
Keesokan hari nya…
“Apa maksud semua ini!!!!” Ujar Mary yang langsung mengamuk Ketika tahu laki-laki yang menikahi putrinya di bukan lah Frans melainkan Marcus.
“Akhirnya aku tahu mengapa kita semua di wajibkan memakai topeng di pesta pernikahan ini!! Bukan karena tema pesta ini adalah pesta topeng tapi karena menyembunyikan hal besar ini dari ku!” Ujar Mary sambil melempar topengnya ke lantai.
Romano yang sudah tiba dari Australia, mencoba menenangkan sang istri.
“Tenang kata mu!! Aku tidak bisa begitu saja tenang Romano! Mereka semua telah berkomplot untuk menipu ku!” Seru Mary sambil berteriak keras.
Moment kebahagiannya yang dia rasakan sejak pagi tadi mendadak hilang dalam sekejap.
#Flash back on
__ADS_1
“kau sudah siap sayang?” Tanya Mary pada putrinya yang sedang di hias di salah satu kamar hotel ternama di kota itu.
Dyana hanya diam tidak menjawab pertanyaan sang ibu. Dyana sebenarnya saat ini sangat takut kalau rencana besar ini gagal di detik-detik terakhir menjelang pernikahan.
“Hei.. kenapa wajah mu begitu sayang!” Mary menarik dagu putrinya dengan lembut.
“Kau tidak perlu takut sayang! Ibu yakin kau akan Bahagia bersama Frans. Dia adalah laki-laki yang pantas untuk mu. Bibit bebet bobotnya jelas.” Tukas Mary. “Tidak seperti Marcus itu, kita tidak pernah tahu asal usul nya. Siapa orang tua nya sebenarnya. Jadi wajar saja dia bisa berbuat jahat pada keluarga yang telah memberikan dia kehidupan. Aku tidak akan pernah bisa memberikan putri ku pada pria seperti itu.” Ujar Mary.
Dyana tetap diam, bahkan Ketika topeng di pakaikan di wajahnya, dia tetap diam tidak berkata apapun pada sang ibu.
Dengan hati yang gembira, Mary mendorong kursi roda Dyana ke depan altar dimana telah berdiri seorang pria yang terlihat sangat gagah dalam balutan tuxode berwarna hitam kombinasi silver yang selaras dengan gaun yang dikenakan oleh sang putri.
Mary yang sebenarnya ingin mendengakan sumpah pengantin dari kedua mempelai terpaksa meninggalkan ruangan itu karena tiba-tiba ada orang yang mengakui mengenali nya memaksa untuk menemui nya saat itu juga.
__ADS_1
Dengan terpaksa, Mary pun meninggalkan aula pernikahan itu pas di momen pengucapan sumpah pengantin.
Dan saat Mary Kembali, alangkah terkejut nya Mary saat mendapati, pria yang berada di depan Altar bukan lah Ifrans Aksena melainkan Marcus. Pria yang sangat dia benci, yang tidak ia inginkan menjadi menantu nya.
“Bagaimana ini bisa terjadi?” Gumam Mary tidak percaya lalu melihat ke sekelilingnya. Semua orang tampak tenang. Nania pun terlihat tidak shock sama sekali begitu tahu kalau pria yang berdiri di samping Dyana bukanlah Frans, melainkan pria lain.
Disinilah Mary menyadari bahwa seluruh orang yang hadir di aula pernikahan itu sudah berkomplot membohonginya.
Mary merasa sangat marah!! Dia berjalan kearah Altar pengantin dan menampar Marcus dengan sangat kuat.
“Plaaaak…”
Bunyi tamparan itu bahkan sampai terdengar keras ke seluruh aula pernikahan itu.
__ADS_1
Marcus sudah menduga hal ini pasti akan terjadi. Marcus bahkan tidak memegang pipinya sama sekali, bukan karena tamparan itu tidak sakit di pipi Marcus, tapi karena Marcus ingin membuktikan bahwa tamparan itu tidak berarti apa-apa bagi nya.