Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 22#Taktik Skala#2


__ADS_3

Aldion dapat merasakan bahwa Skala tulus dalam bercerita. Tidak dapat ia pungkiri bahwa hati kecilnya sedikit tergerak oleh cerita Skala. Hanya saja saat ini Aldion masih tetap pada pendiriannya. Dia masih belum mau membuka hatinya untuk menerima Kenzo sebagai menantunya.


Skala memperhatikan wajah sang kakek. Mencari hasil kerja nya sedari tadi- apakah cerita nya yang mengharu biru itu berhasil menembus tembok kemarahan yang dibangun oleh sang kakek untuk ayah nya?


Skala tersenyum dan berkata,”kek aku kembali ke kamar ku dulu ya. Aku sudah berjanji pada daddy akan memperlihatkan album ku ketika kecil.” Seru Skala dan meninggalkan kamar itu.


“Kita tunggu saja cerita ku tadi mempengaruhi isi hati dan pikiran kakek.” Gumam Skala dalam hati. “ kalau masih kurang akan aku ceritakan kisah lainnya yang lebih menguras air mata.”


***


“Kenz, are you oke?” tanya Alesya pada suaminya.


Meski Kenzo tidak mengatakan apapun ketika keluar dari ruang kerja Aldion tapi Alesya yakin kalau Kenzo saat ini sangat lelah secara pikiran.


“I’m ok.” Kenzo menarik Alesya untuk duduk disebelahnya.


Dengan adanya Alesya di sisinya Kenzo merasa beban berat yang ia rasakan saat ini menjadi lebih ringan.


“Aku ambilkan segelas air ya?” Alesya pun hendak bangkit untuk mengambilkan segelas air untuk suami nya itu.


“Ayah pasti mengatakan sesuatu pada Kenzo!” Gumam Alesya dalam hati.


Dengan cepat Kenzo menarik tangan Alesya untuk kembali duduk di sampingnya. “Aku sudah banyak minum tadi sewaktu bermain catur bersama ayah.” Ujar Kenzo sambil mengambil posisi tidur dan membaringkan kepala nya ke atas pangkuan sang istri.


“ izinkan aku untuk beristirahat dengan posisi ini walaupun hanya sejenak.” Ujar nya sambil menutup kedua matanya. Wajah yang tampan terlihat memendam lelah yang teramat sangat.


Selama mengenal Kenzo, baru kali ini Alesya melihat Kenzo seperti ini. Tidurlah Kenz.” Seru Alesya dalam hati.


Alesya membelai kepala suaminya itu dengan lembut, berusaha membuat Kenzo nyaman dengan harapan dapat membuat Kenzo segera terlelap hingga lupa akan hal yang baru saja di lalui nya.


Kenzo yang merasa nyaman dengan perlakuan Alesya berlahan mencoba merilekskan pikiran nya hingga kini matanya pun benar-benar terpejam.


Untuk beberapa saat ruangan itu terasa sunyi. Hanya deru nafas Kenzo yang terdengar oleh Alesya.


Alesya memperhatikan wajah suami nya itu. “Sepertinya dia sudah tertidur. Syukurlah.” Ujar Alesya pada dirinya sendiri.


Alesya tidak bisa kemana-mana karena Kenzo tertidur di pangkuannya. Yang bisa ia lakukan saat ini hanya diam sambil memperhatikan setiap inci wajah Kenzo. Wajah itu memang sangat tampan. Pikir Alesya dalam hati.


Ditatapnya wajah Kenzo mulai dari kening, mata, hidung, pipi, bibir hingga dagu.


“bagaimana tuhan begitu tidak adil? Lihatlah, semua keindahan yang menyegarkan mata ada pada pria ini.” Gumam dalam hati sambil terus menikmati ciptaan tuhan yang sangat sempurna di mata nya ini.


“Kenz, apakah aku membawa kesulitan hadir dalam hidupmu?” gumam Alesya pelan masih sambil terus menatap wajah tampan Kenzo yang terlihat terlelap di pangkuannya. Sesekali Alesya masih mengusap lembut rambut Kenzo.


Alesya menghela nafas pelan, dan meneruskan meluahkan isi hatinya pada Kenzo yang tertidur saat itu. “Ada banyak wanita di luar sana yang lebih baik dari ku tapi kau malah menempel pada ku.” Ujar Alesya masih dengan berbisik, takut mengganggu tidur suami nya itu.


“Lihat lah, wanita mana yang akan menolak mu tuan Kenzo Dayson dengan wajah yang tampan, kulit yang putih bersih seperti ini .” Alesya tersenyum sendiri mendengar pujian yang ia berikan pada suami nya itu. Andaikan Kenzo saat ini tidak sedang tertidur mana mungkin Alesya berani mengatakan hal-hal yang membuat wajah nya sendiri bersemu seperti saat ini.


“kau sangat tampan Kenz.” Seru Alesya tanpa sadar. Wajah Kenzo yang terlelap di pangkuannya itu benar-benar sudah menyihir Alesya. Semakin dia memperhatikan wajah Kenzo semakin dia menyadari bahwa laki-laki yang ada dihadapannya itu memiliki ketampanan yang luar biasa.


Tanpa Alesya sadari jemarinya mulai bergerak di luar kontrol dirinya, menyentuh satu persatu keindahan yang ada dihadapannya seakan-akan ingin memastikan hal yang ia lihat ini nyata atau hanya sebatas khayalannya belaka. Berlahan jari-jari lentik Alesya menyentuh kening suami nya yang terlihat tertidur itu lalu hidung hingga bibir. Hingga tiba-tiba-


“Apakah kau sangat mengagumi ku nyonya Dayson?” Mata indah itu tiba-tiba terbuka dan membuat Alesya bertatapan langsung dengan mata itu. Alesya mengedipkan matanya beberapa kali untuk memastikan hal benar-benar nyata atau tidak.


“Ya tuhan! Apa sedari tadi dia tidak sedang tidur?” Gumam Alesya dalam hati.


“Ini pasti mimpikan? Bukankah tadi aku dengan jelas mendengarkan deru nafasnya yang tertidur dipangkuan ku?” Ujar Alesya dalam hati. Wajah Alesya pun mulai bersemu merah. Rasa nya saat ini benar-benar bagai maling yang tertangkap basah. Tidak bisa mengelak sama sekali.


Kenzo langsung memegang tangan Alesya membuat Alesya bertambah kaget.


Alesya mencoba menenangkan dirinya.


“Bukannya kau sudah tidur Kenz?” tanya Alesya gugup, dia sangat malu dengan hal-hal bodoh yang diucapkannya. “Apa yang sudah aku katakan?” sesal Alesya dalam hati. “semoga tadi dia tertidur dan tidak mendengarkan semua perkataan ku!” Alesya mencoba untuk setenang mungkin saat ini. Jangan sampai Kenzo merasakan kegugupannya.


“Tadi nya aku memang mencoba untuk tertidur atau bahkan tepatnya hampir saja tertidur tapi-.” Kenzo menatap mata Alesya seakan sedang mencari sesuatu disana. Mencari sebuah perasaan malu yang teramat dalam yang sedang Alesya berusaha sembunyikan.


“ tapi ketika aku mulai terlelap aku mendengar seseorang mengatakan sesuatu.”Kenzo melanjutkan kalimatnya yang terputus tadi. Saat ini Kenzo masih terus menatap lekat mata Alesya. Kemudian Kenzo menarik tangan mungil wanita yang ia cintai itu ke dadanya.


“Orang itu tidak hanya mengatakan satu kata, tapi bahkan dia mengatakan banyak sekali hal-hal yang sedari dulu aku ingin dengar dari mulut nya.” Lanjut Kenzo dengan sebuah senyuman yang coba ia sembunyikan di balik wajah nya yang terlihat datar tanpa ekspresi itu.


“Benarkah? Aku tidak mendengarkan apapun selain deru nafas mu yang menandakan kau sudah masuk ke dalam gerbang mimpi mu tuan Dayson.” Kilah Alesya, sambil menarik tangannya. Dia tidak ingin Kenzo dapat merasakan tangan nya yang mulai mendingin karena rasa gugup yang tak terkira.

__ADS_1


“apa kau yakin tidak mendengar sesuatu nyonya Dayson?” ujar Kenzo sambil tersenyum penuh arti.


“tentu saja. Maksud ku benar, aku tidak mendengar apapun !! kau pasti sedang bermimpi tuan Dayson!” Jawab Alesya cepat. “Kau pasti sedang bermimpi ada orang yang memuji ketampanan mu.” Lanjut Alesya. “Itu semua mungkin adalah dampak kenarsisan diri mu yang sudah melebihi batas normal.” Cecar Aleasya.


Kenzo langsung tersenyum mendengar ucapan Alesya yang tanpa Alesya sadari malah membuat kebohongannya terbongkar.


“memang nya aku ada mengatakan tentang apa yang dikatakan orang itu dalam mimpi ku? Bagaimana kau bisa tahu kalau orang itu memuji ketampanan ku Nyonya Dayson?”


Kali ini Aleysa benar-benar mati langkah. Dia mengedipkan matanya beberapa kali mencoba mencari cara untuk menyelamatkan muka nya kali ini. Dua kali ketahuan berbohong oleh Kenzo sungguh amat memalukan.


Alesya mengeluarkan senyuman terbaiknya sambil berkata, “Tuan Kenzo Dayson, bagaimana kalau kau dan aku sama-sama berbaring disana?” Alesya mencoba mengalihkan pembicaraan yang semakin memojokkannya itu.


“Tapi aku masih mau tidur di pangkuan mu seperti ini.” Jawab Kenzo sambil memperbaiki posisi tidurnya.


“Tapi aku merasa kaki ku sedikit kaku-“ ucap Alesya pelan.


“hah.. maaf kan aku. Pasti kaki mu jadi pegal karena aku tidur di sini.” Kenzo segera duduk di samping Alesya.


“Coba gerakkan kaki mu.” Tanya Kenzo.


Alesya mencoba menggerakkan kaki nya berlahan dan benar kata Kenzo, kaki Alsya benar-benar terasa kaku.


“Ouch!” seru Alesya ketika mencoba menggerakkan kakinya.


“Sakit?” Kenzo langsung berjongkok di depan Alesya dan meluruskan kaki Alesya berlahan.


“Maaf, karena aku kaki mu jadi kaku begini.” Ujar Kenzo sambil mengurut kaki Alesya pelan.


“Kenz!! Apa yang kau lakukan? Sudah biarkan saja. Nanti juga akan kembali seperti semula.” Seru Alesya yang merasa tidak enak sebab Kenzo sampai berjongkok di depan nya. Padahal awalnya itu hanya karangan nya saja untuk mengalihkan topik pembicaraannya dengan Kenzo. Namun siapa sangka kaki Alesya benar-benar terasa kaku.


“Masih sakit?”Tanya Kenzo tidak menghiraukan perkataan Alesya yang melarangnya.


“sudah tidak sakit lagi Kenz. Sudahlah tidak perlu mengurut kaki ku seperti itu Kenz.” Alesya menahan tangan Kenzo agar berhenti mengurut kaki nya.


“coba berdiri perlahan. Akan aku bantu.” Kenzo memberikan tangan nya untuk dijadikan pegangan oleh Alesya untuk dapat berdiri.


Alesya pun memegang kuat tangan Kenzo dan mencoba untuk berdiri. Sebenarnya Alesya merasa kaki nya masih sedikit sulit untuk digerakkan.” Masih terasa sedikit kaku.” Ujarnya pada dirinya sendiri. Tapi dia tahu bahwa Kenzo akan kembali mengurut kakinya jika Alesya mengeluh sakit. Jadi Alesya tetap berusaha untuk berdiri dan berjalan walaupun kaki nya terasa sangat sulit untuk diajak bekerja sama.


“dasar keras kepala...” Seru Kenzo dalam hati.


“Kenz!! Apa yang kau lakukan?” Seru Alesya panik yang tiba-tiba di gendong oleh Kenzo.


Tapi Kenzo kembali tidak menghiraukannya dan terus menggendong Alesya. Setelah meletakan Alesya di tempat tidur, Kenzo pun berbaring disamping Alesya.


“Nyonya Dayson, boleh kah aku bertanya sesuatu?” tanya Kenzo sambil memejamkan matanya.


“huft!! Aku tidak mau menjawabnya. Kau selalu mengabaikan semua perkataan ku.” Ujar Alesya merajuk karena Kenzo kerap tidak mau mendengarkan perkataan Alesya.


“Apa kau sedang merajuk pada ku?” Tanya Kenzo, membuka kembali matanya dan menatap Alesya dengan wajah serius.


Alesya memasang muka tidak pedulinya sambil melipat tangannya di dada.


“heemm... bukankah aku yang seharusnya marah sebab kau sudah mengganggu tidur ku?” seru Kenzo. “Jadi seperti apa ganti rugi yang akan kau berikan pada ku. Apakah dengan- ?” Kenzo menarik Alesya hingga Alesya saat ini benar-benar berada dalam pelukan Kenzo.


“Aheem.. Hari masih siang tuan Kenzo Dayson sebaiknya kau tidak berbuat yang aneh-aneh siang begini.” Ujar Alesy, gugup.


“memangnya ada larangan untuk berbuat seperti itu di siang hari.” Wajah Kenzo semakin maju dan berada tepat di depan Alesya.


Alesya memundurkan wajah nya. Untuk keluar dari dekapan Kenzo yang kuat rasanya tidak mungkin untuk ia lakukan. Alesya teringat-


“Heeeem.. tadi kau ingin bertanya apa pada ku Kenz?” Seru Alesya sambil tersenyum.


“Kau memang benar-benar wanita yang cerdik nyonya Dayson!” Gumam Kenzo dalam hati. Karena niatnya hanya ingin mengerjai Alesya maka ia pun mengikuti line yang dibuat oleh Alesya.


“Aku ingin bertanya, apa yang kau perhatikan ketika aku memejamkan mata seperti saat ini?” Tanya Kenzo blak-blakkan sambil memejamkan matanya Kembali.


Alesya menarik nafas lalu berkata, “ aku hanya memikirkan betapa tuhan sangat tidak adil.” Alesya berhenti sejenak. Lalu jemarinya kembali menelusuri lekuk-lekuk wajah Kenzo.


“Aku penasaran, kenapa tuhan begitu sangat baik hati pada mu. Kaya, pintar dan memiliki wajah setampan ini, apa mungkin tuhan lupa bahwa kau bukan lah satu-satunya makhluk yang harus ia ciptakan di dunia ini? Bisa-bisanya ia memberikan semuanya pada mu tuan Kenzo Dayson.” Ujar Alesya sambil tersenyum sebab kali ini dia tahu Kenzo menyadari sentuhan dari jari-jari lentiknya itu.


“benarkah aku sangat tampan nyonya Dayson?” tanya Kenzo yang lebih mirip permintaan sebuah pengakuan dari Alesya dari pada sebuah pertanyaan.

__ADS_1


“aku sudah memuji dari tadi tuan Dayson! Kau tidak perlu meminta ku untuk mengungkapkan hal itu berulang-ulang!” karena gemas, akhirnya Alesya mencubit pipi Kenzo dengan sangat kuat.


“Ouuhgh!!” pekik Kenzo sebab cubitan yang baru saja ia dapat kan.


“rasakan itu!” Seru Alesya, gemas melihat tingkah suaminya.


Kenzo menyipitkan matanya dna melihat tajam pada Alesya.


“Siapa suruh kau senarsis itu!!” Alesya mencoba mencari pembenaran untuk perbuatannya.


Kenzo kembali memejamkan matanya.


“Sayang.. apa yang sebenarnya terjadi tadi di ruang kerja ayah?” tanya Alesya pelan. Dia yakin Kenzo pasti sudah tidak memiliki keinginan untuk tidur.


“kami hanya bermain catur saja.” Jawab Kenzo masih sambil memejamkan matanya.


Alesya mendekatkan dirinya pada Kenzo dan menyandarkan kepalanya pada dada suaminya itu.


“benarkah?” tanya Alesya tidak percaya. Dia mendongak melihat wajah suaminya itu. Dan Kenzo kini menutup kembali matanya. Seolah-olah dia sedang tertidur.


“Lalu kenapa kening mu bisa berkerut seperti ini jika hanya sekedar bermain catur dengan ayah ku?” tanya Alesya, sambil menekan-nekan kening mulus milik suaminya itu.


“Aoouch!! Nyonya Dayson kau memang senang sekali bermain kasar sepertinya.” Seru Kenzo sambil bercanda.


“Aku tidak percaya ayah hanya membawa mu bermain catur. Pasti ada hal lain yang kalian lakukan.” Alesya tetap merasa Kenzo tidak mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.


“Benar sayang. Aku dan ayah hanya bermain catur saja. Tidak lebih dan tidak kurang. Tidak ada melakukan hal lain.” Jawab Kenzo sambil mengambil tangan Alesya dan meletakkannya di pipinya.


“Tangan mu dingin sekali nyonya Dayson! Heeemmm.. dengan meletakkan tangan mu di pipi ku, aku menjadi relaks.” Seru Kenzo sambil menutup mata nya kembali.


Alesya hanya membiarkan Kenzo meletakkan tangannya di pipi Kenzo.


“Atau mungkin ayah ada mengatakan sesuatu tentang pernikahan kita?” Tanya Alesya dengan nada suara yang terdengar ragu.


Tidak terdengar jawaban apapun dari Kenzo. Hanya hembusan nafas berat yang terdengar selintas oleh Alesya dari suami nya itu. Tapi karena tangan Aleysa masih menempel di pipi Kenzo, Alesya dapat merasakan bahwa Kenzo mengangguk pelan.


“Apa yang ayah katakan Kenz?” Atau jangan-jangan dia meminta mu untuk- ” Karena


Kenzo membuka matanya, dan menatap wajah cemas istrinya itu. Dengan masih menatap lekat mata Alesya Kenzo menjawab pertanyaan istrinya itu. “Aku tidak berbohong Alesya, ayah memang hanya mengajak ku bermain catur bersama nya. Hanya saja itu bukan sebuah permainan catur biasa. Ayah mengajukan sebuah challenge.” Jawab Kenzo dengan wajah serius.


“Challenge?” Alesya masih bingung dengan maksud perkataan Kenzo.


Kenzo mengangguk. “kalau aku menang maka aku bisa meneruskan pernikahan ini dengan mu. Tapi kalau ayah mu yang menang maka harus meninggalkan mu dan Skala.” Ucap Kenzo sambil mengingat kejadian di ruang kerja tadi bersama Aldion Rodio.


“Sudah ku duga ayah tidak akan membiarkan hal ini begitu saja.” Ujar Alesya, lesu.


“Apa kau menerima tantangan ayah?”


Kenzo menggeleng dan berkata, “tentu saja tidak. Rumah tangga ku dan diri mu bukan lah sesuatu yang dapat dijadikan bahan taruhan di atas papan catur. Lebih baik aku mempertaruhkan semua harta ku dari pada mempertaruhkan istri dan anak ku.” Jawab Kenzo dengan tenang.


“lalu bagaimana? Maksud ku setelah kau menolak tantangan yang ayah berikan, apakah dia marah atau bagaimana?” Alesya merasa sangat penasaran akan sikap yang ayah pada Kenzo.


“Ayah mu seorang pria yang cerdas Alesya. Dia tidak akan mengambil langkah bodoh dengan memarahi ku. Dia pasti tidak ingin terlihat buruk dihadapan mu dan Skala. Dia lebih ingin aku yang mundur tanpa terlihat dia yang mendorong ku yang untuk mundur.” Jelas Kenzo.


“Jadi apa yang ayah lakukan?” Tanya Alesya tidak sabaran.


“Dia mengganti tantangannya. Dia memberikan ku tantangan baru. Jika aku bisa mengalahkan nya dalam permainan catur ini maka dia akan memberikan ku satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku di masa lalu.” Jelas Kenzo.


“Benarkah?” Alesya curiga. Meski Kenzo mengatakan ayah adalah pria yang cerdik. Bukankah dengan memberikan Kenzo satu kesempatan untuk memperbaiki diri itu adalah sebuah strategi yang buruk? Bukankah itu hanya menguntungkan Kenzo? Apa untungnya untuk ayahnya jika ia menang? Ini terdengar mencurigakan bagi Alesya.


“Ada apa tanya Kenzo?” melihat wajah istrinya malah terlihat berpikir keras setelah ia mengatakan bahwa tuan Aldion Rodio mengajukan challenge yang lain.


“Heem.. aku hanya berpikir, kenapa ayah malah memberikan challenge itu pada mu. Apa untungnya bagi ayah jika menang? Aku rasa ada tidak beres Kenz. Kau harus berhati-hati.” Alesya mengingatkan suami nya.


“kau benar sayang. Dan kau tahu apa yang ayah mu katakan ketika aku sudah memenang kan permainan catur itu.” Kenzo mengatur volume suaranya agar menyerupai suara ayah mertuanya dan berkata, “Aku hanya memberikan mu sebuah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mu dulu tapi kau sendiri yang harus menciptakan kesempatan itu.”


“See... ayah mu benar-benar seorang yang cerdik. Meski aku sudah menang dan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku kalau dia tidak menciptakan kesempatan itu untuk ku maka itu sama saja dengan bohong.” Jelas Kenzo sambil tertawa.


“Sudah ku duga.” Ujar Alesya sambil menghela nafas nya.


"tenang saja sayang. Kalau ayah mu inginkan aku menciptakan kesempatan ku sendiri maka dengan senang hati akan aku ciptakan hal itu untuk nya. " Kenzo pun memeluk erat istrinya itu.

__ADS_1


***bersambung..


jangan like, komen dan vote yo cinto...


__ADS_2