Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Hari Pertama Kerja


__ADS_3

"Sudah Sari, ayuk berangkat." ujar Vina.


Mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil. Pak Hans langsung melajukan mobilnya menuju kafe exsotik seperti yang disampaikan oleh Sari.


Mereka datang lima belas menit lebih cepat dari jam perjanjian meeting mereka dengan perusahaan A.


Vina dan Sari kemudian menunggu perwakilan dari perusahaan A. Mereka sudah memesan semua menu makan siang.


"Sari, kamu nanti yang presentasi atau saya?" tanya Vina yang sama sekali belum tau bagaimana proses meeting di perusahaan CT Grub.


"Saya yang akan presentasi Nona. Nanti pas ada pertanyaan dan perlu penguatan barulah Nona menambahkannya." ujar Sari memberitahukan proses meetingnya.


"Sari, aku dan Maya berencana akan membangun sebuah warung kecil kecilan untuk menjual makanan khas negara I. Apakah menurut kamu akan berhasil?" tanya Sari dengan nada ragu bertanya.


"Kalau masakannya seperti tadi yang gue makan, wow gue yakin akan sangat laris." ujar Sari yang memang merasakan betapa nikmatnya nasi goreng yang dibuat Maya.


"Bisa kita cari cari tempat nggak Sar? Loe kan udah tau tu daerah di sini seperti apa, jadi gue mohon tolong temani gue dan Maya mencari tempat untuk berjualan." ujar Vina


Saat Sari mau menjawap permohonan Vina, pintu ruang VVIP kafe terbuka dari luar. Vina dan Sari menatap ke arah pintu masuk. Terlihat direktur dan juga asistennya berjalan masuk menuju Vina dan Sari.


Vina dan Sari berdiri dari duduk mereka. Mereka menyambut kedatangan Direktur dan asisten dari perusahaan A. Mereka semua saling berjabat tangan dan berkenalan.


"Oh jadi Nona Vina wakil direktur yang baru?" tanya Direktur.


"Iya Tuan. Mohon kerjasamanya." ujar Vina sambil tersenyum ke arah Direktur.


"Tuan, kita makan siang dulu atau meeting dulu?" tanya Vina basa basi.


"Makan siang dulu aja Nona Vina. Selesai itu baru kita meeting. Rasanya lebih enak kerja saat perut sudah kenyang." jawab Direktur.


Mereka kemudian makan siang terlebih dahulu, selesai itu baru mereka akan melanjutkan meetingnya. Mereka makan sambil mengobrol ringan. Ternyata direktur perusahaan A masih single. Dia pria yang tampan dan juga menarik.


"Oke Nona Vina, kita bisa mulai meetingnya" ujar Direktur Perusahaan A yang bernama Bram.


"Baiklah Tuan Bram yang akan presentasi adalah asisten saya Nona Sari. Silahkan Sari" ujar Vina mempersilahkan Sari untuk melakukan presentasinya.


Sari membuka laptopnya, dia mempresentasikan bangunan gedung yang sudah dirancang oleh orang bagian perencanaan. Sari mempresentasikan dengan sejelas jelasnya. Vina memperhatikan ada sedikit kesalahan dari perencanaan yang dibuat oleh karyawannya. Tetapi dia membiarkan saja terlebih dahulu. Selagi Tuan Bram tidak komplent maka Vina tidak akan mengkomplent hasil kerja karyawannya.


Akhirnya Sari menyelesaikan presentasinya. Tuan Bram merasa puas dengan presentasi yang ditampilkan oleh Sari, tetapi ada di beberapa bagian yang membuat Tuan Bram masih kurang puas.


"Sebelumnya saya menyampaikan permintaan maaf kepada Nona Vina dan Nona Sari." ujar Bram sambil menatap Vina dan Sari bergantian.


"Tidak apa apa Tuan Bram. Sampaikan saja, kami akan berusaha memperbaikinya kembali. Dalam kerjasama tentu kita mencari kata sepakat dan kesesuaian. Makanya lebih baik kita sampaikan apa yang kita rasa akan mengganjal dalam kerjasama ini nantinya. Saya dan Sari akan mendengarkan apa yang akan Tuan Bram sampaikan." ujar Vina kepada Bram.


Bram menjadi kagum dengan sikap Vina. Sangat jarang ada seseorang wakil direktur yang paham secara cepat dengan orang lain. Biasanya kalau disalahkan mereka akan marah dan balik menyalahkan. Nah yang ini tidak malahan dia menerima sebelum masalah disampaikan.


"Begini Nona Vina, saya melihat ada sedikit kesalahan pada desain yang dirancang oleh anggota Nona. Apakah rancangan ini bisa lebih disempurnakan lagi?" tanya Tuan Bram dengan hati hati.


Vina tersenyum, dia sudah tau Tuan Bram akan mengatakam hal itu.


"Bisa Tuan, apa Tuan bisa menunggu sebentar?" tanya Vina lagi.


"Besok juga boleh Nona Vina. Lagian jarak kantor Nona ke kafe ini saya rasa juga lumayan jauh." ujar Bram sambil menatap Vina.


"Wah tidak apa apa Tuan Bram. Hanya sebentar." jawab Vina.


Bram terlihat berpikir sesaat. Dia tadi sudah menyampaikan keluhannya, saatnya Vina untuk menjawab dan membuktikan.


"Baiklah Nona Vina. Saya akan menunggu anggota Anda." ujar Tuan Bram.

__ADS_1


Vina meraih laptop miliknya dari dalam tas. Dia sudah memindahkan file rancangan villa tersebut ke dalam laptopnya. Vina mengedit sendiri rancangan tersebut menjadi seperti yang diinginkan oleh Tuan Bram.


Betapa kagetnya Bram dan Sari melihat Vina dengan santainya mengerjakan mengedit rancangan villa tersebut. Vina juga tau bagian mana yang harus diperbaikinya tanpa Tuan Bram memberitahukan kepada dirinya.


Setelah dirinya merasa yakin dengan rancangan yang telah diperbaikinya, Vina memperlihatkan hasil kerjanya kepada Bram.


"Nah ini perbaikannya Tuan Bram." ujar Vina sambil menampilkan ke layar putih itu perbaikan dari rancangan sebelumnya.


Bram memperhatikan dengan saksama rancangan yang telah diperbaiki oleh Vina. Bram merasa puas dengan hasilnya. Bram tersenyum bahagia.


"Oke Nona Vina, saya terima rancangan yang ini. Kapan mulai perusahaan anda membangunnya?" tanya Bram yang akhirnya setuju bekerjasama dengan perusahaan Ct Grub.


"Apa ini tandanya kerjasama kita berjalan Tuan Bram?" tanya Vina lagi.


"Yup. Riko tolong berkas kerjasama kita." ujar Bram meminta berkas kerjasama yang akan mereka tandatangani kepada Riko.


Riko memberikan semua berkas berkas yang harus ditandatangani oleh Bram dan Vina. Kedua petinggi perusahaan itu menandatangani semua dokumen dokumen kerjasama tersebut.


Vina sangat senang dengan hasil kerjanya hari ini. Kerjasama dengan perusahaan A Grub akan membuat posisi Vina semakin nyaman. Perusaan A Grub terkenal dengan selektifnya memilih untuk kerjasama dengan perusahaan lain. Nah sekarang Vina berhasil mendapatkan kerjasama itu, bagaimana tidak bahagia Vina mendapatkannya.


"Baiklah Nona Vina, senang bekerja sama dengan Anda." ujar Bram sambil menjulurkan tangannya.


"Sama sama Tuan Bram. Saya juga senang bekerjasama dengan Anda. Lusa perusahaan Saya akan mengirimkan orang orang untuk bekerja di villa tersebut." ujar Vina.


"Makasi Nona Vina. Kami permisi dahulu" ujar Bram.


Bram dan Riko asistennya pergi meninggalkan kafe. Mereka akan kembali ke perusahaan. Sedangkan Vina dan Sari juga akan kembali tetapi tidak ke kantor melainkan Sari akan menemani Vina mencari cari toko yang bisa dijadikan kafe. Mereka akan berkeliling mencari.


Vina dan Sari diantar Pak Hans berkeliling mencari tempat. Sampai akhirnya pada satu tanah kosong yang bisa di bangun kafe. Tempatnya sangat strategis.


"Sari, sepertinya tanah ini menarik juga. Tabungan saya cukup untuk membangun kafe sederhana. Saya sudah hitung semua biayanya. Bagaimana kalau kita bertanya kepada siapa tanah ini harus di beli." ujar Vina yang tertarik dengan tanah itu.


"Gampang itu Vin. Tanah ini milik teman dekat gue. Nanti gue tanya sama dia oke. Karena udah ketemu yang cocok kita pulang yuk." ajak Sari yang sebenarnya harus membuat laporan kepada CEO dan direktur.


"Kenapa Danu itu terlalu bodoh. Menyianyiakan kamu." ujar Sari di dalam hatinya.


"Aku akan pastikan membuat sepupu bodoh aku itu menjadi sengsara. Enak aja menyianyiakan perempuan sebaik Vina." lanjut Sari yang kesal dengan Danu yang ternyata adalah sepupunya.


Mereka akhirnya telah sampai di depan rumah Vina. Vina dan Sari turun dari dalam mobil.


"Yuk Sar masuk." ajak Vina kepada Sari


"Nggak usah aja Vin. Gue harus pulang. Masih ada kerjaan yang menanti." ujar Sari menolak ajakan Vina.


"Oooo ya sudah. Kamu hati hati pulang. Besok sarapan di sini aja ya." ujar Vina.


"Oke Vin" jawab Sari


Sari melajukan mobilnya meninghalkan rumah Vina. Sedangkan Vina masuk ke dalam rumah. Dia ingin mencari Maya.


"Rina, kamu nampak Maya?" tanya Vina yang tidak nampak Maya diruang tamu.


"Nona Maya di kamarnya Nona." ujar Rina memberitahukan posisi Maya.


"Oh baiklah. Bisa minta tolong panggilkan Rin. Aku haus." ujar Vina meminta tolong kepada Rina.


"Baik Nona." ujar Rina.


Rina kemudian pergi memanggilkan Maya. Sedangkan Vina menuju dapur. Dia mengambil air minum.

__ADS_1


"Vin cari gue??? Gimana hari pertama kerja?"" tanya Maya yang langsung duduk di sebelah Vina.


"Kerjaan gue aman. Meeting untuk kerjasama hari ini sukses dan udah deal." jawab Vina.


"Wow sahabat gue keren. Selamat kalau begitu. Traktir ye." ujar Maya yang selalu mengatakan traktir ke Vina kalau Vina sukses mengerjakan satu proyek.


"May, ada yang mau gur omongin." ujar Vina dengan nada serius.


Maya langsung tau Vina akan berbicara serius dengan dirinya. Maya duduk dengan bersandar.


"Gue tadi keliling dengan Vina, akhirnya gue menemukan sebidang tanah yang cocok untuk membangun kafe kita. Apa loe masih mau memasak di negara ini?" tanya Vina sambil menatap Maya.


"Loe serius mau bikin kafe di sini?" tanya Maya yang kurang percaya dengan pendengarannya.


"Serius. Tapi apa loe masih mau jualan di sini?" tanya Vina kepada Maya.


"Mau. Besok kita lihat tempatnya. Kita akan bangun sesuai dengan sketsa yang loe buat kemaren. Gue akan bawa Rina dan Bik Imah untuk memasak di sana. Wah gue nggak sabar lagi." ujar Maya dengan penuh semangat.


"Oke besok kita ke sana. Sekarang gue mau istirahat dulu ya. Nanti jam makan malam kita lanjutkan diskusinya." ujar Vina.


"Oke sip"


Mereka berdua kembali menuju kamar masing masing. Mereka sama sama akan beristirahat sambil menunggu waktu makan malam.


Waktu makan malam pun tiba. Vina dan Maya sudah duduk di meja makan. Kali ini Bik Imah dan Rina meletakan sambal tidak sebanyak kemaren. Mereka sudah langsung mengambil untuk makan malam para maid.


Vina dan Maya makan dengan lahap. Mereka berencana akan membahas masalah kafe sehabis makan malam.


"Oke Vin, kita mau bahas dimana?" tanya Maya yang telah selesai makan.


"Diruang Televisi aja." jawab Vina.


Mereka berdua menuju ruang televisi.


"Jadi gini May. Menurut gue kita akan menjual makanan khas negara I. Menurut Sari, warga negara I sangat banyak di negara U ini. Mereka jarang sekali mendapatkan masakan negara I yang seenak masakan kamu." ujar Vina.


"Oke Vin, gue akan menyediakan masakan sesuai dengan musim negara U ini. Gue akan cari di google tambhannya. Cuma bahan bahannya bagaimana Vin?" tanya Maya yang memikirkan bahan bahan untuk bumbu masakan.


"Kita akan beli langsung dari negara I. Pesawat perusahaan sekali seminggu melakukan penerbangan ke negara I. Kita minta rolong aja Sama Dina untuk membelikan semua kebutuhan kita. Gampangkan." ujar Vina yang sudah memikirkan semuanya dengan masak.


"Oke. Gue setuju. Besok gue akan menyusun semua menu menu yang akan kita jual. Kita juga akan minta pendapat Sari, dia kan sudah lama tinggal di sini." uajr Maya memberi usulan.


"Sip. Besok kita akan melihat daerah itu bersama Sari. Nah saat makan malam besok kita bisa berdiskusi bertiga." ujar Vina kembali.


"Sip" jawab Maya.


Vina dan Maya kemudian larut dalam lamunan mereka masing masing. Tiba tiba Vina teringat dengan ponsel yang dibelikannya untuk Maya.


"Loe tunggu sini bentar." ujar Vina.


Vina berlari menuju kamarnya. Dia mengambil kantong yang berisi ponsel tadi. Setelah mengambil ponsel Maya, Vina kembali menuju Maya.


"May, ini ada ponsel untuk loe. Gue juga beli tadi satu" ujar Vina memberikan ponsel kepada Maya.


Maya mengambil ponsel yang diberikan oleh Vina. Dia melihat ponsel keluaran terbaru dari salah satu merk ternama itu.


"Keren Vin. Makasi ya." ujar Maya sambil menatap sumringah kepada ponsel barunya itu.


"Sama sama" jawab Vina.

__ADS_1


"Yuk istirahat. Ngantuk gue" kata Vina.


Mereka berdua masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat. Besok adalah hari yang akan melelahkan bagi Vina dan Maya.


__ADS_2