
“Ápa yang kau bawa itu dad?” tanya Skala pada Kenzo ketika Kenzo kembali ke ruangannya.
“Aah.. in dokumen kerja sama antara perusahaan ku dan Frans.” Jawab Kenzo sambil duduk di singgasananya.
“Daddy apa kau tidak ada rencana untuk mengunjungi kakek ku?” Tiba-tiba Skala teringat dengan kakeknya di kota J. Sudah cukup lama Skala tidak menelpon kakek nya. Dia yakin pasti kakek nya merasa sangat kesepian di kota J.
“Aku belum ada rencana untuk itu Skala. Dan satu hal yang harus ku beritahu pada mu. Hubungan ku dan kakek mu itu kurang begitu baik. Tapi tidak dapat dikatakan sebagai hubungan yang buruk juga. Ya singkatnya hubungan kami tidak begitu harmonis. Jadi untuk bertemu dengan kakek mu aku harus mendiskusikan ini terlebih dahulu dengan mommy mu.” Jelas Kenzo.
“Tapi setahu ku, kakek hanya memberikan mommy waktu setahun untuk berada di kota A untuk menyelesaikan semua urusannya dengan keluarga Diningrat. Setelah itu mommy harus kembali ke kota J. Apa kau tahu mommy ku adalah satu-satu nya pewaris keluarga Rodio. Dia direktur perusahaan itu. Kakek tidak akan membiarkan nya berlama-lama meninggalkan posisinya dan menjadi sekretaris di perusahaan ini.”
‘Bukankah sekarang perusahaan Rodio di jalan oleh Steve Rodio?” Tanya Kenzo, kini ia sudah tertarik untuk melihat berkas kerjasamanya dengan Frans.
“haaah.. ya uncle Steve. Benar. Saat ni dia yang menjalankan perusahaan selama mommy pergi ke sini. Tapi itu hanya untuk sementara. Uncle steve itu adalah anak angkat dari nenek ku. Heemm bagaimana menjelaskannya ya daddy. Jadi kakek Rodio punya seorang saudari perempuan tapi tidak seibu dengan nya. Nah uncle Steve itu adalah anak angkatnya. Sebenarnya nama belakangnya tidak Rodio hanya saja kakek ku sangat menyukainya dan berharap dia benar-benar menjadi seorang Rodio.” Skala sampai kesulitan menceritakan pohon keluarganya dari pihak sang ibu.
“Dan satu hal lagi yang aku rasa harus kau ketahui daddy, kakek ku pernah berencana untuk menikahkan mommy ku dengan uncle Steve. Kalau aku tidak salah mommy tidak menggubrisnya hanya saja kakek mengatakan ia akan mengijin mommy pergi selama setahun lalu setelah itu ia akan menikah mommy dengan uncle Steve.”
Kenzo mendekati Skala.”Apa kau yakin dengan hal itu Skala?” Wajah Kenzo menjadi serius.
“Untuk apa aku berbohong pada mu dad.” Jawab Skala. “ menurutku sebaiknya kau harus segera menemui kakek ku. Jika hubungan mu kurang harmonisnya maka kau harus memikirkan cara untuk merebut hati nya mungkin?” Ucap Skala sambil mengangkat bahu. “Karena kalau sampai terlambat aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Mungkin aku hanya bisa membayangkan bagaimana rasa nya memiliki du ayah.” Ucap Skala asal sengaja membuat Kenzo kesal.
“dasar anak nakal!!” Ujar Kenzo.
Ketika Kenzo dan Skala asik bercerita, Alesya masuk. Dari wajah nya Kenzo dapat melihat jika ada sesuatu yang penting yang ingin Alesya sampaikan ke Kenzo.
“Kenzo, ada yang harus aku katakan.” Ujar Alesya, sambil melihat Kenzo dan Skala bergantian.
“Ayah ku mengirim sepupu Steve ku ke kota A. Dan dia sudah ada di rumah mu sekarang.”
Kini gantian, Kenzo dan Skala yang saling berpandangan. Baru saja mereka menceritakan tentang sosok itu dan bim salabim, ia pun kini ada di kota A dan lebih tepatnya di rumah Kenzo.
“Kalau begitu ayo kita pulang temui sepupu mu. Aku tidak enak kalau sampai dia menunggu kita lama.” Kenzo mengambil jas nya yang belum lama ia tanggalkan.
“Kenz, tunggu dulu.” Ujar Alesya. Dia tidak perlu khawatir Skala akan mendengar semua yang akan ia katakan sebab Alesya yakin Skala sudah tahu tentang pernikahan kontrak yang ia dan Kenzo lakukan waktu itu. Bukankah itu adalah ide Skala untuk merubah pernikahan kontraknya dan Kenzo menjadi sebuah pernikahan sungguhan.
“Aku belum menceritakan kepada ayah ku kalau kita-“ ucapkan Alesya terpaksa terputus sebab Skala tiba-tiba memutuskan untuk keluar.
“Aku akan keluar, biar mommy dan daddy bisa lebih leluasa mendiskusikan hal ini.” Bocah itu pun keluar.
Alesya mengulangi perkataannya,” Kenz, Aku belum menceritakan kepada ayah ku kalau kita tidak lagi meneruskan hubungan ini sebagai pernikahan kontrak tapi kita sudah memutuskan untuk meneruskan pernikahan ini selayak nya pasangan lain.“
“lalu apa masalahnya?” tanya Kenzo pura-pura tidak mengerti kegundahan hati Alesya.
“Kenz, . ayah ku sengaja mengirimkan Steve kesini untuk mengkonfirmasi semua perkataan ku pada nya yang mengatakan aku hanya menikah kontrak dengan mu. Sebab ketika aku mengabari ayah ku bahwa aku akan menikah dengan mu dia menolak Kenz, aku tidak tahu mengapa dia menolak mu.”jelas Alesya.
“terang saja pria tua itu menolak ku.” Gumam Kenzo dalam hati.
“kalau begitu kita katakan saja pada nya kalau ternyata akhirnya kita saling jatuh cinta.” Kenzo menarik Alesya dan mendekapnya.
“aku tidak menduga kalau masalah ini akan menjadi completed seperti ini.” Alesya memegang erat telapak tangan Kenzo. “Steve adalah laki-laki pilihan ayah ku Kenzo. Maaf aku tidak menceritakan ini pada mu. Karena semuanya terjadi begitu saja diantara kita. Dan aku terlalu senang bersama mu hingga tidak memikirkan hal lainnya. Ayah ku pasti punya niat tertentu mengirim Steve kemari.” Seru Alesya.
“Jadi menurut mu kita harus bagaimana?” Kenzo menopangkan dagunya ke bahu Alesya.
“entahlah.”jawab Alesya pelan.
Dia benar-benar tidak ada solusi untuk hal ini. Hubungannya dan Kenzo sampai tahap ini itu diluar bayangan Alesya. Steve datang menyusul ke kota A juga di luar bayangannya. Alesya jadi pusing. Mau jujur dengan keadaan sebenarnya, dia tahu benar tabiat ayahnya. Ayahnya pasti akan memaksanya untuk bercerai dari Kenzo. Saat ini posisi Kenzo dimata ayahnya tidak lebih dari adalah benda asing yang masuk ke dalam lingkaran rencana awal Alesya. Urusan balas dendamnya belum kelar tapi urasan pribadinya malah mempersulitnya.
“katakanlah, aku akan menuruti semua perkataan mu. Bahkan jika kau meminta ku saat ini juga untuk terbang ke kota J dan menemui ayah mu maka akan aku lakukan. Aku akan meminta Jack untuk menyiapkan pesawat jet pribadi ku.” Ujar Kenzo santai.
“Kau tidak mengenal ayah ku Kenz. Dia sangat keras kepala.” Ujar Alesaya.
“Heeeem.. aku rasa aku tahu itu sebab kua juga keras kepala. Pasti itu adalah turunan dari ayah mu.” Seru Kenzo sambil bercanda.
__ADS_1
“Aku serius Kenz!!!” rengek Alesya.
“Aku juga serius mengatakan semua hal itu pada mu. Aku ulangi, aku akan mengikuti apapun yang kau katakan.”
“Aku yakin si tua bangka itu pasti akan menutup pintu gerbang rumah nya ketika aku datang kesana.” Gumam Kenzo dalam hati.
“Apa kita pura-pura saja di depan Steve?” Tiba-tiba sebuah ide gila muncul di otak Aleysa.
Kenzo melepaskan pelukannya dan kini berdiri di depan istrinya itu. “Sebaiknya kita tidak menutupi hubungan kita Alesya. Kita harus bisa menghadapi semua ini. Jujur itu lebih baik. Paling tidak kita hanya akan mendapatkan rasa pahit di awal. Aku tahu tantangan untuk meminta restu dari ayah mu akan sangat sulit sebab dia dan aku tidak terlalu cocok.” Ucap Kenzo. “Aku pernah terlibat konflik tentang sebuah yaaah.. katakan bisnis. Dan karena itu jelas dia sangat tidak suka pada ku.”
“Tapi siapa sangka, aku malah menikahi putrinya dan kini dia sudah menjadi ayah mertua ku. Mau tidak mau, cepat atau lambat kita memang harus mengungkapkan keadaan pernikahan kita yang sebenarnya dengannya. Aku rasa, aku sanggup menahan semua murka.” Ucap Kenzo sambil tersenyum.
Kenzo merasa yakin ayah mertuanya akan menerimanya begitu dia tahu Skala adalah anak kandungnya. Saat ini Skala bagaikan kartu As tersembunyi milik Kenzo.
“Aku takut dia akan memisahkan kita Kenz.” Ujar Alesya.
“Percayalah pada ku Alesya. Aku tidak akan dengan mudah melepaskan diri mu dan Skala. Kalian segala-galanya bagi ku kini.” Kenzo berusaha keras meyakinkan Alesya.
“Jadi apa rencana mu?” Kini balik Alesya yang bertanya mengenai rencana yang Kenzo miliki.
Kenzo mengangkat bahu nya. “Tidak ada rencana pasti untuk cinta. Cinta akan bisa mencari jalan keluar untuk setiap permasalahannya.” Ujar Kenzo penuh keyakinan. Entah sejak kapan Kenzo Dayson seorang pria yang selalu berpikir dengan logika kini mempertaruhkan segalanya pada kekuatan cinta.
“Kita pulang saja dan jelaskan pada sepupu mu bahwa hubungan kita bukan sebuah kontrak. Kini kita sudah saling mencintai dan akan melanjutkan hidup sebagai pasangan selama nya.” Kenzo mencoba menguatkan Alesya untuk mengikuti perkataannya.
“Tapi-“ Alesya terlihat masih sangat ragu.
“Percaya pada ku. Kau percaya pada suami mu ini kan Alesya?” Kenzo menatap dalam manik mata Aleysa.
Akhirnya Alesya mengangguk. “Baiklah.” Ujarnya pasrah.
Kenzo dan Aleysan pun keluar. Di dekat meja Alesya sudah ada Skala yang sedang asik berbicara dengan Jack.
“Tuan, nyonya kalian sudah mau pulang?” Ucap Jack melihat Kenzo sudah memakai Jasnya kembali.
“Dan jangan lupa emailkan kepada ku terlebih dahulu draftnya supaya bisa aku baca di rumah.” Sambung kenzo.
“Skala kita pulang sekarang. Ayo pamit sama paman Jack.”Ujar Alesya.
“Paman, aku pamit dulu. Lain kali aku ingin bertanding RC dengan mu. Jangan lupa bawa RC legendaris mu.” Ujar bocah itu kemudian berdiri.
“Tenang saja tuan muda. Kau pasti akan terpesona melihat RC legendaris milik ku. Itu hanya ada tiga di dunia. Satu milik ku, satu milik daddy mu dan satu lagi aku tidak tahu siapa yang membeli nya. Tapi kau tidak akan bisa meminjam milik daddy mu sebab ia menjaga RC nya melebihi nyawanya sendiri.” Jack jadi teringat Kenzo tidak mau memainkan mobil remot kontrolnya hanya karena ia tidak mau barang itu kotor atau lecet karena pertandingan di jalur balap nya.
“Jangan kan RC.. perusahan ini pun akan ku serahkan padanya jika ia mau.”Timbal Kenzo.
“Ayo Skala kita pulang. Aku akan memperlihatkan RC ku.” Kenzo tidak mau kalah dengan Jack.
“paman, bye.” Seru Skala.
“Bye tuan muda.”
Kenzo, Alesya dan Skala pun meninggalkan perusahaan. Sebenarnya mereka meninggalkan kantor tidaklah terlalu awal. Hanya lebih cepat dua jam dari jam pulang kantor seharusnya. Hanya saja mereka datang telat hari ini jadi jika ditotal-total tiga jam saja mereka tidak sampai di kantor. Tapi yang punya kantor kan mereka jadi ya suka-suka mereka.
Sesampainya di rumah..
“Tuan, ada seorang tamu datang mencari nyonya Alesya. Katanya dia keluarga nyonya Alesya dan sudah mengabari kedatangan pada nyonya Alesya.”Lapor si pelayan.
Aleysa melihat ke arah Kenzo sambil menggenggam erat tangan Kenzo. “Kenz...”Ujar Alesya pelan.
Kenzo hanya tersenyum dan menggenggam kembali tangan Alesya.
“Skala, masuk lah ke kamar mu. Aku dan mommy akan menemui uncle Steve mu terlebih dahulu.” Perintah Kenzo pada Skala.
__ADS_1
Skala hanya memberikan tanda oke dengan jarinya lalu pergi menuju kamarnya. Sedangkan Kenzo dan Alesya masih berdiri disitu. “Dimana dia sekarang?”tanya Kenzo pada si pelayan.
“Saya memintanya menunggu di ruangan samping taman tuan.” Jawab si pelayan.
“Ayo Aleysa, kita temui sepupu mu.”Kenzo mengajak Alesya bersamanya.
Alesya menarik nafas panjang. Dia tidak takut apapun, dia hanya takut melukai perasaan ayahnya. Semoga keputusan Kenzo ini benar. Dan hati ayahnya bisa luluh karena cinta mereka.
“Hi Steve..” Sapa Alesya begitu masuk ke tuang santai di rumah nya itu.
Steve tersenyum mendengar suara wanita yang ia cintai akhirnya muncul. Namu wajah nya yang tadi nya bahagia mendengar suara Alesya langsung menjadi suram begitu melihat Alesya bergandengan dengan seorang pria yang Steve tebak pastilah Kenzo Dayson.
“Akhirnya kau datang Aleysa.”Sapa Steve pada Alesya dan sengaja tidak menghiraukan Kenzo.
Steve langsung memutuskan pegangan tangan antara Aleysa dan Kenzo. “Ayah menyuruhku untuk melihat mu dan sekaligus menjaga mu.” Ujar Steve sambil melihat sinis pada Kenzo.
“Ayo, duduklah. Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada mu.” Ujar Alesya meminta Steve untuk duduk kembali.
“Apakah ada hal penting?”Tanya Steve.
“Sayang, bukankah sebaiknya kau memperkenalkan aku terlebih dahulu pada sepupu mu ini?” Kenzo akhirnya buka suara. Dia tidak akan membiarkan Alesya kesulitan sendiri menjelaskan hubungan yang mereka miliki saat ini.
Alesya menelan salivanya,”Steve ini Kenzo Dayson. Suami Ku.” Alesya memperkenalkan Kenzo pada Steve. “ Kenz, ini Steve. Sepupu ku.” Lanjut Alesya memperkenalkan Steve pada Kenzo.
“Suami kontrak maksud mu Alesya?” Steve langsung bicara to the poin.
Alesya melirik Kenzo seakan-akan meminta Kenzo membantunya menjelaskan semua hal pelik ini pada Steve.
“Sepertinya anda salah paham tentang hubungan kami tuan Rodio. Awalnya aku memang menikah dengan Alesya berdasarkan sebuah kerja sama yang saling menguntungkan. Tapi kini kami sudah saling cinta dan memutuskan untuk bersama hingga tua.” Jelas Kenzo sambil mencium punggung tangan kanan istri nya itu.
Steve terlihat sedikit terkejut akan pengakuan dari Kenzo namun ia tidak dapat menerima begitu saja pengakuan Kenzo.
“benarlah itu Alesya? Hubungan kalian saat in bukanlah sebuah pernikahan kontak? Apakah ayah sudah mengetahui hal ini?” Tanya Steve beruntun.
Alesya menggeleng.” Kami belum mengabari ayah. Sebab semua nya terjadi begitu cepat. Aku benar-benar tidak ada persiapan apapun tentang hal in termasuk apa yang mesti aku katakan pada ayah.” Jawab Aleysa sambil memperat genggaman tangan nya pada Kenzo.
“Aku sudah berencana akan menemui tuan Rodio untu meminta restu dari nya. Hanya saja dia sudah keburu mengirim mu kesini.” Ujar Kenzo.
Steve menarik nafas dalam mengetahui fakta ini. Dia mencintai Alesya dan dapat dikatakan sedikit lagi ia bisa memiliki Alesya namun tiba-tiba laki-laki yang ada dihadapan nya menyalip tanpa klakson dulu.
“Heem.. aku tidak bisa berkata apupun saat ini. Sebaiknya kalian pulang dan menyampaikan hal ini secara langsung pada ayah. Aku harap ayah dapat menerima keputusan mu Aleysa. Sekaligus menerima suami pilihan mu. Tapi ingat kau tidak berlama-lama di kota A. Ada sebuah perusahaan yang membutuhkan mu sebagai pemimpin.” Tekan Steve.
“kami pasti akan segera menemui ayah mertua ku.’ Jawab Kenzo walaupun ia tahu pertanyaan itu bukanlah ditujukan pada nya.
“Aku rasa tidak ada gunanya aku tetap berada disini. Sudah ada kau disni yang menjaganya. Jaga dia dengan nyawa mu tuan Dayson dan jangan lengah karena ada banyak orang yang telah dalam posisi siap untuk merebutnya dari mu.” Steve pun berdiri. Dia hendak pamit.
“apa kau akan pulang ke kota J saat ini juga?’ tanya Alesya pelan.
“Tidak. Aku tidak akan pulang ke kota J hingga kalian datang bertemu dan berbicara dengan ayah langsung. Jadi segera selesaikan masalah kalian. Dan selamat sekali lagi atas pernikahan kalian.” Steve menyalami Kenzo dan Alesya lalu pergi dari kediaman Dayson.
‘See?” ujar Kenzo bangga sebab tanpa perlu persiapan ini dan itu untuk membuat Steve pergi dari rumah, ternyata pria itu cukup gentle dengan tidak mau mengusik hubungan Kenzo dan Alesya.
“See???see what?’ tanya Alesya pura-pura tidak paham maksud Kenzo.
“Cinta bisa mencari solusi untuk semua masalah yang menghadangnya. Kenzo Dayson, Tujuh Juli dua ribu dua puluh satu.” Ucapnya sambil meniru gaya-gaya pujangga.
“Terlalu cepat untuk senang tuan Dayson.” Ujar Aleysa, tiba-tiba teringat permasalahan utama dari dampak hubungan baru nya dan Kenzo bukanlah Steve, melainkan ayahnya.
*******bersambung..............
Kira-kira bagaimana respon ayah Alsya ya?? Ini bukan si ronald ya?bagi yang lupa silahkan baca kembali bab-bab sebelumnya.. hehehe
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen dan vote... muaaaaaaaach!!