
“Mailani...” Mai mengulurkan tangannya pada Alesya. Tapi wajahnya sama sekali tidak tersenyum sedikit pun ketika melihat ke arah Alesya.
Alesya yang masih tidak berpikiran aneh-aneh tentang Mai pun menyalami Mai dengan tersenyum ramah lalu menyebutkan namanya. “Alesya..”
Mai langsung menarik tangannya cepat setelah Alesya menyalaminya.
Seakan-akan tidak peduli dengan keberadaan Alesya yang ada di samping Kenzo. Mai langsung masuk ke tengah, di antara Kenzo dan Alesya. Sehingga Alesya tergeser menjauh dari Kenzo.
Dyana yang melihat kelakukan saudari tiri nya sebenarnya sudah sangat kesal. Tapi melihat Kenzo hanya diam dengan perlakukan Mai pada Alesya barusan membuat Dyana yakin Kenzo pasti sudah mempersiapkan sesuatu untuk kedatangan Mai. Itulah mengapa Duana tidak bertindak apapun pada saudarinya itu.
Alesya mulai merasa ada sesuatu yang salah disini. Dia memandangi Kenzo, Dyana dan Mai bergantian.”apa yang sebenarnya terjadi?” Seru Alesya dalam hati, dia merasa Kenzo dan Dyana menyembunyikan sesuatu tentang Mai.
“heeem.. Alesya!! Apakah kau bisa menolong ku!! Catokan rambut ku sepertinya tidak berfungsi dengan baik.” Celetuk Dyana sambil memberikan kode -kode Davinci melalui tatapan matanya pada Alesya. Dyana mencoba membawa Alesya menjauh dari Kenzo dan Mai karena dia tahu pasti Kenzo ingin berbicara empat mata dengan Mai.
Walaupun sebenarnya Alesya tahu bahwa apa yang barusan Dyana katakan hanyalah sebuah alasan agar Alesya ikut bersama nya tapi Alesya memilih untuk mengikuti Dyana pergi. Dia berharap setelah ini Kenzo dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
“ada banyak hal yang harus kau jelaskan pada ku tuan Dayson! Mulai dari kejadian di kantor polisi hingga siapa sebenarnya wanita yang bernama Mai ini. Jangan berharap untuk tidur lebih awal malam ini.” Gumam Alesya dalam hati.
“baiklah bi.. ayo kita lihat catokan rambut mu itu!! Aku harap setelah aku pergi melihat catokan rambut mu itu, semua rambut-rambut kusut ini dapat kembali lurus!” Ucap Alesya penuh penekanan untuk setiap katanya yang ia tujukan pada Kenzo.
Kenzo sebenarnya paham kode Davinci yang diberikan oleh istrinya tapi dia memilih untuk diam dan tidak menjawab apapun.
__ADS_1
Alesya dan Dyana pun akhirnya pergi menuju kamar Dyana.
“bibi, kau tidak berpikir kalau aku wanita yang bodoh kan?” Seru Alesya pelan sambil berjalan di samping Dyana.
“bersabarlah hingga kita sampai di kamar ku Alesya. Aku berjanji akan menceritakan semuanya pada.” Jelas Dyana, yang juga sambil berbisik.
Alesya dan Dyana pun kini sudah tidak terlihat lagi dari pandangan Kenzo dan Mai.
“untuk apa kau datang kemari Mai?” ujar Kenzo blak-blakkan setelah yakin Alesya dan Dyana tidak ada di sekitar nya. Kenzo pun langsung melepaskan tangan Mai yang sedari tadi menggandeng tangan nya.
“tentu saja karena aku merindukan mu Kenz!!” jawab Mai santai, sungguh tidak tahu malu. Bisa-bisanya dia mengatakan itu pada keponakannya sendiri.
“aku tidak peduli dengan status kita Kenz! Bagi ku kau adalah cinta pertama ku. Dan aku akan terus melihat mu sebagai seorang laki-laki yang aku cintai. Aku tidak akan pernah melihat mu sebagai cucu dari ibu tiri ku. Tidak akan pernah!!!” tegas Mai, dengan wajah yang mengekspresikan rasa tidak terimanya.
“sadarlah Mai!! Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah mencintai mu! Aku hanya mengganggap mu sebagai sahabat ku di bangku sekolah Hanya itu saja, tidak lebih!!!” Terang Kenzo. Kenzo tidak tahu harus berapa ratus kali dia menjelaskan hal ini pada Mailani, kalau dia tidak pernah mencintai Mailani barang sedetik pun seperti yang Mailani pikirkan.
“Tidak! Aku tahu kau mencintai ku Kenz! Kau hanya sengaja mengalah pada rasa cinta mu pada ku sebab menghormati hubungan ayah ku dan ibu tiri ku.” Mai terus memaksakan pemikiran sepihak nya itu pada Kenzo.
“Bahkan jika nenek ku tidak menikah dengan ayah mu.. kau dan aku tetap tidak akan pernah menjadi sepasang kekasih Mai! Come on! Sampai kapan kau akan membiarkan diri mu hanyut dalam halusinasi mu sendiri!!” Kenzo sudah muak harus mengulang hal sama. Dia tidak ingin melihat Mailani lebih lama lagi.
“kembalilah ke Australia hari ini juga. Kau tidak diterima disini.” Ungkap Kenzo pada akhirnya.
__ADS_1
“Apa ini semua karena wanita yang bernama Alesya itu Kenz? Apa dia yang membuat mu berubah dari mencintai ku menjadi benci pada ku!!” oceh Mai sambil mengambil tangan Kenzo.
“jangan sentuh aku!!!” seru Kenzo sambil menepis tangan Mailani. “cukup!! Aku katakan cukup!! Aku sudah tidak ingin berurusan dengan mu lagi Mai! Pulang lah sekarang dengan baik-baik. Maka dengan begitu paling tidak kita masih bisa berada dalam sebuah hubungan kekeluargaan.”ucap Kenzo tanpa menoleh pada Mailani lalu Kenzo pun pergi meninggalkan Mailani yang masih tertegun disana setelah Kenzo mengusirnya dari rumah itu.
“ini semua pasti karena wanita yang bernama Alesya itu!!!” Gumam Mailani dengan pandangan mata yang penuh dengan kebencian.
“bukan aku yang harus pergi dari rumah ini Kenz! Bukan aku! tapi wanita yang bernama Alesya itulah yang harus angkat kaki dari rumah ini.” Mailani benar-benar bertekad untuk membuat Alesya pergi dari rumah itu.
Ketika Kenzo dan Mailani berbicara di ruang tengah, Alesya dan Dyana pun sedang berbicara di kamar Dyana.
“apa? Jadi dia terobsesi dengan Kenzo?” Seru Alesya tidak percaya kalau wanita yang ditemuinya tadi diruang tengah adalah pengagum fanatiknya Kenzo.
“Dia tidak hanya terobsesi dengan suami mu Alesya. Dari dulu sampai sekarang, aku rasa dia ingin memiliki Kenzo seutuhnya.” Dyana menarik nafas dalam setelah mengatakan kebenaran itu pada Alesya.
“bukankah Kenzo adalah keponakannya. Bagaimana dia bisa memiliki perasaan seperti itu pada keponakannya sendiri.” Tanya Aleysa, yang merasa semua hal ini sangat mind blowing.
***bersambung...
baru permulaan ini zeyeng.. otor belum masuk gigi satu ini... yang mulai menerka-nerka kelanjutannya. silahkan komen di kolom komentar ya... 😏
yang protes!! ups dilarang protes! cukup nikmati saja.. sesekali urat-urat sarag menegangkan karena gregetam juga baik untuk kesehatan.. #Filosopi kesehatan yang menyesatkan dari otor.. 😜
__ADS_1