


Papi kemudian memberikan pijatan kepada Deli. Deli yang dipijat oleh atuk nya itu tanpa sadar matanya sudah terpejam. Deli sudah berpindah ke alam mimpinya sambil menikmati pijatan yang diberikan oleh Papi kepada dia.


"Yah dia tidur" ujar Mami saat melihat Deli yang sudah tidak ada lagi mengatakan apa apa dan matanya juga sudah terpejam.


"Haha haha haha. Dia kelihatannya benar benar capek Mami. Pundaknya aja tegang nggak jelas" ujar Papi yang masih terus meminit pundak Deli supaya kembali lemas seperti semula.


"Oh ya Sari, bagaimana perkembangan kasus perceraian Danu dengan Ranti?" tanya Mami yang sampai sekarang tidak dikasih kabar oleh Danu bagaimana kasus perceraian dirinya itu.


"Kata Bang Ivan waktu nelpon kemaren, udah mengumpulkan bukti bukti. Bang Danu juga meminta hak asuh Deli ke pengadilan." kata Sari menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Mami kepada dirinya.


"apa bisa dimenangkan oleh Danu hak asuh atas Deli, karena Deli masih di bawah umur?" ujar Mami melanjutkan pertanyaan nya kepada Sari.


"Bisa kata Frans Mami. Apalagi kalau Deli langsung yang menjadi saksinya" ujar Ranti menjawab pertanyaan dari Mami.


"semoga Frans bisa membantu. Mami dan Papi nggak bisa kehilangan dia" ujar Mami sambil melihat ke arah cucunya itu.

__ADS_1


"kita akan berjuang Mami" ucap Sari yang pastinya juga tidak ingin kehilangan keponakan yang dicintainya itu.


Keponakan yang walaupun keras kepala tetapi bisa diajak kompromi. Sari sangat mencintai Deli semenjak pandangan pertama mereka berdua


__ADS_2