
"Vin, apa gue boleh masuk ke bagian IT perusahaan?" tanya Maya.
"Boleh. Tapi loe diantar sama Sari ya. Gue harus membaca beberapa dokumen yang akan dipresentasikan hari ini." jawab Vina yang setuju saja Maya mau ke bagian IT. Vina sudah tau Maya akan melakukan apa di sana. Makanya dia memperbolehkan saja.
Maya yang ditemani Sari pergi keruangan IT. Maya akan melihat apakah ada yang melakukan penerobosan terhadap server yang telah dibuatnya menjadi aman.
"Ada apa May, kenapa loe mau masuk keruangan IT?" tanya Sari kepada Maya.
"Mau lihat server aja. Apa server masih aman atau sudah ada yang berani masuk." ujar Maya memberitahukan keinginannya masuk ke ruangan IT.
Sari dan Maya kemudian masuk ke dalam ruangan. Beberapa karyawan tim IT yang baru menatap ke arah Sari dan menganggukkan kepalabga. Sedangkan ke Maya mereka menatap dengan penuh tanya.
Maya kemudian berjalan ke komputer yang sudah dikhususkan untuk dirinya. Komputer itu sudah lama tidak digunakan. Siapapun tidak ada yang tau apa paswordnya.
Maya menghidupkan ketiga komputer yang diletakan sejajar itu. Dia menunggu sesaat setelah memastikan ketiga komputernya hidup Maya memasukkan pasword komputernya. Seluruh tim IT yang berada di sana menatap ke Maya. Dalam hati mereka berkata ternyata cewek ini yang punya sandinya.
Maya kemudian mengetikan di komputernya beberapa kata sandi yang terdiri dari kombinasi angka dan huruf. Maya terlihat mulai berkonsentrasi dengan membaca angka angka yang tampil di layar komputernya. Dia terlihat sangat serius. Sari yang mulai dicuekin oleh Maya beranjak pergi menuju ruangannya kembali. Dia tidak mau mengganggu Maya yang terlihat sangat serius itu.
"Siapa dia? Kenapa dia bisa dengan mudahnya masuk ke database perusahaan?" tanya karyawan bagian IT sambil menatap Maya.
"Gue juga nggak kenal. Tapi melihat dia datang dengan Nona Sari bisa dipastikan dia merupakan orang terdekat Nona Vina dan Nona Sari." ujar salah satu karyawan yang terlihat bersikap paling santai dengan kedatangan Maya.
Maya mendengar semua omongan staf bagian TI. Tetapi Maya sangat tau diri, dia tidak ada hak untuk memberitahukan siapa dirinya. Maya meraih ponsel miliknya. Dia mengirim sebuah pesan untuk meminta Vina datang dan menjelaskan siapa dirinya kepada karyawan bagian IT. Vina menatap pesan yang dikirim oleh Maya, dia tersenyum membaca pesan tersebut.
"Anak itu tidak juga berubah. Dia tetap dengan pendirian keras kepalanya." ujar Vina.
Vina merapikan dokumen yang sedang dibaca olehnya. Dia kemudian berjalan keluar ruangan dan menekan lift yang langsung menuju ruangan IT yang terletak tepat hanya satu lantai di bawah lantai ruangan Vina.
Vina berjalan dengan santainya. Dia melihat semua karyawannya sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Tak lama berjalan Vina sampai juga di depan pintu ruangan yang dipintunya tertulis BAGIAN INFORMASI. Vina membuka pintu ruangan tersebut, dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan. Vina melihat karyawan di sana sibuk memperhatikan Maya yang sedang berkonsentrasi membaca data data yang tidak dimengerti oleh Vina.
"Ehm" ujar Vina batuk menyapa seluruh staf bagian IT.
Mereka yang dari tadi sibuk melihat apa yang dilakukan oleh Maya, menatap ke arah sumber suara. Betapa kagetnya mereka saat melihat siapa yang berdiri di dalam ruangan sambil melipat tangannya.
"Maaf Nona. Kami tidak menyangka Nona akan datang." ujar salah satu karyawan.
"Ooo tidak masalah. Saya ke sini hanya mau menemui sahabat terbaik saya yang sudah mengamankan semua data perusahaan." ujar Vina sambil berjalan ke arah Maya.
"Loe serius amat May. Apa udah minum teh loe?" ujar Vina sambil duduk di dekat Maya.
"Akting loe bener bener ya. Toling loe kasih tau karyawan loe ya. Gue ke sini bukan mau maling, jadi nggak usah natap gue kayak gitu." ujar Maya dengan suara yang sengaja tidak dipelankannya.
Maya dari tadi memang sudah risih dengan tatapan semua karyawan Vina. Mereka menatap Vina seolah olah Vina akan merampok data perusahaan milik sahabatnya itu.
Vina kemudian berdiri dari tempat duduknya. Semua karyawan melakukan hal yang sama dengan Vina. Vina menatap karyawannya satu persatu.
__ADS_1
"Baiklah, kalian semua pasti sudah tau kan ya dengan cerita kenapa semua tim bagian IT perusahaan CT Grub dipecat bersamaan?" ujar Vina membuka pembicaraan.
"Sudah Nona," jawab salah satu yang dianggap senior di bagian itu
"Nah semua itu bisa ketahuan karena Nona Maya ini. Nona Maya adalah sahabat terbaik saya dan Nona Sari. Jadi kalian jangan mencurigai dia mau mengambil sesuatu dari sini." lanjut Vina sambil menatap satu persatu karyawan.
"Nona Maya kalau dia mau sebenarnya sudah saya angkat menjadi manager bagian IT, karena dialah yang membackup semua data perusahaan ini. Dialah yang mengamakan data perusahaan dari pencurian mantan karyawan." lanjut Vina mengatakan siapa sebenarnya Maya.
"Karena Maya menolak menjadi manager bagian IT, makanya sampai sekarang manager IT tidak ada. Karena bagaimanapun hanya Maya yang bisa saya percayakan untuk membackup semua data." ujar Vina.
Vina melihat semua karyawannya memasang muka penuh tanya. Dia paham apa yang berkemelut di otak semua karyawannya itu.
"Sebelumnya saya minta maaf kepada kalian semua, bukan maksud saya untuk mengatakan kalau saya tidak percaya sama kalian. Saya mempercayai semua karyawan saya. Tetapi untuk bagian IT saya sangat mempercayai sahabat saya setelah semua kejadian kemaren kemaren." ujar Vina.
"Jadi saya minta kalian menjaga kepercayaan saya ini. Jangan sampai kepercayaan saya kembali kalian pergunakan seenak hati saja." lnajut Vina.
"Ada mengerti?" tanya Vina kemudian.
"Ada Nona. Kami tidak akan menyianyiakan kepercayaan yang Nona berikan kepada kami. Kami sangat bersyukur bisa bekerja di perusahaan sebesar ini." jawab perwakilan karyawan.
"Baiklah kalau begitu lanjutkan pekerjaan kalian." kata Vina memerintah karyawannya.
Vina yang merasa sudah terlalu lama di bagian IT melihat jam tangannya. Ternyata setengah jam lagi dia harus meeting di luar dengan Sari.
"Gue ke kafe ajalah. Lagian data masih aman. Nggak ada yang bisa masuk." ujar Maya setelah menambah beberapa lagi pengaman dalam data base tersebut.
"Oke." ujar Vina.
Vina dan Maya keluar dari ruangan IT. Selama di sana tadi Maya sama sekali tidak ada berbicara dengan siapapun. Dia sangat tau kalau oranf bagian IT tidak suka dengan dia.
Vina melihat Sari sudah berdiri di depan pintu ruangannya. Sari sudah membawa map map yang tadi dibaca Vina di dalam ruangan.
"Ayuk langsung jalan aja. Semuanya udah gue siapin ini." ujar Sari sambil mengangkat apa yang sudah disiapkannya.
Ketiga wanita cantik itu turun menuju lobby perusahaan. Pak Hans sudah menunggu. Saat melihat ke tiga Nona itu sudah keluar dari pintu perusahaan Pak Hans membukakan pintu mobilnya. Vina duduk di kursi penumpang bersama dengan Sari. Sedangkan Maya duduk di kursi sebelah sopir
"Pak Hans antar kami keretoran X terlebih dahulu ya. Setelah itu antarkan Nona Maya ke kafe." ujar Sari memberikan perintah kemana saja mereka akan diantarkan oleh Pak Hans hari ini.
"Siap Nona." jawab Pak Hans.
Mobil kemudian melaju dengan kecepatan di atas sedang. Mumpung jalanan sepi jadi pak Hans bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata.
"Jadi ngapain Vina ke bagian IT tadi May?" tanya Sari penasaran saat melihat Vina tidak ada di ruangannya dan ternyata Vina berjalan berdua dengan Maya saat Sari menunggu di depan ruangan.
"Oh itu Sar. Orang bagian IT saat loe balik ke ruangan, natap gue kayak gue ini maling aja. Bayangin aja mereka natap gue dengan penuh kecurigaan. Emangnya gue mau ngapain coba sampe mereka harus natap gue seperti." ujar Maya mengeluarkan semua isi hatinya.
__ADS_1
"Hahahahaha. Makanya diajak kerja di perusahaan nggak mau." ujar Sari lagi yang baru kali ini melihat Maya kesal hanya karena tatapan orang
"Males gue kerja diperusahaan. Kayak loe berdua yang pakaian rapi pergi pagi pulang malam. Wah ogah. Mending di kafe bisa nengok orang banyak." ujar Maya ngeles aja.
"Emang loe kira kami nggak ada nengok orang banyak???? Loe tau nggak berapa karyawan yang ada di CT Grub?" ujar Sari lagi.
"Nah apa lagi itu. Orang ketemu tiap hari itu itu aja. Bosan gue jadinya. Kalau di kafe kan orangnya tuker tuker. Jadi gue nggak bosan nengok orang yang sama tiap hari." ujar Maya yang nggak mau kalah membalas ucapan Sari.
"Yalah yang bosan. Asal jangan orang yang sering loe video call aja cepat bosan." ujar Sari keceplosan
"Nah loe kok loe tau gue sering video call? Loe ngintilin gue ya???? Loe kepo sama gue ya???" ujar Maya menggoda Sari
"Ogah kepo sama loe. Gue pas hari tu nengok lo vc sama tu cowok. Pake sayang muach segala." ujar Sari berusaha menahan senyumnya. Dia sama sekali belum pernah melihat Maya vc, tetapi dia tau semua dari abangnya itu.
Maya terlihat mau membalas ucapan Sari. Tetapi sayangnya momentnya tidak tepat. Pak Hans sudah memberhentikan mobilnya di depan pintu masuk restoran yang dituju.
"Kami duluan buk manager bagian IT walaupun kerja dari kafe." ujar Sari menggoda Maya.
"Mana ada gue jadi manager. Ogah gue." ujar Maya membalas sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil
"Nggak ada loe tetap manager bagian IT walaupun loe kerja dari kafe atau dari rumah." ujar Sari.
"Lie setujukan Vin?" tanya Sari meminta dukungan dari Vina.
"Setuju. Loe manager bagian IT walaupun loe mau kerja dimana aja. Nanti tiga komputer yang dikantor akan dibawa pulang." ujar Maya setuju dengan pendapat Sari
"Serah loe." ujar Maya yang sudah tidak bisa mendepat Vina
Vina dan Sari masuk kedalam restoran untuk meeting. Sedangkan Maya diantar oleh Pak Hans menuju kafe yang sedang di bangun.
Sesampainya di sana. Maya kaget melihat pembangunan kafe berjalan dengan begitu cepatnya. Kafe sudah berdiri kokoh dengan rofttop dibagian atas. Maya memprediksi kalau pembangunannya akan selesai cepat. Maya kemudian berjalan mencari mangwr proyek.
"Manager sini " ujar Maya memanggil manager yang sedang berdiskusi dengan beberapa karyawan.
Manager yang mendengar dia dipanggil Maya langsung berdiri dan berjalan menuju Maya.
"Ada apa Nona?" tanya Manager.
"Ini serius udah sampai kayak gini kerjanya?" tanya Maya yang gagal menyusun kata kata karena kekagumannya kepada hasil kerja semua karyawan.
"Iya Nona. Makanya Nona cepat aja pesan segala furniturnya. Kita siap mendirikan kafe akan langsung mengerjakan taman." ujar Manager.
"Oh baiklah saya akan desak Vina untuk kembali ke negara I." ujar Maya yang terlihat sengat senang karena akan kembali kenegara I.
Maya sudah tidak sabar ingin menyampaikan semua berita itu kepada Vina. Berita tentang mereka yang akan pergi kenegara I untuk membeli semua perlengkapan kafe.
__ADS_1