
"apa masih uang yang berhasil kau selamatkan Jenny?" tanya Reni penasaran sebab ia tahu kalau mantan suami Jenny sudah mengambil semua harta milik Jenny..
"kalau masalah uang kau tidak risau. Aku masih punya banyak uang." timpal Jenny.
"jadi isu kau melarikan uang perusahaan benar ada nya?" Reni terkejut ketika mendengar Jenny masih. memiliki uang setelah kejadian itu.
"kau gila Ren! kalau isu itu benar maka aku tidak akan semarah ini pada Ronald. Dan tidak pula perlu bersusah payah merubah wajah ku agar punya kesempatan untuk membunuh Alesya." jelas Jenny.
"lalu dari mana kau mendapatkan semua uang itu?" tanya Reni.
"ini!" Jenny mengeluarkan black card milik tuan Puji yang tuan Puji berikan pada Agnez. Waktu itu black card itu berikan oleh Agnez pada Jenny sebab Agnez tidak bisa belanja dengan puas bila menggunakan card tanpa batas itu. Sehingga Jenny dan Agenz saling bertukar kartu. Jenny memakai kartu agnez sedangkan Agnez memakai kartu Jenny.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong soal Agnez.. dimana anak iyu sekarang?" tanya Reni pada Jenny.
"entah lah. Aku belum ada mendapatkan kabar apapun dari dia.. Sialnya aku tidak bisa mengaktifkan ponsel ku karena aku yakin pasti polisi saat ini sedang melacak ponsel milik ku." ujar Jenny.
"lalu?"
"Ren, apa kau bisa meminta orang untuk mengecek rumah tuan Puji. Entah mengapa aku merasa curiga keluarga tuan Puji ada sangkut pautnya dengan hilangnya Agnez." Pinta Jenny pada temannya itu.
"selain itu, aku juga minta tolong kau masukan seorang pembunuh bayaran ke dalam penjara. Aku ingin Ronald tidak dapat melihat matahari untuk esok hari." Mata Jenny benar-benar terlihat berbeda. Dendam terlihat jelas di matanya.
"kau yakin ingin menghabisi Ronald? dia itu suami mu lho Jenny! ayah dari anak mu!!" walaupun Reni adalah tangan kanan di sindikat pembunuh bayaran ini tapi dia tidaklah sekejam Jenny yang sanggup untuk membunuh orang yang telah hidup bersama untuk puluhan tahun lamanya dan bahkan sudah memberikan diri nya anak.
__ADS_1
"kalau dia tidak mengkhianati ku, maka aku pun tidak akan mengkhianati nya. Ren, dia yang terlebih dahulu mencari gara-gara dengan ku. Bukan aku!! aku ini posisinya saat ini adalah korban!!" ujar Jenny.
"aku hanya tidak habis pikir Jenny! Mungkin benar, aku adalah seorang pembunuh bayaran dan tinggal di lingkungan para pembunuh bayaran tapi aku tidak pernah sekali pun berpikir kalau aku akan membunuh orang yang aku kenal, apalagi yang telah begitu lama berbagi hidup dengan ku. Aku sungguh salut dengan mu." Ujar Reni.
"terserah kau mau berkata apa Ren. Kau tidak merasakan bagaimana posisi ku saat itu. Dipermalukan oleh laki-laki yang masih berstatus suami ku, diambil semua harta ku lalu dicampakkan begitu saja bagai sampah." Semua hal itu masih terbayang jelas do ingatan Jenny.
"so please Ren.. lakukan saja apa yang aku minta Soal pembayaran kau jangan khawatir .. aku pasti akan mengirimkan nya pada mu setelah kau menghabisi Ronald.." ungkap Jenny pada Reni.
"baiklah Jenny. business is business. Aku terima pekerjaan itu. Kau tinggal tunggu kabar dari internet tentang kematian Ronald.
***bersambung...
__ADS_1