
“tuan Dayson, aku mohon jangan marah akan tindakan ku ini.” Alesya pun mendial nomor kakek Albert, menurut Alesya kakek Albert adalah kunci yang bisa membuka tabir kebenaran dari semua hal ini. Kalau benar Marcus adalah pembunuh ayah dan ibu Kenzo yang notabene adalah anak dan menantu dari kakek Albert pasti kakek Albert adalah orang pertama yang akan membuat perhitungan dengan Marcus. Tapi ternyata Marcus masih baik-baik saja. Alesya menyadari ada sesuatu yang besar yang coba kakek Albert sembunyikan dari Kenzo.
“kakek apa aku mengganggu?”....
Sementara Alesya berbicara dengan Albert Dayson di kamar nya, Kenzo sudah sampai ruang kerja nya yang ternyata sudah ada Dyana duduk dengan wajah kesal di sana.
“kau meminta ku untuk menemui mu malam ini. Tapi lihat lah, kau sendiri datang terlambat kemari." gerutu Dyana yang sudah menunggu Kenzo selama dua puluh menit di ruangan itu.
Kenzo tidak menjawab apapun terhadap perkataan Dyana. Dia langsung duduk di sofa yang ada dihadapan sang bibi.
“bi, kenapa kau masih berhubungan dengan pria itu.”
Bukannya merespon hal yang dikatakan oleh Dyana, Kenzo malah memulai sesi interrogasinya.
__ADS_1
“pria itu? Marcus maksud mu?” Dyana tahu saat ini tidak ada gunanya ia bersembunyi lagi dari Kenzo.
“heemm...” jawab Kenzo singkat.
“heh.. Kenzo Dayson, pria yang kau panggil pria itu punya nama. Dan dia, statusnya adalah paman mu.” Ujar Dyana pada Kenzo sambil melipat tangannya. “jadi berhenti memanggilnya dengan sebutan pria itu..pria itu. Kuping ku jadi sakit.” Seru Dyana.
“Siapapun nama nya, aku tidak peduli. Satu-satunya hal yang aku pedulikan hanyalah bibi harus menjaga jarak dengan nya. Aku tidak suka melihat dia ada disekitar kita.” Tegas Kenzo.
“kau menuduhnya tanpa bukti yang jelas Kenzo Dayson!!!” Seru Dyana yang kesal dengan sikap Kenzo yang cendrung menutup kuping nya untuk setiap kebenaran yang dibawa oleh setiap orang pada nya perihal Marcus.
“aku tidak pernah menuduhnya siapapun tanpa bukti yang kuat bi. Dan kau tau sendiri akan hal itu.” Ucap Kenzo.
“kalau begitu katakan pada ku bukti apa yang kau miliki bahwa dia adalah pelaku kejadian naas saat itu!! Kenzo Dayson, bukan hanya kau yang kehilangan saat itu. Aku pun kehilangan kakak yang sangat aku cinta di hari yang sama pada saat kau kehilangan ibu mu!!” tegas Dyana.
__ADS_1
Kenzo menarik nafas dalam dan menghembuskan nya dengan berat.
“aku melihat dengan mata kepala ku sendiri ketika dia begitu gugup saat polisi melaporkan kematian kedua orang tua ku ke kakek. Aku juga bisa merasakan rasa bersalah yang sangat kental dari dirinya saat itu. Bagi ku tidak ada bukti yang lebih kuat dari itu. Aku tidak butuh video cctv atau apapun sebab apa yang aku lihat dengan mata ku sendiri sudah sangat jelas.”
“percuma berbicara tentang hal ini pada mu Kenzo!! Kau belum move on dari masa lalu mu. Hanya menyimpan dan berpijak pada satu potong puzzle yang kau miliki sedari dulu.” Seru Daya, dan kemudian berdiri.
“Cuma satu yang ku minta bi, menjauhlah dari nya.” Ujar Kenzo menatap Dyana yang kini sudah keluar dari kamar.
“aku tidak akan sanggup kalau harus kehilangan mu bibi..” Gumam Kenzo pelan.
****bersambung
lanjut gak nih my beloved reader???
__ADS_1