Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#23


__ADS_3

Dengan sisa tenaga yang ada Agnes berusaha untuk bangun. Kaki dan tangannya gemetar menahan rasa sakit akibat terhempas ke lantai ketika berebut kotak itu dengan Jenny.


Pandangan Agnes mulai kabur tapi dia tetap berusaha untuk menggapai tempat tidurnya. “Aku mohon berikan aku sedikit waktu lagi tuhan.” Gumam Agnes dengan bibir yang ikut gemetar.


Agnes merasa kepalanya pun ikut pusing saat ini. Berkali-kali Agnes memukul-mukul kepalanya agar kesadaran tidak hilang. “Aku harus cepat.” Batin Agnes.


Agnes pun meraba ke bawah bantal tidurnya. “Ini dia.” Ujar Agnes dengan seulas senyum di wajahnya yang pucat.


Agnes pun memasukan benda yang ternyata adalah surat untuk ALesya ke dalam kotak yang sudah dia perjuangkan dengan seluruh hidupnya tadi.


“Maafkan aku Alesya, akhirnya aku terpaksa menggunakan cara ini untuk meminta maaf dengan mu. Mungkin tuhan memang sudah mengatur bahwa aku tidak akan bicara dengan mu bahkan untuk meminta maaf menggunakan mulut ku yang selalu mengeluarkan cacian dan hinaan mu kala kita bertemu dulu.” Gumam Agnes yang bicara sendiri.


Nafas Agnes tiba-tiba jadi tidak karuan membuat Agnes semakin yakin kalau malaikat maut sedang on the way ke tempatnya kini.”Aku harus bergegas memberitahu Alesya tentang rancana jahat yang telah di rencanakan oleh ibu ku.” Batin Agnes.


Berbekal dengan sisa tenaga yang ada, Agnes mencari ponsel miliknya. Dia tidak bermaksud untuk menghubungi Marcus, dia tahu saat ini pasti Marcus sedang sibuk mengurusi Dyana. Jangan sampai Dyana berpikir kalau Agnes adalah wanita pengganggu hubungan Marcus dan Dyana.


Lagi pula Agnes memang tidak ingin merepotkan Marcus yang sudah sangat banyak membantu nya selama ini.

__ADS_1


“Aku akan tinggalkan saja rekaman suara di ponsel ini.” Sebut Agnes dengan nafas yang satu-satu.


Agnes pun menghidupkan ponsel pemberian Marcus itu.


“ALESYA BERHATI-HATILAH. IBU KU SUDAH MERUBAH WAJAHNYA MENJADI SANGAT MIRIP DEGAN MENDIANG IBU MU. TARGET UTAMANYA ADALAH MENGHANCURKAN KEHIDUPAN KELUARGA MU. JAGA ANAK MU BAIK-BAIK. AKU YAKIN TUHAN AKAN MELINDUNGI ORANG – ORANG YANG BAIK.”


Usai merekam pesan suara untuk Alesya, Agnes meletakan kotak pusaka nya itu di atas nakas. Lalu diatas nakas itu, Agnes pun meletakkan ponselnya agar mulai di ketemukan. Semoga Marcus atau dokter Arya menemukan ponsel itu dan mengabari Alesya.


Semakin awal Alesya tahu rencana apa yang akan dilakukan oleh Jenny pada nya maka semakin cepat pula Alesya dan Kenzo dapat mempersiapkan segala hal untuk menghadapi rencana jahat Jenny tersebut.


“Apa yang kau lakukan Agnes!!” Seru Arya yang baru saja datang ke kamar Agnes dan melihat Agnes sedang memegang tepian meja di samping tempat tidur nya.


“Aku? aku..” Ucap Agnes seperti sulit bernafas.


“Sudah kau tidak perlu menjelaskan apapun pada ku.” Tukas Arya dan langung menggendong tubuh Agnes yang sudah sangat ringan itu.


“Kau ini!!!” Gerutu Arya, cemas melihat wajah Agnes yang mulai memucat.

__ADS_1


“Dokter Arya aku ingin minta tolong sesuatu.”Ujar Agnes begitu Arya sudah menempatkannya di atas ranjang pasien.


“kau bisa mengatakannya nanti.” Potong Arya yan tidak ingin Agnes membuang-buang tenaga.


“Tidak dokter.. aku harus mengatakan nya sekarang.” Ucap Agnes dengan suara yang semakin sulit untuk diidentifikasi oleh telinga.


Arya melihat dengan seksama pada sorot mata Agnes. Dari sorot mata Agnes, Arya tahu bahwa waktu Agnes tidak akan lama lagi.


“kau ini!! lekas katakan lah.” Ujar Arya yang merasa sedih melihat kondisi Agnes.


“Berikan kotak itu pada kepada Marcus. Ponsel itu juga.” Ucap Agnes lalu memejamkan matanya.


“Agnes? Agnes???” Panggil Arya berulang kali.


Dan hal yang paling Arya takutkan pun terjadi, yakni Agnes tidur dan tidak akan bangun lagi.


***bersambung

__ADS_1


__ADS_2