Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Makan Malam


__ADS_3

Sopir memberhentikan mobil tepat di pintu masuk lobby HS Hotel. Ivan dan Maya kemudian turun dari dalam mobil dan menuju lift yang akan mengantarkan mereka berdua menuju kamar yang terletak di lantai delapan bangunan hotel tersebut.


"Sayang, kita makan malam jam delapan aja ya. Katakan ke Vina juga Sari kalau dia sudah pulang." kata Ivan mengobrol di dalam lift.


"Sip" jawab Maya sambil mengangkat jempolnya.


Ting. Lift telah sampai di lantai yang di tujunya. Pintu lift terbuka, Ivan dan Maya berjalan keluar menuju kamar mereka. Ivan mengantarkan Maya sampai ke depan pintu kamarnya.


tok tok tok. Maya mengetuk pintu kamar. Vina dan Sari yang sedang mengobrol di dalam kamar langsung terdiam saat mendengar bunyi ketukan di pintu kamar mereka.


"Siapa Vin?" tanya Sari.


Vina mengangkat pundaknya. Dia juga tidak mengetahui siapa yang datang ke kamar mereka. Vina kemudian berjalan menuju pintu kamar, dia membuka pintu itu dan melihat ternyata yang datang adalah Maya.


"Gue kira loe pulang malam dan nggak akan makan malam di hotel." ujar Vina sambil berjalan masuk kembali ke dalam kamar bersama Maya.


"Mana ada, ya pulanglah. Sari udah pulang?" tanya Maya yang ingat pesan Ivan.


"Udah. itu sedang beres beres kopernya." jawab Vina.


"Dari mana May?" tanya Sari masih sambil melipat baju bajunya.


"Dari nganterin mobil Dian. Oh ya tadi kata Ivan, kita makan malam jam delapan di liunge hotel aja. Besok siap sarapan kita langsung terbang ke ibu kota." ujar Maya menyampaikan pesan Ivan.


"Sip. Jam delapan" ujar Sari.


Maya kemudian juga merapikan kopernya. Dia memilih merapikan sekarang dari pada nanti malam saat dia sendirian di kamar. Sedangkan Vina telah selesai merapikan isi kopernya dari tadi siang. Vina sama sekali tidak kemana mana seharian ini. Dia hanya berada di hotel saja menikmati waktu malas malasan tidur di kamar hotel.


"Gue mandi duluan ya." ujar Vina saat melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul enam sore.


"Oke nanti kita gantian" jawab Sari yang memilih menonton televisi sambil selonjoran di sofa yang ada di kamar itu.


"Kemana loe tadi Sar?" tanya Maya yang telah selesai merapikan barang barangnya.

__ADS_1


"Ke bandara jemput Juan. Terus makan ikan bakar di tepi laut. Siap itu nggak ada kemana mana lagi, langsung pulang ke hotel aja. Kasian sama Juan, besok dia harus terbang pagi. Makanya gue mutusin untuk nggak kemana mana" jawab Sari sambil menonton serial drama yang ditampilkan televisi di depannya.


"Loe kemana tadi?" giliran Sari bertanya kepada Maya.


"Siap antar mobil, terus langsung pergi beli oleh oleh. Rencana tadi mau duduk di pantai, terus ingat Vina sendirian, makanya gue batalin. Gue nggak tau kalau loe udah pulang." ujar Maya menjawab pertanyaan Sari.


"Kalau loe mau pergi lagi silahkan nggak apa apa. Nanti gue aja yang ajak Vina makan malam" kata Sari yang tau bentar lagi Maya akan berpisah sementara dengan Juan.


"Nggak ah males. Lagian Ivan kelihatan sangat capek. Kasihan sama dia." ujar Maya yang sebenarnya juga malas untuk pergi lagi. Makanya dia memakai alasan Ivan yang sedang capek.


Mereka berdua melanjutkan obrolan sambil menunggu giliran mandi datang. Viba yang telah selesai mandi, bergantian dengan Sari. Maya yang paling terakhir akan mandi sore.


"Jadi, loe beli oleh oleh apa tadi Maya?" tanya Vina yang mendengar sekilas cerita antara Maya dengan Sari.


"Kerupuk balado. Pokoknya semua yang belado belado" ujar Maya menjawab pertanyaan Vina.


"Loe juga beli kerupuk jangenkan ya?" tanya Vina yang memang sangat suka dengan kerupuk jangek.


Sari yang telah selesai mandi bergantian dengan Maya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul tujuh saat Maya akan pergi mandi sore.


"Ligat Maya, hari sudah jam tujuh" ujar Sari mengingatkan Maya untuk gerak cepat saat mandi.


"Aman" jawab Maya yang memang sudah terbiasa mandi dengan ligat.


Setelah Maya selesai mandi, ketiga wanita itu keluar dari dalam kamar, mereka menuju kamar Ivan dan Iwan. Mereka mengetuk pintu kamar tersebut.


"Udah jam setengah delapan Bang. Udah laper" ujar Vina saat melihat Iwan sudah siap, begitu juga dengan sopir mereka.


Ivan dan Juan juga telah selesai. Mereka kemudian menuju lounge untuk pergi makan malam.


Pelayan lounge mengantarkan Ivan dan yang lainnya ke meja yang sudah dipesan oleh Ivan. Mereka semua duduk melingkad di tepi balkon. Pelayan kemudian datang menghidangkan menu makan malam yang sudah dipesan oleh Ivan. Makanan yang dipesan Ivan semua adalah makanan terbaik di lounge hotel tersebut.


Pelayan menghidangkan menu pembuka, Ivan dan yang lainnya kemudian memakan menu pembuka itu. Setelah semua piring bersih pelayan baru menghidangkan menu utama makan malam mereka.

__ADS_1


Mereka kemudian menikmati menu makan malam itu dengan diam. Mereka benar benar menikmatinya.


Setelah selesai dengan menu makan makan malam utama, pelayan menghidangkan makanan penutup. Mereka kemudian memakan makanan yang terakhir kali dihidangkan pelayan.


"Wah bener bener kenyang." ujar Maya sambil mengusap perutnya yang bener bener kekenyangan itu.


"Hahahahaha. Loe makan semuanya tentulah iya. Makanya jadi kekenyangan" ujar Sari menertawakan Maya yang kekenyangan setelah makan malam itu.


"Gimana lagi, enak makanya gue makan semuanya Takut mubazir iya juga" ujar Maya yang berusaha menenangkan perutnya yang kekenyangan itu.


"Jadi besok kita bisa terbang jam berapa Juan?" tanya Ivan menghentikan persoalan perut kenyang antara Maya dengan Sari.


"Sekitar jam sembilan kita sudah bisa lepas landas. Jadi jam delapan lah chekinnya" ujar Juan menjelaskan jam berapa mereka bisa terbang.


"Berarti jam setengah delapan kita sudah harus berangkat dari hotel." ujar Ivan kembali bertanya kepada Juan.


"Sekitaran itulah. Tapi gue harus duluan, karena harus menyiapkan semuanya terlebih dahulu. Nggak mungkin Jeri sendirian." ujar Juan yang akan berangkat lebih dahulu ke Bandara besok pagi.


"Vina, ke negara U, kapan rencananya?" kali ini Iwan yang bertanya.


"Sepertinya lusa bang. Kami akan beristirahat sehari dulu di ibu kota. Kasihan Juan kalau harus terbang besoknya lagi" ujar Vina menjawab kapan mereka akan menuju negara U.


"Jadi, kalian nggak langsung besoknya pergi ke negara U?" kali ini Ivan yang bertanya. Nada bahagia tidak bisa disembunyikan Ivan dari perkataannya tadi.


"Nggak, biar Bang Ivan masih ada waktu untuk pacaran dengan Maya." jawab Vina yang tau makna pertanyaan Ivan tadi.


"Hahahahaha. Makasi Vina, loe emang sahabat yang baik" ujar Maya bersorak bahagia.


Maya sama sekali tidak menutup nutupi kebahagiannya saat mendengar perkataan Vina yang menunda keberangkatan mereka satu hari menuju negara U.


Mereka semua kemudian melanjutkan obrolan dengan obrolan ringan. Tepat pukul sepuluh malam mereka semua kembali ke kamar masing masing. Mereka sepakat untuk sarapan besok pukul tujuh pagi. Saat restoran baru buka.


Sesampainya di kamar Vina dan kedua sahabatnya menukar pakaian dengan pakaian tidur. Mereka akan memakai pakaian itu kembali esok pagi untuk pulang ke ibu kota. Setelah selesai memakai pakaiannya Vina dan yang lain langsung beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2