
“cih, kau masih perlu belajar puluhan tahun agar dapat menipu ku dengan cara ini. Lekas bangun! Atau akan ku buat kau lebih menderita dari pada saat kau masih di sel bawah tanan.”Seru Jasmin.
Sebenarnya Jasmin memang sudah tahu kalau Agnez hanya berpura-pura tidak sadarkan diri sebab beberapa kali tanpa sengaja Jasmin ada melihat tangan Agnes bergerak-gerak dan matanya cukup aktif untuk bergerak kek kiri dan kanan dibawah kelopak matanya.
“kalau kau masih tidak mau bangun aku akan-“ Belum selesai Jasmin menyampaikan hukuman apa yang akan Agnez terima, tiba-tiba Agnez membuka nya...
“Jas-Jasmin..”Ujar Agnez, ketakutan.
“heh..akhirnya kau berhenti juga berpura-pura!!!” Seru Jasmin dengan ekspresi tidak suka yang kental di wajahnya.
“Ak-aku mohon ja-ngan siksa aku lagi.” Ucap Agnez, Kini yang perlu Agnez lakukan adalah pura-pura mengakui kekuasaan Jasmin agar hidup nya paling tidak selamat untuk beberapa saat di rumah ini.
“Apa? Aku tidak mendengar apa yang kau katakan!!” Jasmin sengaja mempermainkan Agnez dengan memintanya mengulang kembali perkataannya tadi.
“Aku mohon jangan siksa aku lagi Jasmin. Aku berjanji aku akan selalu menurut semua perintah mu.” Ucap Agnez dengan lancar.
“Bagus kalau kau sudah paham akan posisi mu di rumah ini. Ingat Agnez!!! Kalau sampai kau melanggar apa yang kau katakan tadi maka siap-siap saja, kau hanya akan tinggal nama!” ancam Jasmin pada Agnez.
Agnez tahu bahwa ancaman yang baru saja dikatakan Jasmin pasti bukanlah sebuah isapan jempol belaka. Apalagi setelah kejadian di sel bawah tanah itu, Agnez yakin Jasmin bukan lah orang yang tepat untuk dijadikannya musuh di rumah ini. Seharusnya dari awal Agnez sudah harus bisa menganalisis keadaan rumah tangga tuan Puji ini. Dengan ada begitu banyak wanita di rumah ini pasti ada salah seorang yang bersikap seperti dajjal yang ingin menguasai segalanya.
“Aku berjanji..”jawab Agnez pelan.
“juga jangan sesekali kau berani mengatakan apa yang kau alami di rumah ini kepada kedua orang tua mu! Karena aku tidak akan ragu -ragu untuk melenyapkan diri mu saat itu juga. Dan kau pasti tahu kalau kedua orang tua mu tidak akan pernah bisa menyentuhku walaupun kau memberikan signal kepada mereka bahwa aku yang menghabisi mu.” Ancam Jasmin sambil tersenyum. Sungguh sebuah senyum yang menakutkan, pikir Agnez.
“Aku berjanji Jasmin!! Aku tidak akan memberitahukan siapapun tentang hal ini. Dan aku juga akan selalu mematuhi semua perkataan dan perintah mu pada ku Jasmin.” Jawab Agnez cepat. Dia tentu tidka ingin berurusan lagi dengan Jasmin demi alasan apapun.
Jasmin tersenyum mendengar perkataan Agnez. Sebab memang itulah yang sedari tadi di tunggu-tunggunya.
“Aku sungguh sangat ingin melihat kesungguhan mu!!” Ujar Jasmin. Lalu dia memanggil pelayannya yang sudah menunggu di luar untuk segera masuk ke dalam.
“Pelayan!!!!” panggil Jasmin pada pelayannya.
Si pelayan yang dipanggil oleh Jasmin pun masuk ke kamar Agnez dengan membawa segelas minuman.
Sekilas tidak ada yang aneh dengan gelas yang berisi air yang dibawa oleh pelayan itu. Pasti semua orang akan beranggapan kalau itu adalah gelas dengan air mineral biasa di dalamnya. Hanya saja untuk Agnez gelas itu terlihat sangat mencurigakan. Apalagi ditambah dengan sebuah senyuman misterius yang terbit di wajah jahat Jasmin ketika si pelayan membawa masuk gelas yang berisi air itu ke dalam kamarnya.
Agnez menelan saliva nya, tiba-tiba ia membayangkan kalau air di gelas itu sudah diracuni oleh Jasmin sebelumnya. Agnez yang tadinya berpikir kalau dengan merendah pada Jasmin maka hidupnya akan lebih mudah di rumah ini, seketika sirna melihat gelas itu.
“apa dia sudah meracuni air itu?” Gumam Agnez dalam hati, takut kalau jangan-jangan hari ini akan menjadi hari terakhirnya melihat dunia.
__ADS_1
Bagi manusia seperti Agnez hidup adalah segalanya. Dia belum rela untuk mati diusia nya yang masih muda itu.
Jasmin tersenyum melihat kegusaran di wajah Agnez yang tidak dapat Agnez sembunyikan. “apa yang kau takutkan?”tanya Jasmin blak-blakkan.Kemudian kembali tersenyum jahat.
Agnez tidak menjawab apapun tapi matanya otomatis melihat ke arah gelas yang dibawa oleh pelayan itu ke dalam kamarnya.
“apa kau takut aku meracuni mu?” Seru Jasmin sambil tersenyum puas melihat ketakutan yang terpancar dari mata Agnez.
“apa kau membawakan air itu untuk ku?” tanya Agnez terbata-bata."tapi untuk apa kau membawakan air itu untuk ku Jasmin?" ujar Agnez sambil terus menjarak dari Jasmin.
“tentu saja. Tentu saja air ini untuk mu.” Jawab Jasmin, lalu berbalik dan berjalan menuju pelayan yang membawakan air tadi. Lalu mengambil gelas itu dan berjalan menuju Agnez yang sudah ada di ujung tempat tidur yang satu nya.
“kau mau apa Jasmin?” Seru Agnez ketakutan.
“aku ingin kau meminum air ini Agnez!” ujar Jasmin sambil terus berjalan ke arah Agnez dengan cara memutar.
“Cepat pegangi dia!!” Perintah Jasmin pada pelayan nya.
Si pelayan pun berlari dan memegangi Agnez yang tidak sempat untuk melarikan diri itu.
“aku mohon Jasmin jangan membunuh ku!!!” mohon Agnez, kali ini dia benar-benar ketakutan.
“aku mohon Jasmin!! Aku mohon jangan bunuh aku!” Agnez terus memohon pada Jasmin untuk keselamatan nyawanya. Dia tidak percaya sedikit pun perkataan Jasmin yang mengatakan kalau Jasmin tidak akan membunuh nya.
“Bukankah kau tadi mengatakan kalau kau akan mematuhi semua yang aku katakan? Lalu kenapa sekarang kau malah ketakutan seolah-olah aku akan berbuat jahat pada mu hah!!?” ujar Jasmin, senang. Hati nya sangat bahagia melihat Agnez menderita.
“aku mohon Agnez!! Tolong lepaskan aku!! Bukan kah aku berjanji akan mematuhi mu?? Aku berjanji tidak akan membuat masalah untuk mu!!”Agnez terus memohon pada Jasmin. Tapi sayangnya Jasmin tidak mengindahkan permohonan Agnez sebab dalam sekejap tangan Jasmin sudah memaksa mulut Agnez untuk meminum air yang dibawanya di gelas itu. Lalu dengan cepat dia membungkam mulut Agnez dengan telapak tangannya.
Agnez sungguh tidak dapat berbuat apa-apa. Dia sudah sekuat tenaga mencoba memuntahkan air yang sudah masuk ke mulutnya itu. Tapi apalah daya, Jasmin membungkam mulut Agnez dengan kedua tangan Jasmin sehingga mau tidak mau semua air itu masuk ke dalam perut Agnez.
Agnez langsung lemas dan turun dari tempat tidurnya. Badan nya menggigil ketakutan.
Agnez hanya bisa menangis membayangkan malaikat maut yang sebentar lagi akan menjemputnya.
“aku tidak ada rencana untuk membunuh mu Agnez jadi kau tidak perlu meneteskan air mata seperti itu!” Seru Jasmin dengan gampangnya dengan wajah senang nya.
Agnez terus sesenggukan. Seakan-akan penderitaannya ini tidak ada habisnya.
“jadi berhentilah menangis!!” bentak Jasmin pada Agnez yang terus saja menangis di depannya.
__ADS_1
“air itu tidak akan membunuh mu tapi air itu manjur untuk membuat mu tidak memiliki keturunan lagi ke depannya. Jadi kau tidak perlu aku masukkan ke dalam daftar wanita yang dapat mengusik kekuasaan ku di rumah ini.” Ucap Jasmin dengan mudah, yang seketika membuat seluruh badan Agnez lemas.
Agnez memang tidak menyukai anak-anak. Tapi tidak akan pernah memiliki keturunan juga bukan lah hal yang Agnez ingin kan.
“kau -kau – kau tega sekali pada ku Jasmin!!!” Ujar Agnez sambil mengepalkan kedua tangannya yang tengah bergetar hebat saat itu.
“apa kah kau benar seorang wanita Jasmin? Mengapa kau sanggup berbuat seperti ini kepada wanita lain!!” Sambung Agnez dengan deraian air mata di pipinya.
“heh!! Aku sanggup untuk berbuat apapun untuk menguasai semua yang ada di rumah ini. Satu-satu wanita yang akan memberikan ahli waris kepada tuan Puji hanya diri ku.” Ujar Jasmin.
“tapi bukankah tuan Puji sudah memiliki anak dari istri-istrinya terdahulu? Jadi untuk apa kau merisaukan anak dari ku !!!” Suara Agnez terdengar sangat lirih.
“apa kau tahu, aku sudah membuat mereka di keluarkan dari daftar ahli waris keluarga ini. Saat ini tidak ada satupun anak-anak tuan Puji yang berasal dari istri-istrinya yang lain yang mendapatkan hak waris keluarga ini.” Bisik Jasmin di telinga Agnez.
Agnez terperangah. Dia tidak pernah berpikir dia akan menjumpai wanita yang lebih iblis dari pada dirinya dan ibu nya Jenny. Jasmin, wanita ini benar-benar perwujudan iblis betina yang sebenarnya.
Badan Agnez langsung lemas dan tersandar ke dinding. Kini hidupnya benar-benar tidak berguna. Dia kini hanya sebuah cangkang kosong. Walaupun tidak pernah berharap akan memiliki anak dari tuan Puji tapi dengan kekejaman dari Jasmin, Agnez benar-benar tidak memiliki satu orang anak pun.
Jasmin yang melihat Agnez terduduk lemas, tersenyum puas. Dia sudah berhasil menundukkan wanita yang mungkin akan menjadi saingan nya di masa depan.
“jangan lupa kau pastikan dia meminum air itu setiap malam!!!” perintah Jasmin pada pelayan yang berdiri di belakangnya.
“baik nyonya.” Jawab si pelayan.
“Ingat Agnez!! Sekali saja kau berani membuka mulut mu maka akan ku tutup mata mu untuk selamanya!!” Jasmin pun meninggalkan kamar Agnez, yang kemudian diikuti oleh pelayan Jasmin.
Agnez meringkuk di lantai itu.. air mata terus mengalir di pipinya mengingat hari-hari yang bagai neraka yang dialami di rumah ini.
Didalam tangis pilunya tiba-tiba semua rekaman kejahatannya pada Alesya tayang otomatis di kepalanya, Agnez merasa nasib buruk yang melanda nya saat ini ini terjadi karena perbuatan kejinya pada Alesya di masa lalu.
Agnez benar-benar menyesal akan tindakan jahatnya itu. Andaikan waktu dapat diulang kembali ingin sekali rasanya Agnez memberlakukan Alesya setulus Alesya memberlakukannya sebagai seorang saudari.
“Mungkin tuhan sedang menghukum ku untuk semua perbuatan jahat ku pada mu Aleysa.” Rintih Agnez. “aku mohon maafkan aku Aleysa...” Seru Agnez pilu.
**bersambung
waduh.. apa otor terbawa emosi ya nulis bab ini? 😏😏😏
kira-kira Agnez benar-benar insaf atau kagak ini ya...
__ADS_1
tuliskan pendapat mu dikolom komentar ya.....