Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Negara U


__ADS_3

"Ayah, tau nggak kenapa Deli mintak kita untuk pergi ke negara U?" tanya Deli saat mereka dalam penerbangan menuju negara U.


"Kenapa?" tanya Danu penasaran dengan alasan Deli yang lebih memilih untuk ke negara U dari pada negara J.


"Karena, Aku berharap bisa bertemu dengan Bunda kue Ayah" ujar Deli mengutarakan alasannya kenapa memilih untuk ke negara U dari pada negara J.


"Haha haha. Kamu kangen dengan bunda kue?" tanya Danu kepada Deli.


"Iya Ayah." jawab Deli dengan semangat.


"Deli berdoa aja kepada Tuhan supaya Deli bisa bertemu dengan Bunda kue" ujar Danu meminta Deli untuk berdoa kepada Allah.


"Oke Ayah, Deli akan berdoa kepada Allah. Deli akan meminta Allah menemukan Deli dengan Bunda kue"


Deli kemudian mengangkat tangannya. Dia berdoa kepada Allah supaya bertemu dengan Vina. Deli sangat berharap bisa bertemu dengan Vina sekarang.


Pesawat yang ditumpangi oleh Danu dan keluarganya sudah mendarat di negara U. Papi juga sudah menghubungi sopir yang ada di mansion untuk menjemput mereka di bandara. Jadi, mereka tidak perlu susah susah untuk mencari taksi menuju mansion.


"Pi, apa papi sudah meminta sopir untuk menjemput kita?" tanya Mami kepada Papi.


"Sudah Mi. Kita tinggal berjalan ke luar terminal saja. Katanya tadi dia sudah menunggu di depan" jawab papi sambil mengambil semua koper.


"Wow ini keren. Deli baru sekali ini ke sini. Deli nggak sabar lagi mau jalan jalan di negara ini Ayah" ujar Deli yang sudah tidak sabaran lagi untuk jalan jalan di negara U.


"Sabar sayang, sekarang kita ke mansion Atuk dulu. Kamu akan lebih betah di sana dan tidak terpikirkan untuk meninggalkan mansion" kata nenek menjawab permintaan Deli untuk pergi mengelilingi negara U kepada Danu.


"Emang ada apa di sana nenek?" ujar Deli penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Neneknya itu.


"Kamu lihat aja sayang. Kamu akan betah di sana dan tidak akan mau kembali lagi ke negara I" ujar Nenek yang sangat tau kesukaan dari Deli.


"Benarkah? Deli sangat ingin cepat sampai di mansion Atuk nenek" ujar Deli dengan begitu semangatnya.


"Sabar sayang, jarak dari bandara ke mansion Atuk membutuhkan perjalanan selama satu jam" ujar Nenek menyabarkan rasa penasaran cucunya itu.

__ADS_1


"Wow, lama juga nenek. Deli udah nggak sabar pengen cepat sampe sana" ujar Deli yang sudah ingin sampe di mansion milik Atuknya.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya besar" sapa sopir yang bertugas untuk menjemput keluarga Sanjaya ke bandara.


"Apa mansion baik baik saja Pak?" tanya Papi kepada sopir saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Mansion dan semuanya dalam keadaan baik baik saja Tuan besar" jawab sopir dengan ramah.


"Baiklah Pak. Antarkan kami dengan selamat ke mansion" ujar Papi meminta sopir mengantarkan mereka ke mansion.


Papi dan Mami melihat ke arah Danu. Mereka melihat Danu dan Deli saling bercengkrama satu sama lainnya.


"Ayah, itu pantai bukan ya?" tanya Deli menunjuk daerah pesisir pantai


"Yup. Kamu pasti senangkan ya ada pantai" ujar Danu melihat ke anak satu satunya itu yang sangat tahu kalau Deli menyukai pantai.


"Senang Ayah. Tapi apakah mansion Atuk dekat dengan pantai?" tanya Deli kepada Danu.


"Ayah juga nggak tau sayang. Mari kita lihat nanti saat kita sampai di mansion" ujar Danu menjawab pertanyaan Deli tentang keadaan mansion Papi.


"Sama sekali tidak pernah sayang" jawab Danu sambil menatap anak semata wayangnya itu.


Papi dan Mami melihat ke arah Danu, mereka kemudian saling memandang satu dengan yang lainnya. Mereka tidak menyangka kalau Danu menjawab dirinya tidak pernah ke mansion teraebut.


Tidak berapa lama, mereka telah sampai di mansion yang terletak di daerah pesisir pantai. Mobil berbelok masuk ke dalam parkiran.


Danu melihat mansion tersebut. Danu merasa ada sesuatu yang pernah dilakukannya di sana. Tetapi Danu sama sekali tidak tahu apa yang pernah dia lakukan di sana.


"Ayuk masuk" ujar Papi.


Mereka semua kemudian masuk ke dalam mansion. Sedangkan tiga orang maid mengambil barang barang yang dibawa oleh keluarga besar Sanjaya. Mereka membawa semua barang barang itu ke dalam mansion.


"Nenek, mana yang Nenek katakan aku akan betah di mansion ini" ujar Deli mendesak neneknya untuk menunjukkan hal yang membuat Deli akan betah di mansion tersebut.

__ADS_1


"Kamu nggak sabaran kali sayang." ujar Nenek sambil menatap cucu satu satunya itu.


"Memang nggak nenek, aku penasaran banget dengan apa yang nenek katakan tadi" ujar Deli semakin penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Mami di atas mobil dalam perjalanan menuju mansion.


"Atuk, apa boleh Deli di bawa ke tempat rahasia kita itu?" tanya Mami kepada Papi sambil menatap wajah penasaran Deli yang sudah manyun itu.


"Boleh Nenek, bawa aja Deli ke sana. Semoga Deli suka dengan keadaan di sana" ujar Papi sengaja membuat Deli semakin penasaran.


Deli yang mendengar apa yang dikatakan oleh Atuknya menjadi sangat luar biasa semangatnya untuk pergi ke tempat itu sekarang juga.


"Nenek ayoklah Nenek. Aku udah nggak sabar lagi Nenek" ujar Deli semakin mendesak neneknya untuk pergi ke tempat tersebut.


"Haha haha. Ayuk sayang ikuti nenek. Tapi bilang sama Ayah dulu ya" ujar Nenek meminta Deli untuk mengatakan kepada Danu kalau dia akan pergi dengan neneknya.


"Ayah, Deli ikut sama nenek pergi" teriak Deli dari tempat dia berdiri.


"Hati hati, jangan jauh jauh dari Nenek" ujar Danu mengizinkan anaknya untuk pergi dan juga menitip pesan supaya tidak jauh jauh dari Nenek.


Nenek dan Deli kemudian berjalan menuju tempat yang dikatakan oleh Nenek tadi.


"Nenek, Ayah tadi sempat ngomong tapi pelan banget hanya bisa di dengar oleh Ayah sendiri dan Deli" ujar Deli sambil berjalan mengikuti neneknya.


Mami menjadi penasaran dengan yang dikatakan oleh Deli. Mami menatap Deli.


"Emang apa kata Ayah tadi yang Deli dengar?" tanya Mami yang penasaran dengan perkataan Danu yang sempat di dengar oleh Deli.


"Kata Ayah tadi. Dia rasa rasanya pernah ke mansion ini. Tapi Ayah lupa kapan" ujar Deli kepada Mami.


"Tapi tadi Ayah ngomong nggak pernah ke sini." lanjut Deli.


"Jadi mana yang benar Nenek? Deli jadi pusing sendiri, ntah yang mana yang benar omongan Ayah itu" ujar Deli kepada Nenek.


Mami termenung mendengar apa yang dikatakan oleh Deli. Mami berharap dengan mereka tinggal beberapa hari di sini bisa membuat Danu mengingat semuanya kembali.

__ADS_1


Papi dan Mami berharap, kenangan kenangan itu bisa kembali teringat oleh Danu. Mami dan Papi sudah berusaha dengan membawa Danu kesekian banyak dokter, tetapi hasilnya sama saja dengan nol. Danu masih tidak mengingat apa apa lagi. Akhirnya semenjak mereka pindah ke negara I, Papi dan Mami menghentikan usaha untuk mengobati Danu. Mereka pasrah saja dengan keadaan Danu yang sekarang ini.


__ADS_2