Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Mengembalikan Mobil


__ADS_3

Tok tok tok. Bunyi pintu kamar yang diketuk dari luar. Maya yang sudah tau siapa yang akan datang langsung membuka pintu kamarnya.


"Bentar ya sayang, aku ngomong sama Vina dulu" Ujar Maya yang kembali masuk ke dalam kamar tanpa menutup pintu.


"Vina, gue pergi ngantar mobil Dian dulu ya. Kamu aku tinggal sendirian tidak apa apakan? " Tanya Maya yang sebenarnya segan meninggalkan Vina sendirian di kamar.


"Nggak apa apa May. Lagian gue rencananya mau membereskan semua barang barang ini, jadi besok siap sarapan hanya tinggal berangkat aja." ujar Vina yang memang selalu paling rapi untuk berkemas kemas.


"Gue pergi bentar. Ada yang mau gue bawain dari luar?" tanya Maya kembali.


"Sepertinya nggak ada May. Cemilan masih banyak. Lagian nanti juga mau makan malam." Jawab Vina


"Oke sip. Gue akan pulang sebelum jadwal makan malam." kata Maya.


Maya kemudian keluar dari kamar. Ivan masih setia menunggunya di depan pintu kamar mereka.


"Ayuk sayang, kita jalan." ujar Maya.


Ivan menggenggam tangan Maya. Mereka berjalan bergandengan tangan menuju lift. Mereka kemudian turun langsung menuju parkiran hotel.


Ivan dan Maya kemudian masuk kedalam mobil, Ivan melajukan mobilnya menuju rumah Dian yang sudah diset di dalam aplikasi map yang ada di mobil.


"Jadi Sari dan Juan kemana Sayang?" tanya Ivan kepada Maya yang sibuk menatap jalanan kota P.


"Nggak tau sayang. Tadi cuma ngomong mau jemput Juan ke bandara, siap itu mereka mau taun berdua. Emang ada apa sayang?" Maya balik bertanya kepada Ivan.


"Nggak ada kenapa kenapa. Aku nggak nampak mereka aja tadi." ujar Ivan yang memang tidak ada maksud apa apa saat bertanya dengan Maya.


Setelah berkendara sambil menikmati keadaan kota P. Mereka berdua akhirnya sampai di depan rumah Dian. Maya yang terlupa menghubungi Dian mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas. Dia mencari nomor Dian, kemudian menghubunginya.


Maya menunggu sampai Dian mengangkat panggilan itu.


"Hallo May, ada apa?" tanya Dian yang kaget Maya menghubunginya sore sore begini.


"Kamu ada di rumah Yan?" tanya Maya.


"Ada, kenapa?" tanya Diana balik kepada Maya.


"Gue udah di depan rumah loe. Gue mau balikin mobil elo" ujar Maya langsung ke inti pembicaraannya.


"Oh tunggu bentar May, gue turun dulu." ujar Dian.


"Ada apa sayang?" tanya suami Dian.


"Ada teman lama aku mau mulangin mobil yang aku pinjaman kemaren sayang." ujar Dian mengatakan kepada suaminya siapa yang datang saat kegiatan panas mereka baru akan di mulai.

__ADS_1


"Yah, itu gimana sayang?" ujar Suami Dian sambil menunjuk yang sedang on fire itu.


"Nanti ya sayang. Cup" Dian memberikan kecupan kilat ke sesuatu yang bangun itu.


Mereka kembali memakai pakaian. Dian tidak mau membuat Maya curiga, kenapa dia terlalu lama turun. Setelah selesai berpakaian Dian dan suaminya kemudian berjalan menuju halaman rumah. Dian memencet sebuah tombol yang ada di pintu rumah mereka. Seketika pintu agar terbuka lebar. Ivan kemudian memasukkan mobil ke halaman rumah Dian.


Ivan memarkir mobil tersebut tepat di sebelah sebuah mobil yang juga terparkir di sana.


"Silahkan masuk Maya. Kenalkan ini suami gue" ujar Dian memperkenalkan suaminya.


"Tu" ujar suami Dian yang mendapatkan plototan mata gratis dari Ivan. Suami Dian kemudian terdiam lagi. Dia tidak jadi menyelesaikan kata katanya.


"Bram" ujar suami Dian akhirnya mengucapkan kata yang lain.


"Maya" Ujar Maya.


"Dian" Kata Dian saat bersalaman dengan Ivan.


"Ivan" ujar Ivan.


"Mari masuk" Kata Dian kepada Maya dan Ivan.


Mereka berempat kemudian masuk ke dalam rumah Dian. Mereka duduk di sofa ruang tamu.


"Nggak usah Nona, kami berdua akan segera pergi." ujar Ivan meminta Dian untuk tidak membuatkan mereka minuman.


"Loh kok buru buru sekali? " tanya Dian kepada Ivan dan Maya.


"Kami masih ada urusan Yan. Makanya kami harus segera pergi." ujar Maya menjawab pertanyaan Dian.


"Oh baiklah nggak apa apa. Kalau loe sempat kemari lagi, singgah lagi ya." ujar Dian kepada Maya.


"Aman itu. Gue pasti akan singgah kalau gue ke kota P. " ujar Maya.


Ivan dan Maya pamit pulang kepada Dian dan suaminya. Dian dan Suaminya mengantarkan Ivan dan Maya sampai ke depan pintu pagar rumah mereka.


Ivan dan Maya kemudian masuk ke dalam sebuah mobil yang sudah menunggu mereka di depan pintu pagar rumah Dian.


"Sayang, kamu kenal Tuan Ivan dimana?" tanya suami Dian kepada Dian.


"Tuan Ivan? Maksudnya?' tanya Dian yang tidak paham dengan maksud pertanyaan suaminya itu.


" Ya, Tuan Ivan. Kekasih teman kamu itu adalah anak direktur utama perusahaan kami." Ujar suami Dian mengatakan siapa sebenarnya Ivan.


"Serius kamu sayang? " tanya Dian.

__ADS_1


Suami Dian mengangguk.


"Biarin ajalah sayang. Sekarang yang penting kita lanjutkan lagi permainan kita yang tertunda tadi." ujar Dian kepada suaminya.


"Oke sayang" jawab suami Dian yang senang diajak *** *** sama istrinya itu.


Ivan dan Maya sampai di sebuah toko penjual oleh oleh. Mereka kemudian masuk ke dalam toko tersebut.


"Mau beli apa sayang?" tanya Ivan kepada Maya yang terlihat cukup pusing mau membeli makanan apa.


"Nggak tau sayang. Menurut sayang apa yang bagus? " Maya balik bertanya kepada Ivan.


"Lah lucu, kok tanya ke aku sayang? Kan tadi yang mau beli oleh oleh kamu, kok jadinya tanya ke aku." ujar Ivan tersenyum geli melihat Maya yang tidak tau akan membeli oleh oleh apa.


"Sayang dari pada kamu pusing nggak tau apa yang mau kamu ambil, saran aku ya, ambil aja satu satu aitem masing masing nya" ujar Ivan memberikan masukan kepada Maya.


"Ogah banyak banget dianyah. Aku pilih pilih ajalah mana yang menurut aku enak." ujar Maya.


Maya mulai memasukkan makanan yang menurutnya enak ke dalam keranjang bawaannya. Setelah memastikan semua oleh oleh yang diambilnya telah cukup, Maya dan Ivan menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka berdua.


Ivan kemudian melakukan pembayaran semua belanjaannya. Setelah selesai melakukan pembayaran, Ivan dan Maya kembali ke mobil.


"Kemana lagi sayang?" tanya Ivan


"Duduk di tepi laut gimana?" tanya Maya kepada Ivan


"Oke. Makan jagung bakar kita?" ujar Ivan sambil membayangkan dirinya sedang makan jagung bakar.


"Iya, kita makan jagung bakar., kerupuk kuah, pensi" ujar Maya menyebutkan segala jenis makanan yang dijual orang orang di tepi pantai itu.


"Tepi pantai Pak." ujar Ivan memerintahkan sopir menuju tempat tujuan mereka.


"Siap Tuan" jawab sopir perusahaan.


Sopir mengantarkan Ivan dan Maya menuju tepi pantai sesuai dengan permintaan Maya. Akhirnya mereka hampir sampai di tepi pantai tiba tiba.


"Sayang langsung hotel ajalah." Ujar Maya kepada Ivan.


"Kok bisa?" tanya Ivan sambil menatap Maya dengan tatapan keheranan kenapa tiba tiba Maya berubah pikiran.


"Aku ingin makan malam dengan Vina. Kasihan Vina ditinggal sendirian." ujar Maya mengatakan alasannya tidak jadi ke tepi pantai.


"Pak, langsung ke hotel aja." ujar Ivan kembali memberi perintah ulang ke sopir.


Mobil berputar arah kembali menuju hotel. Mereka akan makan malam bersama saja di hotel.

__ADS_1


__ADS_2