Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 25#Ketulusan#17


__ADS_3

#Flash back off


Pria tua pun menangis pilu.. mengingat mengapa ia begitu bodoh saat itu. Begitu bodoh hingga jatuh dalam taktik busuk Jenny dan Ronald. Begitu bodoh tidak mempertahankan pernikahannya.


“Ayah..” Panggil ALesya, melihat ayahnya menangis sesedih itu.


“ya.. ya.. kau tidak perlu khawatir Alesya… aku baik-baik saja. Sudah sana susul suami mu.”Ujar Aldion.


“Tapi aku masih ingin disini Bersama ayah.” Rengek ALesya.


“Lihatlah!! Tapi kau begitu menempel pada suami mu. Saat ini kau mau menempel pada ku.” Ujar Aldion sambil mengacak-acak rambut Alesya. “Sudah sana keluar. Aku merasa sangat ngantuk. Aku ingin istirahat sejenak.”


“baiklah kalau ayah memang mau istirahat. Aku tidak akan menganggu ayah lebih lama lagi.” ALesya pun langsung paham jika ayah nya ingin menyendiri saat ini. Mungkin dengan membiarkan ayah nya untuk menenangkan hati maka perasaan ayahnya akan Kembali menjadi stabil. Alesya tahu, ayahnya adalah pria yang kuat.


Alesya pun meninggalkan kamar ALdion. Dia langsung menuju kamar Skala. Alesya mengira pasti Kenzo juga sedang ada disana. Dan Ketika ALesya sampai di kamar Skala…


“Kau sendirian saja Skala?” Ujar Alesya begitu melihat di kamar itu hanya Skala seorang.


Skala mengangguk dengan wajah bingung.” Apa mommy mengharapkan ada orang lain di kamar ini selain diri ku?” Tanya Skala.


“Heemm.. aku kira daddymu sedang Bersama mu saat ini . Sebab ia turun lebih dulu dari ku.”ujar Alesya pada Skala.


“Daddy ? tadi daddy memang kemari tapi beberapa saat lalu ia bilang dia mau kembali ke kamar karena ada sesuatu yang harus dia kerjakan.” Jelas Skala.

__ADS_1


“Apakah ada urusan perusahaan yang mendesak?” Pikir Alesya dalam hati.


“Heemm baik lah Ska, mommy akan mencari daddy mu dulu.”Ucap Alesya lalu menutup pintu kamar Skala. Namun tidak lama setelah pintu kamar Skala tertutup, pintu itu kembali terbuka dan terlihat Alesya yang kembali berada didepan pintu itu.


“Mommy? Apa ada yang terlupa?” Ujar Skala heran melihat mommynya kembali lagi ke kamar nya.


Alesya melangkah masuk lalu mencium pucuk kepala anak laki-lakinya itu.


“Terima kasih Ska.” Ujar Alesya dengan sebuah senyum di wajahnya. “terima kasih untuk selalu mensupport aku dan daddy mu.” Sambung Alesya.


“Heem.. aku tidak melakukan ini semua semata-mata demi kalian berdua. Aku melakukan ini semua karena aku ingin hidup di keluarga yang lengkap mom.” Ujar Skala.


“I love you son!!” Alesya memeluk putranya.


“I love you a thousand more!”jawab Skala.


Kini di dalam kamar itu hanya ada Skala.


Skala memperhatikan kamar nya dengan seksama.


Setelah merenung sejenak, Skala beranjak dari duduknya dan mulai merapikan isi kamarnya sebab kamar itu memang sudah cukup lama ia tinggalkan. Walaupun Skala tahu bahwa kakek pasti secara rutin meminta pelayan untuk merapikan kamar nya, tapi seakan-akan kamar itu tidak bernyawa semenjak Skala tinggalkan.


“Mulai sekarang kau tidak akan kesepian lagi..” gumam Skala pada meja belajarnya. Skala pun meneruskan merubah beberapa posisi benda di kamar itu seakan-akan dia...

__ADS_1


“Kenz!! Apa kau disini?” Seru Alesya begitu membuka pintu kamar nya dan Kenzo.


Kenzo yang tadi nya sedang asik di depan laptopnya tiba-tiba terkejut mendengar suara Alesya yang mendadak masuk dan memanggil nama nya.


“Ya!! Aku disini dari tadi.” Jawab Kenzo sambil menutup laptopnya.


“Apa kau sedang sibuk Kenz?” tanya Alesya yang melihat Kenzo berada di depan Laptopnya. “apa sesuatu terjadi pada perusahaan?” Lanjut Alesya bertanya sebab ia sangat penasaran. Biasanya ketika mereka di rumah Kenzo jarang sekali bekerja dengan laptopnya. Mungkin karena saat ini dia sedang tidak ada di tempat maka ia selalu memonitor keadaan perusahaan melalui laptopnya.


“Aku sudah membuatnya susah.” Gumam Alesya dalam hati yang menyangka kalau Kenzo jadi harus mengelola perusahaannya dari jarak jauh.


“Haah.. hanya masalah sepele!” jawab Kenzo. “seperti biasa aku harus mengecek semua email terkait perusahaan yang dikirimkan oleh Jack. Dan aku merasa capek melihat email-email itu dari layar ponsel yang makin lama terasa makin kecil saja.” Elak Kenzo. Dia tidak ingin Alesya tahu apa yang sebenarnya sedang ia lakukan.


“Apakah ada sesuatu yang urgent?” tanya Alesya sekali lagi. Dia harus memastikan semua nya baik-baik saja agar hatinya turut tenang.


“No!! Semuanya baik-baik saja.” Jawab Kenzo sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya. Kenzo memang paling sulit jika harus berbohong di depan Alesya.


“benarkah?” alesya merasa curiga melihat gelagat Kenzo yang sedikit aneh. “Heem.. baguslah kalau memang tidak ada apa-apa. Kenz, kalau kau sudah selesai apakah kau bisa ikut dengan ku untuk bertemu dengan paman Damian? Sebab ada yang ingin aku diskusikan bersama mu dan pama Damian.” Ucap Alesya.


“Aku sudah selesai.” Kenzo terpaksa berbohong, padahal hal yang dikerjakannya tinggal sedikit lagi. Tapi kalau dia bilang ia membutuhkan sedikit waktu lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya dia takut Alesya malah akan menunggunya di kamar itu sampai kerjaan nya selesai. Dan Kenzo tidak mau Alesya mengetahui apa yang sebenarnya Kenzo kerjakan. Jadi lebih baik menunda pekerjaan itu terlebih dahulu.


“Baiklah kalau begitu ayo kita ke bawah dan mencari paman Damian. Heem.. biasanya beliau ada di kamarnya.” Ujar Alesya.


Alesya pun berjalan duluan sementara Kenzo kembali menyetting kode keamanan pada laptopnya. Setelah itu dia pun mengikuti Alesya untuk mencari Damian.

__ADS_1


***bersambung..


kira-kira up hari ini cukup satu saja atau dilebihin ya???? 😏😏😏😏


__ADS_2